DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
keputusan yang sulit


__ADS_3

setelah Syahril membaca email dari ponsel Mimi, dia terus menarik nafasnya berat.


Tak hanya itu dia pun terus berpikir kedepannya bagaimana. Syahril menyandarkan kepalanya di sandaran bangku mobil seraya memejamkan matanya.


Walau mata terpejam, otaknya terus memikirkan masalah-masalah yang tengah dia hadapi.


"Ya Allah, apa engkau belum mengizinkan ku untuk segera menghalalkannya." ucap Syahril dalam hati.


otak yang terus berpikir sehingga terlintas pemikiran yang tak seharusnya dia pikirkan dengan menyudutkan sang pencipta, Syahril terus beristighfar meminta ampun pada sang khalik karena dia telah ber suudzon pada nya.


Tak hanya Syahril yang terus berperang pada batinnya, Mimi Kun sama halnya. Mimi menyandarkan kepalanya di kaca jendela pintu mobil.


Mimi melihat pemandangan subuh itu, denagn rintikan hujan yang mulai turun. Sesekali Mimi memejamkan matanya dan menarik nafas panjang berulang kali.


Mimi memaksa otak nya untuk berpikir, saat otak terus berpikir dan tidak ada menemukan solusi yang baik Mimi memejamkan matanya lagi dan menggelengkan kepalanya.


Mimi tidak menemukan solusi yang saling menguntungkan. Dua masalah yang begitu berat untuk Mimi ambil keputusannya karena sama-sama memiliki efek yang tidak menguntungkan.


"Ya Allah, hamba pasrah hamba tidak tau harus bagaimana.hiks" ucap Mimi dalam hati nya, dia berpasrah diri seolah dia menyerahkan segalanya kepada illahi.


Tak terasa air matanya pun luruh, dia tidak ingin mengecewakan orang yang dia cintai dan semua keluarga nya. Di sisi lain dia juga tidak ingin kecewa dan menyesal lada dirinya sendiri.


Jika dia terus melangkah ke depan untuk pernikahan maka dia kecewa karena kerja kerasnya beberapa bulan belakang sia-sia.


Namun jika dia mengambil keputusan untuk meninggalkan pernikahan yang dia impikan maka dia mengecewakan orang yang dia cintai.


Tak hanya Syahril yang akan merasa kecewa tetapi semua keluarga juga akan merasakan. Sesak, itu yang Mimi rasakan di saat semua impiannya bersamaan hadir di depannya.


Mimi melihat ke arah kanannya, terlihat Mimi memejamkan mata namun terus menghelakan nafas nya, Mimi merasa kalau Syahril sudah menaruh rasa kecewa padanya.


Semakin dia melihat Syahril seperti itu semakin dada Mimi merasakan sesak, Mimi kembali berpaling untuk menatap luar jendela.


Lagi-lagi air matanya luruh seiring rintik hujan membasahi bumi Jambi. Karena rasa yang tak tertahankan sesekali isakan itu kelas juga dari mulutnya.


Syahril mendengar suara isakan tangis yang tertahan, dia membuka matanya perlahan dan melihat ke sisi kirinya.


Syahril melihat nanar ke arah Mimi yang memunggunginya, dia tau jika Mimi pasti mengalami dilema.


Syahril memegang bahu Mimi, Mimi yang terkejut pun tersentak dan langsung melihat ke arah Syahril.


Syahril berusaha untuk tersenyum walau hatinya ada rasa perih, Syahril menarik Mimi kedalam pelukannya.


Mimi menangis dalam dekapan Syahril, dibenamkannya kepala di dada Syahril dan menumpahkan segala kegundahan hatinya, Syahril dengan sabar mengelus pundak Mimi.


Ryan melihat ke arah spion, Ryan tau jika dua anak manusia di belakangnya sedang tidak baik-baik saja, te lihat dari wajah Syahril yang juga sendu di tambah melihat tubuh Mimi yang bergetar seolah menahan isak tangis.


"Ya Allah, ada ala lagi dengan mereka." ucap Ryan dengan melihat ke arah Syahril yang memeluk Mimi dan memejamkan matanya seraya kepala berada di kepala Mimi.


"Jika kau berikan mereka berdua cobaan lagi, semoga cobaan kaki ini bukan untuk memisahkan mereka Rabb." ucap Ryan dalam hatinya.


Ryan juga merasakan rasa sakit di hatinya bila melihat sang sepupu kembali di uji.


Satu jam kerjakan lagi mereka akan sampai di rumah Mimi, Mimi yang pikirannya lelah terlelap dalam dekapan Syahril, begitu pula Syahril terlelap dengan memeluk Mimi dengan erat.


