
Semoga Rafa berhasil membujuk ayah untuk tidak bertindak gegabah, aku sangat percaya kok apapun yang di lakukan ayah mungkin sudah berpikirnya denngan matang semoga saat aku sampai di sana semua masih aman tidak terjadi apap-apa, setelah selesi aku telponan dengan Rafa aku langsung matikan telpon dan berbaring di samping Dinda...tidak lama aku tertidur....
*******
Wah...tidak terasa waktu cepat berlalu dan saat aku membukan mata ternyata sudah jam tujuh berarti sebentar lagi kami sudah sampai. Ya kami cepat sampai biar aku bisa membasmi manusia purba itu.
Aku tidak sadar kalau ternyata istriku sudah bangun dengan senyum manisnya ia menghampiriku karena baru keluar dari kamar mandi.
" Selamat pagi mas...suami kesayangan Dinda,...sudah bangun? yuk mandi dulu biar sengar sebentar lagi kita sudah sampai. Bauh nanti kalau tidak mandi"
" Selama pagi juga istri kesayangan mas, kamu tidak apa-apakan sayang, kondisi kamu baik sajakan?....kapan kamu bangun sayang kok mas tidak tahu" tanyaku pada istriku soalnya aku lihat Dinda sangat sengar."
"Mas bisa lihat sendirikan Dinda baik-baik saja, Dinda sudah minum vitamin dan obat dari dokter Riski makanya badan Dinda enak sekali mas...yuk bangun. Palingan sebentar lagi pelayan mengantar makanan" Dinda mendekati kepala ku dan mencoba mengangkat tubuh ini agar bangun akhirnya aku bangun dari tidurku dan memeluknya.
"Hummm istriku sudah wangi sekali...ya sudah mas mandi ya soalnya sebentar lagi pelayan akan mengantarkan makanan." ujarku lagi mengulangi perkataan Dinda.
Aku langsung gegas ke kamar mandi dan membersihkan diri hampir dua puluh menit aku di kamar mandi akhirnya selesai juga rutinitasku aku keluar dari kamar mandi dan gegas keluar, ternyata Dinda sudah siapkan pakian untuk aku ganti tak lama pintu terbuka dan masuk dua orang membawah sarapan pagi...mereka meletakkan di atas meja dan mereka gegas keluar.
__ADS_1
"Mas sudah selesai yuk kita sarapan dulu...." ujar Dinda karena kebetulan aku juga sudah siap jadi langsung gegas mendekati Dinda dan kami sarapan bersama. Asister Arfan mengatakan kalau sebentar lagi kami sampai. Dan benar saja setelah selang tiga puluh menit kemudian pesawat kami mendarat sempurna di bandara.
Kami langsung keluar dari dalan pesawat dan masuk kedalam bandara dan hendak keluar ke loby bandara. Semua pengawal singap menyiapkan mobil dan kami langsung pulang ke rumah.
Jujur, kepulangan kami tidak ada yang tahu selain Rafa, karena Gama kemarin telfon juga aku tidak beritahu dia kalau kami akan pulang jadi pasti semua terkejut dengan kepulangan kami pagi ini tidak masalah karena keselamatan Elsa lebih penting, dari pada kami bersenang-senang disana sedengkan keluargaku dalam masalah besar pasti paman dan bibi syok berat aku yakin paman mau melakukan apa saja demi menyelamatkan putrynya.
Hampir satu jam akhirnya mobil kami beriring-iringan masuk kedalam pekarangan rumah betul saja mereka semua terkejut melihat kepulangan kami. Ibu langsung memeluk Dinda sambil menciumnya kadang aku berpikir aku ini anak kandung ibu atau bukan...dan paling lucunya kadang ibu memperlakukan Dinda kayak putry kecilnya.
"Ibu....Dinda pulang .." ujar Dinda membuat semua keluarga yang serius ngobrol di ruang tengah terkejut.
