Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
368


__ADS_3

Kedua orang tua Marlan ketakutan dengan adiknya, sampai kedua orang tua Marlan memohon ampun agar anak nya tidak jadi di bunuh, tapi itu sudah ketentuan, jadi kalau aku membebaskan Marlan dan memaafkan dia, nanti kedepannya akan ada lagi penghianat terjadi di tengah-tengah pengawal. Dan justru para pengawal memandang rendah Tuan nya jadi harus tingkatkan peraturan agar mereka juga takut.


"Marlan...kamu lihat bukan? karena keegoisan kamu, orang tua dan adik kamu juga ikut menderita. Bukankah sebelum semua terjadi kamu sendiri sudah tahu aturan jika menjadi pengawal di rumah. Jadi sekarang kamu yang bertanggung jawab semuanya, sekarang ayah, ibu dan adik kamu sudah ada di sini jadi apa yang ingin kamu sampaikan kepada mereka. Silahkan karena waktu terus berjalan tidak menunggu kamu disini" ujarku.


Sedangkan mayit Lexza lagi di evakuasi oleh pengawal di lepaskan dari rantai yang masih terikat di kedua tangannya. Kasian meninggal sia-sia Kenedy juga tidak tahu dimana rimbahnya.


"Tuan muda tolong ampuni saya, saya sudah melakukan kesalahan besar tapi saya melakukan dengan terpaksa, Tuan muda tolong ampuni saya dan orang tua ku. Ibu Ayah tolong maafkan aku karena sudah melibatkan kalian dalam masalah ini." Ujar Marlan sambil menangis.


"Kamu yang harus bertanggung jawab Marlan, sekarang kamu jawab jujur siapa yang menyuruh kamu dan siapa teman-teman kamu, kalau kamu tidak ingin orang tua kamu tersiksa di depan kamu dan mereka meninggal duluan" ujarku, aku ingin tahu siapa sebenarnya yang menyuruh, Marlan masuk sebagai mata-mata di rumah.


Justru Marlan tidak ingin mengungkapkan siapa orangnya, apa dia tidak menyayangi orang tua nya. Memang aku tahu sebagai seorang pengawal harus berjanji tidak akan mengungkapkan siapa bosnya, jadi Marlan memengang janji itu. Tapi sekarang posisi dia juga terhimpit kalau benaran dia tidak jujur aku berani tega untuk membunuh orang tua dan adiknya, padahal aku dengan ayah sudah sepakat untuk tidak membunuh orang tua dan adik Marlan. Itu pun kalau Marlan jujur kalau tidak jujur bararti dia tidak menyayangi keluarganya.


"Silahkan bunuh saya Tuan, tapi untuk membocorkan siapa bos saya, saya tidak akan memberitahu anda Tuan. Yang penting tolong lepaskan orang tua dan adik saya karena mereka tidak bersalah. Saya sudah berjanji untuk setia kepada bos saya walaupun nyawah saya taruhan." Ujar Marlan. Entah hatinya terbuat dari apa, sehingga tidak ada rasa iba untuk orang tua dan adiknya.


Karena aku emosi dan ingin menunjukan kepada Marlan, bahwa ancaman aku tidak main-main sehingga aku perintahkan pengawal untuk memukul kedua orang tua dan adik Marlan, sebenarnya bukan aku tidak berani memukul kedua orang tua itu, tapi jujur aku prihatin dan kasian, aku melakukan ini agar Marlan beritahu siapa pelaku utama, kalau tidak, Marlan tidak akan ungkapkan jadi parcuma Marlan meninggal sia-sia tapi masih ada penjahat yang masih mengincar kami.


"Baiklah kalau kamu tidak menyayangi orang tua kamu makanya kamu, tidak ingin memberitahukan siapa mereka, aku akan membunuh mereka di hadapan kamu sebelum kamu menyusul mereka, kamu bukan anak yang berbakti tidak ada hati nurani kamu sama sekali, pengawal habisi kedua orang tua dan adiknya" ujar ku tegas...

__ADS_1


Kali ini bukan pengawal yang menghukum kedua orang tua Marlan, melainkan pak Erik dan asisten Arfan. Mungkin mereka berdua juga sudah emosi dengan tingkah Marlan makanya mereka berdua yang ambil alih.


