
Tidak selang lama ayah dan ibu datang langsung disusul oleh keluarga yang lain, saat mereka melihat kami berdua mereka semua tersenyum. Apalagi Ririn dan Gama kedua sepupuku ini tidak bisa melihat kakaknya senang sedikit pun kalau tidak mereka ngejek itu bukan Ririn dam Gama.
"Pah!...sepertinya Grey dan Gretta segera punya adik lagi kalau setiap pagi putry ibu basah terus rambutnya...penerus harta keluarga Adinata tidak perlu di ragukan lagi pah" ujar ibu.
Astaga jadi ini maksudnya dari tadi mereka semua senyum-senyum bahkan pelayan juga menatap Dinda tadi sambil senyum. Kayak tidak perna muda aja, mereka tidak tahu kalau kami berdua lembur untuk kejar target hehehe.
"Iya bu, lebih baik kita sarapan pagi dulu nanti baru lanjut ngobrol di ruang tengah aja takut makanan keburuh dingin tidak enak." ujar ayah. Paman dan bibi terkekeh.
Humm lolos dari ejekan Gama dan Ririn aku tahu sifat kedua adik sepupuku ini kalau soal ngejekin aku mereka berdua number one! Tapi aku suka dan senang dengan kedua adik ku ini bedah dengan yang lain mereka tidak sedekat itu denganku. Semenjak mereka berdua tinggal di rumah suasana rumah makin rameh.
Akhirnya acara makan selesai juga, hari ini aku tidak kekantor dulu karena aku temani Dinda ke mall, dan katanya ingin ketemu dengan Felix teman lamanya, aku lihat Felix sih dia pria yang baik bahkan dia berani menghajar Lexza waktu itu demi melindungi Dinda dan calonnya. Hanya saja alu sebagai suami Dinda pasti cemburu dong membiarkan istri pergi ketemu dengan pria lain.
"Ciehhhhh......kakak ipar mandi jam berapa? Tidak kedinginan ya kakak, tadi aja Ririn mandi karena tidak pakek air hangat jadi dingin loh."
"Husssss diam kamu Rin...tunggu aja sebentar lagi Grey dan Gretta punya adik tiga lagi, banyak ponakan tidak masalah lagian harta keluarga Adinata tidak akan habis sampai tujuh turunan, kakak Dava dan kakak ipar tadi berenang di kolam makanya semua rambut juga ikut basah jangan berpikir negatif begitu" ujar Gama senyum geli
Ririn dan Gama mulai, Dinda senyum simpul aja sedangkan selesai bicara Ririn langsung kabur yang lain justru tertawa tanpa beban. Ririn takut di marahin, Gama dan paman juga ikut nyusul, rencana benerapa hari lagi keluarga akan pulang ke tempat masing-masing namun paman dan bibi masih mempertanyakan hubungan Gama dengan gadis itu.
__ADS_1
"Nak hari ini kamu masuk kantor tidak, soalnya ada yang ingin ayah bahas dengan kamu dan pak Erik tapi di kantor saja, ayah juga ingin berkunjung ke perusahaan pusat dulu" tanya ayah.
"Masuk ayah kira-kira jam berapa ayah datang ke perusahaan? soalnya Dava temani Dinda sebentar ke mall" ujarku.
"Agak siang sih ayah datang, sekalian kita makan siang bersama aja di sana ya"
Setelah usai berbincang kami masing-masing bersiap untuk pergi, ayah langsung berangkat ke kantor jam delapan, Dinda mendesak ku untuk tidak perlu menemaninya biar Dinda pergi dengan Elsa aja tapi aku tidak ingin membiarkan istriku pergi sendirian jadi aku yang mengantarnya.
Sebenarnya jam delapan itu mall belum buka karena biasanya mall buka jam sembilan sampai jam sepuluh, hanya saja kami ingin pergi ke mall keluarga Adinata jadi bisa di atur, biarkan sih kembar tinggal di rumah sedangkan papi dan maminya keluar mencari suasana segar di luar.
