
Jelas Dinda terkejut mendengar penuturan ku, tapi setelah itu justru Dinda mengatakan kalau sifat Admaja turun ke Lexza makanya Lexza begitu jahat dan sama juga kayak bu Anjani. Jadi aku yang terkejut.
"Heheh...pantas saja jahat, tidak ketulungan karena keturunan orang jahat rupanya, tidak ibunya, tidak juga ayahnya. Sama-sama bajingan. Semoga nanti kalau ada anak Lexza tidak mengikuti jejak ibu dan kakek, neneknya kasian."
"Loh, kok tangapan sayang begitu saja tidak ada reaksi kanget begitu, mas lihat sayang santai saja menangapinya."?
"Lah, mau menagapi seperti apalagi mas memang begitu kenyataannya, kalau mereka semua sama tidak ada bedahnya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ayahnya seorang penjahat, ibunya juga sama seorang pembunuh, apalagi anaknya bisa jadikan dia juga merencanakan sesuatu untuk membunuh orang."
Aku tidak tahu mau berkata apa lagi karena memang apa yang dikatakan Dinda semuanya benar. Admaja membunuh mbak Hawari karena mengincar harta keluarga Adinata sedangkan bu Anjani membunuh ayah mertua karena ingin menguasai semua harta, jadi orang tua kandung Lexza memang pembunuh. Tapi aku diam saja aku tidak bicara apa-apa mau bagaimana pun mereka masih keluarga istriku darah itu tidak akan putus.
"Iya sayang, ya sudah lupain saja itu saat ini kita pergi ke tempat ayah dan setelah dari sana kita ke kantor, karena hari ini ada pertunjukan seru sayang Anjani mau datang ke kantor jadi pasti kita ketemu dengannya, kamu mau tidak sayang ketemu dengannya" tanya aku pada Dinda takutnya dia keberatan.
"Hahah...bukankah itu pertunjukan yang seru mas, sudah lama Dinda tidak ketemu dengan dia melihat wajah kriputnya makin tua, seandainya dia menjadi ibu yang baik dan bukan ibu yang jahat mungkin Dinda sangat senang mas, kedua keluarga bersatu saling menyayangi satu sama lain tapi sayang, harapan tinggal harapan saja manusia purba itu mengacaukan semuanya kebahagiaan anak-anaknya di rengut, dan sekarang giliran kebahagiaan dia lagi yang di rengut orang memang karma itu ada.
Dinda mau lihat seperti apa reaksinya saat melihat kita di kantor mas, Dinda bisa bayangkan seperti apa drama yang akan di tunjukan kepada kita akting dia kan dari dulu memang tidak perna gagal selalu berhasil. Apalagi dia sudah tahu kalau mas anak orang kaya makin menjadi dia lihat saja nanti mas kalau tidak percaya, yakin deh dia akan menyanjung kita setinggi langit."
"Kamu bisa aja sayang, masa di sanjung setinggi langit, tapi mas juga berpikir begitu sayang pasti banyak drama."
Tidak selang lama kami sanpai, karena kami berdua asyik ngobrol tidak terasa mobil sudah memasuki parkiran gedung dimana ayah mertua tinggal, setelah mobil berhenti dengan sempurna aku mengandeng tangan Dinda dan keluar dari mobil hendak masuk kedalam lift namun aku ingat dengan Gama.
"Gam...yuk ikut kedalam saja jangan disini lagian pengawal juga akan naik ke atas" ujarku ngajak Gama sekalian, biar dia kenal ayah mertua aku yakin ayah juga senang dengan kedatangan kami karrna ayah belum tahu kalau kami sudah pulang dari paris.
__ADS_1
"Emang Gama bisa ikut masuk kedalam kakak"? Tanya Gama dia takut tidak bisa.
"Bisa dong Gam, kamukan adikku yuk masuk sekalian kenal dengan ayah" sambung Dinda seketika membuat Gama senang.
