DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Menuntaskan rindu


__ADS_3

Beberapa hari sudah,Ryan telah membail walau masih ada mual dan muntah di pagi hari.


Dua hari lalu dia juga sudah menwlpon Di'ah dan menanyakam apakah Di'ah sudah telat apa belum.


Namun jawabanmya tak sesuai perkiraan dan keinginan Ryan.


"Dek, apa kamu sudah telat haid?" tanya Ryan kala itu.


"Sebelum nya iya kak telah lima hari, tapi saat ini kayaknya aku haid, kenapa?" jawab Di'ah.


"Hah, oo emm nggak apa-apa. Cuma hampir dua minggu ini kakak selalu mual, muntah dan pusing saat pagi." ucap Ryan.


"Mungkin kakak masuk angin atau asam lambung kakak lagi tinggi." jawab Di'ah.


"Maaf ya kak, pasti kakak ber harap kalau aku lagi hamil kan?" tanya Di'ah lirih.


"Oo emm mungkin asam lambung kakak aja yang sedang tinggi. Kamu nggak usah banyak pikiran ya." ucap Ryan.


Semenjak saat dia tau jika Di'ah tak hamil, entah mengapa Ryan murung. Bahkam dia juga heran sampai saat ini tiap pagi dia selalu mual dan muntah, apa lagi kalau mencium parfum nya sendiri selalu dia mual.


"Kenapa Lo?" tanya Rudi.


"Iya, kenapa Lo Yan?'' tanya Farhan.


"Hmm, apa iya istri nggak hamil masih tetap morning sickness" ucap Ryan

__ADS_1


"Maksud Lo?" tanya Syahril.


Yah mereka sedang duduk dinyeras belakang sambil melihat hamparan persawahan di belakang rumah merela.


"Humm Huh Kemarin lusa sewaktu aku nelpon Di'ah dia sedang haid." jawab Ryan.


"Terus?" tanya Syahril.


"Ya kalau dia sedang haid, kemungkinan dia tidak hamil" jawab Ryan dan menarik nafas panjang.


"Kalau dia tidak hamil, kenapa alu masih saja mual dan muntah kalau pagi hari dan mencium parfume aku sendiri." ucap Ryan lesu.


"Mungkin kau ada hamilin anak orang kali." celetuk Rudi


Plak Farhan menepuk lengan Rudi yang sedang memegang ubi goreng dan akan di masuk le dalam mulut langsung terlempar ke bawah.


"Kau ni pula kalau ngomong tu yang benar la pula." jawab Farhan.


"Nah benar la yang aku omongi, kalau Di'ah mens berarti Ryan ado buntingi anak orang." jaqab Rudi seenak nya.


Pluk kali ini Syahril melempar Rudi dengan serat dari ubi goreng.


"Ckk kalian ini memang dak punya akhlak nian." jawab nya dengan mengambil ubi goreng.


"Kau tu kalau ngomong dak pakek pikiran." seru Syahril yang berlalu hendak masuk kedalam untuk mengangkat ubi yang masih ada di kuali.

__ADS_1


"Oh ya Yan, apa Di'ah ada bilang sebelumnua ada telat? apa haidnya itu lancar seperti biasa atau gimana?'' tanya Syahril.


"Emm dia ada bilang kalau dia ada telat lima hari, kemarin lusa pas aku telpon dia bilang kayak haid." jawab Ryan.


"Dia tau kalau dua minggu lalu dan samle saar ini masih mual muntah?" tabya Syahril.


"Emm aku aksa bilang kalau aku mual muntah dan pusing.. Cuma kata dia mungkin aku masuk angin atau asam lambung aku naik." jawab Ryan


"Emm gini bae, kalau kau telpon dia lagi coba tanya apa haidnya seperti biasa atau cuma flek." Ucap Syahril.


"Emang apa hubungannya Riil?'' tanya Ryan.


"Ya ada. Dari salah satu tanda kehamilan nya ya bisa kita lihat dari siklus haid nya" ucap Syahril.


"Emang apa aja Riil?" tanya Ryan lagi.


"Ya seperti mual muntah, perut kembung, nyeri dan kram bawah perut seperti mau haid dan yang keluar hanya flek, emosi yang tidak menentu mood swing gitu lah, sensitif bau-bau an gitu." terang Syahril.


"Tapi dari tanda-tanda itu juga ada yang sebagian tidak di rasakan sama wanita nya secara langsung, ya contohnya kayak kau Yan." sambung Farhan.


"Nah betul apa yang dikatakan Farhan, salah satu cirinya kau yang ambil Yan, kayak mual muntah, kembung sama sensitif bau-bau an." ucap Syahril


"Dan ciri yang di Di'ah ya kayak pengen liat muka kau sampe nangis." ejek Rudi.


"Intinya kita lihat dan dengar saja berita dari Di'ah." ucap Farhan.

__ADS_1


Di LA Mimi kembali di sibuk kan dengan aktivitas padat nya. Sehingga Mimi belum juga bertemu dengan Di'ah.


__ADS_2