
Bryan pergi meninggalkan pertanyaan demi pertanyaan di hati para sahabat. Akibatbrasa cemburunya kepada sang sahabat membuat dirinya di kuasai oleh amarah.
Yah Bryan marah kepada Dillah, menurut Bryan Dillah tidak konsekuen dengan omongannya yang mana Dillah pernah berkata kalau Dillah tidak akan pernah jatuh cinta kepada gadis lain sebelum dia menemukan gadis yang telah mencuri hatinya.
Namun kenyataan saat ini, Dillah pun tak tau akan perasaannya. Hatinya menuntun dirinya untuk mendekat ke Mimi. Di satu sisi Dillah masih tetap ingin memperjuangkan hati gadis yang ditemuinya sesaat itu namun di satu sisi hatinya menginginkan dirinya mendekatkan dirinya ke Mimi.
"Dil, apa bener yang di ucapkan Bryan?" tanya Reno ketika Bryan telah pergi dari ruangan ini
Mereka berempat duduk bersama di dalam ruangan ini, yang biasanya mereka me!bahas tentang mata kuliah atau pun tentang kegiatan kampus atau pun juga tentang modul bimbel.
Tapi kali ini mereka membahas permasalahan dua anak manusia yang mempunyai hati terhadap satu gadis yang baru di kenal.
"Dil." panggil Satria, Dillah hanya menatap teman nya satu-persatu.
"Apa benar yang dikagan Bryan?" tanya Yogi.
"Iya." jawab Dillah.
"Iya?" ucap mereka bertiga ( Reno, Satria dan Yogi.)
"Iya pagi ini aku pergi berdua sama Mimi, lebih tepatnya aku mengantar dia kepasar tradisional." ucap Dillah. Para sahabat masih diam ingin mendengar kelanjutannya.
Dillah melihat wajah sahabatnya dan dia mengerti kalau para sahabat menginginkan dirinya untuk menjelaskan lebih lanjut.
Dillah pun menceritakan semua yang dia lakukan pagi ini bersama Mimi kepada sahabatnya.
"Jadi benepar kamu menyukai Mimi?" tanya Reno.
"Entah lah Ren, akunjuga ndak tau." ucap Dillah.
"Terus bagaimana dengan cewek sumatra itu?'' tanya Yogi.
"Aku juga ndak tau Gi,." ucap Dillah frustasi.
"Kenapa bisa nggak tau sih Dil!!" ucap Satria.
"Ya Sat aku juga ndak tau dengan diri ku sendiri. Aku masih ingin terus menjumpai cewek sumatra itu tapi enat mengapa hatiku menuntun diriku ke Mimi." ucapnya.
"Aku nggak tau jika Bryan bersungguh-sungguh dengan ucapannya tempo hari." ucap Dillah lagi.
"Yah kita emang nggak tau harus kemana hati kita menyukai seseorang itu hal yang wajar." ucap Yogi.
Mereka terus membahas dan mencari solusi untuk menenangkan hati Bryan yang dikuasai ceburu dan amarah. Untuk saat ini mereka sepakat membiarkan Bryan sendiri agar untuk menenangkan dirinya sendiri dan agar Bryan bisa berpikir dewasa.
Sesampainya Bryan di apartemen Bryan mengeluarkan segala amarah nya, segala kesal yang !menumpuk di dadanya. Dia la!piaskan semua nya ke barang-barang yang ada di apartemennya sehingga apartemen yang kinclong menjadi apartemen bak kapal pecah.
"Achhhhh kenapaaaa. Kenapa mesti kamu si Dil yang harus !menyukai dia juga. Prang." Bryan !mengeluarkan segala unek-uneknya dan membanting vas bunga di meja tamu nya.
"Kenapa aku jadi begini ya tuhaaaan, kenapa disaat aku ingin berubah orang yang kusukai juga disukai oleh sahabatku sendiri." Bryan frustasi dengan dirinya, dia terduduk di bawah sofa nya dan menarik rambutnya serta mengusap wajahnya.