"Ha...Dinda sayang kalian sudah pulang nak cepat sekali bukankah dua minggu disana kenapa baru satu minggu kalian pulang"....semua orang yang berkumpul di ruang tengan menyambut kami dengan penuh haru, mereka bersikap seoalah tidak terjadi apa-apa padahal aku tahu mereka lagi dalam kondisi tidak baik.
"Bibi, Elsa mana, tumben tidak kelihatan?...."Tanya Dinda tiba-tiba saat semua pada sibuk menyambut kepulangan kami dengan hati senang, tiba-tiba semua wajah beruba menjadi sendu tidak ada seorang pun yang berani membuka mulut termasuk ayah dan ibu terkejut mendapati pertanyaan tiba-tiba dari Dinda.
Karena tidak ada satu orangpun yang menjawab Dinda lanjut lagi peryantaan selanjutnya, tapi kali ini sasaran adalah ibu, ayah, bibi dan paman.
"Ayah, ibu, paman dan bibi sebenarnya kalian menganggap Dinda dan mas Dava anak tidak di rumah ini, kenapa masalah sebesar ini ayah tidak mengabari kami, kenapa ibu juga diam dan bibi terus paman...kalian semua mau Elsa kenapa-kenapa. Kami mana bisa bersenang disana sedangkan keluarga disini mendapatkan masalah." semua keluarga tercengang mendengar perkataan Dinda ada juga pak Erik Rafa juga sudah datang mungkin mereka sudah siap mau pergi.
__ADS_1
"Hiksss.....hiks.....ayah dan ibu tidak mau menghubungi kami kenapa...? Ayah..ibu mana bisa kami senang-senang disana sedangkan keluarga Dinda disini terancam..." karena Dinda menangis sehingga ibu dan bibi memeluk Dinda mereka tidak tahu kalau Dinda lagi hamil jadi moodnya beruba-beruba.
"Maafin ayah ya nak, ayah dan ibu terus yang lain tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini dari kalian, tapi ayah tidak ingin menganggu hari bahagia kalian, tapi kalian tahu dari mana kalau Elsa di culik nak?" karena suasana begini jadi aku belum beritahu keluarga kalau Dinda lagi hamil.
"Iya tidak apa-apa ayah...sekarang Dinda mau bicara dengan ayah pak Erik di ruangan ayah dan yang lain tinggal disini saja.
Singakat cerita semua yang di katakan oleh Dinda ayah menyetujuinya, ide istriku sangat cemerlang mengelabui para penjahat.
Saat kami berkumpul di ruangan kerja ayah, sih penjahat telpon aku sangat mengenal suaranya dan memang sih bajingan itu rupanya. Dia mengirim video Elsa yang di ikat dan dibekap di satu ruang mereka memukul Elsa sampai Elsa tidak berdaya.
Melihat itu darahku mendidih tapi aku di tenangkan oleh Dinda, dengan tenang Rafa yang bicara dengan bajingan itu dan dia meminta jam enam sore harus antar apa yang dia minta ke tempat penyekapan Elsa, Rafa mengiyakan karena memang kami sudah menyusun strategi dan kata salah satu pengawal tempat penyekapan Elsa tidak jauh dari markas.
Akhirnya kami bagi jadi lima kelompok karena satu kelompok tujuh orang, aku melarang Dinda untuk tidak ikut karena aku tidak mau dia kenapa-kenapa Dinda tidak membantah dia hanya menurut saja tapi dari tatapannya sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.
Kami sepakat untuk memakai salah satu pengawal jadi umpan yang akan mengantar semua barang yang mereka minta, sedangkan dua kelompok kami kirim untuk membakar markas mereka. Dan tiga kelompok kami pergi ke tempat penyekapan Elsa. Setelah kami sepakat akhir kami semua bubar tunggu jam lima kembali berkumpul lagi untuk pergi ke tempat dimana Elsa berada.
Untung jam tangan yang di pake oleh Elsa sudah di pasang Gps makanya kami tahu Elsa benaran ada di tempat yang di tentukan itu.
__ADS_1
*******
Tunggu lanjutan besok ya para pembacah setia.