
Hari terus berlalu, semenjak Dillah memberikan masukkan berupa nasehat yang bersifat religi kepada sang papi sang papi pun mulai berubah, sang papi yang awalnya takut bila taubat nya tak di terima Allah SWT karena dia merasa dirinya begitu banyak dosa apa lagi di dalam kehidupan rumah tangga nya dia telah melakukan pengkhianatan.
Yah Pali Dillah telah melakukan pengkhianatan dalam rumah tangganya yang membuat dirinya selalu di hantui rasa bersalah sepanjang hidupnya.
Walau mungkin menurut dirinya dan keluarganya dia melakukan semata-mata demi kebaikan namun tidak dengan dari pihak yang tersakiti.
"Dil, jika kita melakukan pengkhianatan dan ingin memperbaiki semuanya. Apa yang harus kita lakukan?" tanya sang papi kepada Dillah.
Dillah dan sang papi kini tengah duduk santai di taman belakang. Semenjak mendapatkan pencerahan dari Dillah, sang papi mulai dekat kembali dengan sang anak.
"Maksudnya apa pi? pengkhianatan seperti apa?" tanya Dillah beruntun.
Ada rasa enggan di dalam hati sang papi untuk !engungkapku segala isi hati nya. Namun sang papi juga sudah tak mampu untuk memendamnya terlalu lama lagi.
Dillah yang melihat wajah sang papi yang kebingungan, Dillah hanya diam dengan terus menelisik ada apa dengan diri sang papi.
Dillah melihat dari raut wajah sang papi seperti menyimpan beban yang begitu berat, namun Dillah tak ingin terlalu banyak bertanya sebelum sang papi nya sendiri yang akan bercerita pada dirinya.
Dillah tetap menunggu jawaban dari sang papi yang masih merasa ragu untuk mengungkapkan isi hatinya.
"Pi.." panggil Dillah namun tak di gubris oleh sang papi karena sang papi masih kalut akan pemikirannya.
"Pi.." panggil Dillah sekali lagi dengan memegang kedua tangan sang papi.
"Eh i iya Dil." jawab sang papi.
"Ada apa?" tanya Dillah yang sudah tak tahan akan pertanyaan-pertanyaan yang telah mengisi di otak dan hatinya.
"Emm, Eh nggak apa-apa Dil." jawab sang papi yang ragu.
"Yasudah jika Pali belum ingin cerita ke Dillah, tapi jika papi ingin bercerita Dillah siap mendengarkannya." ucap Dillah dan membuat hati sang papi terbaru.
"Hatimu sangat baik nak, sifat mu sama dengan dirinya, aku yang terlalu bodoh." sang papi memuji anaknya dan merutuki dirinya sendiri di dalam hatinya.
"Yaudah Pi, sebentar lagi waktu dzuhur tiba, Papi mau ikut sholat berjamaah di masjid atau dirumah?" ucap Dillah dan bertanya kepada sang papi.
Dillah tak memaksa sang papi untuk mengikutinya, dengan melihat ada perubahan dalam diri sang papi saja Dillah sudah sangat bahagia.
"Papi ikut sholat berjamaah ke masjid saja." jawab sang Papi.
"Yaudah kalau gitu Ahok kita siap-siap." ajak sang papi dengan merangkul pundak Dillah dan mereka pun pergi menuju kamar.
Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian koko serta sarung tak lupa wewangian, mereka pun bersiap-siap menuju masjid.
Untuk menghadap sang khalik hendaklah kita memperhatikan pakaian kita karena termasuk di antara penyempurna shalat adalah memakai pakaian terbaik, bukan “asal pakaian”. Perkara ini termasuk yang dilalaikan oleh kaum muslimin, banyak di antara kaum muslimin yang melalaikannya, dan tidak memperhatikan sama sekali.
