
Akhirnya selesai sudah acara perayaan ulang tahun Grey dan Gretta malam ini, kami semua bersiap untuk pulang ke hotel karena besok kesepuluh teman-teman Grey dan Gretta akan balik ke tanah air, begitu juga kakak Erik pulang bersama mereka itu adalah permintaan dari kesepuluh teman-teman Grey dan Gretta.
Padahal aku sudah bilang sama kesepuluh teman Grey dan Gretta, untuk tinggal entah beberapa hari lagi disini baru mereka pulang, sayang mereka sudah sampai disini tapi belum ada waktu untuk pergi keliling kanada lagian mereka datang satu hari sebelum hari ulang tahun Grey dan Gretta jadi lagi sibuk, tapi jawaban mereka membuat aku dan keluarga terharu.
Ya dari antara sepuluh orang ada beberapa di antara mereka adalah berasal dari keluarga tidak mampuh, jadi mereka kulia tapi harus sambil kerja dulu, kalau tidak kerja makan dan minum mereka beli pakek apa.
"Nak...kenapa kalian secepat ini balik ke tanah air, kalian tidak perlu kuatir soal fasilitas dan keperluan selama kalian disini, karena akan om tanggung semua, tunggu aja dulu beberapa hari lagi baru pulang, kalian belum di ajak jalan kemana-mana loh sayang kalau kalian sudah sampai disini tapi tidak kemana-mana, lagian selama kalian disini Grey dan Gretta senang", ujar Dinda, aku dan yang lain sependapat dengan Dinda.
"Maaf om, tante. Makasih banyak sudah baik pada kami semua dari ongkos pesawat pergi pulang dan sudah siapkan fasilitasi semua fasilitas disini untuk kami, sampai sudah mengongkosi kami dan segalahnya , tapi kami harus pulang karena sekarang kami juga harus kerja agar bisa membahagiakan orang tua, sekarang kami semua bekerja om, tante. Sambil kulia jadi kalau kami tidak kerja terus uang kulia kami siapa yang bayar om, jadi kami pulang saja. Syukur kami sudaj di ajak kesini itu sudah lebih dari cukup" Ujar salah satu teman Grey dan Gretta.
"Loh!, bukannya kalian ini mendapatkan beasiswa ya? Kenapa kalian harus bayar uang kulia kalau lagi sudah dapat beasiswa begituberarti semua sudah bisa di cover" tanyaku.
"Iya benar om, tapi hanya uang kulia yang di cover kalau keperluan lainnya kamu yang nanggung semua, kalau kayak kami yang dari keluarga miskin begini bisa apa om, kalau kami tidak bekerja kalau anak oranf kaya tidak perlu bekerja hanya fokus kulia dan belajar kalau kayak kami bertiga ini harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kami, kalau ke tujuh teman mereka mau kerja atau tidaknya tergantung mereka tapi tadi saya dengar katanya mereka juga kerja berarti kami sama"
Kasian juga sama mereka, aku nanti hubungi pihak kampus biar mereka bertiga di bebaskan keperluan mereka mereka di kampus, nanti aku meminta kakak Erik untuk urus mereka, memang mereka bertiga berprestasi makanya mereka dapat beasiswa tapi untuk keperluan lainnya mereka tidak bisa di penuhi kalau mereka tidak bekerja.
__ADS_1
"Kalau memang itu keputusan kalian om tidak akan melarang, tapi apa tidak satu hari lagi disini jadi besok kalian bisa pergi jalan-jalan." ujarku.
"Iya benar itu Dita....lusa saja kalian pulang ya biar besok kita bisa jalan-jalan, sayang loh! Kalian sudah sampai disini masa secepat itu kalian pulang ah....kalian tidak seruh deh padahal ini terakhir kalinya kita ketemu loh kapan lagi cobak. Kalau kami berdua pulang ke tanah air juga belum tentu kita ketemu karena pasti kalian pada sibuk semua. Jadi ini kesempatan untuk kita bersenang-senang dulu" ujar Gretta kayak tidak iklas teman-temannya pulang.
" Iya Grey juga setujuh dengan pendapat adik masa kalian baru datang harus pulang lagi, kita harus jalan-jalan besok kalau sudah puas boleh kembali ke tanah air kalian bisa cuti satu minggu, masa dari perusahaan kalian kerja tidak berikan waktu untuk kalian liburan lucu aja sih" sambung Grey
"Maafin kami Grey, Gretta. Makasih banyak kalian semua baik pada kami dari kalian berdua, om dab tante terus kakek dan nenek kalian juga di tambah dengan semua keluarga kalian yang sudah menyambut kami dengan baik makasih banyak tapi kami harus pulang besok" sambung temannya.
