DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Chapter


__ADS_3

Anak dara sedang menyulam


Sulamnya pakai benang emas


Assalamu'alaikum selamat malam


Salam dari Dokter Jantungku yang makin gemes


Malam-malam minum es tebu


Manis rasanya seperti gula


Maaf Dokter Jantungku baru update terbaru


Semoga berkenan buat kalian semua


💓💓💓💓💓💓


Syahril telah selesai sarapan dengan di temani sangat pujaan hati, yah ini makannya yang di temani oleh Mimi, dua pekan ke depan dia pasti akan merindukannya.


Syahril menanyakan apa Mimi sudah memesan tiket keberangkatannya di travel.


"Dek, sudah pesan tiketnya?" Tanya Syahril.


"Belum kak, nanti pas sampai loketnya baru pesan." Jawab Mimi.


"Kenapa gak ditelpon aja?" Tanya Syahril kembali.


"Mau nelpon pakek apa kak!" Jawab Mimi.


"Mana? ada no telponnya gak?" Pinta Syahril.


"Hmm Mimi ndak punya kak."


"Coba deh dek liat di tiket pasti disana tertera no telpon loket." Ucap Syahril.


"Bentar Mimi tanya Mamak apa tiket kemaren masih disimpannya atau dah di buang." Jawab Mimi sembari berdiri membawa piring dan gelas dari sarapan Syahril dan mencari keberadaan emaknya.


Setelah mencari ke depan tak ketemu Mimi mencari arah dapur ternyata Emak ada di dapur, Mimi menaruh piring dan gelas kotor ke tempat pencucian piring dan dia pun langsung mendekati dan menanyakan tiket.


"Mak, tiket kemaren masih ndak?" Tanya Mimi.


"Masih dalam tas mamak, buat apa?" Tanya emak kembali.


"Mau cari nomor telpon loket, kak Syahril mau nelpon loket untuk mesan tiket buat kita." Jawab Mimi.


"Tuh ambil aja dalam tas mak dekat tas pakaian di samping pintu." Jawab Mak.


Mimi pun langsung menuju ke tas emaknya seperti yang diberitahu emaknya tadi.


Setelah mendapatkan tiketnya Mimi langsung menuju teras dan memberikan kepada Syahril.


"Kak, nih tiketnya." Ucap Mimi dan memberikan tiket tersebut kepada Syahril.


Syahril mengambil tiket tersebut dan mencari no telpon loket travel yang ada di jambi, setalah menemukan no telpon Syahril langsung menelponnya.


tut tut tut tut Terdengar suara sambungan telpon.


"Hallo SR travel disini, ada yang bisa saya bantu." Ucap mbak-mbak karyawan loket.


"Ya Hallo mbak, saya mau pesan tiket untuk ke T****g T****i 3 orang." Syahril memesan tiket nya.


"Boleh pak, atas nama siapa pak?" Tanya mbak loket.


"Buat atas nama Mimi mbak." Ucap Syahril.


"O ya mbak kalau bisa bangku belakang supir ya mbak." Pinta Syahril.


" Oh oke Pak, kalau mau di belakang supir mobil yang berangkat jam 11 ya pak, kalau berangkat jam sekarang jam sepuluh sudah full." Terang mbak loket.


"Oh ya gak apa mbak, makasih sebelumnya." Ucap Syahril.


"Maaf Pak, mau di jemput atau datang sendiri di loket?". Tanya si mbak loket kembali.


Syahril tampak berfikir jika di jemput dia tidak bisa memberikan apa yang sedang dia rencanakan akhirnya Syahril memutuskan untuk mengantar ke loket saja.


"Ehm saya antar saja nanti mbak, loket nya didaerah mana ya?" Tanya Syahril kembali.


"Loket kami berada di simpang III Sipin, kota baru pak." Jawab si mbak loket.


"Oh ok mbak kalau gitu makasih." Ucapan Syahril dan mengakhiri sambungan telpon.


"Sama-sama Pak." Jawab mbak loket dan telpon pun terputus.


Sehabis nelpon Syahril langsung memberitahukan kepada Mimi.


"Dek mobil jam sebelas yang ada bangku di belakang supir." Ucap Syahril.


"Iya kak, gak apa makasih." Jawab Mimi dengan senyuman.


Syahril seakan terhipnotis melihat senyuman Mimi seakan ingin dia lahap senyuman manis tersebut.


Mimi, Syahril dan yang lain saling berbincang-bincang sehingga waktu pun terus berjalan, jam sudah menunjukkan jam 9.45 wib.


