
Saat kami sampai di loby rumah sakit sudah banyak sekali wartawan yang menunggu disana berdesakan. Saat mereka melihat kedatanganku mereka langsung berdesakan kan mendekati aku dan sudah banyak pertanyaan yang mulai di lontarkan oleh wartawan.
"Tuan muda....Tuan muda tolong jawab sedikit pertanyaan kami Tuan muda apakah benar nona muda baru selesai melahirkan."?
"Benar Tuan muda dan apa jenis kelamin Tuan muda."?
Asisten Arfan sudah menenangkan mereka tapi masih ada yang berdesakan dan kembali ribut.
"Harap tenang semuanya kalau kalian mau mendapatkan berita yang valit lebih baik diam dari pada saya mengusir kalian semua dari sini, jangan membuat kelibutan disini, Tuan muda akan menjawab pertanyaan kalian tapi jangan bertanya yang tidak sesuai dengan ekspetasi." jelas asisten Arfan.
"Hallo semuanya, harap tenang saya akan menjawab setiap pertanyaan dari para awak media walaupun tidak terperinci dan tidak semua pertanyaan saya menjawab. Saya hanya menjawab bagian inti saja jadi sekarang boleh bertanya." Ujarku.
"Tuan muda apa jenis kelamin bayi yang di lahirkan nona muda apakah nona muda kecik atau Tuan muda kecil"? Tanya salah satu wartawan.
"Tuan muda bagaimana perasaan keluarga besar mendapatkan cucu pertama terutama Tuan dan nona muda."
"siapa nama Nona atau Tuan muda kecil"
Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan kepadaku, aku hanya tersenyum belum menjawab karena aku menunggu semua pertanyaan yang dilontarkan selesai.
__ADS_1
"Baiklah saya akan meniawab semuanya secara pribadi saya terutaman sebagai seorang suami dan seorang ayah jelas sangat bahagia sekali, putra dan putri saya lahir dengan selamat." Ujar ku.
"Wah...berarti kembar Tuan muda"?
"Jadi nona muda melahirkan dua orang bayi kembar dan sepasang cewek dan cowon" ujarku.
" Siapa nama nona kecil dan Tuan kecil Tuan muda"?
"Maaf Tuan muda bisa kah kami meliput wajah kedua wajah nona dan Tuan kecil"? Tanya salah seorang karyawan.
"Kalau nama, maaf kami sekeluarga sepakat untuk tidak memberitahukan kepada publik begitu juga wajah kedua nona dan Tuan kecil kami tidak bisa mempublikasihkan. Jadi maaf hanta itu saja yang bisa dapat saya jawab jika masih ada pertanyaan yang lain mungkin di lain waktu saja kalau tidak biar asisten Arfan yang melakukan semua itu" ujarku
Aku kembali masuk kedalam dan saat aku jalan melalui koridor rumah sakit tidak sengaja aku di tabrak oleh seseorang sampai orang tersebut jatuh ke lantai karena menghasilkan bunyi yang sangat kuat.
Bukkkkkkk!
"Argh....." teriak orang itu...tapi tunggu kayak suara cewek dan rasanya suara itu sangat familiar sekali.
"Maaf....maaf...aku tidak sengaja" ujar ku tapi bukannya menjawab justru orang tersebut bangkit dari duduknya dan berlalu pergi, orang itu pake topi dan masker di tambah pake jaket dan topinya.
__ADS_1
Orang tersebut jalan tergesah-gesah seperti ketakutan dan langsung hilang di depan koridor itu, sampai aku memanggilnya tapi tidak sedikitpun dia menoleh.
"Hey tunggguh..siapa kamu?..."aku teriakan tapi parcuma dia sama sekali tidak menjawab. Akhirnya aku menyuruh pengawal untuk mengejarnya tapi sayang cara larinya sangat cepat jadi pengawal kehilangan jejak, aku masih bertanya-tanya siapa gerangan itu sepertinya sangat mencurigatan sepertinya ada niatan jahat dalam hatinya, aku harus waspada dan harus ekstra menjaga keamanan di rumah sakit karena aku tidak mau istri dan anak-anakku terjadi sesusatu.
