DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
kumpul keluarga


__ADS_3

Setelah mendengar apa yang di usulkan oleh teman-temannya terutama Syahril, Ryan pun beranjak dari kursi.


"Riil aku pinjam mobil." ucap Ryan.


"Mau kemana?" tanya Syahril.


"Aku mau ke bukit, kalian mau ikut juga ndak?" ucap Ryan dan mengajak teman-teman sekalian.


"Emm boleh lah, yok lah. aku juga rindu sama Mimi dan twins." jawab Syahril.


Mereka pun akhirnya pergi ke bukit untuk sekedar mendapatkan sinyal.


Sesampainya di bukit, Ryan yang masih merasa sedikit pusing segera keluar dan menuju bebatuan yang ada di atas bukit itu.


Beberapa kali Ryan mendeal nomor Di'ah tak juga kunjung di angkat.


"Hallo.." ucap seseorang di seberang telpon dengan suara parau karena terbangun dari tidurnya.


"Assalamualaikum dek." ucap Ryan, ya yang mengangkat telpon Ryan adalah Di'ah.


"Eh, emm waalaikum salam." jawab Di'ah dengan suara serak.


"Kamu dah tidur ya dek?" tanya Ryan, Ryan melihat jam di tangannya yang menunjukkan waktu telah menuju tengah malam di negara Paman Syam itu.


"Emm. Kakak apa kabar?" tanya Di'ah.


"Apa masih mual nya? lanjut Di'ah lagi.


"Iya dek, masih mual-mual nya. Emm adek gimana? menurut Syahril apa yang kakak alami ini kemungkinan karena Couvade Syndrome. Apa adek sudah periksa?" ucap Ryan, Di'ah yang di sebrang sana tersenyum sambil mengelus perut yang masih datar.


"Iya kak, aku sudah periksa." jawab Di'ah. "A..ku" imbuh Di'ah namun langsung di potong oleh Ryan.


"Terus hasilnya apa dek? apa adek positif hamil?" tanya Ryan, Di'ah tersenyum mendengar suara Ryan yang terkesan ingin tahu.


"Iya kak, Alhamdulillah hasil nya positif." jawab Di'ah.


"Benaran kan dek?"tanya Ryan ingin lebih terdengar jelas.


"Benar kak, Alhamdulillah positif dan usianya kehamilan nya tiga Minggu. Kakak kapan kesini?" ucap Di'ah serta menanyakan kapan Ryan akan datang ke LA.


"Alhamdulillah ya Allah, jaga kesehatan ya dek. Jangan capek-capek." jawab Ryan.


"Maaf, kakak belum tau kapan kesana nya. Tapi akan kakak usahakan secepatnya." ucap Ryan.


Ryan dan Di'ah pun saling berbicara tak hanya Ryan yang lain pun begitu.


Syahril pun amat sangat senang video call dengan Mimi di tambah dia melihat pipi gembul twins boy nya yang semakin montok. Apa lagi si twin melihat ke arah camera seolah mereka tau jika. sang ayah sedang melihat ke arah nya.


Ya si twin terbangun saat Mimi sedang berbicara melalui video call, mereka seakan tahu jika sang ayah yang berbicara kepada ibu mereka dan mereka kompak membuka mata mereka.


"Yang, cubitin pipi twins nya yang. Gemess liat nya" ucap Syahril ketika melihat pipi gembul twins seperti bakpau.


"Cakit ayah kalau di tubit." ucap Mimi dengan seperti suara anak kecil.


Syahril terus menganggukkan kepala nya terhadap si twins dan twins pun hanya bergumam eughm.


"Yang, belum pindah juga? apa belum selesai renovasi kamar buat twins?" tanya Syahril.


"Belum kak, renovasi kamar udah selesai kok." jawab Mimi.


"Terus kenapa belum pindah yang." ucap Syahril dengan terus menganggukkan kepalanya seolah mengajak twins bermain.


"Emm karena jadwal Mimi masih padat kak. Kalau di ajak pindah sekarang kasian twins." ucap Mimi.


"Apa bedanya di rumah sakit yang? toh sama saja ayang ketemu juga malam sama twins. Pindahlah agar twins cepat beradaptasi dengan tempat tinggalnya." ucap Syahril.


Mimi terdiam, apa yang di katakan Syahril ada benarnya.


"Emm iya kak, nanti kalau sudah dapat baby sister nya baru Mimi ajak mereka pulang." ucap Mimi, yah yang membuat Mimi mengurungkan membawa twins pulang ke apartemen nya karena belum mendapatkan bebysister buat twins.