Bryan tidak pernah menyukai perempuan dengan bersungguh-sungguh semenjak dia di tinggal oleh sang kekasihnya saat di s!a dulu. Iya Bryan ditinggal selingkuh oleh sang kekasih dan semenjak itu dia hanya ingin bermain-main saja pada setiap cewek.
Bryan orang yang tulus bila dia menyukai seseorang namun dia akan sangat patah hati bila seseorang yang di sukai nya mengkhianatinya. Dan saat ini dia patah hati kepada Mimi bukan karena di khianati oleh Mimi melainkan dia merasa dikhianati oleh sahabatnya sendiri.
Bryan yang frustasi membuka lemari di Mini barnya, di ambilnya minuman beralkohol yang sudah la!a takmlernah di teguknya itu.
Bryan kembali meneguknya, bakmseperti orang kehausan bryan memknumnya hingga sebotol minuman itupun habis.
Bryan melampiaskan kemarahan kekecewaan nya pada minuman berkalkohol tersebut sampai habis tiga botol.
"Aku menyukaimu Mimi.. Aku berjanji akan berubah jika aku bisa memilikimu." racau Bryan.
Kita dianjurkan untuk sebisa mungkin menahan marah ketika diejek atau mendapat perlakuan yang tidak mengenakan. Sebaliknya, kita juga diperintahkan untuk memaafkan orang yang telah membuat kesalahan.
Dan kita dinanjurkan sebisa mungkin untuk menahan marah selain membuat jiwa lebih tenang, juga memiliki banyak keutamaan di sisi Allah SWT.
Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. (QS. Ali Imran: 134)
__ADS_1
Ibnu Katsir menerangkan maksud ayat tersebut bahwa apabila mereka mengalami emosi, maka mereka menahannya (yakni memendamnya dan tidak mengeluarkannya); selain itu mereka memaafkan orang-orang yang berbuat jahat kepada mereka.
Disebutkan dalam sebagian asar yang mengatakan:
«يَقُولُ اللَّهُ تعالى: يا ابْنَ آدَمَ اذْكُرْنِي إِذَا غَضِبْتَ، أَذْكُرُكَ إِذَا غَضِبْتُ فَلَا أُهْلِكُكَ فِيمَنْ أُهْلِكُ»
Allah Swt. berfirman, "Hai anak Adam, ingatlah kepada-Ku jika kamu marah, niscaya Aku mengingatmu bila Aku sedang murka kepadamu. Karena itu, Aku tidak akan membinasakanmu bersama orang-orang yang Aku binasakan. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.
Ada 8 Hadits Larangan Marah dan Keutamaannya, yaitu:
Allah Menahan Siksa
عَنْ أَبِي عَمْرِو بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اللهُ عَنْهُ عَذَابَهُ، وَمَنْ خزَنَ لِسَانَهُ سَتَرَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنِ اعْتَذَرَ إلَى اللهِ قَبِلَ عُذْرَهُ"
Dari Abu Amr ibnu Anas ibnu Malik, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa yang mengekang amarahnya, maka Allah menahan siksa-Nya terhadapnya. Dan barang siapa yang mengekang lisannya, maka Allah menutupi auratnya. Dan barang siapa yang meminta maaf kepada Allah, maka Allah menerima permintaan maafnya.
Orang yang Kuat
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ".
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.
Nasihat Rasulullah
جَارية بْنُ قُدامة السَّعْدِيُّ؛ أَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قُلْ لِي قَوْلًا يَنْفَعُنِي وأقْلِل عَلَيَّ، لَعَلِّي أَعِيهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَا تَغْضَبْ". فَأَعَادَ عَلَيْهِ حَتَّى أَعَادَ عَلَيْهِ مِرَارًا، كُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ: "لَا تَغْضَبْ".
Penghimpun Semua Kejahatan
عَنْ حُمَيد بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَوْصِنِي. قَالَ: "لَا تَغْضَبْ". قَالَ الرَّجُلُ: فَفَكَّرْتُ حِينَ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَالَ، فَإِذَا الْغَضَبُ يَجْمَعُ الشَّرَّ كُلَّهُ.
