Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
221


__ADS_3

Pov Autor.


Ternyata waktu Dava bersiap untuk pergi Dinda sudah bangun tapi pura-pura masih tidur, dan setelah Dinda tahu kalau suami dan rombongannya sudah berangkat, Dinda bangun dari tidurnya dan langsung mandi setelah selesai mandi Dinda mengambil senjatanya yang sudah di berikan oleh ayah mertuannya dan memasukannya kedalam baju...


Dinda turun dari lantai dua ternyata saat lewat ruang tengah tidak ada orang sama sekali, Dinda merasa aman akhirnya Dinda keluar dari rumah dan hendak ke garasi mobil, namun langkahnya terhenti saat Ririn memanggilnya ternyata Ririn baru dari belakang rumah ada main dengan adik-adinya di kolam renang.


Ririn yang kebetulan mau masuk ketemu dengan Dinda sehingga Ririn memanggilnya.


"Kakak mau kemana"Tanya Ririn. Dinda yang tidak tahu mau jawab apa dan tidak mau lama-lama takutnya dia akan terlambat, langsung asal menjawab katanya ada keperluan sebentar sebenarnya Ririn meresa curiga tapi Dinda menyakinkan Ririn kalau dia baik-baik saja.


"Rin nanti saja ya aku jelasin kekamu aku harus pergi ada keperluan, nanti kalau ibu tanya bilang Dinda ada keluar sebentar." Terpaksa Ririn membiarkan Dinda pergi...kenapa Dinda buru-buru karena takutnya ketahuan ibu mertuanya. Berarti Dinda tidak bisa pergi menyelamatkan suami dan yang lain.


Dinda di tahan oleh pengawal sesuai dengan perintah dari Dava, namun sayang Dinda berhasil keluar...Dava pikir istrinya bodoh, jadi tidak bisa melacak dimana Elsa berada, Dinda mengemudi mobil dengan sedikit cepat karena dalam hati Dinda sang suami dan yang lain dalam bahaya.


"Aku harus cepat sampai jangan sampai terlambat karena perasaanku tidak enak."

__ADS_1


Akhirnya Dinda sampai juga di gudang itu ternyata dari luar gelap, Dinda melihat beberapa anak buah dari pria bajingan itu mereka mundar-mandir gelisa dibawah. Padahal Dinda mendangar ada pertarungan hebat di atas bahkan Dinda mendengar tawa dari pria bajingan itu mengelegar...


"Hummm ternyata ada penjagaan di bawah juga aku harus melawan mereka tanpa harus mengeluarkan kembakan, karena kalau aku menembak justru menghasilkan bunyi jadi makin banyak pengawal datang menyerang aku, bukannya aku tidak bisa melawan tapi ini menyangkut menyelamat nyawah suami dan ayah bertua beserta dengan yang lain di atas lebih baik aku lawan mereka dengan tangan kosong saja. Jangan sampai aku kelamaan di bawah dan aku terlambat datang."


Sebelum Dinda melawan mereka Dinda mengelus perutnya sembari berkata:" sayang, jaga dan lindungi ibu dan semua orang baik yang ada disini yang menolong papi dan mami sayang terus kakek. Mami harus menyelamatan aunty Elsa di atas sayang jadi baik-baik ya jangan buat mami lemah, mami yakin anak mami kuat jagain mami ya nak, berikan kekuatan untuk mami bisa melawan orang jahat itu.


Setelah Dinda selesai bicara, Dinda mulai mengedap-edap mendekati orang-orang itu tapi orang itu justru tidak menyadari kedatangan Dinda. Namun Dinda juga tidak bisa naik keatas kalau tidak melawan mereka lantaran mereka berdiri pas tangga naik ke atas, jadi kalau Dinda tidak basmi mereka Dinda tidak bisa naik. Dinda melihat samping kiri-kanan cari sesuatu yang bisa Dinda pakek pukul ternyata Tuhan baik, tidak sengaja Dinda melihat balok kayu segepal tangan tergeletak di pas pintu masuk karena depan tidak ada lampuh sehingga gelap gulita.


