
Dengan ketua Heri berbincang di dalam ruangan setelah selesai, aku dan ketua Heri keluar dan kami hendek menemui semua anak buah yang ada di markas untuk aku memilih siapa yang akan mengikuti aku pulang. Dan menjadi pengawal di runah sebenarnya tanpa aku datang juga pak Erik aku mengutusnya untuk datang menjemput mereka hanya saja aku ingin memilih sendiri dan sekalian mengecek markas karena sudah sekian tahun aku tidak berkunjung.
"Tuan muda kita keluar untuk menemui semua anak buah yang ada disini, memang tidak sopan seharusnya mereka yang datang menemui Tuan muda, bukan Tuan muda yang datang menemui mereka, hanya saja kalau mereka semua masuk ke ruangan ini tidak akan muat, jadi kita harus ke aula markas karena mereka semua sudah menunggu disana, saya sudah sampaikan kepadan mereka kalau akan ada lima belas orang mengikuti Tuan muda." ujar Heri
"Tidak masalah aku kesana tidak mengurangi derajatku sebagai seorang bos, karena derajat kita sebenarnya sama hanya saja aku sebagai bos kalian, kalau bukan kalian semua menjadi garda depan untuk melindungi kami, kami juga tidak bisa apa-apa" ujar ku, aku langsung bangkit dari duduk dan gegas keluar di ikut oleh ketua Heri.
Kami berjalan melalui sebuah lorong, sepanjang jalan ketua Heri menjelaskan semua ruangan yang ada dan kegunaannya, pada saat kami sampai di depan sebuah ruangan ketua Heri berdiri dan mengajak aku masuk kedalam, aku baru berpikir untuk memeriksa tempat penyimpan senjata di ruangan ini, tapi kami terlanjur ke aulah untuk ketemu dengan semua anak buah jadi aku rencana setelah selesai baru aku meminta ketua Heri untuk mengajak aku ke tempat penyimpanan senjata.
"Tuan muda apakah sebelum kita ke aulah sebaiknya kita masuk dulu ke sebuah ruangan, untuk mengecek senjata apa saja yang ada didalam, siapa tahu ada yang ingin Tuan muda ambil banyak senjata baru yang baru masuk tiga hari yang lalu " tanya ketua Heri.
Aku berpikir lebih baik aku periksa saja dulu semua senjata yang ada, setelah itu baru aku ketemu dengan anak buah, akhirnya aku juga mengikutinya. Karena kalau ketemu dengan anak buah palingan hamya memilih setelah itu langsung pulang, jadi tidak perlu ribet dan simpel aku juga tidak bisa lama-lama disini nanti Dinda bertanya aku dari mana.
"Baiklah ketua Heri tadi aku juga berpikir begitu, karena aku ingin meminta sebuah senjata yang baru di keluarkan dari luar negeri, sepertinya senjata itu sangat bagus aku ingin mengambil salah satu. Sebenarnya tadi aku sudah ingin bilang hanya saja aku berpikir nanti setelah selesai memilih anak buah dulu baru cek senjata tapi karena ketua Heri sudah mengingatkan jadi lebih baik kita duluan cek saja."ujarku.
__ADS_1
Kami masuk kedalam salah satu ruangan ternyata ruangan itu tidak ada apa-apa didalam, tenyata yang bisa masuk ruangan itu hanya ketua Heri dan anak buah kepercayaannya. Sekarang aku masuk bersama dengan asisten Arfan karena aku percaya asisten Arfan seorang pengawal yang baik. Dia tidak mungkin membocorkan rahasia besar bosnya karena seorang pengawal pribadi itu adalah keluarga sudah di sumpah untuk mengambi dan menjadi seorang pengawal abadi.
Aku juga tahu asisten Arfan adalah pengawal setia, jika bukan aku yang menyuruhnya pergi dia juga tidak akan pergi.
Setelah kami sampai didalam ruangan ketua Heri langsung kunci kembali pintu dan ketua Heri membuka sebuah pintu dengan scan wajah, baru bisa terbuka dengan wajah ketua Heri pintu langsung terbukan dan ada tanggah masuk kedalam ruang bawah tanah, luar biasa ayah membangun markas ini, sebenarnya ini ketiga kalinya aku datang kesini hanya saja belum sebagus ini dulu masih sederhana di bangun.
Kami langsung turun ke dalam ruang bawah tanah ternyata di dalam ruang bawah tanah hanya beberapa senjata itu pun keluaran lama, tiba-tiba sebuah pintu terbuka dengan sendirinya dan kami masuk lelalui lorong ada beberapa kamar lagi di samping kiri dan kanan, akhirnya kami sampai di sebuah ruangan.
"Wah....luar biasa ya Ketua Heri ribuan senjata ada didalam ruangan ini, apakah ini sudah semua senjatah yang kita miliki atau masih ada lagi dan apa tadi ketua heri bilang kualitas rendah hehehe lucu ketua heri." tanyaku.
"Masih ada di salah satu ruangan lagi Tuan muda tapi cobak Tuan muda lihat dulu disini mungkin ada yang Tuan muda sukai, ini senjata kualitas bawah semua Tuan muda dan selama ini ruangan senjata ini, yang bisa masuk hanya saya dan anak buah kepercayaan selain itu tidak ada yang berani masuk. Kareba ini adalah rahasia markas kita semua ada didalam, biarpun mereka sudah kita latih tapi tidak semua pengawal kita percaya
Hanya..? Enak aja katanya hanya senjata kelas bawah, kalau Dinda yang melihat ini mungkin matanya sudah berbinar padahal banyak juga senjata di rumah ruang bawah tanah tapi disini lebih banyk.
__ADS_1
Diruangan ini dari berbagai macam senjata,tapi katanya masih ada lagi ruangan lain yang menyimpan banyak senjata, aku memilih salah satu senjata dari sekian banyak senjata yang ada.
"Ketua Heri aku menyukai yang ini, mungkin ada yang asisten Arfan sukai silahkam pilih salah satu dari sekian banyak ini untuk ganti senjatah asisten yang ada." Ujarku.
"Iya Tuan muda saya menyukai yang ini, bolehkah saya bawah ketua Heri, bagaimana pun ketua Heri yang menjadi bos disini jadi saya harus ijin."
"Asisten Arfan, tidak perlu minta ijin sama saya, jika Tuan muda sudah mengijinkan berti tinggal ambil saja karena sudah dapat ijin dari bos kita, saya disini hanya penjaga jadi saya tidak punya wewenang untuk melarang." Ujar ketua Heri sangat merendah diri sekali.
Setelah selesai kami langsung masuk ke salah satu ruangan lagi ternyata astaga ruang mewah dan benar saja aku melihat banyak sekali senjata yang sangat bagus.
"Wah...ketua Heri sejak kapan ruangan ini di bangun luar biasa interiornya dan yang mendesain tempat ini sangat hebat, sepertinya ini bangunan baru sejak kapan ayah membangun tempat ini soalnya ini baru ketua Heri." Tanyaku.
"Iya Tuan muda dari semua ruangan ini dan dan semua markas ini Tuan muda yang meminta desain yang khusus untuk mendesain tempat, saya juga suka dengan interior ini Tuan muda karena sangat moderen".uja ktua
__ADS_1