Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
38:38


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai dengan rencana kami yaitu aku, ayah dan pak Erik sepakat jika sementara waktu aku harus bekerja sebagai ob haahh seru juga. Aku berangkat kekantor bersama dengan pak Erik hanya pas di tengah jalan aku di turunkan oleh pak Erik, dan aku jalan kaki ke kantor karena kalau aku datang bersama dengan pak Erik pasti akan mengundang kecurigaan. Jadi aku sudah bilang sama pak Erik sebenarnya pak Erik tidak setuju tapi mau gimana lagi. Akhirnya aku benar-benar turun di tengah jalan, dan jalan kaki kekantor karena aku diturunkan tidak jauh dari kantor jadi tidak masalah.


Aku jalan duluan dan pak Erik ngikutin aku dari belakang akhirnya aku sampai di kantor. Dan langsung disuruh sama kepala OB untuk membersihkan toilet dan juga lantai depan loby.


Tidak masalah dalam mengerjakan pekerjaan itu, karena aku lakukan semua ini demi membalaskan perbuatan keluarga Winata. aku mendengar dari pak Erik jika nanti Lexza dan Kenedy akan datang ke kantor tapi belum pasti kapan mereka datang, karena saat ini mereka butuh banyak dana untuk kampaye.


Satu minggu lagi Kenedy dapat bagian untuk kampaye di daerah lain sehingga mereka mau minta bantuan ayah, tapi sayangnya sekarang ayah tidak mengurus perusahaan ini lagi aku yang akan mengurusnya. Karena ayah akan mengurus di perusahaan cabang aja.


Setelah selesai aku mengerjakan tugasku aku duduk bersandar di belakang tembok bersama dengan beberapa teman ob tapi tiba-tiba kepala ob datang dan memanggilku.


"Hey..anak baru siapa yang menyuruh kamu duduk santai disitu, masih banyak pekerjaan yang kamu harus kerjakan enak aja main duduk aja. Kamu pel lagi teras depan dan setelah selesai kamu harus lap semua kaca ini ya."


"Loh pak, tidak bisa begitu dong, kita disini sudsh di bagikam tugas masing-masing dsn memang pekerjaanku hanya bersihkan toilet dan lantai depan loby. Kenapa sekarang aku yang harus kerjakan pekerjaan orang lain. Diperusahaan ini ada aturan pak jadi tolong jangan karena bapak sebagai kepala ob jadi semena-mena dengan bawahan."


"Wah...anak baru tapi punya nyali juga ya untuk melawan, kamu mau di pecat atau cepat kerjakan." Karena teman yang lain merasa tertolong dengan aku yang akan kerjakan pekerjaan mereka jadi dengan semangat mereka mengangguk.


"Memang kenapa kalau aku menjawab, kan benar yang aku bilang jangan sampai anda menyesal perlakukan aku sperti ini" ujarku justru membuat sih buncit tertawa.


"Menyesal.....mana mungkin aku menyesal, Tuan Erik mana tahu soal ini haaha"

__ADS_1


Ternyata tanpa pak Erik tahu masih ada manusia tidak tahu diri disini. Aku benci dengan orang seperti ini, akhirnya aku bangkit dari dudukku dan aku kerjakan aja dari pada ribut aku mau lihat sampai dimana kekuasaan kepala ob ini, aku akan menyuruh pak Erik yang akan mengurusnya.


Saat siang hari tiba saatnya istirahat dan makan siang biasanya ada makanan yang disediakan dari perusahaan ayah untuk karyawan, tapi anenya aku justru tidak di kasih, aku sih tidak masalah karena nanti aku makan di ruang rahasia ayah. Tapi yang menjadi masalah kenapa kepala ob ini makin menjadi-jadi. Kalau aku tidak menyamar jadi ob mungkin masalah sebesar ini aku tidak mengetahuinya ada untungnya juga aku menyamar.


Semua sudah mendapatkan bagian tapi aku justru tidak dapat, akhirnya aku minta namun justru dapat jawaban yang membuat aku sedikit emosi.


