DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
179


__ADS_3

Disebuah ruangan rumah sakit, malam ini para sahabat bergantian berjaga sahabat yang lagi sakit. Malam ini Satria dan Yogi menjaga Bryan, sedangan Dillah dan Reno pamit pulang karena mereka berdua esok pagi akan !menjadi panitia di Maba.


Dillah dan Reno sedang !menunggu kedatangan dua sahabat nya yang belum juga tiba. Bryan telah tertidur pulas akibat obat yang diminumnya.


"Dil, aku duluan ya?" tanya Reno kepada Dillah, Dillah hanya menautkan alisnya.


"Aku mau kekosan Dita Dil, nih dia lagi demam dan minta tolong belikan makanan dan obat." terang Reno yang seakan tau arti dari tatapan si sahabat nya, Dillah pun menghemnuskan nafasnya kasar.


"Huhhh, ya sudah sana. Titip salam buat Dita." ucap Dillah dingin.


"Sorry ya bro, gue tinggal duluan. Thanks sebelumnya, Assalamualaikum." ucap Reno berpamitan seraya tos adu jotos.


"Its ok bro, waalaikum salam." jawab Dillah dengan !membalas salam gaya anak cowok tersebut.


Kini tinggallah Dillah seorang diri yang menjaga Bryan, di lihatnya jam di arlojinya sudah menunjukkan jam delapan malam tapi dua sahabat yang ditunggunya belum juga sampai.


Dillah melihat ke adaan Bryan yang sedang tertidur lelap, setelah di nyatakan nya aman untuk di tinggal sebentar, Dillah pun pergi meninggalkan Bryan untuk berwudhu. Yah Dillah belum mengerjakan sholat isya karena dia tak ingin meninggalkan Bryan.


Dengan rasa kebimbangannya, Dillah akhirnya memutuskan untuk sholat di dalam ruangan Bryan. Saat Dillah sedang melaksanakan sholat di rakaat ketiga, kedua sahabatnya pun tiba secara berbarengan.


Dillah telah selesai sholat, tak lupa dia memanjatkan doa dan menyempatkan diri membaca ayat suci Alquran.


"Dah selesai bro?" tanya Yogi ketika melihat Dillah telah selesai membaca Alquran nya.


"Hemm!" jawab Dillah.


"Sorry bro, kita telat datang tadi gue jemput Yogi dulu." ucap Satria dengan memberikan alasan keterlambatan nya.


"Gimana Bryan bro?" tanya Yogi sembari melihat ke arah Bryan yang lagi tertidur.


"Iya bro, gimana? tadi katanya sempat drob lagi ya?" tanya Satria. Dillah menghelakan nafasnya kasar sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan sahabatnya.


"Huuumm huuuuhhh, iya tadi sempat drob lagi. Tapi sekarang seperti yang kalian lihat." jawab Dillah.


Sebelum Maghrib Bryan merasakan kembali sakit pada ulu hatinya sampai membuat dirinya susah bernafas. Bryan juga sempat kembali pingsan karena sesak tersebut, dokter dan timnya segera memberikan pertolongan dan langsung menyuntikkan obat meredakan sakit dan Bryan juga di beri obat minum.


"Emm bro, Reno kemana?" tanya Yogi yang celingukan mencari keberadaan Reno.


"Dia udah duluan ke kosannya Dita." jawab Dillah.


"Oo." ucapmserenatak Yogi dan Satria.


"Yaudah ya gue juga mau pulang sekalian gue mau belanja keperluan dapur apartemen gue pada habis," ucap Dillah yang juga ingin pamit.


"Ok bro," jawab mereka berdua.


"Oh ya besok gue dan Reno gak ke sini. Lo pada tau kan?" ucap Dillah lagi !mengingatkan dua sahabat nya.


"Iya tenang aja, malam ini biar kita berdua jaga sampe besok." ucap Yogi.


"Oke thanks ya bro, gue pamit dulu. Assalamualaikum." ucap Dillah sembari tos al a anak cowok.


"Waalaikum salam." jawab Yogi dan Satria dengan membalas tos ala anak cowok.


Dillah pulang tapi dia tak langsung pulang ke apartemen nya melainkan dia pergi ke sebuah mall di kota ini. Disaat sampai mall Dillah merasa lapar oleh karena itu dia pun langsung masuk menuju foodcourt di mall ini.