"Ya sudah tidak masalah masih banyak waktu, nanti kapan-kapan lagi bisa jalan-jalan kesini, baiklah besok kalian semua boleh pulang, om dan tante tidak akan melarang kalian jika itu keputusan kalian ya sudah" ujarku, mau cegah mereka juga sama saja karena mereka tidak akan mau. Nanti aku menyuruh kakak Erik untuk mengurus semua keperluan mereka nanti setelah sampai di tanah air. Biar bantu mereka diam-diam saja tidak perlu memberitahu mereka.
"Sayang besok kakak Erik akan balik ke tanah air dan tadi kakak Erik sempat bilang kalau dia mau ngobrol sesuatu sama mas, tidak apa-apa nanti mas sebentar ketemu dengan kakak Erik di restoran hotel. Tidak masalah jika mas tinggal sebentar sayang?" pintaku.
"Tidak masalah mas ketemu aja, Dinda tunggu di kamar soalnya agak sedikit lelah oh ya mas oleh-oleh untuk teman-teman Grey dan Gretta sudah di siapkan belum? Kalau belum biar asisten Mawar sediakan dan Naik apa besok mereka pulang mas?" Tanya Dinda.
"Kamu tenang aja sayang semua sudah tersediah, dan besok mereka pulang dengan jet pribadi saja kita masih lama disini jadi nanti baru kita di jemput lagi kesini, mungkin satu minggu lagi baru ayah dan ibu pulang kalau nanti sudah selesai urusan kita disini walaupun belum sampai sebulan kita harus pulang karena masih bamyak pekerjaam yang harus kita kerjakan" ujarku. Jadi ayah dan ibu menyuruh kakak Erik pulang dengan jet pribadi saja aku sih setujuh aja.
__ADS_1
Setelah kami sampai di hotel semua masuk kedalam kamar masing-masing sedangkan para pria perkasa masih nongkrong di restoran hotel karena memang restoran ini buka 1x24 jam jadi bebas nongkrong disini, jika ada penghuni hotel lapar di tengah malam tinggal pesan aja tidak pakek lama, setelah aku antar Dinda kekamar dan aku pastikan anak-anak sudah di kamar masing-masing aku turun kebawah....karena katanya kakak Erik sudah menunggu .
Aku pikir hanya aku saja yang turun ke bawah ketemu kakak Erik namun saat aku sampai di restoran ternyata ada, Gama, Rafa, mas Tahir asisten Arfan sudah menunggu di bawah. Jangan tanya kedua orang kedua orang tua kenapa tidak ikut karena mereka sudah istirahat biasa sudah lanjut usi jadi cepat capek.
"Loh!, kirain hanya Dava dan kakak yang ada di sini kanapa semua apa belum puas di acara pesta tadi kok nongkrong lagi kita disini?" Tanya ku bingung.
"Astaga jadi maksud kakak hanya nongkrong berdua dengan kakak Erik begitu kah, terus kami tidak perlu ikut, besok kan kakak Erik sudah pulang jadi tidak masalah kita menghabiskan waktu disini" ujar Gama.
Aku membuang bokong ku di kursi yang sudah di sediakan...yang lain merokok hanya aku saja yang tidak mau menyentuh rokok itu, kalau Gama dengan Rafa walaupun satu-satu mereka masih mau merokok kalau aku tidak sama sekali..
"Apa yang ingin kakak sampaikan, lebih baik kakak istirahat besok pulang kan? Biar terlihat segar nanti kalau kakak tidak istirahat terus besok pulang langsung kerja emangnya kakak sangup."tanyakku.
"Tenang aja dik, kakak bisa istirahat di pesawat nanti, kakak hanya mau beritahu kemarin sebelum kakak kesini kakak sudah cek ke dua proyek itu dan semuanya berjalan dengan, mungkin dalam dua minggu lagi semua sudah beres, jadi kamu tidak perlu kuatir dengan keperjaan disana nanti kakak saja yqng menghadle semua tapi kalau setelah selesai urusan disini cepat pulang" ujar kakak Erik.
"Kakak tenang aja memang awal prediksi satu bulan disini tapi sepertinya tidak! kalau dalam satu minggu ini pengurusan sih kembar selesai Dava langsung pulang, makasih ya kakak sudah mau membantu Dava" ujarku.
__ADS_1
Malam ini kami semua bagadang, walaupun sudah kenyang dari pesta tapi masih ngopi hanya sekedar untuk jangan ngantuk, sekitar jam dua baru kami masuk kamar masing-masing dan istirahat semoga hari besok menyenangkan.