Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
1:1 Hinaan


__ADS_3

Disebuah rumah sakit terkenal, terbaring lemas seorang perempuan. Yang teggah menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya dan seorang, laki-laki yang masih nampak mudah duduk disebelah ranjang. Mengusap lembut kepala perempuam itu.


"Sayang, kamu tunggu disini ya mas mau pergi sebentar. Kamu jangan kemana-mana."


"Mas mau kemana? Jangan tinggalkan Dinda mas, sekarang hanya mas satu-satunya yang Dinda harapkan"


"Kamu tenang dulu ya sayang, mas keluar sebentar saja nanti mas segera kembali"


Gegas laki-laki muda itu keluar dari ruangan dengan wajah yang di tekuk, dan terlihat frustasi sambil menjambak rambutnya.


"Ya Allah aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk istriku, aku adalah suami pengecut yang gak bertanggung jawab. Bagaimana aku bisa membahagiakan Dinda kalau bayar biaya rumah sakit saja aku gak sanggup. Aku harus jadi kemana lagi, gak mungkin aku munjam sama kak ipar nanti mala jadi bahan hinaan dan tertawaan"


"Tak masalah saya dihina, asal Dinda sehat dan bisa keluar dari rumah sakit. Soal hinaan sudah sering juga jadi gapapa harus harus dapat uang lima juta untuk bayar rumah sakit.


Gegas laki-laki itu pergi, tujuan dia saat ini adalah rumah mertuanya. Ia sudah gak peduli dengan setiap hinaan terhadapnya, karena kesehatan istrinya lebih penting ketimbang gengsi dan ego. Dava sudah siap mental jika nanti ia mendapatkan hinaan. Ia harus kuat.


Dava pesan ojek dan langsung meluncur kerumah mertuanya, ternyata dirumah mertuanya ada kak ipar Dava mereka semua berkumpul disana. Baru saja Dava turun dari motof semua tatapan mata tertuju kepadanya, tapi Dava sama sekali gak peduli dengan tatap intimidasi itu! Karena tujuan Dava pulang kerumah untuk minjam uang bukan buat hal yang lain.

__ADS_1


Baru saja Dava mengijakan kaki di depan pintu sudah di sambut dengan suara bariton dari kak ipar, yang jelas dengan kata-kata hinaan yang terlontar dari bibir manisnya.


"Wah....bu, kak lihat deh siapa yang datang, menantu miskin ibu datang, pasti mau minta sembako bu yups...gak mungkin kan mereka munpang disini."


Walaupun perkataan kak ipar Dava sangat menusuk hati dan membuat Dava sakit hati tapi Dava gak peduli dengan hinaan itu, ia sangat ingat tujuan Dava pulang kerumah. Tujuannya untuk minjam uang jadi ia gak mau membuat kondisi makin runyem.


Dava dengan berani melangkah masuk kedalam rumah ternyata didalam, ada kedua kak iparnya. Walapun mereka memandang Dava dengan tatapan tajam tapi Dava gak peduli, ia langsung melangkah dan berdiri tepat di samping ibu mertuanya.


"Bu..boleh Dava pinjam uang lima juta untuk bayar biaya operasi Dinda bu, sekarang Dinda gak bisa keluar dari rumah sakit karena Dava gak ada uang." ujar Dava sopan. Tapi sayang sebelum ibu mertua menjawab kak iparnya yang duluan menyambar perkataan Dava.


"He menantu miskin dan kurang ajar, kamu dapat keberania dari mana? Sehingga berani sekali kamu minjam uang sama mertua, gak tahu malu, hahaah...bu lihat pilihan ank bungsu ibu..kayak gak ada laki-laki lain saja Dinda memungut sampah ini dari mana."


"Ha...apa kau bilang? Kamu meminjam uang kepada ibu mertuamu, berani sekali menantu miskin seperti kamu minjam uang kepadaku. Bentak ibu mertua mengelegar diseluruh ruangan.


"Iya bu, tolong Dava bu, Dinda baru selesai operasi tapi gak ada biaya bu, jadi Dinda belum diijinkan pulang dokter kasih waktu hanya sampai sampai malam bu tolong. Dava janji, Dava akan ganti uang ibu secepatnya."


Sebenarnya Dava juga gak ingin meminjam uang sama ibu mertua tapi, keadaan menuntut dan gak ada cara lain lagi selain minjam sama ibu mertua kalau gak kak ipar. Walau Dava mendapatkan hinaan bertubi-tubi tapi Dava gak hiraukan.

__ADS_1


Ibu mertua menggeram dengan wajah marah" Dasar menantu gak berguna kamu" sentak ibu mertua.


"Astaga Dava! Kamu sungguh tak tahu malu, seharusnya kamu yang memberikan uang kepada ibu mertua bukannya, mala minta pinjam uang, mana tanggung jawab kamu sebagai suami, uang hanya lima juta aja harus minta pinjam sama mertua, itu juga kamu berani menikah adik saya. Dasar omong kosong." sentak kak ipar kedua Dava


"Dengar ya menantu miskin! Jika kamu adalah suami yang bertanggung jawab, kamu berusaha mendapatkan uang lima juta itu tanoa minjam, lihat kaknya Dinda!. dia hidup bahagia karena suaminya orang kaya pekerja keras, menantu saya itu selalu memberikan banyak uang kepada saya bukan seperti kamu. Miskin hina gak punya apa-apa tapi berani menikahi anak saya."


"Hmm.. benar tuh! seharusnya kamu yang berusaha membayar uang operasi istri tercinta kamu itu, bukannya mala minjam ke mertua ck..."


"He...adik ipar miskin ingat ya, jangan sampai nanti ayah pulang bertungas dari luar negeri kamu mala mengaduh sama ayah."


Dava, sebenarnya gak ingin minjam uang kekeluarga Dinda. Karena memang Dava tahu seperti apa perlakuan mereka ke Dinda dan Dava, hanya saja karena papa mertua Dava baik dan gak perna marah apalagi menghina Dava.


Selama papa mertua dava masih di ruman, Dava dan Dinda masih hidup tenang, hanya karena sekarang papa mertua lagi ada pekerjaan di luar negeri. Itu yang membuat Dinda dan Dava tersiksa. Ini juga karena terpaksa Dava datang meminjam uang tapi mala diperlakukan seperti bina**ng.


"Kak! Dava hanya minjam nanti Dava akan kembalikan ini juga untuk adik kandung kak dan anak bungsung ibu. Saya janji kak saya akan kembalikan tolong bantu Dava kak"


"Buk.....Berani sekali kamu bicara lancang begitu sama kak ipar kamu sendiri apa orang tua kamu gak ngajarin sopan santun, ingat ya ipar miskin, kami ini keluarga terhormat jadi jangan bikin malu kami disini sekarang kamu pergi."

__ADS_1


Dava bangkit dari duduknya dan menatap semua orang yang ada didalam rumah itu satu persatu. Dan bersumpah didalam hatinya, suatu saat ia akan membalas, kelakuan mereka.


Dava keluar dari rumah besar itu dengan hati yang sakit dan pedih. Karena ia gak dapat uang untuk bayar biaya rumah sakit, bagaimana Dinda bisa keluar dari rumah sakit." arga....benar kata keluarga Dinda saya menantu gak berguna! Masa hanya uang lima juta saja saya gak bisa. Saya harus cari kemana lagi untuk mendapatkan uang sebanyak itu."


__ADS_2