Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
411


__ADS_3

Hari-hari sudah ku lewati bersama dengan keluarga ku sudah dua bulan ayah keluar dari rumah sakit dengan kondisi yang sangat baik dan sudah bisa masuk kerja lagi, dan Ririn dengan Rafa sudah selesai tunangan satu bulan yang lalu, Ririn dan Rafa rencana akan melangsungkan pernikahan secepatnya....


Ayah sudah kembali masuk kantor untuk menangani perusahaan cabang, sedangkan semua keluarga sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing tunggu Ririn menikah baru semuanya akan kembali lagi kesini. Karena sudah lama meninggalkan pekerjaan jadi paman dan bibi terus keluar besar lainnya mereka harus kembali ke luar kota dan ada juga yang ke luar negeri, Hari ini aku juga harus keluar kota ini perdana aku pergi tanpa istriku.... Rasanya sangat berat untuk pergi meninggalkan anak dan istriku tapi ya mau bagaimana lagi aku terpaksa harus pergi demi proyek besar itu.


Karena memang tidak bisa di wakilkan oleh siapa pun saya harus pergi cek proyek besar yang sudah saya menangkan, awalnya saya sudah menolak tapi istri saya selalu memberikan semangat katanya tidak masalah jika aku pergi hanya satu minggu juga di luar kota, semoga cepat selesai agar aku cepat pulang. Aku ingin meminta tolong kepada pak Erik kalau pak Erik bersedia biar aku tidak perlu pergi tapi kalau pak Erik juga tetap menolak ya terpaksa aku harus berangkat hari ini juga.


Dalam perjalanan ke bandara pikiran ku tidak tenang aku memikirkan istri dan anak ku, astaga ini lah kenapa aku paling malas bepergisn.


"Hallo pak, boleh kah pak Erik mengantikan aku keluar kota untuk mengecek proyek itu sudah berapa parsen berjalan. Pak Erik bisa mewakilkan aku masa tidak bisa pak" Aku menelpon pak Erik.


"Hallo Tuan muda bukannya saya tidak mau untuk mengecek proyek itu Tuan muda, tapi Tuan Adrak sendiri yang memilih Tuan muda takutnya kalau saya yang pergi Tuan Adrak justru kecewa. Dan satu hal lagi yang ingin saya sampaikan lebih baiknya memang Tuan muda yang datang mengecek dengan sendirinya agar Tuan muda tahu para pekerja disana seperti apa, dan Tuan muda juga langsung melihat seperti apa kinerja manajer yang sudah menangani proyek disana" Ujar pak Erik ada benarnya juga.


Ya kalau memang harus aku yang datang tidak masalah, setelah sampai di bandara langsung cek in dan masuk kedalam ruang tunggu aku si santai aja karena yang mengatur semua adalah sekretaris dan asisten Arfan jadi aku tunggal terimah saja, sebenarnya enak dengan jet pribadi hanya saja aku pengen naik pesawat biasa untuk menikmati bersama penumpang lainnya.


"Tuan muda semua sudah selesai sekarang kita ke ruang tunggu, perjalanan kita hanya memakan waktu dua jam tiga puluh menit tuan muda" ujar sekretaris.


"Baiklah atur saja semuanya" ujarku.


Tidak selang lama kami langsung naik ke dalam pesawat dan mulai lepas landas, karena hanya dua jam lebih kami di pesawat aku rencana setelah sampai kami langsung ke tempat proyek aja untuk mengecek sudah sampai dimana proyek ini berjalan Nanti besok saja baru lanjut.

__ADS_1


"Sekretaris sepertinya kita langsung ke proyek saja dulu kita cek sebentar saja, aku pengen lihat perkembangan pembangunan proyek besar ini jangan sampai gagal, memang ada baiknya juga aku turun langsung jadi aku bisa melihat kinerja yang ada di lapangan"


"Baik Tuan muda tapi tidak sebaiknya ke hotel dulu biar Tuan muda istirahat sejenak, biar besok bisa maksimalkan dalam pengecekan pembangunan, oh ya Tuan...saya mendengar bahwa proyek ini baru berjalan satu bulan lebih tapi sudah banyak karyawan yang mengundurkan diri dari pekerjaan karena gaji mereka sebagian turun sebagian tidak dan ada lagi yang di potong setengah dari gaji mereka. Apakah Tuan muda tahu soal masalah ini? Saya di infokan sama seorang karyawan yang saya sengaja menempatkan disana sebagai mata-mata" tanya sekretaris.


"Apa......kenapa masalah sebesar ini sekretaris tidak memberitahu ku, ini tidak bisa di biarkan kalau karyawan kerja tapi tidak mendapatkan gaji terus mereka kasih makan istri anak dengan apa? keterlaluan manajer pasti dia sudah korupsi dan menindas para pekerja. Seharusnya kasih tahu dari awal jangan diam saja mereka kerja untuk mendapatkan gaji kenapa gaji mereka di tahan?" Ujarku geram kenapa sekretaris baru bilang.