Salah satu bentuk penyempurnaan shalat
Shalat adalah hubungan yang sangat kuat antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Seorang hamba berdiri menghadap Rabb semesta alam, bermunajat kepada-Nya, membaca firman-firman-Nya, berdzikir kepada-Nya, dan juga berdoa memohon kepada-Nya. Oleh karena itu, ketika seseorang mendirikan shalat, hendaknya dia berada dalam kondisi terbaik dan keadaan yang paling sempurna. Syariat pun menggariskan bahwa seseorang yang hendak shalat harus suci badan, pakaian dan tempat shalatnya. Sebagaimana hal ini dibicarakan secara luas dalam kitab-kitab fiqih yang khusus membahas masalah ini.
Termasuk di antara penyempurna shalat adalah memakai pakaian terbaik, bukan “asal pakaian”. Perkara ini termasuk yang dilalaikan oleh kaum muslimin, banyak di antara kaum muslimin yang melalaikannya, dan tidak memperhatikan sama sekali. Bahkan, shalat menjadi perkara remeh bagi sebagian kaum muslimin, dan berpindah dari perkara ibadah menjadi perkara adat kebiasaan.
Memakai pakaian terbaik ketika shalat
Termasuk di antara adab yang perlu diperhatikan oleh orang yang hendak shalat adalah memakai pakaian terbaik dalam semua shalat, baik shalat wajib ataupun shalat sunnah. Maksud berpakaian tidak hanya sekedar menutup aurat kemudian selesai (cukup). Akan tetapi, maksud dari berpakaian adalah memperindah penampilan ketika berdiri di hadapan Rabb semesta alam.
Allah Ta’ala berfirman,
__ADS_1
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap kali (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31)
Ayat ini adalah dalil kewajiban menutup aurat dengan memakai pakaian setiap kali mendirikan shalat. Pakaian merupakan salah satu nikmat Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, karena dengan berpakaian, seseorang dapat menutup auratnya. Pakaian juga dapat memperindah penampilan seseorang. Yang demikian itu tidaklah terwujud kecuali dengan memakai pakaian yang bersih.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
ولهذه الآية، وما ورد في معناها من السنة، يستحب التجمل عند الصلاة، ولا سيما يوم الجمعة ويوم العيد، والطيب لأنه من الزينة، والسواك لأنه من تمام ذلك
“Dalam ayat ini dan juga dalil dari As-Sunnah yang semakna dengannya (terkandung faidah) dianjurkannya memperindah penampilan ketika shalat, lebih-lebih pada hari Jum’at dan hari raya (hari ‘id). (Juga dianjurkan) memakai wangi-wangian, karena hal itu termasuk dalam perhiasan, dan juga siwak, karena hal itu termasuk dalam perkara yang menyempurnakannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3: 402)
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah berkata,
وَيَسْتَحِبُّونَ لِلْوَاحِدِ الْمُطِيقِ عَلَى الثِّيَابِ أَنْ يَتَجَمَّلَ فِي صَلَاتِهِ مَا اسْتَطَاعَ بِثِيَابِهِ وَطِيبِهِ وَسِوَاكِهِ
“Sesungguhnya para ulama menganjurkan bagi seseorang yang memiliki kemampuan untuk memperindah pakaiannya sesuai dengan kemampuannya, baik itu berkaitan dengan pakaian, wangi-wangian, dan juga siwak.” (At-Tamhiid, 6: 369)
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah berkata,
أمر الله سبحانه بأخذ الزينة لما فيها من ستر العورات , ولما فيها من الجمال
“Allah Ta’ala memerintahkan untuk memakai az-ziinah(pakaian), karena untuk menutup aurat dan juga karena terdapat keindahan.” (Majmu’ Al-Fataawa, 4: 111)
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,
فأمر بأخذ الزينة لا بستر العورة فقط , مما يدل على أن المسلم ينبغي له أن يلبس أحسن ثيابه وأجملها في الصلاة للوقوف بين يدي الله تبارك وتعالى , فيكون المصلي في هذا الموقف على أكمل هيئة ظاهرا وباطنا