Plakkkk....plakkkkkk!


"Argh....nak tolong kami...jangan menyiksa kami disini, kami tidak tahu apa-apa ternyata kamu ada durhakan enyah lah kamu anak kurang ajar" bentak ayahnya Marlan.


Mungkin Marlan tidak tahan dengan siksaan yang di lakukan oleh pak Erik dan asisten Arfan, terhadap kedua orang tuanya dan adiknya sehingga dengan lantang di berteriak.


"Hentikan!...jangan siksa mereka lagi, karena mereka tidak bersalah apa-apa...baiklah saya akan beritahu siapa bos saya tapi apa boleh saya minta satu permintaan dan permohonan?...ini permintaan terakhirku jika pada akhirnya saya meninggal tidak masalah karena saya meninggal dengan perbuatan saya sendiri, tapi tolong dengarkan permohonanku" ujarnya.


"Apa itu, kalau aku bisa mengabulkannya aku akan lakukan tapi kalau aku tidak bisa maaf" ujarku.


"Saya yakin Tuan pasti bisa melakukannya, maafkan saya Tuan muda, nona muda ampuni semua kesalahan saya karena saya sudah merancanakan kecelakaan untuk nona muda. Dan saya juga sudah merencanakan pembunuhan terhadap nona muda. Tapi kali ini saya memohon tolong titip orang tua saya, karena mereka pasti dalam bahaya. Dan lepaskan lah mereka karena mereka tidak bersalah. Saya lakukan ini karena saya di bayar dua miliyar." Ujar Marlan berlinang air mata, sebenarnya timbul kasian tapi mengingat perbuatannya membuat aku emosi.


"Baiklah akan saya lakukan, tapi tolong beritahu siapa bos kamu, sehingga kamu rela melakukan ini semua, dan untuk apa kamu pergunakan uang dua miliyar itu ". Tanyaku penasaran.


Marlan menarik nafas panjang dan hendak untuk mengungkapkan siapa pelakunya, namun kami di kejutkan dengan bunyi tembakan dari dalam hutan. Ternyata tempat persembunyian kami sudaj di ketahui, tapi tidak masalah.

__ADS_1


Dorrrrrr.....!


Peluruh meleset sehingga kena dada Marlan dan tembus jantung, membuat Marlan mengeluarkan darah segar. Waduh gawat kalau Marlan langsung meninggal dan tidak memberitahu siapa pelakunya parcuma dong, tapi untung Marlan masih bisa bertahan.


"Kurang ajar kita di intai dari tadi, pengawal kejar mereka, jangan sampai biarkan mereka lolos" bentak ku. Beberapa pengawal bersama Gama dan Rafa, mengejar pelaku sedangkan aku menuntut Marlan untuk mengungkapkan siapa orangnya.


"Marlan bertahan lah tolong beritahu aku siapa pelaku utamanya, kalau tidak orang tua kamu juga dalam bahaya kalau pelalu masih berkeliaran di luar sana." ujarku.


"Ma...maafin sa-saya Tu-an. Ya-yang Me-menyuruh Sa-saya a-adalah, Bo-bos An-Angga dan No-nona Ai-Aisya dan Tuan An.......!?"


Belum selesai Marlan menyebut salah satu nama lagi langsung meninggal dunia, berarti benar filing aku sama ayah bajingan itu dan putry nya yang kerja sama, baiklah kalian akan menerimah siksaan dari ku kali ini, hukuman kalian berbedah dari yang lain.


Marlan langsung meninggal dan aku menyuruh pengawal yang sisa melepaskan rantainya, sedangkan orang tua Marlan menangis histeris meratapi anaknya yang sudah tidak bernyawah.


"Nak...kenapa kamu melakukan ini semua, jadi selama ini kamu berikan uang untuk orang tua kamu ternyata uang dari bayaran orang jahat dan menyuruh kamu untuk membunuh orang" ujar ibunya Marlan sambil memeluk mayit Marlan.


Kasian sih pasti tapi memang itu sudah ketentuan untuk seorang penghianat.

__ADS_1


__ADS_2