Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
112


__ADS_3

Sementara bu Anjani ada didalam kamarnya mengeluarkan leptop dari dalam lemari dan mengecek semua file yang masuk karena bu Anjani merasa kalau ada yang jangal.


Setelah leptop dihidupkan satu persatu file masuk dari berbagai bisnis salah satunya yaitu restoran ada beberapa file dari manajer restoran, ia mengirim penghasilan satu bulan ternyata sangat merosot apalagi dalam dua minggu terakhir ini penghasilan benar-benar minus, membuat bu Anjani terkejut ia gak percaya kalau bisnisnya bisa hancur begitu karena bu Anjani belum tahu apa penyebabnya.


Bu Anjani berpikir mungkin hanya bisnis restoran saja yang menurun tapi yang lain gak, akhirnya bu Anjani membuka file yang lain dari pihak hotel dan semua bisnis lainnya tapi ternyata sama semua. Yang terakhir bu Anjani takut-takut membuka file yang di kirim oleh orang kepercayaannya di perusahan. Berapa terkejutnya bu Anjani tahu kalau saat ini perusahaan dalam masa krisis jelas sangat sok dong karena itu adalah satu-satunya harapan bu Anjani saat ini.


Apalagi bu Anjani gila harta jadi mana mau bangkrut bu Anjani tidak mau menjadi gembel lagi seperti dulu.


"Tidak.....aku tidak boleh miskin aku sudah berusaha menyingkirkan mas Evan agar bisa menguasai hartanya kenapa jadi seperti ini, tidak..aku tidak mau bangkrut..aku harus telpon sekretaris." ujar bu Anjani


Bu Anjani dengan kasae mengambil hpnya dan langsung menghubungi sekretarisnya. Tidak menunggu waktulama telponnya langsung tersambung dan di angkat oleh sekretaris Alea.


"Hallo nyonya...akhirnya nyonya telpon saya juga." ujar sekretaris lembut namun bukannya di jawab dengan baik justru sekretaris langsung dapat cacian dari bu Anjani memang sudah tabiat kali ya, suka sekali mengeluarkan kata kotor dari mulutnya.


"He...apa gunanya saya membayar kamu mahal dan mengangkat kamu jadi orang kepercayaan saya untuk menangani perusahaan, kamu Kerja apa selama aku gak ada ha...sampai perusahaan bisa krisis begini cepat lakukan sesuatu agar perusahaan bisa bangkit kembali."

__ADS_1


"Nyonya tenang dulu jangan pakek emosi nyonya dengarkan penjelasan saya dulu, perusahaan ini krisis bukan karena kinerja saya tidak bagus nyonya tapi ini efek dari penarikan uang sebesar lima ratus miliyar itu uang perusahaan semua tapi itu tidak masalah yang masalah adalah berita yang viral tentang kasus penembakan terjadi terhadap nyonya."


" Dan berita simpang siur di kalangan masyarakat dan kalangan atas sehingga karena semua berita itu menyebabkan banyak dari direksi yang tidak mau kerja sama dengan kita, dan menarik semua saham yang ada di perusahaan kita saat ini harapan kita hanya satu perusahaan Adinata grup, tapi itupun kalau mereka menanam saham sampai sembilan puluh parsen berarti direktur utama bukan nyonya lagi tapi akan di ambil alih oleh perusahaan Adinata grup."


"Lebih baik nyonya cek dulu berita yang sudah saya kirim linknya itu karena ulah anak dan menantu nyonya juga jadi semuanya hancur, kalau nyonya mau pecat saya saat ini juga saya akan berikan surat penguduran diri dari perusahaan ini karena tidak ada gunanya lagi saya disini".