"Bukannya kemarin udah dapat?" tanya Syahril.


"Baru satu kak, yang temannya itu nggak jadi." jawab Mimi.


"Emm kakak gimana? apa sudah lancar para dukun beranak nya?" tanya Mimi.


"Alhamdulillah lancar, tapi ya kakak masih harus memantau serta memberikan pengarahan kepada mereka dek hingga sertifikatnya turun dari Dinkes." ucapnya.


"Maaf ya, sepertinya kakak menunda pulang kesana." ucap Syahril lagi.


Yah, ternyata pengajuan cuti Syahril tidak di ACC sampai tugas yang diberikan padanya benar-benar akurat tanpa ada kesalahan.


"Ya ndak apa kak, kakak harus selesaikan tugas kakak sampai tuntas. Itukan untuk kebaikan bersama. Ya apa lagi di daerah kita terutama di kampung-kampung masih banyak orang yang masih mempercayai dukun beranak/dukun bayi sebagai perantara mereka dalam persalinan."


"Mimi sangat setuju dengan pemerintah yang tidak menghentikan atau menghilangkan keberadaan dukun bayi/dukun beranak dengan cara bermitra pada Dinkes, dengan diberikan bimbingan profesi mereka tetap berjalan." ucap Mimi.


"Iya dek, dengan adanya penyuluhan serta bimbingan jadi mereka mengetahui cara mengatasi permasalah yang terjadi saat persalinan dan setelah masa persalinan."


"Ya tidak dapat dipungkiri juga dek masih banyak masyarakat kita khususnya yang tinggal di desa-desa, di perkampungan khususnya tempat kakak ini masih memercayakan pertolongan persalinan pada dukun bayi yang merupakan bagian dari system kepercayaan dan kebudayaan masyarakat."


"Oleh karena itu agar peranan dukun bayi tetap berjalan dan tidak dapat dihilangkan begitu saja, pemerintah mengajak mereka untuk bermitra dan mengalihkan sebagian perannya sebagai penolong persalinan kepada bidan." terang Syahril.

__ADS_1


"O jadi nanti dukun bayi itu harus berdampingan dengan bidan ya kak saat ada penanganan persalinan?" tanya Mimi.


"Iya dek, karena nantikan saat persalinan itu akan mendapatkan surat keterangan kelahiran untuk proses pembuatan akte anak." ucap Syahril.


"Emm iya juga. Dengan adanya kolaborasi antara bidan dan dukun bayi angka kematian ibu saat melahirkan juga dapat di tekankan." ucap Mimi.


"Iya dek, dengan adanya kemitraan bidan dan dukun bayi ini merupakan salah satu upaya yang telah dicanangkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kader posyandu dipandang sebagai elemen strategis lain yang perlu bermitra. Elemen ini juga merupakan bentuk pengejawantahan nyata dari partisipasi masyarakat dalam peningkatan pelayanan kesehatan dasar di lingkungannya." terang Syahril.


"Emm, apa para dukun bayi itu berminat kak?'' tanya Mimi.


"Alhamdulillah dek, saat di lakukan sosialisasi antar kampung kemarin banyak yang berminat." ucap Syahril.


Mimi dan Syahril asik membahas tentang bidan dan dukun bayi, setelah puas menyakur kerinduan walau hanya via telpon mereka pun kembali ke rumah.


Ryan sangat terlihat bahagia dari rona wajahnya.


"Bagaimana Yan?" tanya Arfan saat mereka duduk bersama di ruang tengah sambil menonton tv.


"Alhamdulillah" jawab Ryan dengan senyum.


"Jadi?" tanya Rudi.


"Iya Alhamdulillah Di'ah hamil tiga minggu." jawab Ryan.


"Alhamdulillah." jawab ketiga sahabat Ryan. turut bahagia mendengarnya.


Jam terus berputar, hari pun telah berganti ke bulan. Tiga bulan telah berlalu usia kehamilan Di'ah pun telah masuk bulan ke empat.


Syahril juga telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada para bides untuk memberikan bimbingan dan dampingan kepada dukun bayi.


Rencana Syahril ke LA pun telah di rencanakan, ternyata tak hanya Syahril dan Ryan, kedua orang tua Syahril, kedua orang tua Mimi serta sepasang suami istri yang sangat berperan di kehidupan Mimi pun ikut datang ke LA.


Mimi dan twins telah pindah di apartemen Syahril. Usia twins sudah empat bulan, perkembangan twins pun sangat meningkat.