Mimi dan Emaknya sudah bersiap-siap dan semua tas telah di masukkan kedalam bagasi mobil, mereka semua berpamitan dengan yang lain dan segera menaiki mobil, Syahril melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Disepanjang jalan Syahril terus melirik ke arah Mimi yang berada di sampingnya dan Mimi hanya tersenyum melihat Syahril yang terus-terusan melihat ke arahnya.


Menuju loket memakan waktu kurang lebih 30 menit akhirnya mereka pun sampai, Syahril membantu menurunkan tas-tas pakaian dan di bawanya ke loket.


Setelah semua telah diturunkan Syahril menuju ke kasir loket dan membayar tiket atas nama Mimi..

__ADS_1


Mimi dan Emak beserta adiknya mencari tempat duduk yang kosong di depan loket. setelah menemukan Mimi emak dan adiknya duduk di sana.


Emak berdiri akan menuju ke meja kasir untuk membayar namun di hentikan oleh Syahril.


"Mak mau kemana?" Tanya Syahril.


"Mau ke loket, mau bayar tiket yang Syahril pesan tadi." Jawab Emak.


"Sudah Syahril bayar Mak, mak duduk aja di kursi." Ucap Syahril dan emak pun kembali duduk bersama Mimi dan adeknya.


Syahril menuju warung yang berada di seberang loket dia membeli jajanan dan minuman buat Mimi, Emak dan adeknya.


Begitu banyak yang dibelinya sampe dua kresek besar full, diapun menyerahkan kepada Mimi.


"Nih dek buat makan di dalam mobil nanti." Ucap Syahril dan Mimi hanya melotot kan matanya melihat dua kresek besar full isinya.


"Makasih kak, banyak amat." Jawab Mimi dan Syahril hanya tersenyum.


"Gak apa biar gak mabuk di mobil nanti." Ucapnya.


Adek Mimi pun meminta jajanan tersebut dan memakan jajanannya. Syahril melihat jam tangan rolex nya dilihatnya masih ada waktu Syahril melihat di sebrang jalan loket ada sebuah counter HP dia pun langsung menyebrang ke arah sana.


Sesampainya disana Syahril melihat HP yang akan dia belikan untuk Mimi. Iya dia akan membelikan Mimi HP karena dia merasa gak sanggup bila dua minggu tidak bisa melihat serta mendengar suara Mimi.


Syahril tau pasti Mimi akan menolak pemberiannya, maka dari itu dia membeli HP yang standart saja yang paling penting bisa untuk video call.


Syahril jatuh pada pilihan HP siomay warna white, diapun membelinya dan dia setting serta download aplikasi yang sekiranya di butuhkan.



Setelah mensetting dan membeli kartu perdana serta dia pun mengisi pulsa dan mengisi paket dia pun kembali ke loket.


Mimi yang melihat Syahril dari kejauhan


sedikit berlari menuju loket dan menenteng paperbag. Setelah Syahril mendekat Mimi langsung bertanya pada Syahril.


"Kak darimana? kenapa lari-larian kayak itu? kok kakak dari seberang sana?" Tanya Mimi beruntun, Syahril hanya tersenyum dan memberikan paperbag tersebut kepada Mimi.


"Dek ini buat adek." Ucap Syahril Mimi menerima dan melihat isi paperbag itu.


"Kak, apa ini?" Tanya Mimi.


"Itu HP buat adek, semua sudah kakak setting dan kakak sudah menyimpan nomor kakak di HP adek." Ucap Syahril.


"Tapi kak, ini berlebihan." Ucap Mimi.


"Ndak dek, itu buat adek kakak gak tahan jika gak melihat adek sehari aja hehee." Gombal Syahril kepada Mimi.


"Apaan sih kak." jawab Mimi dengan wajah merona.


"Kak ini pasti mahal, seharusnya kakak tidak usah seperti ini." Mimi merasa tidak enak dengan pemberian Syahril.


"Sini kakak tunjukkin aplikasi-aplikasinya dan kakak ajarin." Ucap Syahril.


Syahril mengajari Mimi cara membuka HP tersebut karena HP tersebut dia pakai kunci sandi sesuai dengan tanggal lahir Mimi, terus Syahril menjelaskan salah satu aplikasi yang bisa untuk berkirim pesan dan bisa untuk video call, Syahril mengajari cara makanya juga.


Tak makan waktu lama semua yang diajari Syahril Mimi sudah bisa menggunakan smartphone tersebut dan tak terasa waktu keberangkatan pun tiba.


