Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
59:59


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain di sebuah gedung tinggi pencakar langit, di sebuah ruangan yang mewah, seorang pria bertopeng berdiri di jendela kaca transparan dan memandang keluar, sedangkan di samping kiri dan kanannya masing-masing berdiri dua pengawal.


Pengawal itu hanya berdiri tanpa mengeluarkan suara, mereka hanya menunggu perinta dari Tuan mereka.


Tidak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka dan muncul dua orang yang satu kelihatan sebagai pengawal pria bertopeng itu karena serangamnya sama dengan keempat pengawal lainnya. Namun yang satu lagi seperti seorang pembunuh bayaran. Setelah mereka masuk pengawal itu menghampirinya dan sembari berkata.


"Maaf Tua orangnya sudah datang." ujarnya


Namun bosnya tidak berkata apapun ia hanya mengangkat tangannya dan memberikan isyarat untuk menyuruhnya duduk. Sedangkan orang yang di panggil bos itu langsung berbalik dan duduk di kursi kebesarannya. Kalau kelima pengawal itu tetap berdiri di samping.


Setelah orang itu duduk dia berikan isyarat kepada pembunuh bayaran itu untuk ikut duduk karena dari tadi sudah di suruh duduk tapi masih sengan.


"Sudah berapa banyak orang yang kamu bunuh " tanya pria yang di panggil Tuan itu.


"Sudah tidak terhitung Tuan" jawabnya.


"Mamangnya umur kamu sudah berapa tahun sekarang ? Dan sejak umur berapa kamu bekerja seperti ini." tanya Tuannya


"Umur saya saat ini sudah tiga puluh tahun Tuan, dan saya bekerja seperti ini sejak umur seya dua puluh tahun" ujarnya


"Apa motif kamu menekuni pekerjaan ini, kamu tahu kan apa yang kamu lakulan ini sangat berbahaya, dan nyawah kamu tahurhannya"


"Saya tahu Tuan, saya melakukan ini karena, ingin membalas dendan terhadap orang yang sudah membunuh keluarga saya Tuan termasuk ibu dan ayah saya sehingga saya masuk kedalam kelompok pembunuh bayaran ini." ujar orang itu dan disambut anggukan oleh orang yang di panggil Tuan.


"Saya akan membayar kamu mahal asal kamu lakukan pekerjaan kamu dengan baik, tapi saya minta kamu jangan langsung membunuhnya, cukup melukai dia saja apa kamu bisa"?


"Maksud Tuan melukainya saja bagaimana Tuan , jangan langsung membunuh dia begitu tapi hanya buat luka di tubuhnya untuk buat dia takut maksud begitu Tuan?"


"Ia benar sekali, saya akan kasih tahu kamu dena rumahnya dan letak kamar tidurnya setelah itu kamu yang melakukannya ingat jangan menghabisi dia dulu cukup melukainya saja."


"Baik Tuan saya akan melakukan sesuai dengan perintah dari Tuan"

__ADS_1


"Kalau seandainya kamu di tangkap polisi bagamana, apa yang akan kamu lakukan"?


"Tuan tenang saja saya akan menghilangkan jejak saya. Asal pembayarannya sesuai dan jika saya di tangkap polisi Tuan tidak perlu kuwatir karena rahasia akan tetap aman."


Pria yang di panggil Tuan itu mengeluarkan sebuah foto dari dalam jasnya dan menaruhnya di atas meja untuk menunjukan kepada si penembak jitu wajah calon targetnya.


Orang tersebut mengambil foto itu dan melihatnya dengan saksama setelah itu baru ia mengangguk kepala tanda sejutuh.


"Baik Tuan saya akan lakukan, sesuai perintah Tuan dan setelah selesai saya akan kembali kesini"


"Tidak perlu kamu kesini lagi, jika setelah selesai tugasmu kamu boleh pergi soal bayaran kamu, setelah kamu pulang dari tugasmu bayaran kamu sudah sampai di tempat kamu, nanti saya akan panggil kamu lagi untuk melakukan tugas selanjutnya."