Dari Humaid ibnu Abdur Rahman, dari seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi Saw. yang menceritakan: Seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, berwasiatlah untukku." Nabi Saw. menjawab, "Kamu jangan marah." Lelaki itu melanjutkan kisahnya, "Maka setelah kurenungkan apa yang telah disabdakan oleh Nabi Saw. tadi, aku berkesimpulan bahwa marah itu menghimpun semua perbuatan jahat."
Perbuatan Setan
، عَنْ جَدِّي عَطِيَّةَ -هُوَ ابْنُ سَعْدٍ السَّعْدِيُّ، وَقَدْ كَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ-قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم: "إنَّ الْغَضَبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، وإنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وإنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالماءِ، فَإذَا أُغْضِبَ أحَدُكُمْ فَلْيَتَوضَّأْ".
Telah menceritakan kepadaku ayahku di hadapan kakekku (yaitu Atiyyah ibnu Sa'd As-Sa'di) yang berpredikat sebagai sahabat, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 'Sesungguhnya marah itu perbuatan setan, dan setan itu diciptakan dari api, dan sesungguhnya api itu hanya dapat dipadamkan dengan air. Karena itu, apabila seseorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudu'."
Dipenuhi Iman
عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَبْنَاءِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم: "مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أنْ يُنْفِذَه مَلأهُ اللهُ أَمْنًا وَإيمانًا
Imam Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Uqbah ibnu Makram, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman (yakni Ibnu Mahdi), dari Bisyr (yakni Ibnu Mansur), dari Muhammad ibnu Ajlan, dari Suwaid ibnu Wahb, dari seorang lelaki anak seorang sahabat Rasulullah Saw., dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa yang menahan amarah, sedangkan dia mampu mengeluarkannya, maka Allah memenuhi rongganya dengan keamanan dan iman.
Dapat Bidadari
__ADS_1
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزيد، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، حَدَّثَنِي أَبُو مَرْحُوم، عَنْ سَهْل بْنِ مُعَاذ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِيهِ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَه، دَعَاهُ اللهُ عَلَى رُؤُوسِ الْخَلائِقِ، حَتَّى يُخيرَهُ مِنْ أيِّ الْحُورِ شَاءَ".
Imam Ahma'd mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa'id, telah menceritakan kepadaku Abu Marhum, dari Sahl ibnu Mu'az ibnu Anas, dari ayahnya, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa menahan amarah, sedangkan dia mampu untuk melaksanakannya, maka Allah kelak akan memanggilnya di mata semua makhluk, hingga Allah menyuruhnya memilih bidadari manakah yang disukainya. Hadits diriwayatkan Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah.
Dapat Ridho Allah
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَا تَجَرَّعَ عَبْدٌ مِنْ جُرْعَةٍ أَفْضَلَ أَجْرًا مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ".
Dari Ibnu Umar r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiada suatu regukan pun yang ditelan oleh seorang hamba dengan pahala yang lebih utama selain dari regukan amarah yang ditelan olehnya karena mengharapkan rida Allah.
Resep Atasi Marah
Rasulullah SAW memberikan resep kepada umat-Nya jika dilanda marah. Yakni, usahakan duduk saat dihinggapi rasa marah. Kalau cara itu belum berhasil hendaklah berbaring.
يَا أَبَا ذَرٍّ، لِمَ جَلَسْتَ ثُمَّ اضْطَجَعْتَ؟ فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم قال لَنَا: "إذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلا فَلْيَضْطَجِعْ".
Pada mulanya Abu Zar berdiri, lalu duduk, kemudian berbaring. Ketika ditanyakan kepadanya, "Wahai Abu Zar, mengapa engkau duduk, lalu berbaring?" Maka Abu Zar menjawab, "Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah bersabda kepada kami (para sahabat): 'Apabila seseorang di antara kalian marah, sedangkan ia dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk hingga marahnya hilang. Apabila marahnya masih belum hilang, hendaklah ia berbaring."
Bryan yang masih dikuasai amarah dan cemburunya terus meneguk minuman beralkohol tersebut hingga dia tak sadarkan diri.
