
Sepulang dari kampus, Irsyad yang sudah merasa gerah langsung meminta kuci kosan Mimi, dia berjalan dengan cepat agar segera sampai.
Tak hanya gerah yang dirasakan namun keadaan usus besarnya jua menginginkan dirinya segera melaju ke kamar mandi.
"Mi, mana kunci kos." tanya Irsyad saat mereka sudah melewati satu blok di komplek ini.
"Nih," jawab Mimk dengan langsung memberikan kunci.
"Oke, aku duluan." ucap Irsyad yang langsung berlari kecil meninggalkan Mimi beserta ketiga sahabatnya.
"Pasti lagi bermasalah tuh perutnya." ucap Selfia.
"Pastilah itu, kalau nggak mana ada amle lari-larian gitu." sahut Irma.
Tak lama mereka pun sudah sampai ke kosan, karena pintu tak terkunci jadi mereka langsung masuk tak lupa mengucapkan salam walau tidak ada yang menjawabnya karena yang duluan sampai masih berada di bilik termenung.
Mimi langsung meletakkan beberapa bungkus SOP ke atas meja lemari makan, Mimi mengambil panci dan Mimi buka satu-persatu bungkus sop dan menuangkan SOP tersbut kedalam panci, kecuali SOP yang bercampur bakso, ayam.
Mimi menghangat SOP tersebut terlebih dahulu dan tiga bungkus SOP campur miminletakkan di dalam lemari makan.
Setelah memanasi SOP, Mimi kembali masuk ke dalam, Mimi mendengar ada nada dering HP di atas meja kecil lipat, Mimi lihat tertera panggilan tak terjawab kontak Umma dan setelah itu terlihat ada chat WA dari Umma dan disitu tertulis jangan lupa minum obat.
Mimk tidak membuka chat tersebut namun chat tersebut terlihat sebelum layar ponsel kembali off.
"Jangan lupa minum obat? maksudnya apa? kenapa Umma chat kak Syahril begitu? ada apa sebenarnya?" Mimi terus bergumam pada dirinya sendiri.
"Apa yang Kaka sembunyikan dari Mimi? Mimk rasa bukan hanya kakak, tapi semua orang. Ada apa ini?" Mimi terus berperang dengan batinnya.
Mimi terus berpikirkan tentangbchat Umma nya, sehingga terlintas kepingan-kepingan mimpi di ruangan bernuansa hijau tosca itu.
"Ya Allah, apakah mimpi itu benar adanya? apa yang sedang terjadi pada dirinya Rabb?" gumam Mimi dalam hati sme!baru menutup mulutnya.
Mimi mengalami HP kak Syahril dan diletakkan nya kedalam kamarnya. Mimk akan bersikap biasa, dia tidak akan bertanya dia hanya ingin Syahril jujur dengan dirinya.
Irsyad keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan rambut yang masih terlihat basah.
Muthia yang baru keluar kamar dan hendak kedapur melihat ke Irsyad, dia diam seakan terpana akan ketampanan Irsyad.
"Heii bengong aja, napa terpesona ya??" ucap Irsyad yang menyadarkan Muthia dari melamunnya.
"Eh, kepedean aja kamu. awas aku mau berwudhu." ucap Muthia dengan menggeser tubuh Irsyad
Irsyad yang tersentuh lagi melongo dan kesal karena dia yang sudah berwudhu harus mengulanginya bahkan harus menunggu Muthia selesai berada dikamar mandi.
"Dasar Muth Muth, aku udah berwudhu tadi. Biar aku dulu yang masuk baru kamu." ucap Irsyad namun kalah cepat dempngan Muthia yang sudah masuk ke dalam! kamar mandi.
"Ada apa sih Syad." seru Mimi yang sudah berada dibelakangnya.
"Itu tuh si Muth Muth, orang sudah berwudhu main pegang-pegang pula. mana lamma lagi di kamar mandi." ucap Irsyad.
"Kan bisa berwudhu disitu Syad, keluarin aja selang yang di mesin." jawab Mimi dengan menuju kearah tempat dekat mesin cuci, disana ada keran dan ada temlat sedikit untuk aliran pembuangan air mesin cuci.
"Eh iya juga ya.." sahut Irysad dan dia pun langsung berwudhu di tempat dekat mesin cuci.
"Emm tadi ada dering dari ponsel Irsyad kayaknya." ucap Mimi.
"Hmm mungkin Abi." jawab Irsyad.
"Oh ya Mi, apa Abang Syahril sudah menghubungi?" tanya Irsyad balik.
"Emm gimana mau hubungi lah HP nya ada di kosan, ti tadi barusan kak Ryan nelpon dan bilang kalau dia masih di rumah Ummi." ucap Mimi.