"Tapi kira-kira kapan Tuan saya melakukan pekerjaan ini, sekarang saja atau kapan"


"Kamu lakukan nanti malam sekitar jam delapan, karena jam segitu orangnya ada didalam kamarnya kamu harus pastikan tidak ada yang mendengar suara tembakan itu. Dan kamu juga harus pastikan jangan sampai dia mati."


"Baik Tuan" jawab orang itu.


Pria itu keluar dari gedung itu dengan memakai topi dan juga masker sehingga tidak ada yang mengenalnya dia akan pergi ke suatu tempat yang menurutnya bisa melihat targetnya.


Sepanjang perjalanan orang itu pulang ke tempat tinggalnya ia masih memandang foto yang ada di gengamannya, karena wajah target itu sepertinya tidak asing.


"Siapa sebenarnya kamu, sehingga Tuan itu mengincar dan ingin membunuhmu tapi ini pekerjaan jadi aku harus lakukan, sepertinya wajah kamu tidak asing tapi bisa jadi aku salah orang." gumam orang itu dalam hati


Hampir satu jam lebih orang itu sampai di tempatnya dan akan bersiap untuk pergi ke tempat dimana target berada.


setelah sampai di rumahnya orang itu gegas masuk kedalam rumah dan langsung menutup kembali pintu dan menguncinya dari dalam, ia masuk kedalam kamar dan menpersiapkan apa yang harus ia bawah karena kali ini target bukan orang sembarangan.


"Siapa Tuan itu ya, Susa sekali aku mengenalinya. Apalagi dia memakai topeng pengawalnya juga sama jadi susa sekali mengenali mereka tapi tidak masalah asal bayaran besar dan lancar."


Setelah semua persiapan selesai pria itu merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya dan mencari lokasih yang sudah diberikan oleh Tuannya tadi, begitu juga dengan dena yang sudah dia dapatkan agar tidak salah target nanti karena ini masalah penembakan dari jarak jauh.

__ADS_1


Setelah pria itu memastikan lokasi yang akan di tuju sudah tepat akhirnya dia istirahat sejenak untuk menunggu malam harinya.


Sedangkan kembali ke gedung tadi disana orang yang disebut Tuan itu dia memerintahkan anak buahnya untuk menjaga diluar dan tinggalkan Tuannya sendirian didalam.


Setelah mereka keluar semua Tuannya itu mengunci pintu dan membuka topengnya, dan tersenyum sembari berkata lirih.


Tunggu pembalasanku, sudah bertahun-tahun aku seperti orang bodoh di hadapanmu. Tapi tidak untume saat ini, setelah aku tahu rencana jahat yang sudah, kamu susun dengan rapi dan apik tapi untung saja waktu itu tidak sengaja aku mendengar percakapan kamu dengan seseorang entah itu siapa.


Kalian merencanakan hal keji terhadapku tapi sekarang kamu lihat rencana itu akan aku kembalikan kepadamu, dasar manusia iblis.


"Aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang lihat saja nanti"


"Reno masuk." panggil Tuannya itu karena buka pintu hanya pake remot jadi gampang tinggal pencet aja langsung terbuka.


Ternyata Reno adalah orang kepercayaan pria bertopeng itu, jadi jika Reno di panggil itu artinya ada hal penting yang akan di bahas oleh Tuannya.


Reno langsung masuk kedalam ruangan dan menghampiri Tuannya itu.


"Siap Tuan ada yang bisa saya bantu"?


"Iya Reno kamu memang harus bantu aku, tolong kamu segerah pergi ke tempat ini dan beritahu pria tersebut bahwa aku mencarinya disini kalau tidak tolong sampaikan jika ingin bertemu di tempat lain biar aku yang kesana"


Reno yang melihat foto orang tersebut tercengang. Ia tidak percaya kalau Tuannya ingin bertemu dengan pria itu.


"Serius Tuan? Tuan yakin bertemu dengan dia, apa Tuan tidak takut rahasia Tuan terbongkar nanti."


"Kamu percaya sama aku Reno, dia bukan orang jahat dia pria baik-baik . Kamu segerahlah kesana dan bawah dia kesini aku ingin ketemu dengannya"


"Baik Tuan saya akan lakukan perintah Tuan, saya parmisi dulu Tuan"


Akhirnya Reno keluar dari ruangan dan gevas pergi meninggalkan orang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2