Setelah kayu suda di tangan dengan cepat Dinda mendekati salah satu pengawal yang berdiri membelakangi Dinda dan sekali Dinda ayungkan tepakt di kepalanya. Dan langsung tersengkur ke lantai tidak bergerak sama sekali karena memang niat Dinda memukul bukan untuk membiarkan hidup lagi, tapi rencana langsung membuatnya meninggil jadi dengan sekuat tenaga aku ayungkan balok itu.


Melihat temannya tersungkur kelantai yang lain terkejut dan siap menyerang, tapi Dinda kembali lari ke tempat gelap jadi mereka juga ternyata penakut, mereka tidak berani mengejar ku justru mereka berdua periksa temannya Dinda mendengar salah satunya bilang kalau temannya sudah meninggal.


"Sudah meninggal ayuk kita tarik bawah kedalam kamar jangan sampai ada yang melihat...tapi bajingan siapa itu ya keluar kamu bajingan jangan sembunyi lawan kami."


Akhirnya Dinda keluar dan dengan berani, mendekati merekab Dinda sama sekali tidak takut Dinda sebebarnya hanya mau pancing mereka keluar agar yang di atas tidak mendengar ada pertarungan di bawah, namun karena mereka tidak keluar baiklah aku yang masuk.

__ADS_1


"Siapa yang mencariku tadi" tanya ku justru mereka justru tertawa saat mereka melihat yang datang ternyata semorang perempuan, dengan jijiknya salah satu dari mereka mengeluarkan lidahnya. Mereka berdua saling pandang baru tertawa...


"Hahaha...ternyata yang datang hanya seorang ****** lemah, kirain siapa berani dekati kami membunuh teman kami...tapi kamu tidak perlu takut karena kami pria baik-baik jadi kami tidak akan menyakitimu, dengan syarat kamu melayani kami sampai puas. Kamu juga cantik pasti nikmat. Tapi kenapa kamu bisa ada disini atau kamu juga salah satu keluarga dari perempuan yang di bekap di atas...astaga dia berani datang kesini padahal dia tidak tahu kalau keluarganya sudah di kepung di atas sebentar lagi mereka semua akan mati."


Mendengar mulut kotor mereka bicara begitu Dinda langsung menyerang mereka, jadi awalnya Dinda pukul salah satu pakek balok dan kenah tangannya yang memengang belati. Sampai belati terlempar jauh bahkan sangking emosinya Dinda tidak berikan celah untuk mereka menyerang Dinda kembali, akhirnya Dinda tumbangkan mereka semu dan Dinda memasukan mereka ikut temannya di kamar, biar tidak ketahuan orang.


Dinda dengan berhati-hati naik lewat tangah belakang, namun betapa terkejutnya Dinda saat melihat mereka semua sudah menyerah karena ayah mertuanya sudah di todong oleh Admaja dengan pistol di pipinya. Dan Elsa masih disandera oleh anak buah dari paman Admaja.


Dinda tidak berpikir panjang lagi dan langsung mengeluarkan pistol dan menembak mengenai tangan Admaja dan juga kakinya sehingga pistol jatuh begitu Admaja tersungkur mengaduh kesakitan.


Untung Dinda datang tepat waktu kalau tidak belum tahu nasip semua keluarga Adinata.


Ternyata selain Dinda datang tepat waktu dan menolong keluarganya, Dinda juga yang berikan ide untuk mereka membawah sertifikat palsu dan uang palsu.


Dava yang melihat kedatangan istrinya secara tiba-tiba terkejut, sampai menyuarahkan namanya karena istrinya datang tepat waktu bisa menolong mereka. Bukan hanya Dava Tuan Adinata dan yang lain juga ikut terkejut Dava yang langsung memeluk istrinya.

__ADS_1


"Sayang kamu tidak apa-apakan, kenapa kamu disini" Menurut Dinda bukan saatnya tanya jawab karena masalah belum selesai jadi harus di selesaikan...agar mereka bisa kembali hidup aman...padahal belum tentu setelah kematian Admaja keluargs Adinata bisa hidup tenang karena masih banyak musuh dari lawan bisnis yang ingin menjatuhkan bisnis keluarga Adinata.


__ADS_2