"Makasih ya kakak ipar yang paling terbaik selain wonder woman, baik hati dan tidak sombong hehehe" astaga Gama...Gama.. Aku hanya geleng kepala melihat tingkah adikku yang satu ini, umurnya sudah dua puluh tahun tapi sifat manjanya tidak hilang, sebenarnya aku juga bisa dibilang umurku sudah tua juga tapi masih manja sama ibu dan ayah.
Aku menggenggam tangan istriku dan kami masuk kedalam lift di ikuti Gama dan pengawal, tidak lama kemudian pintu lift terbuka dan nampak pengawal ayah mertua berdiri di depan pintu dan di lift.
"Selamat datang Tuan muda dan nona muda silahkan masuk Tuan sudah menunggu" ujar semua pengawal seketika pintu terbuka nampak pak Reno sudah berdiri di depan pintu menyambut kami.
"Silakan masuk Tuan muda dan nona muda" kami bertiga melangkah masuk kedalam ayah mertua yang baru melihat kami langsung merentangkan tangannya, dan langsung memeluk kami aku kira hanya aku dan Dinda yang di peluk ternyata Gama juga ikut nibrung hehehe...bukan nimbrung, tapi memang ayah mertua yang mau memeluknya.
Selamat datang anak-anak ayah, ayah kangen sama kalian. Maafin ayah ya nak di hari bahagia kalian ayah tidak bisa hadir" ayah mengelus kepala Dinda dan mencium keningnya.
"Syukurkah nak, ayah sehat, oh ya, siapa nama kamu nak"? Tanya ayah mertua kepada Gama.
"Gama Tuan" ujar Gama seketika ayah mertua tertawa sambil mengelus kepala Gama.
"Nak, jangan panggil Tuan jika kamu mau, tidak masalah kalau kamu juga panggil ayah sama seperti nak Dava memanggil saya" ujar ayah mertua lembut. Memang ayah mertua dari dulu sifatnya lembut.
"Memang boleh Tuan...eh...ayah hehehe" kocak banget sih Gama.
__ADS_1
"Boleh dong nak kata siapa tidak boleh, itupun kalau kamu nyaman manggil seperti itu."
Ayah mertua sifatnya lembut jadi siapapun yang mengenalnya selalu tersentuh dengan perlakuannya, tapi sayang ayah mertua salah pilih istri. Tapi kalau ayah mertua tidak menikah dengan bu Anjani aku belum tentu dapat istri sebaik ini, jadi jangan salahkan takdir karena ini sudah takdir Tuhan.
"Nak, bagaimana dengan bulan madu kalian kenapa kalian cepat pulang, bukankah katanya dua minggu disana ini baru satu minggu langsung pulang ada masalah nak?" tanya ayah mertua aku tahu Dinda pasti tidak akan memberitahu permasalahan ini, tapi menurutku tidak masalah jika ayah mertua tahu semua tentang siapa ayah kandung Lexza.
"Iya ayah, ada masalah besar membuat kami harus cepat pulang, tapi syukur ayah masalahnya sudah selesai tapi ada yang ingin Dava sampaikan kepada ayah, siapa ayah kandung Lexza ayah dan sudah dimana sekarang"
Ayah mertua menaikan kedua alisnya keatas heran dengan penyertaan aku.
"Masalah apa nak kok ayah tidak tahu"? Tanya ayah mertua
"Jadi dua hari yang lalu sepupuku di culit ayah oleh paman angkatku"
"Terus"?
Aku kembali menceritakan dari awal permasalahan sampai pada akhirnya semua merengang nyawah, dan untung istriku yang datang menolong kami kalau tidak kami bisa mati , ayah tercengang mendengarnya sampai mengelengkan kepala menyayangkan keberanian putry bungsunya ini.
"Jadi begitu Ceritanya ayah, itu yang membuat kami harus kembali dengan kondisi dan keadaan yang terpaksa." ujar ku.
"Terus apa hubungannya dengan Lexza nak? bukankah tadi kamu bilang tahu siapa ayah kandungnya." tanya ayah mertua.
__ADS_1
"Iya ayah jadi ternyata Lexza adalah anak kandung dari paman angkatku Admaja ayah yang sudah Dinda bunuh kemarin"
"Apa...."?