
Aku menyuruh kedua pengawal itu membawah penghianat itu ke tempat dimana sih Lexza di kurung untuk di kurung disana, sedangkan aku langsung lari kedalam rumah untuk pastikan istri dan kedua anak ku baik-baik saja, yang lain aku menyuruh mereka ke pavilliun untuk membantu ayah untuk menyelesaikan masalah itu untung secepat kilat pemadam kebakaran datang jadi api yang sudah berkobar seketika padam, pak Erik kerja sesuatu selalu cepat itu yang aku suka dari pak Erik lincah dan bergerak sangat cepat.
Pak Erik di bantu sama pak Reno untuk mengurus semua kekacauan di acara malam ini.
Aku berlari dengan kecang kedalam rumah ternyata semua wanita-wanita hebat pada berkumpul di dalam rumah menjaga Dinda dan kedua anak ku, syukurlah aku bernapas lega, kalau terjadi sesuatu dengan kedua anakku dan istriku begitu juga keluarga besarku aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.
Aku belum bisa menjaga mereka, namun yang aku salut dari keluargaku setiap terjadi sesuatu di kediaman kami tidak ada yang panik terutama para wanita, justru mereka berkumpul dan membiarkan para pria yang melakukan, saat aku masuk semua tenang justru aku yang panik. Aku orangnya panikan aki sangat takut kehilangan lagi cukup sudah tragedi tahun silam yang menimpah mbak Hawari.
"Sayang kalian tidak apa-apa bukan? Semua yang sudah didalam jangan keluar kemana-mana karena penyusup sudah masuk disini jadi tolong jaga Dinda dan sih kembar ya, karena target penjahat adalah mereka bertiga, tenang jangan takut ada pengawal menjaga disini. Mereka akan menjaga disekitar jadi semua baik-baik saja." ujarku panik tapi justru Dinda senyum.
"Mas! Tidak perlu panik begitu kami semua baik-baik saja lagian mana berani penjahat masuk kesini. Dia kalau berani masuk kesini percaya penjahat itu tidak akan keluar dari sini dengan sendirinya melainkan di gotong karena tidak beryawah, mas pergilah bantu ayah dan yang lain untuk mengurus kekacauan yang terjadi" ujar Dinda.
"Baik sayang, mas lega mendengarnya kalau begitu mas pergi dulu ya" ujar ku saat hendak mau pergi ibu bertanya.
"Nak, bagaimana dengan kondisi pavilliun, untung pavilliun agak sedikit jauh dari sini jadi tidak merambat ke rumah utama kalau tidak habis semua. Kok bisa penjahat bisa masuk kesini dia lewat mana coba" Pinta ibu.
"Ibu tenang ya semuannya baik-baik saja jadi jangan takut, ibu dan semuanya tetap disini ya Dava mau pergi dulu untuk bantu yang lain, soal " ujar ku
__ADS_1
Aku langsung gegas pergi tujuan ku saat ini menuju ke pavilliun, aku harus cek kondisi di pavilliun tenyata saat aku sampai disana semua sudah padam untung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, semua para tamu undangam juga sudah pulang karena sudah jam sepuluh malam juga, jadi tidak ada lagi tamu undangan yang tinggal sekarang hanya keluarga.
Kami kembali sidak seluruh rumah itu kami takut masih ada penjahat yang bersembunyi disitu. Dan pada saat rengang dia masuk dan kembali menyerang.
"Nak bagaimana dengan Dinda dan kedua cucu ayah baik-baik aja kan"? Tanya ayah.
"Baik-baik aja mereka ayah bagaimana dengan pavilliun ayah semua aman kan tidak ada kerusakan bukan?" Tanya ku.
" Tidak ada besok baru perbaiki yang sudah rusak oh ya, ada tidak pelaku yang kalian tangkap tadi Erik katanya ada satu yang sudah di amankan siapa orangnya." Tanya ayah lagi.
"Iya ayah ternyata selama ini kita memelihara ular di dalam rumah ini ayah, pengawal Marlan yang melakukan ini semua dengan orang suruhannya entah siapa dalang di balik ini semua, tapi aku curiga ini pasti ula om Angga ayah." Ujarku.
"Ayah sudah mendunga, memang semenjak kehadirannya ayah sudah curiga dengannya, tapi untung secepatnya ketahuan terus sekarang ada dimana"
"Ada di tempat yang satu lagi ayah, tadi rencana mau di bawah ke ruang bawah tanah di dekat pavilliun tapi takut di ketahui orang jadi Dava menyuruh pengawal membawahnya ke tempat Lexza berada"
"Sekarang panggil semua pengawal kesini biar ayah berikan arahan kepada mereka semua, kita jangan kecolongan dan ayah akan menanyakan kepada mereka jika ada di antara semua pengawal sudah tidak ingin bekerja lagi disini biar mereka di bebaskan pergi. Dari pada mereka bertahan disini tapi menjadi penjahat disini ayah tidak suka itu, pak Erik, Reno dan asisten Arfan langsung gegas pergi mengumpulkan semua pengawal dan mereka berbaris di halaman rumah.
__ADS_1
"Tuan semua pengawal sudah berkumpul" ujar pak Erik.
Ayah dan ayah mertua mendekati mereka dan memandang mereka satu persatu, kalau aku dan yang lain hanya diam saja tidak melakukan apa-apa, karena aki tahu apa yang ayah lakukan nanti.
"Saat ini kekacauan semakin memanas disini, dan ternyata saat di selidiki ternyata penghianat itu dari pengawal sendiri, saya mau tanya siapa di antara kalian yang ingin berhenti dari pekerjaan ini silahkan pisahkan diri dari barisan, dan saya akan bebaskan kalian pergi memilih Tuan kalian yang baru" tanya ayah
Tidak ada seorang pun yang bergerak dari barisannya mereka tetap berdiri dan tidak ada jawaban sama sekali, sehingga ayah kembali melanjutkan perkataannya.
"Kaliam jangam takut karena saya yang menyuruh kalian pergi jadi keluarga kalian aman, saya bukan seorang penjahat jadi saya asal membunuh orang yang tidak bersalah,"
Ayah sudah berulang kali jelaskan tapi tidak ada yang pindah dari barisan, berarti tidak ada yang ingin bebas dari tugasnya.
"Kalau kalian semua tidak ingin bebas dengarkan baik-baik, saya paling benci seorang penghianat jadi tidak ada ampun bagi orang yang sudah menghianati keluarga Adinata, sekarang saya akan berikan tugas untuk kalian, empat orang menjaga di taman belakang, empat orang lagi menjanga di pintu barat, lima orang menjaga di di pintu keluar pavilliun dan yang sisa jaga di gerbang utama luar dan dalam jangan sampai ada penyusup lagi." ujar ayah.
"Siap Tuan" mereka langsung kembali ke tugas masing-masing sedangkan tinggal lah kami masih setia berdiri disitu, sebenarnya ayah ingin kami langsung eksekusi Marlan malam ini juga tapi aku bilang besok saja karena ada kejutan untuknya, jika dia lebih memilih jadi penghianat berarti aku juga memilih jadi seorang penjahat yang tidak akan memberikan ampun kepada siapa pun termasuk keluarganya.
"Dav, penjahat itu dimana biar kita selesaikan malam ini saja ayah malas melihat manusia itu"
__ADS_1
"Besok saja ayah, Dava ingin memberikan kejutan untuknya jadi besok aja bisa kan ayah.