Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
93:93


__ADS_3

Jujur jantungku tidak aman melihat reaksi istriku dengan bengitu lincah.


"Deg.....mau apa istriku ini hal yang paling menyeramkan dari sisi istriku, aku benar-benar tidak menyangka istriku seberani ini dan sampai sekarang aku masih syok dengan senjata yang dia miliki. Jujur kami sudah menikah berapa bulan ini tapi aku tidak perna melihat istriku punya benda ini atau selama ini dia sembunyikan dariku sehingga saat dia kabur dari rumah disitu dia membawahnya aduh banyak rahasia istriku yang belum aku ketahui. Aku baru tahu sisi gelap dari istriku membuat aku terkejut.


"Pengawal hajar mereka"Teriak istriku


Dan seketika mobil pengawal mengejar mobil musuh dan menabrak mereka dari belakang.


Brak....brakkkk!


Tiba-tiba mobil musuh oleng dan menghantam pembatas jalan sampai hancur dan ketiga orang didalam mobil ikut terjepit, Dinda langsung menyuruhku menghantikan mobilnya baru saja mobil berhenti sempurna Dinda langsung keluar dan menghampiri orang yang ada di mobil.


Bumkkkkk....bumkkkkk dasar kecok mati berani sekali kalian mengusik kami"


Pengawal keluarkan mereka dari dalam dan geleda mereka bertiga hati-hati" ujar Dinda aku susa menelan saliva melihat keganasan istriku, karena jujur baru kali ini aku ketetemu dengan musuh seperti ini, kalau aku lihat dari cara penembak Dinda, sepertinya Dinda sudah pernah melakukan itu.


Dengan susa panya ketiga pengawal menegeluarkan ketiga orang itu dari dalam mobil mereka semua berpakaian hitam dan mereka memiliki tanda bintang seperti tato di lengan mereka.


Setelah berhasil mereka di keluarkan dari dalam mobil ternyata salah satu diantara nereka sudah meninggal, sedangkan dua belum yang barusan kena tembak di lengan juga masih hidup dan yang satu lagi karena dia kejepit mobil jadi kakinya patah, tanpa basa-basi


Dorrrrr.


Satu kali tembakan tepat mengenai kepala lengan yang terkena peluru itu dan mati di tempat, seketika membuat aku dan ketiga pengawalku tercengang dengan reaksi Dinda.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa menembaknya, biarkan mereka menderita seperti itu"


"Mas berapa kali aku harus bilang, jika mereka berani mengusik kehidupan seseorang yang mereka tahu sasaran mereka itu bukan orang sembarangan, tapi mereka masih mau melakukan berarti nyawa merekalah taruhannya jadi mereka sudah siap menerima konsekuensinya apapun terjadi pada diri mereka itu sudah tugas dan tanggung jawab mereka"


" Walaupun kita membiarkan mereka hidup dan biarkan mereka pergi, toh juga kita tetap sudah memiliki musuh karena teman yang lain sudah meninggal jadi biarlah karena sudah kepalang basah jadi mandi saja sekalian. Jangan nanggung melakukan sesuatu karena dengan seperti itu kita dalam bahaya"


"Aku tidak bersalah dalam hal ini karena mereka sendiri yang datang menyerahkan nyawah mereka kepadaku, aku tahu mereka kiriman dari kelompok mana tapi aku tidak tahu siapa yang mengutus mereka, mulai sekarang kita harus hati-hati. Pengawal ikat dia dan masukan kedalam mobil jangan sampai dia lolos dan masukan ke penjara bawah tanah agar kita bisa mencari sumber dari dia."


Setelah selesai kalian mengikatnya bereskan kekacauwan ini jangan sampai polisi mengetahui hal ini. Dan bakar semua mayat dangan mobil ini.


"Ba, baik nona kami akan lakukan sesuai dengan perintah nona"


"Ah hari ini pertempuran gak seru karena mereka kirim hanya enam ekor tikus ini, datang jadi gak ada tenangaku keluar karena gak ada pertarungan yang sengit" ujar Dinda.


