Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
383


__ADS_3

Aku membawah Dinda kedalam kamar mandi dan kami langsung mandi kali ini tidak ada aktifitas lain selain mandi hehehe....biasa kalau sih joni sudah bangun berarti susa di tidurkan kalau bukan Dinda yang tidurkan berarti susa tidurnya dan aku pun menderita, tapi mungkin dia juga kecapean jadi dia santai saja saat dia berada di dekat Dinda.


Hampir tiga puluh menit aku dengan Dinda mandi akhirnya selesai juga aku kembali mengendong istri tercintaku dan kami keluar dari kamar mandi, sebelum istriku melahirkan aku tidak bisa mengendongnya selain badannya sudah berisi, aku juga takut kandungannya bermasalah sehingga aku tidak mau ambil resiko kalau sekarang sudah bisa gendongnya. Walaupun Dinda sudah melahirkan kedua anakku tapi badan Dinda tetap cantik seperti dulu aku salut sama Dinda bisa menjaga badan segitu cantiknya.


Aku meletakan Dinda di atas tempat duduk yang ada di depan meja rias aku membantu Dinda untuk mengeringkan rambutnya, setelah itu aku menganti pakian ku, begitu juga Dinda ikut ganti pakian karena sudah setengah tujuh jadi sebentar lagi pasti akan makan malam bersama keluarga.


Aku dan Dinda segera turun kebawah untuk makan malam bersama, selalu seperti ini aktifitas aku setiap hari, walaupun banyak sekali masalah yang datang silih berganti tapi kebahagiaan dan kebersamaan untuk keluarga itu utama, ayah selalu mengajarkan kepadaku, jangan perna campur urusan lain dalam keharmonisan dalam keluarga, jadi aku rasa masalah yang datang silih berganti itu adalah suatu cobaam untuk keluargaku tapi aku tetap mementingkan keluargaku.


Karena kami semua sudah lelah jadi setelah selesi makan malam kami langsung masuk ke kamar masing-masing. Kalau ayah dan ibu sudah istirahat atau tidak tapi yang jelas aku langsung istrirahat, setelah aku ketemu kedua anak ku mereka berdua sudah rapih karena sudah mandi dan bahkan sudah istirahat lagi.


"Sayang istirahat lah kita ya mas cape banget, atau sayang ingin ngapain lagi? seharian mas mengurus masalah di kantor jadi setelah itu barulah datang menghukum om Angga, oh ya sayang kok bisa sayang ada di situ tadi?" tanyaku.


"Tidak mas! Dinda juga merasa lela jadi kita istirahat saja, tadi setelah pulang dari mall di antar oleh mas, sekitar jam dua Dinda mengajak pengawal itu untuk menemani Dinda ternyata mas dengan ayah datang Dinda aja terkejut." ujar Dinda, akhirnya kami istirahat.

__ADS_1


******


Waktu terus berlalu tidak terasa sudah satu minggu telah aku lewati bersama keluargaku, walaupun satu minggu itu aku menjalaninya dengan tidak wajar karena banyak sekali masalah, selama satu minggu itu juga om Angga, istri dan anaknya mendapatkan siksaan yang tak kunjung usai sampai wajah dan tubuh Aisya yang begitu mulus dan cantik sekarang sudah berubah menjadi manusia buruk rupa, semenjak kejadian Dinda menyiksa Aisya dan kedua orang tuanya Aisya, tidak perna masuk lagi ke ruangan itu hanya pengawal dan aku yang selalu masuk untuk menyiksa mereka.


Aku bertanya pada pak Erik dan asisten Arfan semua sudah siap belom semuanya , ternyata jawabnya sudah jadi tinggal berangkat saja. Om Angga, Aisya dan istrinya sudah di masukan kedalam mobil untuk di bawah ke hutan kramat agar dia bisa merasakan bagaikana rasanya sakit iti.


"Pak Erik, asisten Arfan bagaimana semua sudah siap belum? Kalau belum cepat bereskan semuanya supaya kita cepat berangkat karena selain perjalanan jauh kita menghadapi para penjahat itu juga makan waktu sangat banyak, jadi kita harus mengatur waktu dengan baik"


"Tidak masalah siapkan semua mobil saja karena Tuan Rafa sudah di jalan palingan sebentar lagi juga sampai semua pengawal sudah menyiapkan senjata masing-masing, karena perjalanan kita kali ini penuh dengan perjuangan ingat jangan gegabah dalam melakukan sesuatu, kita harus yakin kalau kita pergi lengkap dan sehat begitu juga kita kembali.


Kota juga harus sehat jangam sampai di antara kita yang tidak pulang karena kelalaian kita, jika saat kita bertempur ada teman kita yang butuh pertolongan atur agar kita bisa menolongnya jangan biarkan dia sendirian, ingat kalau kita di medan pertempuran tidak ada namanya Tuan dan anak buah tapi kita sama-sama teman atau saudara saling membantu." Ujarku panjang lebar padahal tadi malam aku sudah berikan arahan kepada mereka tapi aku ingatkan lagi takutnya mereka lupa.


Hari ini memang perjalanan kami penuh dengan persiapan, aku tidak mau ada di antara kami baik aku dan yang lain mau pun pengawalku. Aku memang sangat di hormati di keluarga karena aku Tuan mereka bukan salam arti aku tidak menyayangi pengawalku, kalau bukan mereka yang menjanga keluargaku selama ini mungkin nyawah kami sudah terancam mereka garda terdepan.

__ADS_1


Kami yang sementara bicara tiba-tiba Rafa dan pak Reno datang, karena kebetulan kami semua sudah siap dan tinggal menunggu kedatangam Rafa dan pak Reno akhirnya kami bersiap untuk berangkat.


"Sekarang Tuan Rafa dan pak Reno sudah datang jadi saatnya kita berangkat tidak perlu menunggu lama lagi, ikut kelompok masing-masing semua mobil sudah siap bukan, jadi sekarang kita berangka"


"Kakak, paman mana? Bukannya paman juga ikut katanya semalam, terus kakak yakin kalau kakak ipar tidak ikut bukan, ini perjalanan jauh jadi kakak harus pastikan semuanya sudah aman jangan nanti setelah kita sampai disana baru kakak sadar kalau ternyata kakak ipar juga ikut disana, kakak tahu bukan siapa kakak ipar sebenarnyanya dia orangnya nekat". Ujar Gama.


"Kamu tenang aja Gam, kali ini kakak pastikan Dinda tidak ikut soalnya kakak sudah bicara dengannya jadi katanya dia tidak akan ikut dan juga soal ayah nanti ayah nyusul dari belakang karena ada masalah di perusahaan jadi tidak bisa di tinggal jadi harus di selesaikan dulu barulah ayah menyusul kita , lebih baik kita duluan saja tidak perlu kuatir ayah Gam karena ayah aman aja di kawal nanti" ujarku


"Ok kakak kalau begitu kita berangkatlah sekarang oh ya, ayah Winata tidak ikut kakak, ini kan ada kakak Rafa terus ayah Winata tidak ikut kakak"? Tanya Gama.


Adik ku yang satu ini sangat teliti sekali tadi bertanya soal pamannya sekarang dia bertanya tentang ayah angkatnya. Sangat perhatian sekali terhadap Ayah mertua


"Ayah mertua juga akan nyusul nanti jadi sekarang kita berangkat aja adik, atau masih ada pertanyaan lagi? Kalau masih ada bilang aja biar aku jelaskan semua sebelum aku tutup jawaban ini hehehe"? Tanyaku tapi justru dia tertawa.

__ADS_1


__ADS_2