Sampainya di rumah Mimi, mereka semua turun untuk mengistirahatkan diri sejenak.


"Assalamualaikum" jawab mereka semua kala telah di ambang pintu rumah Mimi.


"Waalaikum salam" jawab emak yang memang telah menanti mereka semua tiba.


"Alhamdulillah kalian sampai juga." ucap emak dengan menerima ukuran tangan mereka.


"Iya Mak, Alhamdulillah." jawab Syahril.


seorang ibu tentunya memiliki kontak batin terhadap anaknya, emak merasa jika sedang terjadi hal yang tidak mengenakan, ye lihat mata Mimi yang sembab begitu pula Syahril yang menyimpan kegundahan hatinya.


"Ayo masuk-masuk, istirahat dulu kalian. Atau mau sarapan langsung." ucap emak.


"Mi, siapkan sarapannya nak." ucap emak tanpa menunggu jawaban mereka, Mimi pun mengangguk dan langsung menuju dapur mengambil sarapan yang telah emak buat untuk mereka.


Mimi membawa sarapan kedepan denagn di bantu oleh Ay.


"Ayo kalian makan dulu, setelah itu kalau mau tidur tidur lah." ucap emak,


"Iya Mak" jawab Ryan mengambil satu piring lontong sayur dan segera menyantapnya. Begitu pula Mimi, Syahril dan Di'ah.


Selain tubuh yang lelah, perut juga meminta haknya untuk di isi, Ryan menambah porsinya, dia mengambil lagi lontong yang sudah di iris ke dalam piringnya, Ryan juga memasukkan gulai nangka ke dalam piring serta telur rebus nya.


Sehabis sarapan Mimi dan Ay kembali membereskannya.


"Ryan sama Syahril kau mau tidur, tidur saja kedalam kamar Mimi. Di'ah dan Mimi biar istirahat di kamar Ay." ucap emak..

__ADS_1


"Iya Mak" jawab Ryan.


Sudah suatu hal yang tak di rahasiakan buka perut kenyang mata pun mengantuk di tambah tubuh yang lelah. Ryan merebahkan dirinya di atas karpet berbulu di depan tv.


Mimi yang melihat itu, masuk kedalam kamar dan mengambil dua bantal untuk Ryan dan Syahril.


"Ini kak." ucap Mimi dengan memberikan Ryan dan Syahril bantal.


"Makasih mi" jawab Ryan dan dia langsung menaruh kepalanya di atas bantal.


"Di'ah kalau mau tidur masuk saja dalam kamar." ucap Mimi dan Di'ah pun mengangguk seraya berjalan masuk kedalam kamar Mimi.


Mimi keluar dari rumah menuju mobilnya untuk mengeluarkan barang-barang nya. Mimi juga mengeluarkan satu karung durian untuk keluarganya.


Ya saat dia akan pulang semalam, orang tua Sofyan yang tau kalau Mimi akan pulang sore itu, mereka kembali mengantarkan satu karung durian serta jengkol dan petai buat Mimi, padahal durian yang sebelumnya masih ada.


Setelah barang-barang nya turun semua Mimi membawa nya kedalam rumah dibantu oleh Ay dan Ari.


Emak yang sedari tadi melihat hal yang tak lazim pada anak dan calon mantunya pun akhirnya memberanikan bertanya.


"Riil" panggil emak.


"Iya Mak." jawab Syahril.


"Ada apa nak?" tanya emak, Syahril tak langsung menjawab, melihat Syahril tak menjawab emak Kun bertanya kembali.


"Ada apa?" seraya menatap Syahril yang beberapa kali menarik nafasnya dan memejamkan matanya.


"Kalau Mimi berbuat kesalahan tolong di tegur." ucap emak Syahril membuka matanya dan melihat emak.


Mimi yang telah beres membawa barang-barang nya masuk kembali duduk bersama emak dan Syahril.


"Bapak kemana Mak?" tanya Mimi yang tidak melihat bapaknya.


"Bapak kerja, sekalian mencari penghulu yang bisa menikahkan kalian nanti." ucap emak.


Deg jantung Mimi berdetak dengan cepat.


"Memang belum dapat mak?" tanya Syahril, emak tersenyum.


"Belum Riil, kota belum mendapatkan penghulu yang tidak memiliki jadwal." jawab emak.


Syahril manggut-manggut mengerti, dia sebenarnya juga telah mengetahuinya dari umma nya. Semua petugas kantor KUA di kecamatan rumah Mimi dan rumah Syahril sudah memilki tugasnya di hari yang sama.


