Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
437


__ADS_3

Nyonya Ziya dan Tuan Adinata terkejut mendenfar perkataan tamu undangan itu, untung pak Erik yang melarangnya kalau tidak bisa bahaya buat Den Grey dan nona Gretta. Nyonya Ziya dan Tuan Adinata mengelengkan kepala melihat tingkah wanita itu.


"Jeng...maaf sebelumnya, saya memang sudah beritahu semua pengawal dan anak-anak saya di sini untuk menjaga cucu saya, jika ada yang ingin mengambil gambar atau video mereka dengan tiba-tiba, orang itu harus di cegah karena saya tidak mau kedua cucu saya kenapa-kenapa, saya suami dan kedua anak saya sengaja tidak mempublikasihkan cucu saya ke publik jadi saya harap jeng maklumi dan untuk semua para tamu undangan di larang mengambil video sembarangan karena sudah di sediakan kamera disini." Ujar nyonya Ziya.


"Ah masa sih jeng saya hanya gemas aja loh sama cucu jeng makanya saya mau videokan hanya itu aja tidak bisa, padahal anak orang kaya lainnya saja mau dan mereka bangga anak atau cucunya di videoin dan viral di publik, padahal nih ya kalau seandainya jeng ijinkan saya untuk video dan viralkan pasti akan menaikan popularitas bisnis keluarga jeng loh" ujar wanita itu tidak mau kalah.


Karena nyonya Ziya sudah geram dengan tamu yang tidal tahu diri itu sehingga bu Ziya langsung berikan sindiran membuat wanita itu langsung diam.


"Hehehe...jeng yang benar saja buat popularitas bisnis kami, tidak masalah bisnis kami tidak populer, soalnya tanpa viralnya cucu saya, bisnis keluarga Adinata sudah memiliki popularitas yang tinggi, jadi itu tidak perlu. Bilang saja jeng mau memanfaatka kedua cucu saya untuk menaikan popularitas jeng, jangan jeng pikir saya ini bodoh saya tekankan sekali lagi bagi siapa yang berani sembarangan ambil video dan memostingng saya tidak segan menuntutnya.


Soal yang jeng katakan tadi kalau orang kaya lainnya mau mempublikasihkan anak atau cucunya ke publik, menurut saya itu urusan pribadi seseorang ya jeng, itu hak mereka dan ini juga hak kami untuk melarang siapapun yang ingin mengambil gambar kedua cucu saya akan berhadapan dengan saya. " ujar nyonya Ziya. Membuat wanita tadi menyebikan bibirnya kesal.


"Yuk pah kita menyapah tamu undangan lainnya deh masih banyak tuh" ujar nyonya Ziya berlalu pergi


"Hahaha rasain saya sudah bilang tadi jangan sembarangan ambil video orang, ini mala ngeyel tahu rasa bukan? Jadi orang kok egois baget mau macam-macam sama keluarga Tuan Adinata silahkan!, kalau tidak hancur perusahaan kecil jeng dalam hitungan detik jangan panggil saya hehehe....jeng anda itu baru kenal jeng Ziya satu tahun ini jadi jangan merasa paling dekat apalagi belum tahu peraturan keluarga Tuan Adinata.


Jeng Ziya itu bilang apa itu akan terjadi jika orang tersebut masih tetap ngeyel belum lagi nona muda hehehe....pasti jeng belum kenal dekat ya dengan nona muda, memang nona muda ramah kepada semua orang tapi jangan cobak-cobak menyengol keluarganya kalau tidak mau nyawah jeng melayang dalam sekejap, saya sangat mengenal mereka jadi lebih baik jeng berhenti untuk mencuri gambar kedua cucu Tuan Adinata" jelas perempuan itu, kira-kira siapa perempuan itu sehingga dia tahu siapa nyonya Ziya dan siapa nona muda."


"Cuihhh....sok tahu lo jeng, memangnya jeng siapa berani menasihati saya, suka-suka saya mau ambil gambar atau tidaknya, lagian Tuan Adinata tidak begitu peduli juga buktinya Tuan Adinata dian aja tuh tidak berkomentar dan Tuan muda dengan istrinya saja belum kelihat mana mereka tahu, hanya pengawal rendahan ini aja yang sok,sok,an"ujar wanita itu tidak terimah di bilang begitu.


"Hehehe....makasih atas ucapan anda jeng. Ya sudah silahkan saja kalau begitu saya tidak punya hak juga melarang anda jeng, hanya saja saya cuman ingatkan saja kita sebagai teman bisnis saling mengingatkan tapi jika jeng tidak mau mendengar juga tidak masalah." ujar wanita itu.


Ternyata wanita yang bilang begitu adalah nyonya Mizel istrinya Tuan Angga, ibunya nona Aisya yang sudah meninggal, nyonya Mizel memang paling tahu seperti apa keluarga Tuan Adinata, walaupun Nyonya Mizel perna di kurung di dalam sel bawah tanah dan di belengu sampai dia di per***sa oleh pengawal mantan suaminya sendiri atas suruhan Tuan muda dan Tuan Adinata, tapi nyonya Mizel tidak perna menyimpan Dendam terhadap keluarga Adinata, karena menurut Nyonya Mizel semua terjadi pada dirinya tidak semata salah keluarga Adinata, melainkan karma dari perbuatan suaminya sendiri.