Mimi dan Irsyad yang saat ini menikmati pemandangan dan ice cream nya. Tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan yang tak bisa di artikan..


Dillah telah memesan makanan nya dan dia pun ingin mencari tempat duduk yang bisa membuatnya rileks dengan melihat pemandangan kota dari arah atas. Dillah pun menuju tempat yang sekiranya di maksud.


Saat Dillah berjalan menuju tempat duduk yang berada di pinggir, tanpa sengaja Dillah menatap seseorang yang dia kenal sedang ketawa girang sambil menikmati ice cream.


Dillah duduk tak begitu jauh dari mereka berdua, pandangan Dillah selalu ke arah dua sejoli yang menikmati icee cream. Ada rasa panas pada diri Dillah melihat seseorang yang sedang ingin didekatinya itu. Ya seseorang itu adalah Mimi, Dillah menatap tajam ke arah Mimi dan Irsyad.


"Hemm ternyata dia sudah punya cowok." Gumamnya namun tatapan maaih tajam ke arah Mimi.


"Kenapa disaat aku ingin membuka hati, jadi begini." Gumamnya lagi.

__ADS_1


Ternyata tak hanya ada Dillah namun masih ada satu pasang mata lagi yang juga melihat Mimi dan Irsyad dengan tatapan marah.


"Apa ini sifat asli mu Mi? Aku dekatin kau acuh dan kau juga mengatakan kalau kau masih bersama dia. Tapi kenapa sekarang kau duduk bersama yang lain." ucap seseorang tersebut.


Dia ingin menghampiri Mimk dan melihat siapa orang yang bersama Mimi saat ini. Namun dia tak ingin me!buat keributan, dia ingin melihat apakan cowok itu adalah cowok Mimi atau hanya sekedar teman. Tapi itu .mustahil baginya karena Mimi baru di daerah ini.


Karena sudah malam, Mimi dan Irsyad memutuskan untuk pulang. Irsyad mengantar Mimi sampai ke kosannya dan setelah itu Irsyad langsung pulang.


Dillah yang awalnya ingin makan mendadak hilang selera nya, dia pun memutuskan untuk turun ke lantai dua untuk membeli perlengkapan dapur nya.


Namun tak di tampik pikiran Dillah selalu mengarah ke Mimi sehingga dia gak fokus berbelanja. Akhirnya Mimi belanja seadanya saja, karena pikirannya yang tak menentu.


Di kosan, Mimi langsung segera beristirahat karena besok adalah jadwalnya dia harus datang pagi di hari pertama ospek maba.


Dillah yang sudah sampai di apartemen nya merasa gelisah memikirkan hal yang dilihatnya tadi.


"Achhh." ucap nya seraya menyugar rambutnya. Karena pusing mikirin hal yang belum pasti Dillah segera beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi, dia pun berendam di dalam bathub dwnga air hangat dan aromatheraphy lavender sambil menutup mata nya menikmati aromatherapy tersebut.


Walau mata terpejam dan menikmati aroma theraphy namun otak nya tak bisa ikut rileks. Otak bahkan mata yang terpejam itu berlalang buana ke Mimi, semua berputar seolah putaran kaset yang sedang menampilkan para peran memainkan perannya.


Dan disaat semua berputar, tiba- tiba kembali pula ke masa tiga tahun Islam. Senyum dan mata gadis yang di tatapnya sepintas itu. Seketika Dillah langsung membuka mata dan duduk sambil nafas terengah-engah.


"Ya tuhan." ucapnya dengan menangkupkan kedua tangan ke muka.


"Kenapa? kenapa disaat pikiran ini ke Mimi muncul pula gadis itu, ya Rabb." Gumamnya.


"Siapa gadis itu, siapa Mimi? apa semua ini berkaitan. Ya Rabb.. apa gadis itu tidak ikut ke bimbel yang diselenggarakan oleh pihak kampus, atau dia ikut tapi ... Achhh." ucapnya lagi dan segera dia keluar dari bathub dan menuju ke bawah shower dan mengguyur seluruh badannya dengan air dingin.


Setelah puas dia mengguyur kepala hingga badannya dengan air dingin, Dillah menyudahi keguatan nya itu dan dia pun segera memakai pakaiannya.