Yah untuk pernikahan memang seharusnya min seminggu atau sebulan sebelumnya pendaftaran, tapi kasus Ryan dan Mimi karena perencanaan tiba-tiba walau mereka telah mendaftarkan diri di catatan KUA namun giliran buatbmereka bisa dua Minggu kedepan nya karena jadwal di minggu ini sudah padat.


Penghulu yang akan menikahkan dua insan yang akan menjalani pernikahan telah memiliki jam penuh walau pun dia bisa meluangkan waktu yaitu di hari minggunya itupun sore hari.


Mimi dan Syahril mendengarkan penjelasan emak.


"Kadang emak berpikir, apa Allah belum memberikan izin sama kalian." ucap Mak tiba-tiba, pemikiran Mak sama dengan pemikiran Syahril sebelumnya.


"Maksud Mak?" tanya Mimi. Sebelum menjawab Mak tersenyum melihat ke arah anak gadisnya.


"Iya itu cuma pemikiran emak Mi." jawab emak yang tidak ingin melihat kekecewaan di mata anak dan calon anak mantu nya. Mimi masih diam dan melihat antara emak dan Syahril.


"Setelah kami mendengar kalian menyetujuinya, walau sebenarnya kami telah merancangnya jauh hari tapi selalu saja ada kendala nya." ucap emak.


"Awal memang kami ingin kalian menikah duku secara agama dan setelah Mimi lulus baru diadakan resepsi."


"Tapi, suara terbesar keluarga kita menginginkan kalian langsung bersanding saja, apa lagi Mimi juga masih satu Minggu lagi kan liburnya." ucap emak.


Deg


Mimi terdiam, dia tercakat. Mimi tak tau harus bagaimana menyampaikan nya. Emak yang melihat Mimi diam dan seperti kebingungan akhirnya bertanya kembali.


"Ada apa nak?" tanya emak dengan memegang tangan Mimi, Mimi diam dan melihat ke arah Mak serta Syahril.


Wajah yang menaruh harapan dan menunggu jawaban darinya. Nangis ya Mimi menangis di dalam hatinya. Dia dihadapan dengan keputusan yang sulit.


"Katakanlah" ucap Syahril dengan sorot mata penuh harapan, setelah melihat Syahril Mimi melihat ke arah emaknya yang juga menaruh harap padanya.


Mimi memejamkan matanya dan menarik nafas dalam dan ia pun mengucapkan basmalah dalam hatinya.


"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Mimi dalam hati. Namun sebelum Mimi menjawab emak lebih dulu bertanya.


"Ada apa nak?" tanya lagi. Mimi membuka matanya dan tersenyum melihat emaknya walau dimatanya mengandung kesedihan.


"Emm Mak, sebenarnya Mimi menerima email pemberitahuan." ucap Mimi namun lagi-lagi ucapan itu seolah tersangkut di tenggorokannya. Emak masih diam melihat Mimi menunggu kelanjutan Mimi


"I imail itu.. ( Mimi menarik nafasnya seraya memejamkan matanya ) Email itu memberitahukan kalau ujian akhir persamaan Mimi di majukan." ucap Mimi, terlihat emak bahagia karena emak tau kalau itu merupakan cita-cita Mimi.

__ADS_1


Emak teringat bagaimana beberapa bulan lalu Mimi dengan antusiasnya meminta dirinya untuk mendoakan agar permohonan ujian akhir persamaan di terima.


Emak tau bagaimana Mimi berusaha dengan kerja keras untuk meraih semua itu. Bahkan emak tau maksud dari Mimi mengambil ujian akhir persamaan itu agar dia cepat lulus dan cepat menerima lamaran serta segera menikah dengan Syahril.


Ya Mimi menceritakan semua sama emaknya kala dia meminta doa dari orang tuanya itu.


Falsbcak on


"Mak, tolong doakan Mimi ya Mak biar Mimi lulus dan biar Mimi segera mewujudkan keinginan emak untuk segera menikah." ujar Mimi kala itu.


"Insya Allah nak, Mak selaku mendoakan terbaik untukmu. Emak juga mau anak emak cepat lulus dan segera balik lagi kesini "


"Emm itu maksud ujian persamaan itu bagaimana?" tanya emak.


"Maksudnya itu Mimi mengikuti ujian setara dengan para senior Mak, jadi Mimi ikut ujian denagn senior di atas Mimi yang juga akan ujian akhir atau ujian kelulusan. Jadi singkat cerita Mimi ambil ujian ini agar Mimi cepat lulus dari jadwal seharusnya." ucap Mimi.


"Maksudnya bagaimana?" tanya emak yang memang tidak mengetahui maksudnya.


