
Setelah pertarungan panas, Mimi menjalankan tugasnya kembali namun bukan di rumah sakit Abidzar melainkan di rumah sakit C rumah sakit tempat Zacky adik Ryan bertugas.
Kali ini Mimi tidak berangkat seorang diri melainkan di antar sama Syahril dan kali ini pun Mimi berangkat tidak menggunakan angkutan umum seperti biasanya melain kan menggunakan mobil.
Yah ternyata Syahril memiliki mobil di negara ini dan selama ini selalu di jaga dan selalu di bersihkan oleh petugas tersebut.
"Mobil siapa kak?" tanya Mimi ketika Syahril mengajak Mimi ke basemen khusus para petinggi rumah sakit.
Mimi menelisik setiap arah mobil tersebut, mobil sport berwarna hitam itu yang menurut Mimi mirip mobil seperti di film batman.
Disaat Mimi sedang asik melihat mobil mewah itu, Syahril yang berdiri di samping pintu yang sudah terbuka mengajak Mimi untuk masuk kedalam mobil tersebut.
"Ayok dek masuk, nanti telat lo." ucap Syahril.
"Ah iya." jawab Mimi yang langsung masuk dan duduk dengan tenang.
Setelah memastikan Mimi telah duduk, Syahril mengitari mobil dan dia pun duduk di kursinya, tak lama pintu mobil tersebut menutup dengan sendiri nya.
"Waww" gumam Mimi takjub melihat kecanggihan mobil ini.
"Bang Alzam juga punya mobil seperti ini," ucap Syahril sembari menghidupkan mesin mobil.
"Hah" ucap Mimi.
"Iya, bang Alzam sudah lebih dulu memiliki mobil jenis ini. Bahkan dia juga ada beberapa mobil sport lainnya." terang Syahril sembari menjalankan mobilnya., Mimi hanya mendengarkannya saja.
"Dan mobil-mobil itu di atasnamakan kamu dek." ucap Syahril, sontak Mimi menoleh ke arah Syahril, Syahril tersenyum melihat Mimi yang terlihat shock.
"Kamu pasti heran kan?" tanya Syahril, Mimi hanya diam tak menanggapi.
"Sebelumnya bang Alzam membeli mobil Mclaren F1 LM-Spec Supercar, mobil ini adalah mobil pertama dia beli dengan uang nya sendiri dan mobil itu adalah mobil pertama yang dia beli waktu itu."
"Mobil itu sering di pakainya apa lagi jika waktu week end dia dan para sahabatnya pasti akan pergi mengisi liburannya dengan mengenderai mobil-mobil mewah mereka."
"Kamu tau dek, bang Alzam itu tidak hanya seorang mahasiswa kedokteran namun dia merupakan orang yang sangat berperanan dalam sebuah organisasi di negara ini."
"Bang Alzam itu memiliki otak yang cerdas bahkan dia sangat-sangat lah jenius. Tak hanya di bidang medis dia juga menguasai di bidang lainnya."
__ADS_1
"Setelah mobil super mahal itu lalu dia membeli mobil yang kedua mobil ini yang sama mobil yang kamu duduki sekarang, kata dia mobil yang kedua ini buat kado calonnya." ucap Syahril dengan senyum.
"Waktu itu kakak tanya siapa calonnya dia hanya tersenyum tidak mau memberi tahu. Dia hanya bilang kalau dia gadis di negara kita dan dia calon dokter juga."
"Hah, kakak sangat yakin jika gadis yang dia ucaokan itu adalah kamu dek. Dan pada akhirnya yah di saat dia akan pulang ke negara kita dan katannya dia akan menjadi dokter pembimbing gadis yang dia sukai itu."
"Emm dah sampai dek." ucap Syahril ketika beberapa menit dia telah berhenti di depan lobi rumah sakit.
"Ah iya." jaqab mimi dengan senyum.
"Yaudah kamu turun dulu disini, kakak mau ke parkiran." ucap nya, mimi mengangguk.
"Nanti kalau dah selesai telpon aja ya Yang, kakak nanti nunggu sama Zacky dan teman kakak yang tugas di rumah sakit ini." ucapnya dan lagi-lagi mimi mengangguk, setelah itu mimi menyalami Syahril sebelum dia turun dan Syahril mengecup kening serta bibir Mimi.
"Hati-hati jangan lupa berdo'a." ucap Eyahril mengingatkan Mimi.
"Iya kak, Mimi turun dan keeja dulu ya." jawab Mimi.
"Iya" ucap Syahril sembari melepas pelukannya.
Setelah mimi turun, Syahril pun langsung menuju parkiran. Dalam pikiran Syahril masih terus terngiang ucapan-ucapan almarhum.