Hampir satu jam akhirnya kami sampai di mall ternyata mall sudah mulai buka bagusnya. Ternyata Dinda pesan gelang tangan untuk Grey dan Gretta, bagus banget aku lihat saja sangat takjub jangan tanya harganya istriku kalau belanja sesuatu untuk sih kembar menurup mata. Tapi tidak masalah bagiku selagi yang menikmata harta ku adalah istri dan kedua anak ku tidak masalah.
Sebelum kami bertemu dengan Felix kami ketemu dengan pelayan tokoh dulu.
"Selamat datang Tuan dan Nona muda, ini adalah pesanan nona muda ini di buat khusus oleh Tuan kecil dan nona kecil nona muda, indah sekali sesuai dengan permintaan nona, hanya ini desain khusus dan hanya satu model ini juga di buat oleh toko ini tidak ada lagi" ujar pelayan toko.
"Waw....sangat cantik dan indah sama seperti antingnya, makasih saya sudah transfer ya mbak sesuai dengan harga semuanya satu miliyar."
__ADS_1
"Terimah kasih nona muda, atas kepercayaannya"
Sepanjang kami berjalan mengeliling mall banyak sekali mata tertujuh kepada aku dan Dinda, tak jarang pengunjung menyebut nama aku dan Dinda.
"Wah....itu benaran gak sih Tuan Dava dan nona muda, gila ya cantik dan ganteng banget selama ini gua hanya menyaksikan mereka lewat media sosial tapi gak perna ketemu langsung, jujur gua senang banget entah semalam gua mimpi apa sampai gua bisa ketemu mereka, gak sia-sia loh gua masih pagi-pagi datang ke mall" ujar seorang gadis bersama tiga teman lainnya melongo saat melihat aku dan Dinda lewat, Dinda memberikan senyuman khasnya hanya senyum aja bisa menghipnotis banyak pria.
"Sama gua juga loh, beberapa kali Tuan Adinata membuat acara besar tapi kita bisa apa hanya rakyat dan karyawan biasa, cobak sekali-sekali kita di undang gua pasti bahagia banget deh. Bisa ketemu langsung dengan Tuan muda tak masalah kalau Tuan muda sudah menikah gua hanya mengangumi dari jauh aja karena cinta tak perlu di miliki bukan hehehe"
"Husss jangan mimpi deh...kita hanya anak gadis yang di lahirkan dari keluarga pas-pasan jangan tinggi sekali mimpi itu, ingat kalau jatuh sakit loh. Kita tidak level dengan Tuan muda mana mau Tuan muda memandang kita, dan satu lagi itu acara besar jadi yang pasti yang di undang itu adalah orang-orang terpandan bukan rakyat kecil kayak kita, yuk jalan kita datang kesini untuk belanja dan nonton bukan untuk mengangumi suami orang."
Keempat gadis itu berlalu pergi setelah dapat ceramah dari temannya, aku terenyu mendengar perkataan anak gadis itu, seolah dia berkata bahwa orang kaya tidak perna memandang rakyat kecil.
"Mas yuk kita ke butik tempat bayi ada yang ingin Dinda beli untuk sih kembar, sebelum kita ke restoran untuk menunggu kakak Felix disana sepertinya dia datang dengan calonnya" ujar Dinda
"Oh baik sayang borong aja semua isi butik itu kalau kamu mau sayang tidak masalah" ujar ku membuat Dinda tersenyum.
Akhirnya kami masuk kedalam sebuah butik disini tidak ada barang lain selain barang khusus untuk peralatan bayi semua, Dinda memilih sepatu dan baju untuk Gretta dan Grey, pakiannya imut dan unyu-unya. Setelah puas memilih akhirnya bayar di kasir seusai bayar Dinda mengajak aku ke restoran untuk menunggu Felix disana.
__ADS_1
"Mas yuk kita ke restoran saja sekarang sudah setengah sepuluh kata kakak Felix jam sepuluh baru dia datang , ada yang ingin Dinda tanyakan ke mas soal dimana Aisya dan kedua orang tua nya di bekap, dan beberapa anak buahnya lagi yang kerja sama dengan Marlan"
Ternyata filingku tidak meleset bahwa Dinda akan bertanya soal Aisya dan kedua orang tuannya.