Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
224


__ADS_3

Ayah menyuruh kami tetap waspada, karena biarpun Admaja sudah meninggal bukan berarti kami sekeluarga sudah aman belum tentu. Namanya seorang pembinis terkenal jadi banyak pesaing bisnis yang ingin menjatuhkan lawannya dengan cara apapun. Kami semua yang sedang Asyik Dinda memeluk ibu dan bersandar pada ibu. Ibu hanya senyum saja aku tahu istriku dulu kurang kasih sayang dari ibu mertua jadi tidak masalah jika Dinda manja sama ibu.


"Ibu, maaf sebenarnya Dinda punya hadia untuk ibu sebelum Dinda berangkat ke paris, tapi mala Dinda lupa, semoga ibu suka ya memang hadia dari Dinda tidak seberapa tapi ini tanda sayang Dinda untuk ibu, karena hanya ibu lah yang Dinda miliki sekarang hikssss....hiksss..." mungkin salah satunya pengaruh siklus hormon sehingga Dinda kadang tiba-tiba sedih dan tiba-tiba senang moodnya beruba-uba.


"Sayang, putry ibu kenapa nangis. Jangan bersedih begitu, mana hadianya pasti ibu sangat suka" Tuhkan Dinda langsung berbinar matanya saat mendengar kalau ibu senang dengan pemberiannya. Ibu mengelus kepala Dinda parsis kayak masih anak bayi.


Dinda keluarkan kalungnya dari dalam tas dan memberikan kepada Ibu, ibu terkejut dengan kalung itu karena ibu tahu harga dari kalung itu.


"Aataga serius kamu sayang memberikan ini pada ibu? astaga cantik sekali pilihan kamu putri ibu. Ibu senang sekali nak ini harga tafsiran dua miliyar ini kalau tidak salah karena lihat dari modelnya...kamu tahu nak ini adalah kalung impian mbak kamu dulu, dia meminta ibu untuk membelikan dia kalung parsis seperti ini dan ibu janji jika mbak kamu Lulus dengan nilai terbaik ibu akan belukan untuknya hiks...hiks...." sekarang giliran ibu yang sedih.


"Bukan ibu tidak mau belikan, hanya saja ibu ingin ajari anak-anak ibu agar mereka mendapatkan sesuatu itu dengan hasil usaha mereka sendiri, bukan karena orang tuanya kaya jadi selalu manja akhirnya pada saat besar tidak bisa usaha sendiri. Namun ternyata keinginan mbak kamu tidak tercapai sayang, ibu belum menepati janji ibu ke mbak kamu justru mbak kamu sudah pergi dan sekarang putry kedua ibu yang membelikan untuk ibu, kalung ini lebih berharga dari semua barang yang ibu punya. Ini hadia terbaik dari putry ibu karena putra ibu belum perna berikah hadia untuk ibu."


Hahaha..... Astaga ternyata kedua wanita terhebat di depan ku ini sama karakter mereka tiba-tiba menangis tiba-tiba bikin lucu.


Diselah-selah tangis kedua wanita terhebatku ada terselip kebahagiaan dan canda tawa. Kebahagiaan aku semakin bertambah karena sebentar lagi aku juga sudah punya anak.


"Ayah jadi cemburu..kalau putry ayah beli hadia untuk ibu, terus punya ayah mana? Masa ayah dilupain" semua kembali tertawa mendengar perkataan ayah seorang Tuan Adinata bisa ngambek dengan putry nya.


"Oh, iya punya juga ada ini untuk ayah semoga ayah suka ya " waduh kenapa aku yang jadi kambing hitam aku tidak tahu apa-apa justru aku di tuduh.

__ADS_1


"Wah...apa ini sayang, makasih ya dan boleh ayah buka"? Tanya ayaj sumbringan. Ayah langsung membuka kotak itu ternyata jam tangan mewah membuat ayah sangat senang.


"Putryku sangat tahu saja kalau sudah rusak jam ayahnya hehehe"


Setelah obrolan panjang, aku Dinda pamit pada ayah dan ibu, karena kami rencana ketemu dengan Ayah mertua dan Dinda hubungi kakak Dea untuk ketemu sekalian berikan hadia mereka dengan mas Tohir, kakak Dea pernah bilang kalau mereka ingin pindah ke rumah baru tapi setelah semua masalah kelar tunggu satu minggu lagi Kenedy jatuh disitulah bu Anjani juga kembali menjadi gembel.