"Makasih bang, Aril janji akan selalu menjaga nya karena dia juga gadis yang selalu ku sayang dan cintai." ucap Syahril yang masih duduk di dalam mobil sambil mengenang masa-masa saat dirinya bersama Abidzar.
Dimata Syahril, sosok Abidzar bukan hanya sebagai teman namun dia juga sebagai abang dan sebagai panutan untuk dirinya.
Bahkan selama di awal dia mengenal Abidzar, Abidzar langsung merangkul dirinya.
Dan selama masa pendidikan nya di negeri orang ini, setiap mereka berdua berjalan bersama banyak orang menyangka adik kakak bahkan banyak pula yang menyangka mereka kembar.
Namun nyatanya mereka berdua adalah dua sosok yang berbeda yang di lahirkan dari ibu yang berbeda pula bahkan usia mereka pun terpaut empat tahun.
Syahril juga mendapatkan pengajaran dari Abidzar, Abidzar juga tidak sungkan untuk mengajari Syahril di bidang kesehatan bahkan di luqr bidang kesehatan.
Hal yang sangat mengejutkan Syahril dari Abidzar di kala Abidzar mengatakan sosok gadis yang di sukai dan amat di cintai yaitu gadis yang sama pula dengan yang di cintai Syahril.
Kala itu Syahril sangat patah hati dan merasa tidak ada kesempatan lagi untuk dirinya menjalin atau memiliki Mimi seutuhnya seperti dalam mimpi dan angannya.
__ADS_1
Namun di saat terakhir perjumoaan nya dengan Abidzar dan di saat itu pula Abidzar membawa foto dirinya bersama Mimi saat pertunangan mereka dan foto tersebut di pajang di ruanganya dan ada pula di pajang di dinding dalam rumah sakit ini.
Dan di saat itu Abidzar sempat mengatakan "Kelak aku titip wanita yang ku cintai ini pada mu".
Saat mengatakan hal itu Abidzar sedang berdua bersama Syahril dan hal itu tiga minggu sebelum hari H pernikahan nya.
Tak terasa air mata Syahril menetes dan dada nya terasa sesak saat hati dan pikirannya mengenang ucapan dan kebersamaannya dengan Abidzar.
"Bang, apa kau melihat kami? kami saat ini di karunia dua anak laki-laki bang." ucap Syahril seolah berbicara pada Abidzar.
"Apa abang tahu? Baby twins wajah nya sangat mirip dengan abang bang. Dan apakah abang mempunyai kembaran atau abang punya adik?"
"Kenapa hati Aril mengatakan kalau baby twins maaih ada hubungan daeah dengan abang. Maafkan Aril jika Aril menduga-duga, Aril hanya merasa heran dengan kemiripan wajah baby twins dengan abang dan ayah Brata." ucap Syahril.
Yah setelah bertemu langsung dengan baby twins, Syahril menyangka kalau baby twins ada hubungan darah dengan Abidzar. Apa lagi bila si Zavier di gendong ayah Brata wajah mereka sangat mirip.
Syahril hanya diam dengan praduga nya dan Syahril sangat yakin bila Mimi pun pasti merasakan hal yang sama.
Setelah puas merenungkan diri dengan mengingat akan kenangan dan kemiripan si kembar dan Abidzar, suara ponsel Syahril terdengar nyaring dan Syahril pun mengangkat nya.
"Hallo assalamualaikum" ucap Syahril.
"Hah waalaikum salam, abang dimana?" tanya Zacky, yah yang menelpon Syahril adalah Zacky sepupunya.
"Masih di basemen" jawab Syahril.
"Ngapain? Kak Mimi sudah dari tadi di ruang operasi, buruan ke sini Zacky dah di cafe samping rumah sakit" ucap Zacky.
"Emm iya ya bentar kakak ke sana." ucap Syahril dan kemudian dia pun turun setelah mematikan panggilan secara sepihak.
"Hah ternyata dah setenga jam aku di sini. Pantesan Zacky sampe menelpon berilang kali. Huh" monolog Syahril dan akhirnya dia pin segera berjalan menuju cafe di mana Zacky berada.
Di apartemen Abidzar bunda sama ayah Brata sedang beristirahat di sana. Bunda berjalan menuju kamar Abidzar kqmar yang beberapa tahun ini di tempati oleh Mimi.
Bunda menatap foto yang terpajabg ri dalam kamar itu, foto Mimi danAbidzar saat mereka bertunangan.
tbc
__ADS_1
*Hutang 3000kata dulu ya, rencana mau buat 2 bab hari ini tetapi hp ku error lagi. Insya allah di lunasi esok hari.
*Jangan lupa like komen vote serta hadiah dan iklannya ya, makasih.*