"Apa.....ja..jadi semua ini karena berita penembakan yang terjadi terhadap saya sudah viral? kenapa tidak ada satupun yang memberitahu aku dasar kurang ajar kalian semua , aku sudah berusaha untuk membuat semua bisnis maju kenapa hancur dalam sekejap"


Bu Anjani pucat pasi ia benar-benar syok dan ketakutan karena bu Anjani tidak mau jadi orang miskin lagi, bu Anjani tidak mau mendengarkan lagi penjelasan dari Alea sekretarisnya dan langsung matikan hpnya tanpa parmisi.


Bu Anjani tidak tunggu lama lagi dia langsung membuka semua link yang sudah di kirim oleh sekretaris Alea, bu Anjani membulatkan matanya dengan sempurna dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya air matanya mengalir bukan karena kesedihan tapi justru kemarahan.


"Argr.....kurang ajar kalian semua kenapa kalian menyembunyikan ini dari ku. Dan siapa yang menyuruh kalian lqpor polisi.


Brakkkk....braakkkk."

__ADS_1


Suara teriakan bu Anjani beriringan dengan bunyi benda berjatuhan karena sangking emosi bu Anjani sampi menghancurkan semua barang-barang yang ada di kamarnya. sampai cermin di meja riasnya juga ikut hancur yang tidak hancur hanya hp dan leptop kalau yang lain pada hancur semua.


Belum puas dengan menghancurkan dan berteriak didalam kamar bu Anjani bergegas keluar dan berteriak dari atas tangga sampai di lantai bawah kayak orang kerasukan setan...ya cocok juga sih dibilang setan karena mamang ia memiliki hati setan.


"Argar.....keluar kalian semua manusia iblis dimana kalian keluar Lexza..Kenedy anak kurang ajar kalian keluar semua brakkkkk...."


Semua isi rumah gempar mereka terkejut dengan kelakuan bu Anjani yang sudah kayak setan wajahnya merah merona matanya melotot hampir-hampir mau keluar biji matanya.


Semua para pengawal dan pelayan sudah pada berkumpul tapi anak dan menantu belum ada yang keluar dari dalam kamar masing-masing, padahal bu Anjani sudah ngamuk di ruang tengah semua barang yang ada disitu dibanting dan banyak yang sudah hancur bahkan lemari hias yang sangat mewah di ruang tengah satu kali bu Anjani lempar pake bingkai foto langsung hancur berantakan sayang sekali ya tapi bagi orang kaya sih itu gak seberapa.


"Hey....kurang ajar ngapain kalian ngumpul disitu mau cari mati kalian cepat panggilkan anak-anak kurang ajar itu, berani sekali mereka membohongi aku dan mereka sama sekali tidak memberitahu aku. Mereka tidak menghargai aku sama sekali sebagai orang tua di keluarga ini...Lexza....Kenedy keluar kalian"


Dea yang baru saja istirahat jadi ternganggu dengan teriakan bu Anjani tapi justru bukannya bangun Dea mala menutup telinganya dengam batal dan kembali tidur, sedangkan Lexza yang sudah capek mengurus Kenedy ia juga kecapen dan tidur. Tapi akhirnya Lexza kanget dan terbangun bengiitu juga Kenedy karena tadi sudah minum obat setelah itu istirahat jadi Kenedy sudah merasa enakan.


"Aduh....siapa sih brisik banget deh, orang lagi tidur juga gak ada sopan santun orang ini" gerutu Lexza karena belum sadar betul kalau itu suara ibunya.

__ADS_1


"Sayang coba dengarkan baik-baik sepertinya itu suara ibu deh yang teriak-teriak itu tapi kenapa yang ibu memanggil nama kita sambil mengeluarkan kata kasar begitu" ujar Kenedy seketika membuat mata Lexza langsung terang.


"Ah masa sih mas itu suara ibu? sepertinya gak deh orang tadi ibu istirahat kok...atau jangan-jangan ibu sudah tahu mas tentang berita yang beredar itu dan juga tentang perusahaan yang saat ini dalam masa krisis bisa gawat mas" ujar Lexza jadi takut.


__ADS_2