Sesudah memakai pakaian yang semula matanya mengantuk malah menjadi segar dan perut pun memberi tanda dengan mengeluarkan tabuhan orkestra dangdut bahkan ke pop.


"Huh lapar nya." Gumamnya dan Dillah pun keluar kamar menuju pantry nya dan alangkah terkejutnya Dillah dengan apa yang di belanjakan nya setelah melihat isi kantong belanjaannya.


"Ya tuhaan apa yang aku belanjakan? ucap nya denagn membolak-balikkan barang belanjaan yang tak ada satupun bahan makanan.


***


Keesokkan hari nya seperti biasa Mimi selalu bangun menjelang subuh, Mimk selalu melaksanakan sholat sunnah di sepertiga malamnya dan tak lupa pula Mimi membaca ayat suci Alquran hingga subuh tiba.


Selesai sholat mimi memasak buat sarapan dan buat makannya hari ini. Mimi memasak udang saos asam manis dan tumis kangkung.


Selesai memasak Mimi mulai sarapan dan setelah itu Mimi membersihkan segala peralatan kotor dan kemudian Mimi membersihkan dirinya.


Mimk sudah berapa untuk pergi ke kampus, dengan langkah semangat Mimi pun berjalan kaki menuju kampus lewat pintu gerbang samping.


Sesampainya di kampus, suasana ramai bahkan sudah di padati oleh maba-maba yang akan ospek hari ini.


Mimi terus berjalan melewati setiap lorong koridor untuk menuju dimana para maba berkumpul.


Mimi terus menelusuri koridor pas saat Mimi akan berbelok ke arah kanan tanpa sengaja Mimi menabrak dada seseorang di depannya.


"Aduh." ucap Mimi ketika kepalanya berada di dada seseorang.


Mimk menolong !mengarahkan wajahnya ke atas melihat siapa lagi orang yang dia tabrak kali ini. Entah suatu kebetulan entah itu apa, tiap bertemu dengan Dillah selalu di awalai dengan tabrakan. Ya pemilik dada bidang itu adalah Dillah senior Mimi di kampus ini.


Mimi dan Dillah kaget ketika melihat wajah satu sama lain, Beru pertama kali Dillah menatap wajah Mimi secara dekat, Mimi masih berada di depan Dillah yang hampir tak ada celah. Mimi dan Dillah saling bersitatap.


Dillah terus menatap wajah Mimi, tak hanya menatap namun entah kenapa Dillah ingin menelisik setiap jwngka


wajah Mimi.


Dillah melihat secara intens, Dillah sambil mengingat setiap lekuk wajah Mimi dari mata, hidung bahkan mulut serta lekuk wajah Mimi di tanamnya, di simpannya semua ke memori didalam otak nya.


Mimk juga masih menatap wajah Dillah hingga tatapan merela itu terhenti ketika Reno menegur mereka.


"Eheemm, kalian masih ingin bertatapan gitu!" ucap Reno dengan bersidekap tangan di perutnya dengan menelisik setiap wajah dua insan yang keciduk saling pandang.

__ADS_1


"Eh. Maaf kak." ucap Mimi


"Hemm.'' jawab Dillah.


"Ehem, kenapa merasa kalian ini berjodoh ya? tiap bertemu selalu nabrak gitu." ucap Reno.


Mimi hanya diam sedangkan Dillah memelototi Reno dan Reno hanya tersenyum sambil mee!aknkan matanya kepada Dillah.


"Emm mau kemana Mi?" tanya Reno berbasa-basi.


"Eh emm Mimi mau kesana kak, bergabung bersama yang lain." ucap Mimi di saat Reno akan mengucapkan sesuatu, Mimk di panggil oleh seseorang yang baru datang.


"Mimi." panggil seseorang itu yang semakin mendekat ke arah Mimi, Mimi pun melihat ke arah nya dan tersenyum sedangkan Dillah menatap tidak suka.


"Eh Syad, baru nyampe?" tanya Mimi ketika Irsyad sudah sampe didekatnya.


"Huh iya, gimana sih kan sudah aku bilang kalau hari ini aku jemput." ucap Irsyad.


"Oh iya maaf Syad, Mimi lupa hehee." jawab Mimi.