"Maksudnya gini Mak, seharusnya kan Mimi lulus akhir tahun depan nah dengan Mimi mengikuti ujian ini maka Mimi. Isa ikut kelulusan dengan mahasiswa yang sudah lebih dulu dari Mimi."


"Jadi Mimi lebih hemat waktu Mimi delapan bulanan." jelas Mimi.


"Apa benar begitu?" tanya emak.


"Iya Mak, makanya Mimi mau ikut ujian ini agar Mimi juga cepat balek dan menikah dengan kak Syahril. Dan setelah itu Mimi tidak lagi memikirkan kuliah kerja dan urus rumah tangga." jawab Mimi.


"Masya Allah, semoga Allah mengabulkan segala cita-cita mu nak, semoga Allah mengabulkan segala niat baikmu." ucap emak kala itu.


"Amin" jawab Mimi.


flasback off.


Emak tersenyum seraya memeluk Mimi denagn mengucapkan syukurnya ya walau itu belum di nyatakan lulus.


"Alhamdulillah nak,semoga kamu lulus.." ucap Mimi dengan memeluk Mimi.


Syahril melihat kebahagian emak menjadi berpikir jika kebahagiaan Mimi juga merupakan kebahagiaan emaknya.


Syahril juga mengetahui cita-cita Mimi. Mimi sudah merancang segala perencanaan dalam hidup nya.


Kenapa Wak Mimi menolak untuk menikah dan memilih kuliah waktu itu. Ya walaupun seblumnya Mimi tidak tau jika dia akan dipersatukan kembali dengan cinta pertamanya.


Beriring jalannya waktu Mimi mengutarakan maksud hatinya pada Syahril kalau dia ingin hanya berkuliah kalau bisa hanya satu tahun atau dua tahun paling lama dia sudah harus wisuda.


Dengan melihat emak bahagia kala mendengar kau ujian Mimi dipercepat yang mungkin pemikiran emak dengan cepat ujian maka Mimi pun cepat lulus.


Tidak ada yang salah dengan pemikiran emak namun waktu nya yang tidak bersahabat.


"Lalu kapan kamu ujiannya nak." tanya emak seraya melepaskan pelukannya. Mimi terdiam, Mimi melihat emaknya bahagia kala mendengar ujian dipercepat yang seharusnya dua bulan kedepan ujian itu dilaksanakan menjadi pertengahan bulan ini.


Mimi merasa tak sanggup memudarkan senyum bahagia di wajah emaknya, Mimi juga tidak sanggup bila mendengar kenyataan emaknya pun akan merasa kecewa.


"Kapan?" tanya emak lagi.


"Se senin besok." ucap Mimi,


"Senin besok ini?" tanya emak shock.


"I iya Mak. Dan Sabtu ini adalah terakhir mengumpulkan administrasi serta pengambilan nomor ujiannya." jawab Mimi.


"Ya Allah" hanya itu yang terucap dari mulut emak dan setelah itu emak terdiam dan menarik nafasnya dalam serta memejamkan matanya sejenak.


"Jadi?" tanya emak dengan melihat ke arah Mimi dan Syahril.


Mimi hanya diam tak tau harus menjawab apa lagi. Satu sisi Mimi ingin tetao mengambil ujian itu dan satu sisi Mimi juga tidak ingin membatalkan pernikahan yang telah dirancang keluarga Mimi dan Syahril di hari Jumat ini.


Mimi menunduk dengan otak yang terus berpikir untuk mencari jawaban apa yang harus ia berikan kepada emaknya.


Emak melihat ke arah Syahril yang juga terlihat berpikir keras. Emak juga bingung kenapa semua datang bersamaan tetapi tidak solusi yang menguntungkan satu sama lain.


Emak ikut terdiam dan berpikir mencari solusi terbaiknya karena dilihat kejadian yang beberapa hari ini semua seolah merupakan petunjuk.


tbc.


Assalamualaikum mohon maaf ya Minggu lalu lama tidak update. Karena si kecil sakit keesokan harinya bapaknya yang ikut sakit eh keesokan emaknya ikutan sakit, walau berusaha untuk menulis namun tangan terasa lemas Minggu lalu.


Mana sakitnya batuk pilek yang bikin kepala cenat cenut. Dan kemaren seharian hujan petir di sini, takut buat buka hp kalau petirnya besar bahkan ada kantin di area sini terbakar akibat petir itu.


Sebelumnya mohon maaf bukan nggak mau update, semoga kedepannya bisa normal kembali.


Terimakasih atas dukungannya, insya Allah novel ini dalam Minggu ini mau authore tamat kan karena Minggu depan authore mau pulang ke kampung suami dan di sana nggak ada sinyal Smartfren. jika seandainya tidak terkejar terpaksa libur lagi satu Minggu.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2