Buset deh... Apa kata istriku tadi gak seru astaga gak seru bagaimana tadi kejar-kejar sambil tembak menembak bilang gak seru, memang sih sebenarnya lebih dominan ke jantungan dan seram nelihat istriku kontak senjata dengan musuh yang entah orang suruhan siapa.


Kami berdua masuk kedalam mobil, tapi kali ini Dinda yang duluan masuk dan langsung duduk di bangku pengemudi membuatku susa menelan saliva.


"Sayang kenapa duduk disitu biar mas yang nyetir kenapa kamu pindah kesitu"


"Mas duduk diam saja biar aku yang mengemudi, mas sudah berapa kali mas berhadapan dengan musu seperti ini seharusnya tadi aku yang bawah mobil jadi bisa lebih seru aku yang menabrak mereka" tanya Dinda.


"Ini baru pertama kali sayang kenapa Kamu bertanya begitu?" tanyaku.

__ADS_1


"Mulai besok kalau mas pergi harus mempersiapkan diri dan mas harus dilengkapi dengan senjata, awalnya aku berpikir bawah aku yang harus di lindungi tapi setelah kejadian tadi aku kembali berpikir untuk bicara dengan ayah agar mas yang lebih baik belajar tembak menembak dan harus ada pengawal berkelas yang menjaga kamu mas."


Kami pulang kerumah dengan perasaan yang tidak menentu tiba-tiba Dinda mengambil hpku dan menelpon ayah, astaga istriku ini memang selalu memberikan kejutan untukku.


"Hallo ayah, maaf. Dinda menganggu pekerjaan ayah sekarang ayah ada dimana masih di kantor"?


"Hallo putry ayah, iya nih ayah masih di kantor ada apa nak mana suamimu, kalian sudah pulang dari rumah sakit belum sayang, kamu baik-baik sajakan"?


"Ini lagi di jalan ayah mau pulang kerumah dan mas ada disampingku ayah, ada hal penting yang ingin Dinda sampaikan ke ayah boleh Dinda mampir ke perusahaan ayah? tapi ayah jangan bilang kalau aku dan mas Dava anak ayah bilang aja rekan bisnis hahaha"


" Hahaha kamu ini ya nak biking lucu aja, gini aja kamu gak usa capek datang kesini, kalian langsung pulang aja biar sekarang ayah langsung pulang kerumah biar Kris yang menghandle semuanya saja lagian sebentar lagi juga sudah keluar kantor"


" Oh ya memang hal penting apa sayang yang ingin putry ayah sampaikan sepertinya memang sangat penting ya sampai tidak bisa di tunda" tanya Tuan Adinata


"Ada ayah pokoknya aku tidak bisa bicarakan di hp karena ini sangat sensitif ayah tapi tolong sampai di rumah jangan bilang sama ibu aku takut ibu panik, nanti kita bertiga saja yah sama mas dan kalau boleh sama pak Erik juga aku pengen pak Erik juga harus tahu."


Aku hanya mendengar perkataan istriku berinteraksi dengan ayah, ya ampun jadi teringat lagi dengan kakak Hawari sama seperti Dinda juga kalau bicara dengan ayah sangat lembut.


Setelah selesai Dinda dan ayah bicara, Dinda matikan telpon dan tanpa sepata katapun langsung melajukan mobilnya menuju kerumah sedangkan pengawal masih mengurus kedua mayat itu dan satu lagi sudah di masukan kedalam mobil.


Rencana nanti akan di bawah pulang dan dimasukan kedalam ruang bawah tanah untuk di interogasi nanti. Aku semakin kagum dengan kehebatan istriku aku tidak menyangka istri yang selama ini di tindas di keluarganya sekarang sudah beruba menjadi singa hahah....


Bisa-bisanya aku katain istriku kayak singa nanti aku yang akan di terkam dengan sendirinya, gila benaran melihat keganasan istriku menghabisi kedua orang itu dalam satu kali tembakan nyawa mereka melayang.

__ADS_1


Bagaimana aku tidak jantungan coba melihat istriku begitu ganas gila....benar-benar gila. Sekarang dia yang menyetir mobil tapi santai sih dibawahnya.


"Mas nanti belajar cara menembak dengan aku mas akan aku ajarin karena dengan adanya meninggal orang ini makin banyak yang akan mengincar kita


__ADS_2