DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
156


__ADS_3

"Mi Mi." ucap kak Syahril dengan berlari langsung menangkap tubuh Mimi yang telah terjatuh di lengannya. Iya Mimi tak sadarkan diri di dalam dekapan Syahril, semua yang melihat Mimi terjatuh pun berteriak menyebut nama Mimi.


"Mi mi.." ucap mereka serentak dan langsung berdiri untuk menyangga tubuh Mimi agar tak langsung terjatuh ke lantai namun kalah cepat dengan kak Syahril.


"Ya Allah cung." ucap Nyai dengan menangis.


"Ya Allah nak." ucap emak dan Bi Ida dengan isakan tangis.


"Astaghfirullahal adzim." ucap kak Syahril ketika memegang badan Mimi yang terasa panas.


"Kenapa Riil." tanya emak ketika telah mendekat ke Mimi dan emak langsung memegang badan Mimi dan terasa panas.


"Ya Allah nak, maafkan emak nak." ucap emak dengan tangis.


"Sebaiknya langsung kita bawa ke rumah sakit Mak." ucap Syahril.


"Bawa kerumah sakit lama Riil, kita bawa ke puskesmas sajaa dulu biar di tindak lanjuti." ucap Pakcik.


"Iya betul juga kata Pakcik kau Riil, kita bawa ke puskesmas olak dulu." ucap bicik.


Tanpa izin semua Syahril langsung mengangkat tubuh Mimi di baaa turun menuju mobil dan dia menyuruh Ryan untuk membuka pintu mobil segera.


"Yan cepat buka pintu mobil kita bawa ke puskesmas olak." ucap kak Syahril dengan buru-buru dan cemas akaan kondisi Mimi.


"Kenapa nggak langsung kerumah sakit Riil." ucap kak Ryan yang juga ikut berlari menuruni anak tangga dan segera membuka pintu mobil di bangku belakang.


"Udah buruan." ucap kak Syahril dan kak Ryan pun langsung menghidupkan mesin mobilnya dan segera melaju.


Kak Syahril dan kak Ryan tak !menghiraukan orang yang berada di rumah, mereka terus melaju menuju puskesmas terdekat buat penanganan pertama.


Sesampai puskesmas Syahril langsung membawa Mimi kerumah UGD dan disana sudah ada dokter dan suster jaganya.


Mimi segera diperiksa dan diberi penanganan langsung.


Mimi langsung di beri cairan infus karena Mimi dehidrasi dan dokter juga menduga kalau Mimi terkena typus. Untuk sementara Mimi dirawat malam ini di Puskesmas ini.


Setelah memeriksa dokter keluar dan Syahril langsung mendekat ke arah dokter dan langsung bertanya.


"Dok gimana Mimi? dia sakit apa dok?" tanya kak Syahril.


"Emm kamu keluarga pasien?" tanya sang dokter.


"Iya dok." jawab kak Syahril.


"Pasien mengalami dehidrasi dan tekanan darah rendah, dan untuk diagnosa sementara dugaan saya pasien terkena gejala tipes." terang sang dokter.


"Dan sebaiknya malam ini pasien di rawat dulu di sini sampai hasil lab nya keluar." ucap dokter kembali.


"Oh baik dok, makasih." jawab kak Syahril.


Sedari tadi ponsel Syahril berdering namun diabaikan oleh Syahril karena baginya saat ini adalah Mimi. Mimi dipindahkan ke ruang rawat inap dan malam ini kak Syahril dan kak Ryan yang menjaga Mimi.


"Ya Allah dek," ucap kak Syahril yang duduk di samping Mimi yang belum sadarkna didi dan memegang tangan Mimi.


"Emm Riil, kalau gitu aku pulang dulu ya ambil selimut ma tikar." ucap kak Ryan.


"Iya Yan, nanti mampir dulu kerumah Nyai nya Mimi dan beritahu mereka kalau Mimi dirawat disini dulu." ucap kak Syahril.


"Iya sudah aku kasih tahu, tadi Pakcik nelpon, dia menelpon ke nomor Lo nggak di angkat." Terang kak Ryan.


"Emm aku nggak kepikiran ke HP Yan." ucap kak Syahril.


"Yaudah aku pulang dulu, mau dibawain apa lagi?" tanya kak Ryan.


"Bawa selimut ma kasur lipat aja dan sekalian bantal." ucap kak Syahril.


"Ok, gue pulang dulu assalamualaikum." ucap kak Ryan pamit.


"Waalaikum salam." jawab kak Syahril.

