
Jelina selama ini bertunangan dengan Agam karena paksaan dari ibu Aini...sebenarnya tanpa pengetahuan pak Arlo bu Aini yang menjual putry nya sendiri ke Agam. Untuk mendapatkan banyak uang dari Agam karena bu Aini adalah perempuan yang matre dan serakah tidak bedah jauh dari bu Anjani kalau mereka berdua berteman sangat cocok.
"Saya tidak menuduh dia macam-macam tapi memang kenyataan seperti itu, kamu sebagai ibunya yang mengajarkan putry kamu menjadi gadis rendahan kamu pikir selama ini aku tidak tahu ha.....aku tahu semua apa yang kamu lakukan di luar juga aku tahu. Dan apa yang putry kamu lakukan di luar juga aku tahu semua, tapi aku hanya diam aku mau melihat sampai kapan baru kamu beruba, namun sampai detik ini kamu tidak ada berubanya justru makin menjadi.
Sekarang ayah mau tanya sama kamu...apakah kurang selama ini ayah berikan uang untukmu? kamu minta mobil harga ratusan juta ayah belikan. kamu minta apa saja ayah turuti tapi apa yang kamu lakukan, seolah kamu membuang kotoran ke muka ayah di muka umum sekarang apa yang mau kamu jelaskan ke ayah cepat dimana kamu letakan otakmu parcuma kamu ayah kuliakan sampai S2."
Bu Aini mulai panik kalau berani Jelin membongkar semu kedokny bisa gawat lebih baik mencegah dari pada ketahuan saat ini dan kalau pak Arlon menceraikannya, bisa jadi gembel diluar sana apalagi pria yang sekarang Aini selingkuhi juga punya istri jadi selingkuhan Aini tidak akan bertanggung jawab apalagi menikahinya.
Kalau sama pak Arlon biarpun perusahaan bangkrut masih ada bisnis lain jadi pak Arlon tidak terlalu kuatir biarpun memang perusahaan itu penghasilan terbesar tapi mau bagaimana lagi.
"Papa cukup! jangan paksa Jelin untuk bicara dimana hati nuranimu pah putry sendiri disiksa begitu, ayah macam apa seperti papa" pekik bu Aini
Pak Arlo memandang bu Aini dengan tatapan nyalang, membuat nyali bu Aini seketika ciut takut sama tatapan pak Arlo.
"Kenapa kamu selalu melarang saat saya bertanya pada Jelin, karena kamu takut kalau Jelin akan membongkar semua kebusukan kamu, karena selama ini kamu juga sama jalangnya seperti anak kamu begitu kah? ini ajaran kamu sehingga dia jadi seperti ini, papa sampai heran sama kamu...apa yang masih kurang dari diri ini semua sudah papa berikan untukmu tapi itu juga masih kurang sampai mencari diluar sana."
Plakkk.....bukkkkk!
__ADS_1
"Ayah....cukup jangan mukul ibu....semua ini bukan salah ibu yah, tapi salah Jelin. Jadi tolong jangan mukul ibu lagi....baiklah Jelin akan menikah dengan mas Agam"
"Tidak...ibu tidak setuju kamu menikah dengan Agam, Jel...kamu harus merebut Dava dari istrinya sekarang kamu lihatkan perusahaan ayah kamu sudah bangkrut jadi jelas penghasilan ayah tidak sebanyak sebelumnya berarti jatah kita berkurang dari ayah. Uang arisan ibu saja satu bulan seratus juta mana lagi kebutuhan yang lain."
Pak Arlo yang mendengar perkataan istrinya makin emosi dan hendak kempali melayangkan tangannya ke pipi bu Aini namun langsung di tahan oleh Jelin.
"Ayah!..Jelin tidak akan menuruti perkataan ibu, sekarang Jelin bersedia menikah dengan mas Agam, tapi dengan satu syarat jelin menikah sesuai dengan tangal yang sudah di tentukan jangan terburu-buru." Ujar Jelin dengan senyum licik ternyata tanpa pengetahuan pak Arlon bu Aini dan Jelin saling memberikan kode. Kalau mereka pura-pura mengalah.