"Oo gitu, yaudah Irsyad sholat dulu." jawab Irsyad dan berlalu masuk kedalam kamar. Irsyad merasa Mimk akan bertanya pada nya makanya dia buru-buru segera !masuk kammae untuk menghindari pertanyaan Mimi.
Mimi yang melihat Irsyad menghindar hanya menghelakan nafasnya, "Mimi yakin kalian menyembunyikan sesuatu dari Mimi." ucap Mimi lirih.
Setelah Muthia keluar dari kamar mandi, kini giliran Mimi yang masuk untuk membersihkan dirinya dan sekalian untuk berwudhu.
Hingga ashar tiba Syahril belum juga bangun, doa tertidur dengan pulas mungkin juga karena pengaruh obat yang diminumnya.
Kak Ryan sudah bangun sedari tadi karena dia teringat kalau belum sholat Dzuhur sehingga dia terbangun dan segera melaksanakan sebelum waktu Dzuhur habis. Dan setelah itu dia kembali bergabung dengan keluarganya di rumah tamu. Ryan ber!ain dengan Rofiq dan Fachruq anak Ummi Fatimah.
"Yan, selama ini bagaimana dengan Syahril?" tanya Abi Risyad.
"Bagaimana apanya Bi?" tanya kak Ryan.
__ADS_1
"Ya bagaimana dengan dirinya? ala dia siap Dengan segala konsekuensi kedepannya, apa dia juga siap dengan apa jawaban dari Mimi nanti." ucap Abi sambil bermain dengan anak-anak nya.
"Huumm huh, itu juga yangbdyan pikirkan Bi, Abi tau kan Syahril orangnya juga keras, dia itu tidak bisa menerima penolakan. Ryan juga jadi takut nanti bila rencananya tak sesuai ekspektasi nya," jawab Ryan sambil membayangkan betapa hancurnya hati sepupunya itu.
"Itulah yang ditakutkan Ummi Fatimah dan ummi Fatmah mu, Mimi juga orangnya telat pendirian dan Mimi juga bukan orang yang gampang menerima." Ucap Abi Risyad.
"Hmm iya Bi, Ryan takut nanti mereka akan sama-sama hancur hatinya." jawab Ryan lirih.
"Yah kalau pun seandainya Mimi menerimanya itu mustahil sih menurut Abi, karena jika dilihat dari mimpi mereka yang sama. Mereka akan terpisahkan." ucap Abi Risyad.
"Begitu ya Bi, jadi arti mimpi itu apa Bi?" tanya Ryan yang juga ingin tau.
"Abi juga tidak tau Yan, kamu kira Abi tafsir mimpi atau paranormal gitu." ucap Abi.
"Yah mana tau Abi mendadak pentafsir mimpi atau paranormal hehee." jawab Ryan.
"Kamu Ini." jawab Abi Risyad.
"Asik bener lagincerita apa sih?" tanya Abi Arsyad yang ikut bergabung.
"Cerita Abi Ris jadi paranormal Bi hehee." ucap Ryan cengengesan.
"Kamu ini Yan Yan." jawab. Abi Arsyad dengan menggelengkan kepala.
"Syahril bkum bangun?" tanya Abi.
"Belum Bi, biarkan aja. beberapa hari ini dia kurang istirahat. pikiran nya selalu ke Mimi." jawab Ryan.
"Ooo, kasian nya anak itu." jawab Abi Arsyad.
"E!m Bi, menurut Abi tentang mimpi Mimi dan Syahril apa maksudnya Bi? tanya Ryan kepada Abi Arsyad nya.
"Hmm Abi juga kurang tau Yan, yang jelas jika lumpur katanorang gua dulu bakal menerima malu atau cercaan orang, jadi menurut Abi sih arti nya mungkin jika !mereka bersatu mereka berdua akan !endaltakan cercaan orang bahkan mungkin bukan hanya diri mereka tapi orang sekelilingnya terutama!AA keluraga mereka yang mendukung mereka. Itu sih menurut Abi tapi ya Wallahu a'lam.' jelas Abi Arsyad.
"Hmm gitu ya Bi, bersatu mereka tidak tenang, berpisah mereka akan saling tersakiti." gumam Ryan.
"Iya begitulah kiranya Yan, keduanya tidak ada yang menguntungkan bagi mereka." ucap Abi Risyad.
"Huum huh, semua salah nya di kakek,." ucap Ryan dengan geram.
"Iya tapi kan kalau Kakek tidak.." ucapan Ryan langsung di potong oleh Abi Arsyad.
"Udah nggak baik, kembalikan saja sama yang maha kuasa." ucap Abi Arsyad.