“Allah Ta’ala memerintahkan untuk memakai pakaian terbaik, tidak hanya menutup aurat saja. Hal ini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya memakai pakaian terbaik dan terindah (yang dia miliki) ketika berdiri menghadap Allah Ta’ala. Sehingga orang yang shalat di kondisi tersebut berada dalam keadaan yang paling sempurna, baik secara lahir dan batin.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang seseorang yang senang berpakaian dan memakai sandal yang bagus,
“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim no. 91)
Asy-Syaukani rahimahullah berkata,
والحديث أيضا يدل على أن محبة لبس الثوب الحسن والنعل الحسن وتخير اللباس الجميل ليس من الكبر في شيء، وهذا مما لا خلاف فيه فيما أعلم
“Hadits ini menunjukkan disukainya memakai pakaian dan sandal yang bagus (indah). Memilih untuk memakai pakaian yang bagus bukanlah termasuk dalam kesombongan sedikit pun. Ini termasuk perkara yang saya ketahui tidak ada khilaf di dalamnya … “ (Nailul Authar, 2: 124)
Perhatikan pakaianmu ketika shalat
Sebagian orang yang shalat tidaklah memperhatikan hal ini. Mereka shalat dalam kondisi memakai pakaian yang terdapat kotoran (meskipun tidak najis) atau bau yang mengganggu jamaah di sekitarnya. Misalnya memakai pakaian yang kumal dan tidak pernah dibersihkan (dicuci). Dia tidak berusaha menggantinya, padahal memiliki kemampuan. Atau sengaja memakai pakaian yang sudah banyak berlubang, padahal memiliki pakaian lain yang lebih layak.
Padahal ketika dia hendak menghadap orang yang memiliki kedudukan tinggi di dunia, dia tidak akan memakai pakaian dengan model semacam itu. Akan tetapi, dia pasti memilih dan mencari pakaian paling bagus yang dia miliki, dan memakai wangi-wangian dengan wewangian terbaik yang dia miliki. Bagaimana mungkin seseorang itu sangat perhatian ketika pergi menghadap makhluk, namun tidak memiliki perhatian ketika menghadap sang Khaliq. Ini merupakan salah satu tanda ketika seseorang sudah meremehkan perkara shalat.
Dillah dan sang papi pun pergi menuju masjid guna menjalani sholat Dzuhur berjamaah.
Semenjak sang papi kembali hijrah ke jalan Allah, sesibuk apapun sang papi tetap menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Papi Dillah adalah seorang pengusaha meubel dan pengusaha di bidang kuliner yaitu resto dan cafe.
Semenjak dirinya jatuh dan mengharuskan pindah ke kota sekarang yang mereka tempati, sang papi mencoba membuka usaha meubel serta usaha di bisang resto dan cafe disini walau sebelumnya dia juga pernah buka di tempat mereka sebelumnya.
Semenjak Dillah menginjak usia dua tahun, dia memboyong keluarga kecilnya disini dan memulai kehidupan yang baru disini pula.
Dia memulai kembali usahanya dari awal di kota ini, bertahun-tahun dia kembali mengambil kepercayaan para klien kliennya terdahulu yang pernah berkerja sama dengan dirinya dan akhirnya dia pun bisa bangkit kembali.
__ADS_1
Atas kerja kerasnya dan tak luput pula di support oleh sahabat nya yang masih setia dengan dirinya. Sang papi bisa !meraih kesuksesan nya kembali.
Dulu dirinya bukanlah siapa-siapa, dia hanya pria miskin yang nekat pergi ke kota untuk mengadu nasib dan nasib pun berpihak padanya.
Berawal dirinya berkuliah sambil berkerja part time di sebuah resto milik teman kuliah nya. Dengan keuletannya dalam berkerja membuat sang pemilik jatuh hati kepadanya.
Mereka menjalin hubungan dan kedua orang tua mereka pun mendukung hingga mereka pun menikah. Mereka menikah di saat mereka berdua masih kuliah di semester empat dan setelah itu mereka menunda untuk memiliki momongan.
Hingga tiga tahun lamanya mereka telah selesai dari wisuda nya bahkan mereka telah selesai pula di jenjang S2 nya. Mereka berdua belum juga di beri momongan hingga mereka melakukan program kehamilan.
