Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
92:92


__ADS_3

Dea dan Tahir kembali ke rumah sakit dengan perasaan yang sangat bahagia. Bagaimana tidak bahagian mereka sudah dapat apa yang mereka mau jadi pasti mereka sangat bahagia.


Sekarang kita kembali ke Dava dan Dinda.


Saat ini aku dan Dinda terus pengawal dalam perjalanan pulang ke rumah.


Sedangkan Dinda istriku lagi nelpon pengawal, aku hanya mendegar apa yang di bicarakan istriku tanpa aku membantah sedikitpun. Sebenarnya aku cemburu melihat istriku akrab dengan pengawalku tapi ya mau bagaimana lagi ini juga hal penting.


"Hallo pak, cepatkan laju kalian dan ingat apapun yang terjadi jangan keluar dari dalam mobil sebelum saya kasih arahan, jangan sampai kalian terluka hari ini kita pastikan tidak ada yang terluka di antara kita"


"Iya nona ada apa sebenarnya kenapa nona bicara begitu bukankah kami ini pengawalnya nona dan Tuan muda? seharusnya kami yang menjaga nona dan Tuan muda karena kalau terjadi apa-apa dengan nona dan Tuan muda kami yang akak di habisi oleh Tuan besar. Jangan menghalagi jalan kami nona biarkan kami menghadapi mereka." ujar pengawal yang di telpon oleh Dinda.


"Hahaha kalian ini jangan kuwatir ikuti saja arahan dari saya, saya tahu kalian kuat tapi orang ini membawah bendah tajam jadi jangan sampai kita terluka."


"Tapi kalau Tuan besar tahu bisa mampus kami nona, nona tenang saja kami bisa menjaga diri kalaupun kami terluka itu sudah resiko nona."


"Jangan banyak bicara, sekarang kalian harus waspada dan ingat jika kita sampai di jalan sepih jangan jauh dari kami kalian harus di belakang kalau gak di samping ok."


Setelah selesai berbicara dengan pengawalnya Dinda kembalikan hpnya kepadaku sembari ia berkata kepadaku." Mas lajukan sedikit mobil lebih cepat biar aku lihat dari sini saat kita membelok apakah orang itu masih mengikuti kita atau di berbelok ke arah lain. Kalau dia masih mengikuti kita berarti memang dia musu kita jadi harus warpada pokonya apapun yang terjadi mas tidak boleh keluarkan kepala dari kaca mobil. Karena orang ini hanya pancingan saja"


"Mamang kenapa sayang kalau mereka serang kita ya mas dan pengawal harus menghadapi mereka kenapa harus di biarkan begitu saja nanti mereka pikir kita takut dan lari dari mereka."


"Astaga suamiku yang ganteng dan paling tanpan diseluruh dunia, nyawa ini bukan mainan jadi jangan main-main memangnya mas punya senjata apa ha, heran deh sama kalian mas masa pengawal saja tidak punya senjata bagaimana kalau musu itu membawa senjata bagaimana. Mas pikir mereka masih mau membiarkan kita semua hidup dan berikan ampunan kepada musu yang jelas-jelaa sudah ada di depan mata, aku mau tanya sama mas, ada gak mas punya senjata kalau ada mana tunjukan dulu biar aku lihat ."


"Deg..." Aku merasa sangat tersindir dengan pertanyaan istriku,.....astaga benar apa kata istriku memang selama ini aku memang kemana-mana gak bawah senjata tapi aku tahu diantara ketiga pengawal itu ada yang membawah senjata, bahkan kemungkinan mereka bertiga semua bawah senjata tapi aku hanya diam gak banyak bicara.

__ADS_1


Aku diam tanpa membalas pertanyaan istriku karena aku merasa malu sebagai suami belum siap sepenuhnya menjaga istriku dan diriku, buktinya aku lalai dalam membawah bekal seperti senjata untuk menjaga diri.


Aku yang lagi memikirkan hal itu tiba-tiba ada mobil dari belakang kami dengan kencang melambung tinggi menyelinap melewati kami. Membuat aku terkejut tapi sialnya setelah mobil itu sampai di depan kami justru dengan serakahnya dia jalan dengan pelan menghadang jalan kami. Kurang ajar memang siapa sebenarnya manusia ini, benar kata istriku kami harus waspada karena sekarang kami dalam bahaya.