"Hmmm" jawab Ryan.
"Tapi arti ada jurang terus cahaya itu apa ya Bi?" tanya Ryan lagi.
"Jurang merupakan pemisah bagi mereka, cahaya mungkin dengan berpisah mereka akan mendapatkan kebahagiannya sendiri mungkin." jawab Abi Risyad.
"Ryan ndak yakin dengan mereka berpisah akan mendapatkan kebahagiaan, yang ada nanti mereka akan merubah sikap mereka masing-masing." jawab Ryan.
"Udah udah, sana kamu bangunkan Syahril sudah ashar nggak baik. Buruan kamu bangunkan dia dan suruh sholat." ucap Abi Arsyad.
"Baik Abi." jawab Ryan dan berlalu pergi naik ke lantai dua dimana kame mereka berada.
"Kasian Syahril yah mas, aku nggak bisa bayangin kalau mereka sampai berpisah. Tambah beku guh anak nanti." ucap Abi Risyad.
"Iya juga dek, baru dengan Mimi dia sedikit mencair eh kalau terpisah bakal lebih beku dari antartika mungkin." kelakar Abi Arsyad.
"Hahahaha bisa aja kamu mas. Emm apa yang harus kita lakukan ya mas?" tanya Abi Risyad.
"Emm kita mana bisa berbuat dek, kamintau sendiri kisah kita berdua bagaimana." ujar Abi Arsyad.
"Ya juga sih." jawab Abi Risyad.
"Emm tapi kenapa Babah belum juga kapok ya.. Sudah dua anaknya korban dari keegoisannya masih juga mau mengorbankan cucunya." ucap Abi Risyad.
"Nggak tau juga bagaimana dengan pemikiran Babah. Hanya untuk menjalankan janji mengorbankan anak dan cucu." ucap Abi Arsyad.
"Huumm huh. Entah apa yang dicari Babah." ucap Abi Risyad dengan menggelengkan kepala.
Abi Arsyad dan Risyad mendapat istri mereka bukan dengan status gadis namun istri-istri mereka telah berstatus janda. Namun Abi Arsyad maupun Abi Risyad sangat beruntung karena mendapatkan istri yang masih menjaga mahkota nya ya ibrat janda perawan.
Ummi Fatmah baru menikah beberapa Minggu langsung mintak talak karena suaminya terdahulu ternyata sudah memiliki istri. Ummi Fatmah meminta talak karena dia tak ingin menyakiti hati sesama wanita.
__ADS_1
Tak beda dengan Ummi Fatimah pun sama namun Ummi Fatimah menikah dengan suami terdahulu selama satu tahun dan dalam waktu itu sang suami tak ingin menyentuhnya, bahkan sehari setelah ijab Qabul dia langsung di boyong suami ke kota sang suami.
Selama pernikahannya itu dia seallu di beri nafkah namun bukan nafkah yang satu itu. Setiap hari yang suami berkerja dari lagi hingga terkadang larut malam baru pulang dengan alasan banyak pekerjaan.
Satu bulan sebelum masa setahun pernikahan, Ummi Fatimah mengikuti sang suami sewaktu habis maghrib sang suami minta izin keluar katanya ada temannya yang kecelakaan.
Ummi Fatimah mengikutinya hingga ke sebuah rumah yang sederhana, saat sang suam berada di depan pintu rumah tersebut sang suami di sambut oleh anak kecil yang sangat menggemaskan beserta seorang wanita bahkan sang suami menciumi mereka secara bergantian.
Ummi Fatimah yang melihat itu seakan hatinya diremas dengan kuat, hampir setahun mereka menikah tak sedikit pun diam diperlakukan suaminyanseperti sang suaminya memperlakukan wanita itu.
Perlahan Ummi Fatimah memasukinoerkarangan rumah itu dan perlahan Ummi Fatimah mengintip di balik jendela, terlihat sang suami sedang bercengkrama dengan seorang anak seperti halnya keluarga harmonis.
Karena tak ingin berlama disana dan tak ingin berlarut dalam kebohongan, Ummi Fatimah memutuskan untuk memencet bel rumah tersebut.
"Assalamualaikum" ucap Ummi Fatimah setelah pintu di buka oleh seorang wanita yang dia lihat tadi.
"Waalaikum salam, bisa sya bantu mbak? emm ada apa ya?" tanya sipemilik rumah.
Belum juga Ummi Fatimah menjawab sudah di potong oleh suara lelaki dari dalam.
"Siapa yank?" tanya si lelaki yang gak lain suaminya, hancur dan sakit yang dirasakannya saat yang suaminya memanggil wanita lain dengan sebutan yank.