Hari ini apartemen Mimi tengah ramai karena para tetua nya telah tiba di LA. Twins menjadi topik utama di keluarga ini.


Bunda selalu terharu bila melihat si Abang yang menurut bunda wajahnya sangat mirip dengan Abidzar.


"Yah lihatlah si Abang ini.. Wajahnya sangat mirip dengan Abi." ucap bunda, ayah Brata pun mengangguk setuju.


"Si adek juga mirip dengan Abi tapi cenderung ke Syahril." ucap ayah Brata.


"Iya ya San," ucap Babah.


"Oh ya Mi, siapa nama si twins apa sudah kamu beri nama?" tanya emak. Ya sampai sekarang mini belum.memberikan nama. pada twins.


"Belum mak, tunggu kak Syahril Bae." jawab Mimi.


"Emm sudah Umma, tapi kata kak Syahril nanti dia juga minta persetujuan Babah, bapak dan ayah." jawab Mimi, mereka pun hanya mengangguk.


Disaat mereka bermain dengan si twins, bell pun berbunyi. Tak lama masuk lah Mbak Surti dan Jhonatan dengan si baby Alex.


Yah Surti telah melahirkan empat puluh hari lalu dan anaknya berjenis kelamin laki-laki.


Tak hanya orang tua Mimi dan Syahril yang datang, orang tua Di'ah juga datang hari ini hanya saja orang tua Di'ah tak langsung ke apartemen karena ayah Brata meminta mereka untuk segera ke rumah sakit agar Babah nya Di'ah segera di tangani.


Orang tua Di'ah pergi ke rumah sakit di temani oleh orang tua Ryan. Di'ah sendiri belum mengetahui jika kedua orangtuanya juga berada di negara ini.


"Oh ya Mi, Syahril kapan ke sini?" tanya bunda Rahmah.


"Emm mungkin lusa bun."jawab Mimi.


Orang yang sedang di bicarakan saat ini telah berada di bandara. Yah Syahril dan Ryan telah sampai di bandara. Mereka berdua sengaja tidak memberitahu kepada orang terkasih mereka kalau mereka telah berada di LA.


Beberapa jam kemudian, Syahril dan Ryan telah berada di gedung apartemen mereka. Mereka masih belum memberitahu kepada yang lain.


Disaat akan makan malam bell pun berbunyi. Salah satu Baby sitter twins membuka pintu.


"Maaf mau cari siapa?" tanya sang banysitter yang belum mengenal Syahril maupun Ryan.


"Emmm." sebelum Syahril menjawab Mimi menuju pintu.


"Kakak.." ucap Mimi yang langsung berjalan menuju pintu.


"Assalamualaikum." ucap Syahril dan Ryan.


"Waalaikum salam." Mimi langsung menyalami Syahril dan Ryan. Syahril mengecup kening Mimi.


"Aneu ini suami dan ipar ku." ucap Mimi memperkenalkan Syahril dan Ryan pada Aneu.


"Eh maaf tuan," ucap. Aneu merasa tidak enak karena tidak mengetahui jika salah satu laki-laki yang baru di lihatnya adalah suami dari Mimi.


"Its oke." ucap Syahril.


"Ayo kak, masuk. Kak Ryan, ayok." ucap Mimi.


Syahril dan Ryan pun masuk kedalam.


"Assalamualaikum." ucap Syahril.


"Waalaikum salam" ucap semua yang berada di ruang keluarga.

__ADS_1


Syahril dan Ryan langsung menyalami mereka semua secara takzim.


"Kata Mimi kamu lusa baru kesini?" tanya ayah Brata sambil memeluk Syahril dengan menepuk punggung Syahril.


"Rencananya iya Yah, tapi kalau bisa secepatnya kenapa tidak iya nggak." ucap Syahril.


"Ayah sehat?" tanya Syahril.


"Alhamdulillah, kamu bagaimana?" ucap ayah Brata.


"Alhamdulillah sehat juga." jawab Syahril.


Syahril melihat di tengah-tengah para nenek ada tiga orang bayi. Syahril melihat ke arah baby twins.


"Eitss sana bersih-bersih dulu, jangan langsung pegang baby." ucap Umma menjauhkan si Abang dari jangkauan tangan Syahril.


"Ckk Umma pelit amat, dikit aja Umma pengen cium." ucap Syahril.


"Ndak ndak, sana kamu mandi dulu." ucap Umma, mau tak mau Syahril pun melangkah kan kakinya menuju kamarnya bersama Mimi.