Pengawal tolong cari orang itu sampai dapat dan cek semua cctv rumah sakit ini karena aku yakin orang tadi bukan orang baik, dia penyusut ingin mencari suasana rengang atau penjangaan tidak ketat mereka ingin melakukan kejahatan. Dan asisten Arfan tolong hubungi pengawal untum lima orang di kirim kesini lagi yang lain di rumah." Ujarku.
"Siap Tuan muda" beberapa pengawal gegas pergi mencari orang tersebut sedangkan tinggal aku dengan asisten Arfan, jangan tanya kenapa sekarang aku jarang dengan pak Erik karena kalau aku sibuk pak Erik menghendle semua di perusahaan di bantu oleh Ririn san sekretaris.
"Tuan maaf sebelumnya, kalau saya tidak salah lihat ciri-ciri orang tersebut mirip dengan nona Lexza Tuan, sepertinya nona Lexza ingin merencanakan sesuatu yang jahat dan satu lagi tadi saya juga sempat melihat ada seorang pria berdiri di sudut sana aku gegas mendekat justru dia langsung pergi dan menghilang begitu saja, aku curiga mereka itu komplotan nona Lexza dengan Tuan Kenedy mereka ingin membalas dendam mungkin terhadap keluarga Tuan". Ujar asisten Arfan.
"Iya asisten Arfan aku juga sudah tahu kalau mereka sudah menyimpan dendam terhadap keluarga Adinata terkhusus untuk istriku tapi, aku tidak percaya mereka sekarang sudah mulai menjalankan rencana, dan aku heran mereka tahu dari mana kalau Dinda sudah melahirkan dan dirumaj sakit saat ini. Apakah ada seseorang menjadi pengecut di keluarga Adinata entah siapa itu aku tidak tahu tapi filingku ada." ujarku.
"Maaf Tuan muda jika saya lancang tapi menurut saya lebih baik mulai sekarang penjangaan harus di perketat terutama nona muda dan kedua bayi, kita tidak tahu sekarang rencana mereka seperti apa jadi kita harus waspada sehingga tadi setelah saya melihat kedua orang itu. Saya langsung hubungi Tuan Erik untuk kembali mengatur semua pengawal untuk mereka menjaga dengan baik, jangan sampai kita kembali teledor" ujar asisten Arfan aku juga setujuh dengan pendapatnya
Aku sangat setujuh dengan pendapat asisten, sekarang aku harus menjadi garda depan untuk keluarga kecil ku, mulai sekarang aku menjaga istri dan anakku dengan aku tidak mau mereka terjadi apa-apa kalau Dinda Dia bisa menjaga dirinya tapi aku sebagai suami yang baik aku harus bertanggung jawab dan menjaga, mereka ayah juga tidak mau cucu kesyangan dan menantu kesayang.
Aku juga tidak sengan membunuh siapapun yang ingin mengacaukan kehidupan rumah tanggah ku apalagi ketenangan keluargaku, lebih penting dari segalahnya siapapun dia aku tidak peduli jika mereka datang dan menganggu keluargaku. Lihat saja kau Lexza dan Kenedy aku akan membuat perhitungan kepada kalian aku tidak sengan menghabisi kalian semua kalau berani kalian macam-macam denganku.
Aku diam bukan berarti aku tidak berani menghabisi mereka, tapi aku masih menunggu kalau berani mereka macam-macam sekarang mereka masih cari celah jadi mereka belum bergerak tapi kalau mereka sudah bergerak disitu aku juga akan bertindak dan membuat mereka akan menyesal seumur hidup mereka dasar manusia tidak punya malu.
__ADS_1