Karena pengawal mendengar perkataan istriku tadi jadi mereka masih tetap di belakan, tapi saat kami memasuki jalan sepih yang di samping kiri kanan jurang mobil itu sudah mulai jalan bersejejer dengan mobil kami dan menyengol posisi mobil sebelah kiri dimana istriku duduk tapi anenya istriku masih dudul tenang dan tidak merasa takut sama sekali.


"Mas sudah bersiap belum saatnya kita hadapi mereka". Namun belum juga istriku selesai bicara dari arah belakang mobil kami sudah di hantam oleh mobil musu.


Brakkkkk...brankkkkk!


Kami hampir saja oleng tapi untung aku masih bisa mengendalikan diri dan membawa mobil kembali normal, namun tidak sampai disitu ternyata tanpa kami sadari ada dua mobil yang menghadang kami satu mobil ada tiga orang jadi dua mobil enam orang jumlahnya.


Mobil yang pengawal yang ada di belakang juga di hantam oleh satu mobil musu jadi bunyi melengking.


Brakkkk...brakkkk.!


Dorrrr.......dorrrrrr


Aku melihat di kaca spion ternyata mobil pengawal yang di tembak tapi untuk pengawal ku jaga banget jadi mereka masih bisa mengatasi.


Mas buka kaca mobilnya, baru saja aku buka kaca mobil tiba-tiba istriku keluarkan pistol dari dalam tas yang dia tenteng kemana-mana aku terkejut tapi belum selesai terkejutku


Dorrrr.....dorrrr.......


Brakkkkkkk....brakkkkk.

__ADS_1


"Wah....kurang ajar kalian mau mati ya, baiklah saya akan meladeni kalian" ujar istriku geram


"Jangan sayang biarkan saja aku mencegah Dinda" namun seketika aku dapat tatapan tajam darinya membuat nyaliku seketika menciut.


"Jangan...jangan maksud mas apa, mas mau kita mati konyol disini ha, mas mau kita di habisin oleh mereka baru kita melawan begitu, jangan ane-ane deh maa" wah aku langsung dapat cerama dari istri.


Tenyata istriku memiliki isting yang sangat kuat hanya satu kali dia menebak peluru menenbus kaca mobil dan menembus jantung sang sopir dan seketika mobil terbalik dan menbrak jalan dan mobil terjun bebas ke bawah jurang


Akhirnya kami saling kejar mengejar dengan satu mobil musu yang sisa tapi.


Mas kejar mobil itu jangan sampai lolos aku paling membenci membiarkan mangsa yang sudah di depan mata lolos begitu saja mas, kalau mas gak mau biar aku yang ambil alih mas.


"Jangan sayang mas mohon jangan lakukan itu."


"Mas ingat ya dalam sebuah pertarungan harus ada yang menjadi korban yaitu ada yang harus menjadi pemenang dan ada yang harus kalah kalau bukan kita yang mati berarti mereka yang mati, mas mau kita mati di tangan manusia yang tidak punya hati nurani itu mas".


" Mas aku masih mau hidup untuk menjaga dan merawat ayah dan ibu mas jadi hari ini juga kita harus tumpaskan mereka semua mas jangan takut kita hadapi bersama, karena kalau kita tidak habisi mereka berarti kita yang akan dihabisi


Jantungku berdengup kencang, mendengar perkataan istriku aku kenapa jadi kayak laki-laki tidak berdaya di depan istriku sih, seharusnya aku yang menjaga dan melindungi istriku tapi ternyata justru istriku yanf menjadi pelindungku.


Baru saja aku mau membukan mulut, mobil pengawal menerobos masuk dan menabrak mobil yang sisa itu aku lihat seorang pengawal mengeluarkan senjatahnya dan menembak kaca mobil musu.


"Dorrrrr...dorrrrrr!


Begitu juga sebaliknya dan istriku tidak diam begitu saja istriku menembak dari kaca mobil musu dan tembus kaca hingga mengenai lengan seorang musu yang hendak menghujadi istriku dengan peluru seketika senjatahnya jatuh ke aspal karena terkena tembakan dari istriku.

__ADS_1


"Argr......" teriak seorang pria yang ada di mobil musu yang sudah kena tembakan sekarang tinggal dua orang yang bisa di andalkan dari mereka.


Saat aku mau keluarkan kepalaku untuk menyuruh para pengawal berhenti Dinda langsung mencegahmu" mas jangan keluarkan kepala kamu, biarkan saja aku dengan pengawal yang mengurus dua cecunuk itu sekrang mas fokus menyetir oke dan jangan gegaba tetap fokus aku bisa mengatasi mereka."


__ADS_2