"Maafkan saya Tuan muda saya tidak bermaksud untuk menyembunyikan hal ini dari Tuan muda tapi saya mau Tuan muda yang melihat sendiri, lagian manajer belum mengenal Tuan muda. Jadi kita bisa mencari cara untuk mengetahui siapa dibalik ini semua, pak Erik juga terkejut mendengar jika orang pilihannya bisa main curang" ujar sekretaris


Benar juga yang di katakan oleh sekretaris, manajer dan mandor pasti kerja sama aku akan memberikan mereka pelajaran lihat saja nanti. Pasti pak Erik sengaja tidak memberitahu aku biar aku yang mengetahui dengan sendirinya.


"Sekretaris mereka sudah tahu belum kalau kita akan datang ke proyek besok? Apakah sekretaris sudah menghubungi manajer kalau ada kunjungan dari perusahaan pusat"? Tanyaku.


"Maaf Tuan muda, karena Tuan muda mengatakan kalau kita ingin memberikan kejutan kepada manajer dan semua para pekerja jadi saya tidak memberitahu manajer Tuan." ujar sekretaris


Aku ingin memberikan pelajaran kepada manajer, kurang ajar pasti dia sudah salah mempergunakan uang dia sudah korupsi uang para pekerja baru satu bulan lebih proyek ini berjalan sudah ada parasit di proyek, pak Erik bagaimana sih katanya manajer itu seorang yang baik dan jujur kok bisa begini. Atau pak Erik sengaja nguji ku apakah aku bisa mengatasinya atau tidak aku tahu ini pasti kerjaan pak Erik dengan ayah.


Akhirnya kami tidak jadi ke proyek tapi langsung ke hotel untuk istirahat saja besok baru kerja, aku ingin berikan kejutan kepada manajer proyek.


Setelah kami sampai di hotel kami langsung chek in dan masuk kedalam hotel. Aku langsung merebahkan tubuh ini di atas kasur, tiba-tiba aku teringat dengan istri dan kedua anak ku yang comel...aku mengambil hp dan video call dengan mereka, belum setengah hari tinggalkan mereka rasa rindu ku tidak terbendung.

__ADS_1


"Hallo sayang...kamu lagi ngapain mas baru sampai di hotel tapi sudah kangen banget, mas tidak bisa jauh dari kalian sayang mas janji kalau proyek ini sudah selesai mas akan membawah semua keluarga untuk berlibur, mas ingin ayah, ibu dan semua keluarga kita berlibur bersama smdan bersenang-senang karena sudah bertahun-tahun kita tidak pergi berlibur hanya sekali itu aja pas bulan madu. Itupun ada ngangguan"?


"Hehehe suamiku manis sekalih lah, ini Dinda lagi di kamar si kembar lagi main bersama mereka berdua soalnya Dindar rencana mau bawah mereka berdua jalan sore di taman, cari suasana di taman mas mereka juga bosan di dalam terus kalau nanti mereka sudah bisa jalan enak. Mas jangan lupa makan ya dan ingat sudah ada istri dan anak mas harus jaga mata dan hati mas" ujar Dinda


Mengemaskan sekali, aku bukan tipe pria bejat yang mata jelalatan kalau sudah jauh dari istri aku sangat mencintai istriku jadi aku tidak akan memandang wanita lain.


"Kamu tenang aja sayang, mas selalu ingat kalian dan mencintai kalian doakan mas ya semoga proyek ini cepat selesai dan mas cepat pulang, jaga kesehatan kamu sayang." ujarku.


Akhirnya aku mengakhiri panggilan dengan Dinda, kebetulan ada ketukan pintu dari luar aku bangun dari tidurku dan gegas membuka pintu ternyata sekretaris yang datang.


"Tuan muda makan siang sudah siap apakah makanannya di antar kesini saja atau Tuan muda makan di restoran" tanya sekretaris.


"Oh saya makan disini saja karena saya pengen mengerjakan sesuatu jadi hari ini kalian berdua istirahat saja nanti malam baru kita keluar, keluar untuk melihat keindahan di kota ini" ujarku.


Tidak selang lama dua orang pelayan masuk kedalam dengan membawah nampan di tangan mereka.


"Salam hormat Tuan muda, maaf kami ingin mengantarkan makanan untuk Tuan muda." ujsr mereka.


"Hummm...." aku hanya jawab singkat saja bukan aku tidak sopan tadi aku tidak suka dengan tatapan salah satu pelaya jadi aku hanya fokus dengan hp ku saja, setelah selesai mereka meletakan makanan mereka keluar dari kamar.

__ADS_1


"Silahkan menikmati Tuan muda" ujar sekretaris, aku segerah makan makanan yang sudah di hidangkan ternyata lumayan enak sih tapi lebih enak masakan istriku, masaka istriku tidak ada yang bisa menandinginya.


Setelah selesai makan sudah jam satu aku tidak istirahat aku kembali memeriksa file yang sudah masuk ke gmail, ternyata jadi orang kaya juga tidak enak tidur tidak nyenyak karena memikirkan pekerjaan, tapi jadi orang kismin juga kasian mau makan saja susa.


__ADS_2