"Oh ya Yan, ummi sama Abi mu masih di rumah sakit sama mertua mu." ucap Umma.


"Iya Umma, tadi sudah nelpon ummi." jawab Ryan.


"Emm Umma, Ryan ke apartemen Ryan dulu." ucap Ryan.


"Eh nanti saja, kita makan dulu." ucap Umma


"Iya Yan, di apartemen pasti tidak ada Di'ah." ucap emak.


"Iya Mak, Di'ah tadi masih dinas." jawab Ryan.


Yah selain menelpon orang tuanya tadi Ryan juga menelpon Di'ah menanyakan keberadaan nya, ternyata Di'ah masih dinas dan belum pulang karena dia mendampingi dokter melakukan operasi.


"Ryan mau bersih-bersih dulu Mak. Umma, bunda." ucap Ryan.


"Ya sudah nanti habis mandi kamu kesini lagi." ucap emak.


"Iya Mak, assalamualaikum" ucap Ryan.


Di dalam kamar Syahril langsung memeluk Mimi.


"Kakak kangen yang" ucapnya yang memeluk Mimi dari belakang. Mimi membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan sang suami.


"Sama kak,Mimi juga kangen." ucap Mimi dengan memeluk Syahril erat. Mimi mencium aroma parfume yang sangat Mimi sukai dari tubuh Syahril.


Syahril terus mengecup kepala Mimi, kemudian tangannya beralih menangkuo wajah Mimi Syahril melayangakan ciumannya di kening Mimi dan menciumi seluruh wajah Mimi.


Terakhir Syahril, mencium bibir yang selalu menggoda matanya. Berawal kecupan kecupan kecil namun seiring kapasitas kecupan itu beralih menjadi lumayan kecil hingga menambah kapasitas menjadi lumayan yang intens sampai mereka berdua kehabisan pasukan oksigen.


Terlihat sorot mata yang sayu berkabut penuh dengan sinar kerinduan dan kabut nafs* yang menggelora.


"Kakak mandi dulu sana," ucap Mimi.


"Bentar lagi yang." ucap nya dengan mengangkat tubuh Mimi menuju ranjang.


"Kak.." panggil Mimi, Syahril tak menggubrisnya, Syahril melayangkan ciuman nya kembali di bibir Mimi yang terasa sangat manis dan seolah menjadi candu baginya.


"Kak" panggil Mimi lagi saat ada peluang bibir nya bebas dari bibir Syahril.


"Emmm" ucap Syahril yang lagi-lagi akan mencium Mimi, namun Mimi sedikit mendorong dada Syahril.


Syahril menatap Mimi dengan mata yang sudah terlihat penuh gelora nafs*.


"Mandi dulu, kita sudah di tunggu di bawah." ucap Mimi mengingatkan Syahril bahwa mereka pasti di tunggu para tetua.


Sedangkan para tetua pun sedang menunggu dua sejoli yang masih memadukasih di dalam kamar.


"Ckk nih Syahril itu mandi atau apa sih." ucap Umma yang terus melihat ke arah tangga yang belum juga kelihatan batang hidung Syahril dan Mimi.


"Sabar San, macam tau tau saja lah." ucap bunda Rahmah.


Setengah jam kemudian Syahril dan Mimi pun turun, Umma yang kebetulan berdiri untuk mengecek arah tangga pun melihat Syahril dengan muka garang dengan kedua tangan di pinggang.


Syahril yang melihat Umma nya hanya cengengesan.


"Hai Umma Aril yang tersayang." ucap Syahril dengan santainya memeluk Umma nya.


"Kamu itu mandi apa ngapain sih? Ndak tau semua sedang nunggu" ucap Umma dengan salah satu menjewer telinga Syahril.


"Auh auh auh Umma, sakit Umma aduuh Umma kdrt nih." ucap Syahril dengan memegang tangan Umma yang masih berada di telinganya.


"Makanya kalau di suruh mandi itu ya mandi bukan ngerjain yang lain dulu." ucap Umma.


"Ckk macam Ndak pernah muda Bae Umma nih." ucap Syahril.


"Aiss kalau di bilangin jawab terus." ucap Umma.


Karena meja makan tak mencukupi menampung keluarga besar ini maka Umma dan para ibu para nenek ini menggelar karpet dan hidangan pun terhidang di atas karpet. mereka pun makan malam dengan lesehan.


** TBC **

__ADS_1


Assalamualaikum maaf ya baru up, semoga kedepannya akan rutin up. selamat tahun baru semoga di tahun ini kita diberi kesehatan dan keberkahan.


__ADS_2