Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
121


__ADS_3

Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar permintaan sepupuku sedangkan Dinda justru tertawa, bukannya marahin sepupunya karena memoroti suaminya mala senang pulak lucu istriku ini. Kalau perempuan lain pasti marah karena takut uang belanjanya di kurangin nah..bedah dengan istriku mala dia senang ane.


"Bagaimana kakak kasih gak kalau kakak gak kasih biar Ririn minta sama kakak ipar" astaga anak ini benar- benar ya jagain kakak ipar saja harus ada imbalan.


"Jangan minta sama kakak ipar kamu Rin...ya sudah kamu mau berapa bilang biar kakak transfer" tanyaku aku mau lihat dia minta berapa.


"Terserah kakak saja seiklas kakak saja deh mau kasih berapa, karena Ririn tahu paati kakak paham ya kan harga tas berapa tapi lebih sedikit juga gapapa hahaha..."


"Lima puluh juta cukup Rin"? Tanyaku tapi justru anak itu teriak sampai telingaku hampir budek.


"Ha. Lima puluh juta? Kakak serius kasih Ririn segitu"? Aku pikir dia bilang lima puluh juta itu sedikit makanya dia mau minta tambah ternyata aku salah menurut dia itu sudah banyak, karena selama ini ternyata bajat yang diberikan bibik ke Ririn sangat kecil menurutnya, hanya dua puluh lima juta hahaha..kasian sepupuku di perlakukan seperti itu sama bibik tapi untuk Ririn juga sudah kerja memang


"Terus kamu mau berapa markona jangan teriak begitu telingaku jadi budek, masih kurang uangnya mau nambah berapa lagi biar cukup"


"Gak kakak itu saja sudah cukup makasih ya kakak, sekarang kakak antar kakak ipar ke mall ya Ririn tunggu di loby."

__ADS_1


Tidak menunggu jawabanku lagi tapi langsung dimatiin anak kurang ajar juga ini heheh...aku langsung transfer uang untuk Ririn setelah itu aku berali menatap Dinda yang sedari tadi menatapku sambil tersenyum.


"Mas Ririn lucu ya senang punya sepupu kayak dia, dia orangnya tidak munafik kalau dia suka dia langsung katakan seharusnya mas senang punya sepupu seperti itu."


"Iya sih sayang tapi bukan dalam arti setiap jalan aku yang nombok"


"Hahaha begitu lah kalau punya sepupu anak gadis iklas mas, nanti kalau anak kita cewek pasti dia begitu juga dengan sepupu cowoknya itu namanya saling menyayangi dan akrab mas."


"Sayang terus kamu tidak minta uang sama suamimu apa kamu tidak butuh uang suami kamu lagi makanya kamu gak minta."


"Untuk apa minta lagi mas sedangkan di dalam Atm yang mas kasih saja masih numpuk belum kepake, ayuklah antar aku ke mall nanti anak cerewet itu ngomel lagi karena terlambat sampainya."


Kami berdua masuk kedalam mobil dan bersiap untuk keluar dari parkiran namun baru saja kami keluar dari parkiran dan mau masuk ke jalan raya dengan tiba-tiba, entah dari mana orang itu hampir sedikit aku menabraknya lagian muncul dengan tiba-tiba sih. Saat aku mau turun ternyata tidak ada lagi orangnya ane banget padahal dengan jelas aku melihat bahkan Dinda juga melihat tapi dia diam saja tidak ada komentar apapun tapi dari raut wajahnya beruba.


"Sayang kamu tadi lihat gak orang yang hampir sedikit kita tabrak, sudah kemana orang itu sayang kok menghilang begitu saja"

__ADS_1


"Ah itu orang kebetulan menyebrang pas mobil kita mau lewat mas makanya berpapasan dengan kita , nanti mas pergi dengan pengawal ini saja jangan kuatirkan aku sama Ririn karena kami berdua bisa menjaga diri kami. Ingat mas aku tidak ikut bersama mas jadi harus waspada karena kalau sampai satu diantara kekuarga kita terluka aku akan membakar markas itu sampai tinggal debu."


Maksud apa Dinda bicara begitu ya apakah Dinda tahu sesuatu tapi tidak mau memberitahu aku, hmm aku jangan prasangka buruk pada istriku dia perempuan yang berkelas jadi jika dia melakukan sesuatu diluar nalar berarti dia merasa bahwa seuma sudah keterlaluan sehingga ia berani melakukan itu.


"Iya sayang nanti mas pergi dengan pengawal ini tapi kalian harus jaga diri jangan sampai kalian kenapa-kenapa. Kalau terjadi sesuatu segerah hubungi mas ya biar mas datang"


Aku tidak perlu memberitahu Dinda kalau aku sudah menyuruh pengawal datang ke mall lagian aku yakin Ririn juga datang tidak sendiri tapi dengan pengawal juga, ayah mengutus pengawal diam-diam mengikuti setiap keluarga yang keluar dari rumah karena keamanan itu lebih penting setelah kejadian penyerangan di jalan ayah lebih waspada.


Apalagi aku..aku sangat takut terjadi apa-apa dengan Dinda dan kedua orang tuaku pokoknya jangan sampai semua keluargaku ada yang terluka atau ada lagi yang menjadi korban, aku yakin ini pasti ulah sih tua bangka anak punggut itu yang di pilih oleh kakek di jalanan kurang ajar memang manusia serahkan itu dia sangat cocok dengan bu Anjani kenapa mereka berdua gak ketumu saja ya terus nikah pasti cocok.


Tapi kenapa saat aku mengingat tua bangka itu jadi teringat dengan wajah sih Lexza ya tidak mungkin kan itu anak sih bajingan itu, kalau memang iya sejak kapan bu Anjani ketemu dengannya, ah gak mungkin kebetulan saja mirip banyak orang memiliki kemiripan kok walaupun tidak ada ikatan sedikitpun


"Sayang kalau nanti sampai di mall jangan jauh-jauh ya dari Ririn kalian berdua kemana harus sama jangan pisah, dan setelah kalian selesai dari mall lebih baik kalian pulang saja ke rumah jangan kemana-mana lagi saat ini banyak bahaya diluar sana"


"Iya mas tenang saja aku dengan Ririn kemana-mana sama kok jadi mas tidak perlu kuwatir ya, nanti setelah dari sini kami berdua langsung pulang sebenarnya aku mau ke salon sih mas tapi nanti saja deh, masih banyak waktu nanti aku panggilkan tukang salon ke rumah saja mungkin ibu dan yang lain juga mau nyalon manjain tubuh biar sekalian saja"

__ADS_1


Lebih baik aku bicarakan saja dengan ibu untuk buka salon kecantikan di rumah saja deh agar Dinda tidak keluar kemana-mana karena saat ini banyak penjahat yang mengincarnya aku tahu istriku sangat hebat tapi kalau sepuluh orang lawan satu apakah Dinda sanggup belum tentu jangan sampai kami lalai lagi layak mbak Hawari..


Cukup mbak Hawari yang menjadi korban atas perbuatan manusia iblis itu jika suatu saat nanti aku ketemu dengannya aku sendiri yang akan membunuhnya lagian dia bukan pamanku juga untuk apa aku takut menanggung darahnya dia seorang penjahat harus du musnakan


__ADS_2