
Setelah selesai pertemuan aku dengan ayah mertua, aku keluar dari ruangan itu dan kembali ke parkiran aku di antar oleh Reno sampai di parkiran karena tidak mungkin ayah mertua keluar, setelah sampai di parkiran aku menepuk pundak Reno dan mengucap terimah kasih dan meminta maaf karena tadi hampir sedikit dikeroyok oleh pengawalku untung aku cepat datang.
Makasih Ren, kamu sudah membawah aku ketemu dengan ayah mertua, tolong jaga ayah baik-baik ya kalau terjadi apa-apa tolong kabarin aku jangan dian saja."
"Makasih banyak Tuan muda sudah berkenan mengikuti saya kesini" ujar Reno
Akhirnya aku dan ketiga pengawalku masuk kedalam mobil dan pergi ke kantor, namun pada saat aku di jalan tiba-tiba aku terimah telpon dari ayah mungkin ayah kuwatir sama aku karena dari tadi aku hanya kirim pesan setelah itu gak ada kabar lagi.
Aku segerah mengangkat telpon dari ayah.
"Hallo yah, maaf Dava sudah bikin ayah kuwatir, Dava gapapa ayah sekarang Dava dalam perjalana ke kantor"
"Tapi tidak terjadi apa-apa kan nak, memangnya ada masalah apa rupanya siapa yang mencarimu nak bilang sama ayah jangan sampai musu dari lawan bisnis ayah yang ingin mencelakai kamu."
Aduh...ayah sangat mengkuwatirkan aku, ya jelas karena aku anak satu-satunya pewaris tunggal jadi ayah tidak mau aku kenapa-kenapa.
"Haahah gapapa ayah bukan lawan bisnis ayah, ini mamang masalah agak serius tapi ayah tunggu saja nanti malam kita bicara di ruang kerja ayah jangan sampai ibu dan yang lain tahu terutama Dinda aku gak mau di pikiran."
"Oh baiklah nak hati-hati kalau begitu"
Akhirnya aku mengakhiri panggilan dengan ayah, baru saja aku menyimpan hp, ada telpon masuk lagi dari pak Erik aduh...kayak ginilah kalau kasih kabar setengah-setengah bikin orang pada panik.
__ADS_1
"Hallo pak Erik ada apa"?
"Hallo Tuan muda baik-baik saja kan tidak terjadi apa-apa sama Tuan muda kan?"
"Iya pak Erik aku baik-baik aja kok ini lagi dalam perjalanan menuju ke kantor,"
"Syukurlah Tuan muda kirain terjadi sesuatu hal yang sangat serius terhadap Tuan muda, dari tadi saya jadi kuwatir Tuan besar juga dari tadi telpon terus, sedangkan hp Tuan muda ditlpon aktif tapi tidak di angkat, tadi telpon pengawal juga tidak ada respon"
"Kami tidak apa-apa sebentar lagi aku sampai di kantor"
"Baik Tuan muda"
Ini semua salahku kirim pesan ke ayah dan pak Erik membuat mereka panik, tapi kenapa pengawal tidak ada yang mengangkat telpon ya.
Tidak selang lama aku sampai di kantor tapi aku masi sama seperti dulu statusku di kantor masih sebagai pengawai ob, bukan seorang bos apa lagi pak Zaka sudah kembali masuk tapi bukan sebagai kepala ob melainkan sudah seperti ob pada biasa.
Coba saja waktu itu dia tidak semena-mena mungkin masih di pekerjaannya gajinyakan lumayan juga tuh. Tapi sayangnya ia memiliki sifat serahkan sih jadi hancur.
Saat aku sampai di kantor karena sudah sekitar jam dua jadi jelas pekerjaan ku sudah di kerjakan oleh teman ob lainnya apalagi aku sengaja minta ijin karena ada kerjaan. jadi pas aku datang aku sudah tidak punya pekerjaan lagi dan aku langsung masuk kedalam ruang rahasia. Aku langsung ketemu dengan pak Erik karena ada hal penting yang ingin kami bahas dan setelah aku sampai diruangan tak lama kemudian pak Erim datang.
"Tuan muda ada hal penting yang ingin saya sampaikan ini soal perusahaan Winata grup ternyata setelah direksi mendengar kalau Tuan Evan sudah meninggal banyak yang menarik diri. Dan sekarang nyonya Winata ada sedikit pusing dan satu lagi orang kepercayaan Tuan besar menyampaikan jika ada seseorang yang mengeluarkan uang yang sangat besar dengan memakai nama Tuan Winata jadi perusahaan sekarang lagi dalam krisis.
__ADS_1
Kita harus siap-siap karena saya yakin nyonya Winata pasti akan datang untuk meminta bantuan perusahaan ini lagi Tuan muda.
Hmmm pak Erik tidak tahu jika semua itu terjadi memang ulah ayah mertua, dan uang yang ayah mertua keluarkan itu masuk ke tabungan istriku, memang ayah mertua sengaja lakukan itu agar perusahaan goyah dan aku akan ambil alih perusahaan itu.
Aku menatap mata pak Erik ada sedikit rasa kuwatir di dalam dirinya, baru kali ini aku melihat seorang berkelas seperti pak Erik kuwatir akan hal sekecil itu, mungkin karena pak Erik belum tahu kebenaran.
"Pak Erik tenang saja semuanya baik-baik saja hanya saja ada yang mau aku sampaikan ke pak Erik tapi cukup aku pak Erik dan ayah yang tahu jangan sampai berita ini sampai ke telinga ibu dan istri saya."
"Berita apa itu Tuan muda." tanya pak Erik.
"Semua kekacauan yang terjadi di sebabkan oleh ayah mertuaku pak Erik, dan uang yang di keluarkan sangat besar itu masuk ke tabungan istriku. Itu dilakukan oleh ayah mertua agar setelah perusahaan Winata grup krisis kita masuk dan ambil alih. Karena sertifikat perusahaan sudah ada di tanganku atas nama istri jadi nyonya Winata tidak akan berkutik."
Penuturanku membuat pak Erik terkejut karena pak Erik tidak menyangka itu akan terjadi.
"Tunggu dulu, jadi maksud Tuan muda, Tuan Evan masih hidup begitu kah"?
"Ya begitulah kebenarannya, ceritanya sangat panjang jadi nanti pak Erik akan tahu sekarang kita tinggal nunggu waktu saja, karena hari ini Kenedy kampanye."
Aku dengan pak Erik berbincang dan merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan Kenedy, dan juga bu Anjani mungkin dalam beberapa hari kedepan sesuatu berita terhangat akan di tayangkan.
Karena gara-gara sibuk aku jadi lupa Dengan Andy, untung aku dapat kabar dari pengawal jika Andy sudah siuman dan juga sudah membaik , baguslah nanti aku akan menjenguknya.
__ADS_1
Setelah selesai kami berbincang pak Erik kembali ke ruangannya dan aku kembali membuka leptop untuk mengecek gmail yang sudah masuk, dan benar saja banyak gmail masuk dari perusahaan Winata yang memberitahukan tentang kondisi perusahaan. Aku lihat ada juga gmail masuk dari pak Erik dan aku buka ternyata ini pengajuan meminta dukungan dari Lexza dan Kenedy mereka mengajukan uang sebesar dua miliyar gila benar nih orang, kemarin baru tiga sekarang dua, kali ini aku tolak.
Enak aja suka-suka mereka mau minta dukungan terus dengan dana yang sangat besar, padahal baru satu kali kampanye masa habis ini gak benar nih lebih baik di tolak saja.