"Pak nasi aku mana, kenapa aku tidak dapat nasi sedangkan yang lain dapat aku juga butuh makan"


"Hehehe...enak aja minta makan, sekarang kamu beli aja sendiri kamu ada uangkan. biasanya disini kalau orang baru itu tidak dapat nasi selama satu minggu jadi nasi kamu itu aku yang makan."


"Apakah seperti itu aturan diperusahaan ini, anda tidak mau kan kehilangan pekerjaan, atau anda mau aku akan laporkan anda ke Tuan Erik."


Aku sengaja berkata begitu karena aku mau tahu apa reaksinya, karena jika dilihat dari caranya sepertinya ini sudah lama berlaku disini. Tapi karena teman-teman sesama ob takut kena pecat sehingga mereka diam saja menerima kelakuan dari sih buncit ini.


"Hahaa dasar boca, kamu pikir aku takut sana bilang sama bos Erik dia tidak akan percaya sama omong kosong kamu itu, palingan kamu yang di pecat anak baru tapi suka melawan"


Ada teman sesama ob di sampingku menatapku dan menyuruhku makan bersama dengannya,,karena nasinya lumayan banyak juga. Tapi aku menolak karena kasihan melihatnya.


"Kawan sini kita berdua makan aja nasiku tidak usa pergi beli, tapi kalau kamu mau beli nasi tapi tidak pengang uang ini kamu pake aja dulu nanti baru ganti, memang disini sudah sering terjadi. Tapi tidak ada seorangpun yang berani melawannya karena takutnya dia membalikan fakta dan kami bisa di pecat."

__ADS_1


"Tidak apa-apa kamu makan aja, aku ada uang kok disini hanya saja aku heran dengan perusahaan sebesar ini mempekerjakan seorang tidak berguna disini. Kalian tenang jangan takut."


"Tapi kawan dia menyuruhmu lembur mengantikan pekerjaan satpam didepan, memangnya kamu tidak ingin pulang, makanya jangan berbuat masalah dengannya"


Setelah aku rasa semua sudah cukup diam-diam aku menerobos masuk kedalam ruang rahasia ayah, baru aku telpon pak Erik di ruangannya suruh masuk kedalam ruang rahasia itu. Karena selama ini ruang rahasia ayah yang tahu hanya pak Erik selain dari pada itu tidak ada.


"Hallo pak Erik tolong datang ke ruang rahasia ayah sekarang juga."


Tak selang lama pak Erik masuk.


"Maaf Tuan muda ada yang bisa saya bantu."


"Pak kenapa perusahaan sebesar ini membiarkan manusia tidak tahu diri bekerja disini, jangan hanya memperhatikan yang di atas pak tapi yang di bawah juga perlu"


"Maksud Tuan muda bagaimana"


"Maksud saya kenapa pak Erik tidak pernah memperhatikan pekerjaan ob dan siapa nama kepala ob itu pak."


"Maksud Tuan muda pak Zaka? Ada apa dengannya Tuan muda, selama ini pekerjaan pak Zaka baik-baik saja, dan semua karyawan ob mengerjakan tugas mereka dengan baik"

__ADS_1


"Ok baiklah kalau begitu, saya tanya sama pak Erik. Apakah ada aturan di perusahaan ini jika karyawan baru masuk di perusahaan ini tidak akan mendapatkan makan selama satu minggu. Dan juga ada aturankah bagi ob jika ada anak baru yang baru masuk semua pekerjaan ob yang lain di limpahkan ke dia apakah seperti itu aturannya"


"Maaf Tuan muda siapa yang membuat aturan itu, soalnya selama ini baik karyawan baru maupun lama tidak ada terkecuwalian dalam mendapatkan makanan dan juga soal pekerjaan mereka sudah punya tugas masing-masing. Jadi tidak ada aturan seperti itu jika ada berarti itu kesalahan kepala obnya bisa jadi dia sendiri yang mengubah aturan itu, Tuan muda maafkan saya atas kelalaian saya Tuan akan saya pecat dia"


__ADS_2