__ADS_1


Nyonya Mizel bersyukur karena Tuan Adinata dan Tuan muda masih mau membiarkan nyonya Mizel hidup, karena itu nyonya Mizel ingatkan wanita itu untuk tidak melakukan hal bodoh namun wanita itu ngeyel dan tidak mau dengar.


*******


Sedangkan di dalam kamar Tuan muda dan Nona muda sudah selesai bersiap dan turun dari tanga untuk turun kebawah.


"Sayang sepertinya semua sudah di di taman soalnya tidak ada siapa-siapa lagi disini" ujar Tuan muda.


Saat Tuan muda dan nona muda hendak melangkahkan kaki di depan pintu datang asisten Arfan dengan di tangannya membuat sebuah kain kecil dan menyerahkan ke pada nona muda dan Tuan muda.


"Maaf nona muda, ini pesan dari nyonya untuk nona muda tolong nutup mata dengan ini" ujar asisten Arfan sambil menyerahkan sebuah kain kecil ke tangan Tuan muda.


"Ha....tutup mata? Untuk apa asisten Arfan? Inikan acara gathering kok pakek tutup mata segala" ujar nyonya muda.


"Sayang ini perintah dari ibu sayang, jadi ikuti saja mungkin ada yang ingin ibu berikan kepadamu, sebenarnya mas juga mau menutup mata tapi bukan mas yang di suruh, padahal mas juga ingin di perhatikan terus dapat kejutan tapi sayang tidak ada yang peduli" ujar Tuan muda membuat nona muda tersenyum melihat wajah Tuan muda mengemaskan.


"Ok baiklah mas kalau begitu Dinda mua tutup mata tapi jangan kencang ya" ujar nona muda


Tuan muda langsung mengambil kain itu dan langsung mengikat di wajah nona muda, Tuan muda menuntun nona muda ke taman belakang, namun langkah mereka terhenti saat Tuan muda melihat dekoran yang mewah dan ada panggung semua keluarga sudah naik di atas termasuk nona Gretta dan Den Grey.


Keluarga besar hanya nunggu Tuan muda dan nona muda datang, semua diam tidak ada yang bicara karena sudah kerja sama dengan para tamu undangan jadi tamu undangan juga diam semua, tidak ada yang bicara.


"Ya Tuhan ternyata ini rencana ayah sama ibu untuk istri ku pantas aja di suruh pakek gaun dan jas, hmmm benar-benar kejutan yang sangat mengejutkan pasti ini kerjaan pak Erik dan asisten Arfan tapi tidak memberitahu aku juga dasar." Gumam Tuan muda.

__ADS_1


Tuan muda terpanah melihat dekor yang sangat indah dan semua keluarga sudah menunggu, karena nona muda merasa suaminya tidak bergerak akhirnya nona muda memanggil Tuan muda.


"Mas...loh kok diam, kenapa tidal jalan atau kita sudah sampai mana semua orang kenapa tidak ada suara sama sekali. buka dong mas penutup mata Dinda" ujar nona muda.


"Eh....maaf sayang mas masih perhatikan sekitar karena mas juga heran kemana semua orang kok tidak ada satu orang pun disini, pada kemana ya yuks cobak kita kesana siapa tahu mereka ada di sana." ujar Tuan muda menuntun nona muda ke panggung setelah sampai di tanga panggung Tuan muda langsung mengendong nona muda takutnya jatuh.


"Eh... Mas kenapa di gendong sih udah sampai belum kita mas jauh banget perasaan dekat" ujar nona muda.


Tuan muda tidak menghiraukan perkataan nona muda tapi langsung mengendong nona muda dan setelah sampai di atas panggung Tuan muda menurunkan nona muda dengan pelan.


"Sayang kita sudah sampai tunggu mas buka mata kamu ya," ujar Tuan muda.


"Baik mas" ujar nona muda.


"Siap ya, satu...dua ...tiga.....hore........."


"Selamat sukses ya anak ayah ibu" ujar nyonya dan Tuan Adinata di sambung dengan nyonya Riskan dan Tuan Winata kalau keluarga yang lain berteriak hore dan ucapkan selamat sukses dengan kencan.


Nona muda yang dapat kejutan manis dari kedua orangnya menangis terharu, sangking terharuanya menangis sesunggukan. Karena nona muda tidak tahu kalau ternyata diam-diam mertuanya menyiapkan kejutan special untuknya.


"Ya Tuhan bu, ayah indah sekali makasih banyak atas kejutannya Dinda pikir hanya acara makan biasa aja ternyata ada kejutan special dari ayah dan ibu, Dinda terharus ya, bu mas kenapa tidak bilang pasti mas pura-pura tidak tahu bukan" pinta nona muda, sedangkan Tuan muda yang di serang bingung karena Tuan muda juga tidal tahu.


"Sayang kenapa mas yang jadi kambing hitang sedangkan mas aja tidak tahu menaun soal ini, yang pastas di salahkan itu pak Erik dan asisten Arfan karena tidal mau memberitahu kita." ujar Tuan muda membuat yang lain tertawa.

__ADS_1


"Mami sayang selamat ya Grey dan adik Gretta senang atas kesuksesa mami." ujar Den Grey sambil mencium nona muda


__ADS_2