Beberapa tahun kemudian Program mereka pun berhasil dan lahirlah si Dillah, Rasa bahagia menyelimuti keluarga besar mereka dan menyambut suka cita akan kelahiran cucu pertama mereka. Tapi kebahagiaan itu tak selamanya mereka nikmati.
Ujian kembali menghampiri keluarga mereka, Disaat usia Dillah 1tahun lebih pengkhianatan itu terjadi dan membuat sang papi Dillah merasa bersalah hingga kini.
"Ya Tuhan tak seharusnya ku lakukan itu." Kata itulah yang selalu tertanam di hatinya.
Yah kini hanya rasa penyesalan dan penyesalan yang dirasakannya. Disaat harkat, martabat dan kehormatan keluarganya di angkat oleh seseorang dan disaat orang tersebut telah memberikan kepercayaan nya kepadanya namun pengkhianatan yang dilakukannya.
Walau kini kehidupan mereka kembali seperti semula, namun rasa kenyamanan, ketentraman dan kehangatan dalam keluarganya seakan sirna.
Kini sang papi memulai kembali untuk membuat rasa nyaman dan hangat di rumahnya dari dirinya sendiri sebagai kepala keluarga.
Disaat sang papi telah memulai memperbaiki diri tapi tidak dengan sang mami yang masih nyaman dengan dunianya. Mungkin sang mami merasa nyaman saat ini karena sebelumnya mereka hidup pas Pasan sebelum meraih kembali kejayaan.
Di rumah Mimi sedang mengerjakan soal-soal dari bimbel-bimbelnya dengan di bantu oleh kakak-kakak serta abang-abang tak sedarah nya.
Mimi merasa beruntung kenal sama mereka, mereka menganggap Mimi sebagai seorang adik dan mereka juga !memberikan kasih sayang mereka selayaknya kasih sayang kepada adiknya sendiri.
Mimi mengejar waktu untuk segera menuntaskan soal-soal tersebut karena waktu yang diberikan penyelenggara tak banyak di tambah lagi Mimi menerima paketnya telat tak seperti sebelumnya-sebelumnya.
Yah walau tak banyak mata pelajaran yang di berikan, hanya mata pelajaran inti saja tapi tetap menguras energi apa lagi soal yang diberikan essay semua sebanyak 100 soal tiap mata pelajaran di tambah Mimi mengikuti bimbel di dua tempat.
Mimi selalu beoptimis untuk mendapatkan beasiswa melalui bimbel nya ini. Mimi selalu menanamkan semangat pada dirinya semua demi kedua orang tuanya.
Hari raya sebentar lagi dan Mimi harus segera menyelesaikan soal-soal ini. Mimi berharap sebelum hari raya bisa mengirim balik ke penyelenggara walau kemungkinan besar tak akan terjadi.
Kak Andri telah resmi melamar Dewi dan mereka pun telah pertunangan. Setelah kak Andri membicarakan niatnya kepada kedua orang tua Dewi dan kedua orang tua Dewi pun menerima dan menyetujuinya, kak Andri memberitahukan kepada kedua orangtuanya dan beberapa hari kemudian kedua orang tua kak Andri menyusul menuju desa Mimi khusunya desa Dewi.
Kak Andri serta kak Syahril menjemput kedua orang tuanya untuk melamar Dewi dan kak Andri juga telah memberitahukan kepada kedua orang tua Dewi bahwa keluarganya akaan datang melamar secara langsung.
Terkesan dadakan, kedua orang tua Dewi pun tak kalah paniknya mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut calon besannya.
Yah dengan proses melamar Dewi, kedua orang tua Syahril juga bisa ketemu dengan kedua orang tua Mimi. Ibarat pepatah mengatakan sakali dayung dua pulau terlewati.
...***...
Assalamualaikum alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU update pagi ini. Mohon maaf bila tak bisa up banyak dan rutin.
Semoga cerita kali ini berkenan di hati pembaca DOKTER JANTUNGKU dan authore juga selalu meminta agar para riders DOKTER JANTUNGKU selalu memberikan dukungan nya dengan meninggalkan jejak berupa
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
__ADS_1
KOMENTAR
...TERIMAKASIH...