Sang lelaki berjalan menghampiri mereka yang !masih berada di pintu, saat melihat sang suami pun terkejut ketika melihat istri yang dinikahi hampir setahun itu berada disana.
"Fatimah?" ucapnya.Sang wanita yang berada disana pun ikut terkejut ketika mendengar nama wanita didepannya.
"I ini mbak Fatimah?" tangannya dengan terbata. Ya si wanita tau jika lelaki bersamanya telah menikah dengan gadis pilihan orang tuanya.
"Mari masuk mbak." ajak wanita tersebut. ummi Fatimah pun mengangguk dan mengikuti sang wanita pemilik rumah masuk sedangkan sang suami masih berdiri di pintu.
"Silahkan duduk mbak, e!m mau minum apa?" tanya nya.
"Tidak usah." tolak Ummi Fatimah. ummi Fatimah melihat wanita pemilik rumah itu dengan seksama, wanita sederhana dan ayu. ummi Fatimah juga melihat ke arah ank kecil perempuan yang sedang bermain boneka.
"I itu anak kami mbak, emm maksud saya anak saya." jawabnya Ummi Fatimah hanya tersenyum.
"Mass." Ummi Fatimah memanggil sang suami dan sang suami hanya diam dan melihat ke arah Ummi Fatimah.
"Bisa jelaskan semua ini?" tanya Ummi Fatimah.
"Apa semua ini mas heh.. Berapa lama kalian, emm kalian berumah tangga?" ucap Ummi Fatimah dan bertanya ketika melihat foto pernikahan tergantung di ruangan tersebut.
"Emm maafkan mas dek, maaf." ucap sang suami.
"Berapa lama? dan kenapa mas tidak memberitahuku?'" tanya Ummi Fatimah.
"Kami sudah menikah sekitar lima tahun lalu, maaf." jawabnya, lima tahun bukanlah sebentar, dan hampir setahun mereka juga menjalin ikatan pernikahan tapi sang suami tidak menceritakan kepadanya.
"Kenapa tidak kau ceritakan mas? apa karena orang tua kita?" tanya Ummi Fatimah yang berusaha menahan air mata.
"Emm maaf dek, iya. mas tidak bisa menolak abah apa lagi Ummi." jawab sang suami.
"Apa Ummi dan Abah tau?" tanya Ummi Fatimah dan sag suamimhanya menggeleng.
"Tega kamu mas, tega.. kamu tau kallaau mereka menantikan cucu, rapi apa yang kamu buat. Kamu sengaja memperlihatkan kepada mereka kalau disini aku yang salah gitu!! hebat kamu mas sa ngaat hebat. Kalau begitu talak aku sekarang mas, dan tolong uris perceraian kota dipengadilan segera." ucap Ummi Fatimah dan hendak keluar dari rumah itu.
"Mbaaak." panggil si wanita pemilik rumah.
"Maafkan mas Rozi mbak, maafkan kami." ucaonya dengan menangis.
"Sudahlah, aku juga seroang wanita. Aku tak ingin egois merebut kebahagiaan kalian." ucap Ummi Fatimah dengan melihat ke arah anak kecil tersebut.
"Aku mohon sama mu mas, talak aku dan urus perceraian kota besok. Aku tak ingin berlama-lama, biarlah nanti semua orang tau aku yang salah disini, bukannya itu yang kamu mau. Jadi lepaskan aku, aku ikhlas." ucap Ummi Fatimah dan berlalu pergi dengan hati yang sehancur-hancurnya.
Dia rela menerima perjodohan itu untuk menyenangkan hati babahnya lebih tepatnya terpaksa. Dia pun harus meninggalkan orang yang dicintainya hanya untuk menikah dengan lelaki pilihan orangtuanya, tapi pernikahannya dijalaninya hanyalah pernikahan membalas perjanjian orang tua.
Sesuai dengan permintaan nya keesokan harinya sang suami pun melayangkan gugatan cerai dan perceraian lun terjadi hanya dalam tiga Minggu.
Status baru yang disandang Ummi Fatimah tidak membuatnya bersedih, dia akan terus berjuang dengan hidupnya sendiri walau kedua orangtuanya marah pada dirinya dan menganggap dirinya lah yang salah. Hingga beberapa tahun kemudian dia bertemu dengan suami nya saat ini Abi Risyad.
Jika mengingat cerita istrinya itu Abi Risyad sangat kecewa dengan Babah mertuanya, dan sekarang mungkin akan terjadi sama keponakannya itu.
tbc
Assalamualaikum, selamat pagi selamat beraktivitas bab ini apsehafusnya buat semalam tapi karena batre drob jadi bab ini bab awal bulan.
__ADS_1
Makasih atas dukungannya,