Sebenarnya rencana awal ayah mertua, ingin menyuruh pihak bank datang menyitah semua fasilitasnya, sebelum pemilihan tapi setelah aku ketemu dengan ayah mertua dan kami kembali berunding akhirnya kami memutuskan setelah pemilihan barulah kami bertindak, jadi sekali jatuh ibu dan anak mereka terjun bebas jadi gembel.


Awalnya ibu keberatan karena takut terjadi apa-apa, namun aku menyakinkan ibu kalau kami berdua baik-baik saja.


"Ya sudah nak, pergilah tapi hati-hati ya jangan ngebut dan salam untuk besan ya, bilang nanti ayah pergi menemui besan untuk merencanakan sesuatu."


"Baik ayah, ibu" aku mengandengan tangan Dinda dan kuluar dari rumah sedangkan asisten Arfan ada di belakang dengan Gama, tumben anak ini mau ikut padahal dia jarang keluar selama ada disini.


"Tidak kakak, tenang saja Gama bukan anak kecil jadi cepat bosan terus merengek minta pulang."


"Hehehe siapa tahu saja Gam, makanya carilah pasanganmu Gam biar kemana-mana kamu tidak kesepian, kamu dengan Rafa sama tapi kalau Rafa masih mendingan karena ada Ririn, sedangkan kamu tidak punya apa-apa" Gama yang mendengar pekataanku tertawa.


Akhirnya kami masuk kedalam mobil dan pergi, tujuan pertama kami ketemu dengan ayah mertua, kalau kakak Dea mungkin minta ketemuan di luar saja. Dinda rencana telpon kakak Dea.

__ADS_1


"Hallo kakak, ada dimana"?


"Hallo juga dik..ini kakak ada di restoran, kalian sudah pulang ya dik dari paris"? Tanya kakak Dea.


" Menganggu tidak kakak? kalau kita ketemuan soalnya Dinda ada bawain kakak oleh-oleh, Dinda juga lagi dalam perjalanan ke tempat ayah kakak tidak mau datang lihat ayah Dinda kangen soalnya sama ayah."


"Oalah dik, kemarin kakak baru pergi lihat ayah jadi ayah baik-baik saja kok, tapi kamu pergilah lihat ayah dulu karena kata ayah kangen banget sama kamu dik"


"Baiklah kalau begitu kita ketemu di mana kakak dan jam berapa karena setelah kami selesai dari tempat ayah rencana mas dara ngajak Dinda ke kantornya."


"Ya, sudah bagaimana kalau sore jam empat saja dik biar sekalian kita makan bersama saja" Dinda dengan kakak Dea janjian sore tidak masalah sih menuruku, karena siang juga agak panan lagian kau mau bawah istriku ke perusahaan untuk menunjukan kepada semua orang ini aku dan istriku tidak ada lagi sembunyi-sembunyi sebagai ob.


Setelah selesai istri menelfon kakak Dea kembali menyimpan hpnya dan kembali dia entah apa yang di pikirkan istriku.


"Mas, Dinda ingat kembali perkataan Mas semalam, waktu paman Admaja meninggal itu kalau tidak salah mas bilang kalau mas tahu siapa anak kandung paman Admaja, memangnya paman Admaja perna menikah terus dimana anak dan istrinya."?


Astaga aku baru ingat dengan perkataanku semalam ternyata istriku mendengarnya. Tapi tidak masalah lebih baik istriku tahu untuk apa aku harus sembunyikan lagi toh Admaja sudah meninggal.


"Memangnya sayang pengen tahu siapa putrynya Admaja, sayang yakin tidak terkejut mendengarnya"

__ADS_1


"Dinda yakin tidak terkejut jadi jadi mas beritahu saja"


"Baik lah sayang, ternyata anaknya Admaja adalah Lexza sayang, jadi dulu bu Anjani perna menjalin hubungan dengannya" Dinda yang mendengar perkataanku matanya nembulat sempurna, antara percaya dan tidak percaya, awalnya juga aku sulit percaya tapi kenyataan memang pahit yang harus kita terimah.


__ADS_2