__ADS_1


Sepeninggalnya kak Ryan, kak Syahril memandang Mimi lagi.


"Kenapa jadi seperti ini dek?." ucap kak Syahril.


Kak Syahril terus menunggu Mimi sambil melihat HP-nya, dan dia memberitahu ke yang lain kalau malam ini dia nggak jadi datang. Kak Syahril juga menyebutkan kalau dia sedang menunggu Mimi yang sedang di rawat di Puskesmas olak dan seketika heboh di group chat nya.


Sontak mereka yang masih berada di Jambi hendak datang ke puskesmas, Kak Rendi dan Novi dua hari lalu mereka sudah pulang ke kota pedang, karena Novi harus menyelesaikan administrasi nya, bagitu pula dengan kak Andri dan Dewi.


Yah akhirnya Dewi juga berkuliah namun dia mengambil jurusan desain dan Dewi juga harus menyelesaikan segala berkas serta administrasi.


Kak Rudi dan yang lain mendengar kabar itu langsung pulang dan langsung menuju tempat Mimi dirawat. Yah mereka semua telah sampai di cafe dan tinggal kak Ryan dan kak Syahril yang belum tiba karena mereka berdua berencana menjemput sang kekasih terlebih dahulu.


Kedatangan mereka di Puskesmas membuat suasana ruangan yang semula sepi menjadi ramai. Setelah hampir tengah malam mereka semua pulang, kak Rudi mengantar kakmraninpulanh dan setelah itu dia kembali ke puskesmas untuk menemani kak Syahril dan kak Ryan.


Begitu pula dengan kak Arfan namun kak Arfan tak pulang kerumahnya melainkan mengantar kak Siska ikut ke rumah kak Rudi dan akhirnya kak Siska malam inimtidur bersama kak Rani.


Beginilah kebesaran arti sebuah persahabatan, di kalangan senang dan susah mereka saling bahu membahu dan saling mendukung satu sama lainnya.


Keesokan paginya orang tua Mimi dan yang lain pergi ke puskesmas melihat keadaan Mimi, ketika mereka berada di dalam ruangan Mimi kak Syahril mengambil hasil lab Mimi di laboratorium di Puskesmas ini.


Setelah mangantongi hasil lab kak Syahril kembali masuk kedalam ruangan Mimi dan ternyata dokter telah berada di dalam ruangan untuk memeriksa keadaan Mimi.


"Oh ya apa hasil lab nya sudah di ambil?" tanya dokter kepada orang tua Mimi yang kebetulan berada dalam ruangan tersebut.


"Ini dok hasil labnya." ucap kak Syahril yang baru masuk kedalam ruangan Mimi.


Dokter melihat dan membaca hasil dari lab tersebut dan dokter menyatakan kalau Mimi positif typus karena thrombosit Mimi dibawah normal.


"Dulu Mimi sudah pernah kena dok, apa penyakit typus ini penyakit yang bisa kambuh lagi dok?" ucap emak.


"Penyakit tifus merupakan penyakit kambuhan yang dapat kembali muncul dengan gejala yang sama. Umumnya, setelah perawatan medis dengan penggunaan antibiotik selesai, gejala dapat kembali muncul. Jangan khawatir buk, umumnya penyakit tifus kambuhan menyebabkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan penyakit tifus yang pertama kali dialami.


Pengobatan juga akan kembali dilakukan dengan memberikan beberapa jenis obat antibiotik untuk mengatasi bakteri penyebab penyakit tifus. Namun, setelah gejala penyakit tifus yang kedua berangsur pulih, sebaiknya kembali periksakan diri pada dokter untuk memastikan kesehatan. Biasanya tes akan dilakukan melalui feses untuk melihat apakah masih terdapat bakteri Salmonella typhi atau tidak." terang sang dokter.


"Oh gitunya dok, makasih." ucap emak.


"Ini yang Mak takutkan Riil,." ucap Emak.


"Mak, Mimi bisa kambuh lagi karena pola makan Mimi tidak teratur bahkan Mimi jarang memasukkan nasi dalam perutnya dan Mimi terlalu banyak beban pikiran sehingga membuat dirinya stress Mak nah dampak dari stress ini juga dapat memicu penyakit typus Mimi kambuh di tambah mungkin Mimi ada makan jajan sembarangan." jelas kak Syahril.


"Jadi menurut Syahril emak harus kayak mana, di tambah sekarang Mimi sakit kayak ini." ucap emak dengan memandang wajah pucat Mimi nanar.