Dillah dan yang lain pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing karena taknada lagi pembahasan. Ada rasa tak enak di hati Dillah bpterhadap Bryan, tapi dia juga tidak tau harus berbuat apa. Karena dia juga merasa tak ingin bahkan tak bisa untuk menjauhkan dirinya dari Mimi.
Dillah masuk kedalam mobil nya menuju apartemen nya dengan perasaan tak menentu. Kepala nya pusing dengan permasalahan yang baru saja terjadi ini.
"Ya tuhaan, apa yang harus aku lakukan." ucapnya seorang diri.
"Apa akunharus menjauhi Mimi.." ucap nya lagi.
"Ah tidak, aku tidak ingin menjauh atau pun melepasnya begitu saja." ucap Dillah lagi.
Dillah seolah berperang dengan dirinya sendiri sehingga sampailah dia di apartemennya, Dillah langsung masuk kedalam gedung apartemen nya dengan langkah yang lunglai namun masih terlihat kewibawaan nya.
Sesampainya nya dia di dalam apartemen nya Dillah langsung pergi ke kamar, di bukanya satu per satu kancing kemejanya dan si taruhnya kemeja kotor tersebut di dalam keranjang khusus untuk pakaian kotor yang berada di dalam kamarnya.
Dibukanya celana jeans-nya dan dilemparnya pula ke dalam keranjang kotor, Dillah masuk kedalam kamar mandi dengan memakai boxer.
Dillah menghidupkan keran dan mengisi air hangat kedalam bathup setelah dirasa cukup dia masukan cairan aroma terapi kedalamnya dan setelah itu diapun berendam kedalamnya untuk merilekskan tubuh yang dirasanya sangat lelah serta pikiran yang sangat penat.
Dillah berendam sambil merilekskan otot-otot tubuhnya, Dillah menikmati rendaman nya sambil memejamkan matanya, namun seketika terlintas senyuman, yah senyuman yang datang berkali-kali di dalam mimpinya.
Senyuman yang selalu membuatnya penasaran siapa pemiliknya, seketika itu pula Dillah membuka matanya dan terduduk sambil mengusap wajahnya.
"Siapa kamu!! kenapa kamu selalu hadir dalam mimpiku!! dan kenapa hanya senyuman saja." gumam nya.
"Senyuman itu, senyuman itu.." Dillah mencoba mengingatnya karena dia merasa pernah melihat nya sebelumnya.
"Ahh siapapun kami, kelak kita dapat bertemu. Tapi... Hatiku hanya untuk dia." ucap nya lirih.
Dillah masih menjaga hatinya untuk gadis di temuinya sesaat, walau banyak cewek cantik dan sexy namun dia tidak tertarik. Entah kenapa pula dia melihat Mimi menjadi tertarik dan membuatnya menggila tersendiri. Lebih tepatnya dirinya menginginkan untuk selalu dekat dengan Mimi.
Lama Dillah berendam perutnya pun terasa lapar dan akhirnya diapun mengakhiri aktivitas dendamnya. Dillah keluar dari bathub dan dia langsung bilas di bawah shower.
Setelah mandi dan berpakaian Dillah santai, Dillah menuju dapur nya untuk memasak namun seketika aksinya berhenti karena !melihat ternyata tak ada stok makanan di apartemen nya.
"Huh, lupa kalau stok bahan dah habis." Gumamnya sambil !menutup kembali pintu kulkasnya.
Dillah kembali kekamarnya dan mengambil dompet, setelah itu Dillah pun segera keluar menuju market terdekat untuk membeli bahan makanan.
Saat telah sampai di mobilnya Dillah langsung membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalamnya. Saat akan memasukkan kunci kedalam lubangnya kunci mobil tersebut terjatuh dan saat akan mengambil kunci nya Dillah terdiam melihat sesuatu di bawah kursi penumpang disampingnya..
Kita gantung dulu yahhh...
Kira-kira apa yang ditemukan Dillah di bawah kursi tersebut?? Next di ban selanjutnya.
----TBC----
__ADS_1