"Ck, yaudah yok kita kesana." ajak Irsyad dengan sengaja menggandeng tangan Mimi di depan Dillah dan Reno.


"Maaf kak kita kesana dulu." ucap Irsyad dengan !menarik tangan Mimi segera dan Mimi pun hanya mengangguk ke arah Dillah dan Reno tanda izin pamit juga.


Dillah menatap dengan nyalang dan rahang yang mengeras serta tangan yang di genggam kuat. Perlakukan Dillah takmluput dari pantauan Reno.


Reno sangat yakin kalau Dillah telah menaruh hati pada Mimi dan Dillah sedang Manahan a!arah serta cemburunya.


"Kamu menyukai Mimi Dil?" tanya Reno namun tak direspon oleh Dillah yang masih memandang ke arah Mimi.


"Sadar bro, dia sudah ada yang punya." ucap Reno lagi dengan menepuk pundak Dillah dan Dillah pun tersadar dari alam sadarnya yang masih fokus ke Mimi.


Dillah berjalan mengikuti Reno menuju ke rekan-rekan panita lainnya dan mereka berdiskusi sejenak sebelum acara di mulai.


Mimi dan Irsyad ikut bergabung dengan para maba lainnya, mereka berdua saling berkenalan dengan maba lainnya lebih tepatnya Irsyad mengenalkan Mimi pada teman-temannya yang juga berkuliah di sini.


Semua maba telah berkumpul di lapangan kampus, acara pun di mulai dari perkenalan ketua panitia ketua bem dan institut lainnya.


Hari ini kegiatan maba hanya di ruangan terbuka yaitu di lapangan, selain mengerjakan apa yang di perintahkan oleh panita para maba juga saling berkenalan bagi yang belum berkenalan.


Mimi belum bertemu dengan teman-teman maba yang juga berasal dari Jambi disini. Mimi juga belum bertemu dengan teman-teman maba yang juga merupakan mahasiswa undangan melalui bimbel.


Kegiatan hari ini begitu sangat melelahkan, Mimi pulang ke kosan di antar oleh Irsyad dan apa yang dikerjakan hari ini tak luput dari pantauan Dillah.


Dillah seakan tak memiliki celah untuk mendekat ke Mimi. Mimik wajah nya sangat kesal dan amarah melihat Mimi selalu berdua dengan cowok yang tak lain Irsyad.


Tak hanya Dillah yang selalu memantau Mimi namun ada juga senior lain yang selalu melihat gerak gerik Dillah terhadap Mimi dan itu membuatnya menaruh amarah.


"Kenapa Dillah selalu memandangi anak baru itu ya?" ucap sang cewek dengan terus melihat kemana arah Dillah melihat dengan fokus.


"Emang siapa itu cewek sampai-sampai begitu bikin Dillah memperhatikan nya?" gumam sang cewek yang lagi berjalan bersama teman-temannya dan otomatis teman-temannya pun ikut memperhatikan Dillah dan kemana Dillah memfokuskan pandangannya.


"Cewek Dillah kali!!" ucap teman sang cewek.


"Iya kayaknya, tapi kok tu cewek selalu sama cowok ganteng itu sih." ucap te!an yang lain dengan gaya bahasa kecewa.


"Tapi... Aku pikir-pikir tuh cewek cantik dan manis kok, ya wajar kalau Dillah memperhatikan nya." ucap teman yang lain yang sedikit lemot.


"Huuu Plak." semua temannya menampar pundak si teman yang lemot ini karena ucapannya itu.


"Eh kok kalian Mallah mukul aku sih, emang iyakan apa yang aku bilang. Kalau gu cewek cantik daann..." ucapan si cewek lemot ini terhenti kala satuntangan temannya membekap mulutnya dan si cewwk yang menyukai Dillah memelototi nya tajam.


Tak hanya mereka gerak-gerik Mimk dan irsyad juga dilihat oleh seseorang dengan tatapan yang tak dapat di artikan.


Nah siapa sih cowok satu ini. Next bab ya?? dan terimakasih sudah sabar di gantung mulu hehheee.


Mungkin ada yang mau kasih ide buat nambah cerita nya soalnya lagi sering nggak connect. Yang mau kasih ide silahkan komen ya.

__ADS_1


"Tbc"


__ADS_2