Mbak kasir pun mengintruksikan kepada penumpang agar menuju mobil yang sudah ditetapkan. Syahril membantu Mimi memasukkan tas-tasnya kedalam bagasi mobil.


Setelah semua penumpang naik, Syahril menyalami mamak dan mencium tangannya. Syahril juga menyalami adeknya Mimi dan mencium pipi adeknya Mimi, terakhir dia menyalami Mimi dan Mimi mencium tangannya.


"Kak Mimi berangkat dulu ya!" Ucap Mimi.


Syahril masih memegang tangan Mimi dengan erat ingin rasanya dia menghentikan Mimi agar tidak pulang dan ingin rasanya dia mencium setiap inci muka Mimi dan memeluknya, namun dia sudah berjanji tak akan melakukannya.


"Iya hati-hati di jalan, ingat kalau sudah sampai telpon kakak ya?" Ucapnya berkali-kali.


"Insya Allah" jawab Mimi dan Mimi masuk kedalam mobil.


Tak lama mobil pun jalan, setelah mobil yang dinaiki Mimi tak terlihat barulah Syahril beranjak menuju mobilnya dan pulang.


Sepeninggalan Mimi beberapa menit Syahril merasa hampa, sepi dan rindu, ingin rasanya dia menyusul.


"Ach dek, baru juga kau berangkat kakak sudah merasa sepi tanpamu." Gumam Syahril didalam mobilnya.


"Yatuhan, maafkan hamba yang terlalu mencintai dan menyayangi ciptaanmu secara berlebihan." Gumamnya lagi.


Di sepanjang jalan Syahril terus bergumam untuk menghilangkan rasa jenuh dan sepinya dia pun menghidupkan dvd mobilnya lagu Minang.


Opik feat.Shany - Samo samo rindu


[Opik] Den pandang jauah ka langik tinggi


Bulan tarang bintang bakilau


Tabayang adiak pautan hati


Baa raso nan maimbau-imbau


[Shany] Oi uda sayang.. baliaklah pulang


Denai mananti.., denai mananti..


Oi uda sayang.. baliaklah pulang


Denai mananti.., denai mananti..


[Opik] Ondeh adiak pautan hati


Basabalah adiak mananti

__ADS_1


Ganggam arek sumpah jo janji


Janji cinto kito nan suci liriklaguminang.blogspot.com


[Shany] Di hati nan ko.. tiado nan lain


Hanyolah uda.. si jantuang hati..


Di hati nan ko.. tiado nan lain


Hanyolah uda.. si jantuang hati...


[Shany] Rindu-rindu nan kito rasokan


Kini lah samo manyeso badan


[Opik] Siang tabayang-bayang


Malam tabaok mimpi..


[Shany] Pulanglah uda pulanglah sayang


Usahlah rantau di pajauah


[Opik] Basaba lah adiak..


Basaba lah mananti


[Opik] Rindu.. rindu ka adiak


[Opik Shany] Rindu kito baduo


[Shany] Rindu.. rindu ka uda


[Opik Shany] Rindu kito bacinto..


[Opik] Ondeh adiak pautan hati


Basabalah adiak mananti


Ganggam arek sumpah jo janji


Janji cinto kito nan suci


[Shany] Di hati nan ko.. tiado nan lain


Hanyolah uda.. si jantuang hati..


Di hati nan ko.. tiado nan lain


Hanyolah uda.. si jantuang hati...


[Shany] Rindu-rindu nan kito rasokan


Kini lah samo manyeso badan


[Opik] Siang tabayang-bayang


Malam tabaok mimpi..


[Shany] Pulanglah uda pulanglah sayang


Usahlah rantau di pajauah


[Opik] Basaba lah adiak..


Basaba lah mananti


[Opik] Rindu.. rindu ka adiak


[Opik Shany] Rindu kito baduo


[Shany] Rindu.. rindu ka uda


[Opik Shany] Rindu kito bacinto..


Tak sabar rasa hati Syahril untuk menelpon Mimi namun dia tahan beberapa jam kemudian..


Akankah Mimi segera menelpon Syahril?


jangan lupa berusaha ikutin alur ceritanya ya.


Bab kali ini cukup disini dulu mohon maaf pabila ada kekhilafan kata.


Berakit rakit ke hulu


Rakit nya pakai bambu tua


Cukup di sini dulu update dokter jantungku


Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya


**JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAKNYA DI DOKTER JANTUNGKU YA


RATE⭐⭐⭐⭐⭐


VOTE


LIKE❓❓❓❓


KOMEN**

__ADS_1


__ADS_2