"Mungkin dengan menuruti keinginannya mak, sebulan belakangan Aril selalu perhatikan Mimi, dia banyak diam dan coba mak lihat badan Mimi kurusan, Syahril selalu telpon Pakcik nanyain Mimi, kata Pakcik Mimi jarang makan. Bukannya Syahril dak mau datang waktu itu, setiap Syahril datang Mimi selalu menolak untuk ketemu bahkan kadang Syahril sampe rumah eh Mimi nya tertidur dengan mata yang sembab." Syahril menceritakan kembali keadaan Mimi sebulan terakhir.


"Mak, pakdo, Bi Ida , bicik, tolong beri kepercayaan dan dukungan pada Mimi. Syahril tahu betul bagaimana dia berantusias dengan bimbel nya ini, dia selalu bertekad untuk mendapatkan seperti yang diprogramkan dalam bimbel nya. Mak dan yang lain pasti ada rasa bangga di hati kalian kan, melihat Mimi menjadi anak yang berpotensi begini." ucap Syahril mengeluarkan pendapatnya.


"Mungkin di Smanju atau bahkan sekota jambi yang ikut bimbel ini hanya Mimi seorang yang beruntung mendapatkan sebagai mahasiswa undangan serta beasiswa ini. Mak tahu ndak mahasiswa undangan itu mahasiswa pilihan yang mana kita tak perlu ikut ujian kompetensi lagi, kita itu langsung di terima di kampus itu Mak tanpa tes apa pun, apa lagi ini Mimi dia langsung sekaligus mendapat beasiswa nya." terang kak Syahril berharap emak dan yang lain membuka hatinya.


"Bukan hanya itu bite," ucap Di'ah yang emang dia sedari pagi langsung pergi ke puskesmas.


"Mimi melakukan semua itu dengan tekad untuk membuat bite dengan yang lain bangga akan prestasi yang diraihnya, dia ingin mengangkat derajat keluarganya. Dia ikut daftar di Akper kemarin aja itu hanya buat menghilangkan sedikit rasa kekecewaannya terhadap semua." imbuh Di'ah.


"Pakcik dan bicik pasti tau kan kayak mananya Mimi kalau menyangkut pelajaran khususnya bila Mimi mendapatkan paket-paket dari bimbel nya?" tanya Di'ah kepada Pakcik dan bicik selaku mereka lah yang dekat dengan Mimi disaat Mimi jauh dari orang tuanya.


"Pakcik dan bicik tau kan Giman Mimi kalau sudah berhadapan dengan kertas-kertas soal dari bimbel dia akan selalu fokus mengerjakan hingga dia lupa akan waktu. Itu semua karena di program bimbel itu menjanjikan, bagi peserta nya yang berprestasi dan mendapatkan nilai yang baik dan tinggi dari yang sudah dikategorikan dalam program ini maka peserta tersebut berhak mendapatkan sebagai mahasiswa undangan dan bagi yang beruntung juga bisa langsung mendapatkan beasiswa yang mana peserta akan di beri uang sebesar 3jt per semester nya dan bagi mahasiswa terpilih itu juga bisa tinggal di asrau yang disediakan pihak kampus." Di'ah memberikan penjelasan sebagaimana yang ia ketahui dari Mimi.


"Sangat disayangkan karena kami ndak ikut serta karena waktu itu para mahasiswa itu datang tidak masuk ke kelas kami." ucap Di'ah.


Orag tua Mimi juga mengetahui itu karena Mimi telah memberitahu sebelumnya, mereka bukan tak mengizinkan namun rasa khawatir mereka melupakan kalau sang anak tengah berjuang bhat menaikkan derajat mereka.


Semua yang mendengar penjelasan Syahril dan Di'ah akhirnya membuka hati mereka untuk memberi izin kepada Mimi.


"Emm, katanya Mimi ikut dua bimbel dan kedua bimbel sama memberikan undangan tersebut pada Mimi kan? tanya pakdo.


"Iya pakdo namun sekarang pilihan tinggal satu yaitu di Semarang, karena yang di Yogya sudah jatuh Tempo nya kemarin." jawab kak Syahril.


"Jadi berapa lama lagi jatuh Tempo nya yang di Semarang?" tanya Om Adrian.


"Kallau di Semarang kurang lebih tinggal 20 hari lagi Om terhitung dari kemarin." jawab kak Syahril.

__ADS_1


"Oh gitu, jadi gimana sedangkan saat ini Mimi sedang sakit dan mimi juga kata dokter hafus di rawatbkurang lebih safu mjnggu ini, ndak mungkin setelah sembuh Mimi langsung berangkat kesana." ucap pakdo menimbangi.


