Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
313


__ADS_3

Walaupun sudah dengan kuat di tarik rambutnya oleh Ririn tapi justru Emelia tertawa.


"Hahahaha....Dav ternyata hanya sengini ya akhlak adik sepupu kamu ya, buruk banget berani sekali dia memperlakukan aku seperti ini, kamu tidak takut ya kalau nanti aku benaran nikah dengan kakak kamu, kamu harus panggil aku kakak ipar loh"


Sih Emelia sangat nyembelin banget, perkataannya membuat Ririn emosi.


" Woi.....bangun...bangun dari mimpimu! Kalau itu terjadi aku langaung bunuh diri aja dari pada punya kakak ipar buruk seperti kamu lagian kamu yang tidak punya urat malu ya, kalau seandainya aku adalah kamu aku sudah malu dan tidak akan unjuk muka disini karena selalu memgejar suami, bahkan dengan secara kasar sudah di usir tapi masih merendahkan harga diri datang mengejar."


"Emelia sebenarnya mau kamu apa? Kamu tahukan aku ini sudah menikah dan kalau seandainya belum pun level ku bukan kamu, karena aku tidak suka seorang wanita bar-bar dan bahkan tidak punya harga diri, aku mau tanya sama kamu, ngapain kamu datang ke perusahaanku tadi, aku sudah menolak untuk kerja sama dengan kamu karena ada beberapa faktor yang aku tidak suka dari kamu, Emelia sekarang aku tidak mau melakukan kekerasan terhadap seorang wanita karena istriku lagi hamil jadi aku ingin fokus dengannya namun jika kamu terus-terusan begini aku takut aku kehilangan kendali dan kamu bisa mengalami hal yang tidak kamu inginkan, tolong jangan nganggu aku dan pergilah jauh dariku"


"Dav jangan begitu aku mohon jadikan aku istri kedua kamu juga tidak masalah Dav kamu tahu kalau dari dulu aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pergi jauh darimu sampai kamu membunuh ku pun aku tidak akan pergi tolong jangan tinggalkan aku Dav. Kamu tahu sudah bertahu-tahun aku menunggumu aku janji aku akan menjadi istri yang baik buat kamu Dav, dimana letal hati nurani mu Dav kamu tidak punya hati sama sekali, kamu tidak punya perasaan." Teriak Emelia.

__ADS_1


"Kamu yang seharusnya tahu, kalau dari dulu aku tidak punya perasaan apapun sama kamu bahkan kita tidak sedekat itu Emelia, aku tidak ingin punya dua istri cukup satu istri yang sangat aku cintai jadi tolong jangan berharap aku mau sama kamu karena sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti perasaan istriku termasuk kamu"


Perempuan ini memang sudah tidak waras dia sudah tahu aku sudah menikah dab bahkan sebentar lagi aku sudah punya anak tapi bisa-bisanya dia mengatakan ingin menjadi istri kedua, aku bukan suami pengecut sehingga mau menduakan istriku.


"Dav aku tidak minta kami untuk menceraikan istrimu aku hanya minta untuk jadikan aku istri keduamu, itu aja kamu itu sangat kaya Dava jadi tidak cukup sama kamu hanya satu istri aja, kamu jadi suami itu jangan kayak suami takut istri seharusnya kamu tegas sama istrimu biar membiarkan kamu mencari istri kedua dan tadi memang aku sengaja datang ke perusahaan kamu karena aku ingin bicara sama kamu Dav aku kangen.


Aku berpikir kalau aku lamgsung ke perusahaan berarti kamu sendirian di ruangan kamu karena pasti kamu malu bawah istri kamu yang buntal ini ke kantor kamu, itu artinya aku punya kesempatan untuk bersama kamu, namu ternyata kamu tidak ada, sebenarnya tadi kamu kemana Dav"?


"He...kamu jadi perempuan tidak punya otak ya memang dasar kamu tidak punya harga diri, aku heran deh sama kamu, katanya kulia luar negeri dan perempuan berkelas tapi kok tidak punya harga diri sama sekali, jelas-jelas kakak Dava tidak mau tapi masih ngotot minta jadi istri kedua, jadi ini perempuan yang kulia jauh-jauh dari luar negeri tapi pulang hanya menjadi seorang pelakor miris bangat."


Dinda yang mendengar perkataan Emelia bukannya marah justru tertawa padahal awalnya, sudah murka tapi kenapa sekarang justru tertawa seram lagi.

__ADS_1


"Sampai segitunya kamu terobsesi ya dengan suami ku sampai kamu datang ke perusahaan untuk bertemu dengannya, secinta apa kamu sama suami ku, coba deh kamu jawab secinta apa kamu sama suami aku yang jelas-jelas sjdah punya istri, siapa tahu dengan adanya jawaban dari kamu, aku berikan kesempatan untuk kamu dekat dengan suamiku" ujar Dinda.


Maksud Dinda apa ya bicara begitu tidak mungkinkan, Dinda mengijinkan aku menikah dengan Emelia ah amit-amit buang pikiran itu jauh-jauh deh soalnya tidak perna terlintas di pikiranku untuk dekat dengan perempuan lain.


"Ah..serius kamu? Kalau aku bilang kami berikan aku kesempatan ya, jujur aku sangat mencintai Dava aku ingin menjadi istri yang baik buat dia jadi aku mau kamu berikan kesempatan jepadaku untuk mencintai suami kamu" ujar Emelia semangat dia pikir istriku serius bicaranya.


"Kalau memang kamu benaran mencintai suami aku berarti kamu bisa lakukan apapun untuk dia, benar tidak? jangan hanya bilang cinta dan sayang tapi tidak bisa melakukan apapun untuk mas Dava, kamu maukan biarkan suamiku bahagia dengan kehidupan yang sekarang"


"Justru karena ku sangat mencintainya makanya, aku ingin menjadi istri kedua dari Dava agar kita berdua bisa menjaganya sama-sama, bagian kamu adalah melahirkan kalau aku tidak perlu melahirkan karena aku wanita berkarya jadi aku hanya mengurus Dava dan menemaninya kemana pun dia pergi sedangkan kamu di rumah saja menjaga anak dan rumah"


"Hahaha....boleh juga tuh kalau memang kamu mau seperti itu sekarang aku tanya sama suamiku mas Dava memilih aku sebagai istri sahnya atau mas Dava memilih wanita tidak jelas seperti kamu, tapi kalau mas Dava memilih kamu berarti aku akan mundur tapi kalau mas Dava memilih aku, itu artinya lebih baik kamu pergi jauh dari sini sebelum aku menghabisimu aku satu orang tidak bisa main-main dengan manusia yang menurutku menjadi penganggu kehidupan rumah tanggaku.

__ADS_1


Aku sudah terbiasa kalau mangsa sudah di tangan ku tidak akan aku lepaskan siapapun orangnya, termasuk kamu juga jadi jangan membuat aku murkah terhadap kamu karena kamu sudah datang menganggu ketenangan aku, ini pertama dab terakhir kalinya aku ingatkan kamu pergi jauh dari kehidupan rumah tanggah ku." Ujar Dinda menyuruh aku memilih Dinda atau perempuan ini ya jelas aku memilih istriku dong.


"Sayang tidak perlu berikan pilihan kepada mas, karena mas tetap nemilih kamu sebagai istri terbaik mas jadi untuk apa kamu menyuruh mas memilih kamu atau dia. Kamu dengan dia itu jelas bedah jauh level sayang, kamu sangat berharga bagi mas sedangkan dia bukan siapa-siapa.


__ADS_2