
Semua tamu undangan sudah panik sehingga mereka lari berhamburan didalam tenda acara, karena mereka takut terjadi apa-apa sama mereka jadi mereka berlarian keluar menuju ke parkiran untuk segerah pulang. , ada yang langsung pulang ada juga yang masih menonton kebakaran yang terjadi di pavilliun aku curiga, ini ula anak buahnya om Angga, memang tua bangka ini dengan putry nya belum kapok juga ya mereka tidak takut dengan ancaman aku dan ayah. Lihat aja kaliam kali ini tidak ada ampun untuk kaliam semua yang terlobat kerja sama dengan kedua manusia ini.
"Asisten Arfan tolong cari pria tua itu mungkin dia masih di sekitar sini dengan putry sundal nya itu, tolong cari sampai dapat jangan sampai dia lolos." Aku langsung gerakan pengawal untuk mencari kedua manusia pembawah sial itu, aku heran deh kenapa mereka bisa masuk kesini sedangkan mereka tidak di undang ada yang tidak beres nih, sepertinya aku yang akan cari tahu kenapa selalu aja penjahat masuk kesini apakah di antara pengawal ada penghianat! sehingga mereka kerja sama dengan manusia-manusia jahat itu.
Aku merasa tenang karena sekarang Dinda sudah bersama dengan anak-anak ku di temani oleh Elsa, Ririn dan kakak Dea, sedangkan ayah mertua dan ayah Adinata terus paman mereka ikut ke pavilliun untuk memeriksa kondisi disana, karena takutnya ruang bawah tanah dekat dengan pavilliun jadi ketahuan oleh penjahat itu.
Saat kami sedang sibuk mengawasi sekitar tiba-tiba dua orang pengawal datang dengan menyeret seseorang, yang membuat aku terkejut adalah pengawal yang baru yang satu bulan yang lalu datang tiba-tiba melamar menjadi pengawal bodohnya kami tidak menyelidiki identitasnya ternyata.
Brukkkkkkk!
Dengan kuat kedua pengawal itu mendorong pengawal Marlan dengan kasar sampai tersungkur di tanah, kami semua tetkejut dengan reaksi kedua pengawal itu.
"Pengawal Marlan? ada apa ini? kenapa kalian menyeret pengawal Marlan begini"? Tanyaku heran
"Tuan muda manusia ini yang mengacaukan semuanya, dan dia seorang penghianat yang sudah membuat kekacauan disini Tuan muda" ujar salah satu pengawal.
__ADS_1
"Ampun Tuan muda tolong ampuni saya Tuan muda, saya lakukan ini karena terpaksa tolong jangan membunuh saya Tuan muda saya mohon ampuni saya" ujar pengawal Marlan.
"Tolong jeleskan ada apa kenapa semua bisa kacau begini, kok bisa masuk penyusup kedalam padahal penjagaan ketat begini dan apa maksud kamu pengawal Marlan jadi penghianat?" tanyaku lagi.
"Maaf Tuan muda ini pelaku yang membuat kekacawan pada malam ini Tuan muda, dia dengan beberapa temannya tapi sayang kami terlambat Tuan jadi mereka bergerak cepat sehingga mereka lolos, tapi Tuan muda tenang saja ada pengawal yang lagi mengejar mereka, dan ternyata selama ini manusia ini yang menjadi penghianat di disini Tuan muda. Kalau filing sayang dia juga yang hampir mencelakai nona muda dengan sabotase mobil." Ujar salah satu pengawal.
Deg.....! Jadi aku kecolongan lagi menerimah orang tanpa menyelidikinya hampir sedikit myawah istriku dalam bahaya, pantas aja semenjat dia masuk banyak sekali teror mendatangi rumah ini.
Emosiku sampai di ubun-ubun jujur selama ini aku tidak perna kasar dengan pengawal, kecuwali musuh di luar sana aku bahkan tidak segan menghabisi nyawahnya, tapi sama pengawal sendiri setiap kali mereka melakukan kelalaian selama masih wajar aku tidak perna marah, tapi kali ini sudah melewati batas kesabaranku.
Istriku hampir kehilangan nyawah karena manusia ini, bahkan selama ini yang meneror keluarga kami manusia ini juga ternyata ada penghianat di dalam rumah, aku menyesal menerimanya waktu itu dia datang dengan wajah kasian dan memprihantikan sehingga aku kasihani dia tapi ternyata, aku memelihara manusia jahat ini.
Tidak sampai disitu, ada paket misterius di kirim ke rumah bahkan kami cek semua cctv tapi justru tidak ada orang lain yang masuk, memang aku sempat curiga dengan pengawal ini karena pas lihat di cctv dia satu-satunya yang berjalan di halaman rumah menuju ke pintu.
Plakkk.....bukkkk!
__ADS_1
"Argh!"
"Kurang ajar ya, ternyata kamu orangnya memang selama ini aku sudah sempat curiga sama kamu karena semenjak kamu masuk kesini banyak sekali kejangalan, dari teror dan juga meledaknya mobil yang di tumpangi istriku, bahkan hari itu kamu yang menawarkan istriku untuk ikut bersama kamu, tapi untung istriku tidak mau dan menelponku kalau tidak mungkin kamu sudah menghabisi istriku, tapi asal kamu tahu kalau seandainya hari itu jadi kamu membawah istriku, bukan istriku yang kamu habisi tapi kamu yang habis di tangan istriku.
Kamu belum tahu siapa istriku sebenarnya jadi kamu mau coba-coba silahkan saja kalau berani apalagi sekarang istriku sudah melahirkan jadi sudah sehat, kamu tidak merengang nyawah jangan panggil namaku Dava Pramadi Adinata. Sekarang kamu jawab aku siapa yang menyuruh kamu melakukan ini? Kamu tahu bukan sebelum kamu di terimah di sini syaratnya seperti apa? Keluarga kamu ikut bersama kamu" ujar ku mencekik lehernya.
"Ampun Tuan ampuni saya, saya lakukam dengan terpaksa tolong dengarkan dulu penjelasanku." ujar Marlan.
"Kalian tahi dari mana dia yang melakukam ini semua, dan kalian tangkap dia diamana?" tanyaku.
"Jadi tadi saat kebakaran itu kami semua berpencar namun saat kami berdua hendak memeriksa taman belakang ternyata, kami melihat pengawal Marlan memamjat tembok dan hendak memecahkan kaca untuk menyelinap masuk kedalam rumah. Aku yakin dia punya niat jahat untuk menculik Tuan kecil dan nona kecil Tuan, karena sebelum kebarana itu terjadi saya sempat mendengar pengawal Marlan menelpon seseorang untuk menunggu di luar, aku curiga itu komplotannya Tuan muda" ujar pengawal.
Brukkkkk....brukkkkkk!....
"Apa yang sudah keluarga ku perbuat untukmu, sehingga kamu melakukan kejahatan disini, kamu tahu bukan disini seperti apa, baiklah aku akan memberikan kejutan, pengawal lakukan sesuai dengan syarat yang dia setujui waktu dia masuk kesini, sebelum itu kalian tahu bukan apa yang kalian lakukan buat dia tinggal nafas dan masukan kedalam ruang rahasia lainnya jangan bawah kesana karena disana masih ada kebakaran " ujarku.
__ADS_1
Lihat saja kamu Marlan kamu akan menangis darah kalau kamu tidak ingin mengaku siapa yang menyuruh kamu melakukan semua ini.
"Siap Tuan" ujarku.