"Emm nanti biar Syahril yang antar Mimi dan sekalian nanti Syahril kenalkan Mimi sama umi Fatma dan umi Fatimah." ucap kak Syahril.


"Tapi bukannya Syahril Minggu depan harus ke!Bali ke kota pedang?" tanya Pakcik.


"Iya cik, nanti Syahril minta izin saja beberapa hari buat mengantar Mimi." jawab kak Syahril.


Ada rasa haru dan salut di hati semua keluarga Mimi mendengar ketulusan dari seorang Syahril dan mereka selalu percaya sama Syahril.


Tak lama kedua orang tua Syahril pun tiba buat menjenguk Mimi.


"Assalamualaikum." ucap kedua orangtuanya Syahril.


"Waalaikum salam." jawab mereka semua.


Umma tersenyum melihat semua keluarga Mimi ada di dalam ruangan ini dan kak Syahril juga memperkenalkan mereka lwdpa keluarga Mimi.


Umma yang sudah mengenal emak Mimi langsung memeluk emak dan memberi semangat kepada emak.


"Yang sabar ya San, Mimi anak yang kuat pasti dia cepat sembuh." ucap Umma.


"Oh ya Riil, kenapa tidak bawa ke rumah sakit saja." ucap Babah.


"Semalam Mimi pingsan dan badannya panas sekali Bah makanya Syahril langsung bawa kesini buat penanganan pertama, jika belum ada perubahan hari ini baru nanti minta rujukan untuk di bawa kerumah sakit." terang kak Syahril.


Lagi-lagi keluarga Mimi kagum kepada kedua orangtuanya Syahril yang kelihatan dimata mereka bahwa mereka kedua orangtuanya Syahril juga sangat !menyayangi Mimi seperti anaknya sendiri.


"Terus bagaimana keadaan Mimi sekarang?" tanya Umma dan dia mendekat ke arah Mimi dan memeriksa Mimi.


"Kata dokter sini tadi Mimi terkena dehidrasi dan tekanan darah rendah serta positif typus Umma." jawab kak Syahril.


"Apa tadi Mimi sudah sadar Riil?" tanya Umma ketika melihat Mimi tak membuka matanya.


"Sudah Umma subuh dia sadar, dan sekarang mungkin sehabis minum obat tadi dia tertidur lagi." jawab kak Syahril.


"Hemm, iya kelihatan daeinkbatbyang diberikan juga mengandung obat tidurnya, nggak apa biar Mimi banyak beristirahat agar cepat sembuh." Jawa Umma ketika melihat obat yang berada di nakas samping ranjang Mimi.


"Emm kalau gitu kami permisi dulu ya San, semua. Kami mau langsung ke rumah sakit lagi. oh ya Riil jika belum ada perubahan segera bawa ke rumah sakit dan jangan lupa hubungi Umma biar Umma siapkan segalanya disana." ucap u!!a berpamitan kepada semua untuk kembali ke rumah sakit dan dia juga memperingatkan Syahril agar Mimi segera di bawa kerumah sakit apabila tidak ada perubahan.


"Iya Umma, nanti setelah hasil labnya keluar lagi untuk memastikan kedepannya, jika tak ada perubahan nanti Syahril minta rujukan sama dokternya." jawab. Kam Syahril.


"Ok boy kalau gitu Babah sama Umma berangkat dulu." ucap sang Babah sambil menepuk bahu sang anak.


"Iya Bah, hati-hati." jawab kak Syahril dengan menyalami tangan Babah.


"Baik lah semua kami pamit dulu, semoga Mimi cepat sembuh assalamualaikum." Jawa Babah.


"Waalaikum salam." jawab semua yang berada di ruangan Mimi dan ruangan pun kembali hening dan tak lama pakdo dan yang lain juga ikut pamit pulang dengan di antar kak Ryan dan kak Rudi, karena mereka semua datang tadi juga di jemput oleh kak Ryan dan kak Rudi sekalian kak Ryan menjemput Di'ah namun Di'ah sudah berangkat pagi-pagi ke puskesmas.


**tbc**


Assalamualaikum, selamat pagi alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU kembali up, semoga ceritanya berkenan di hati para riders.


Terimakasih yang selalu mendukung karya authore swmkga kaian selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu dalam keadaan sehat walafiat, Amin ya rabbal alamin.


Jangan lupa terus beri dukungan kalian di DOKTER JANTUNGKU berupa.


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2