"Maafkan ibu ya pah...ibu egois hanya mementingkan kesenangan ibu saja, baiklah ibu setuju jika Jelin menikah dengan agam"
Pak Arlo pikir perkataan kedua perempuan iblis itu benar ternyata mereka hanya akting biar pak Arlo percaya.
Setelah selesi bicara pak Arlo langsung menyambar kunci mobilnya dan keluar dari rumah padahal sudah tengah malam. Bu Aini berteriak menahan pak Arlo tapi parcuma karena pak Arno sudah masuk kedalam mobil dan berlalu pergi.
"Pah....papa mau kemana tengah malam begini?...ini sudah malam loh pah. Jangan pergi maafin mama pah, mama lakukan itu demi kebahagiaan Jelin" pekik bu Aini padahal dalam hati kegirangan kalau pak Arlo keluar biar mereka berdua bebas.
"Papa mau pergi menenangkan pikiran dulu mah tolong mengerti jangan kalian kemana-mana awas kalau kelayapan malam-malam di luar sana."
__ADS_1
Pak Arlo masuk kedalam mobil di ikuti oleh pengawalnya dan berlalu pergi. Baru juga pak Arlo pergi kedua perempuan ular itu melompat kegirangan sambil berpelukan seketika mereka lupa dengan luka tamparan yang ada di tubuh mereka.
"Nak akting kamu bagus juga untung kamu kasih ibu kode kalau tidak ibu sudah ngotot tidak mau kamu menikah lagi dengan Agam, kalau Dava dengan Agam kayak langit dan bumi. Kekayaan keluarga Adinta tidak akan habis tuju turunan"
"Iya bu, Jelin takut kalau ibu terus-terusan melawan ayah nanti makin tersulut emosi dan bisa jadi melukai ibu lagi lihat pipi ibu" Jelin yang melihat pipi dan bibir ibu Aini merah dan bibirnya sedikit mengeluarkan darah, Jelin berniat mau membersihkannya pakek tisu tapi hal itu membuat bu Aini merasa kesatikan karena perih.
"Auuhhhh...sakit Jel jangan sentuh, kurang ajar ayah kamu dia mukul kayak mukul bina**ng aja"
"Lagian ibu juga sudah tahu watak ayah bukannya diam saja biar ayah tenang ibu justru makin buat ayah emosi sampai kepala Jelin dan pipi juga sakit tahu"
Sih Jelin dengan bu Aini memang licik mereka mengelabui pak Arlo, jadi pak Arlo pikir mereka bicara serius tapi ternyata Jelin dab bu Aini memiliki rencana.
Namun mereka juga tidak menyadari kalau selama ini pak Arlo juga sudah mencurigai mereka berdua jadi ada pasang cctv tersembunyi yang tidak dk ketahui oleh kedua perempuan ular itu.
"Bu apa rencana ibu kedepannya untuk mendekati Dava bu, aku tidak sabar menjadi nyonya di rumah itu mengantikan perempuan itu."
"Bagaimana kalau kamu pergi melamar kerjan di perusahaan Adinata grup, ibu Lihat ada butuh sekretaris baru sepertinya kamu cocok nak disitu kamu bisa dekat dengannya."
__ADS_1
"Oh, iya. Benar juga bu tapi mereka terimah gak sedangkan perusahaan saja sudah dibuat bangkrut apalagi semua sudah mengetahui siapa aku bu kayaknya aku langsung di tolak deh sama Dava. Cari cara lain saja deh bu jangan itu karena Jelin yang gak bakal di terimah."
"Sayang kamu belum coba juga sudah menyerah, coba saja dulu biar tahu hasilnya, nanti kalau tidak berhasil baru kita cari cara lain lagi, jangan kamu menyerah sebelum berperang dong. Lagian belum tentu Tuan Adinta menarik kembali saham kita tunggu besok saja"