Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
275


__ADS_3

Jawaban Andy membuat aku tersenyum saja aku tidak tahu harus menjawab apa, karena Andy memang teman yang baik dan tidak perna sombong itu yang membuat aku menarik dia ke perusahaan.


"Baiklah pak Andy, kalau begitu kami parmisi dulu. Lain kali kalau ada waktu kita ngopi bareng kayak dulu sekalian ajak teman yang masih kerja di proyek itu ya buar aku yang traktir" Ujar ku mengikut perkataannya aku juga memanggilnya pak Andy.


"Silakan Tuan dan nona hati-hati, baiklah nanti saya akan sampaikan kepada mereka semua pasti mereka senang" ujarnya.


Kami pergi meninggalkan Andy yang masih berdiri di tempat memandang kearah kami , selama Andy kerja di perusahaan ini jarang sekali kami ketemu karena Andy orangnya pekerja keras, jadi dia selalu konsisten dalam kerja sekarang dia tinggal di apertemen perusahaan, saya masih memantau kalau kinerjanya masih tetap bagus aku rencana menaikan jabatannya tapi nanti saja.


Kami keluar dari kantor dan menuju ke loby utama mobil sudah terparkir dengan sempurna di didepan, Dinda masuk terlebih dulu baru aku sedangkan Ririn di duduk di samping Dinda akhirnya kami berangkat ke tempat yang di janjikan oleh Lexza.


Awalnya dia bilang kalau ketemu di restoran tapi setelah itu dia ganti lagi tempat pertemuannya jadi di taman aku tidak masalah, aku dan Dinda ikut saja apa maunya selagi dia tidak berbuat macam-macam aku dengan Dinda juga akan berperilaku baik sama dia, namun justru jika dia ingin mencelakai Dinda aku dan Dinda juga tidak akan tinggal diam.


Aku sudah jengah juga dengan kelakuan Lexza dan bu Anjani rasanya aku pengen melenyapkan mereka dari dunia ini tapi biarkan saja dulu perjalanan masih panjangan jadi aku mengikuti permainan mereka saja.


"Sayang sampai disana jangan emosi dulu ya, kita tunggu apa yang mau di sampaikan oleh Lexza bisa jadi dia datang tidak sendiri tapi datang dengan Kenedi, pengawal setianya, hanya saja mas masih penasaran apa yang ingin Lexza sampaikan bisa jadi dia mau menyalahkan sayang seperti bu Anjani,"


"Salah Dinda dimana sehingga mereka menyalahkan Dinda bukankah apa yang Dinda katakan itu benar, dan apa yang membuat mereka sebenci itu sama Dinda mas"? ujar Dinda.


"Mas juga bingung sayang, tidak tahu kenapa mereka sebenci itu sama kamu" ujar ku.


"Mereka itu manusia serakah kakak, apalagi sekarang mereka sudah tahu kalau kakak menantu orang kaya raya makanya sekarang mereka ingin memeras kakak, tapi karena mereka merasa tidak bisa karena kakak sudah berani melawan makanya mereka membenci kakak."


Iya benar juga sih kata Ririn kalau bu Anjani ibu yang serakah dan tidak punya hati.

__ADS_1


Kami dalam perjalanan menuju ke taman yang sudah di janjikan oleh Lexza.


Tidak lama kemudian kami sampai di taman karena ada sedikit macet jadi aku pikir Lexza sudah sampai ternyata saat kami turun dari mobil , tenyata belum ada Lexza memang sudah banyak orang duduk di taman menikmati suasana sejuk di sore menjelang malam karena ini sudah jam enam berarti sebentar lagi sudah malam. Ada yang duduk di atas karepet ada juga diatas kursi yang sudah disiapkan.


"Sayang, Rin. Kita duduk disana saja menunggu Lexza datang, setengah jam lagi dia tidak datang kita pulang saja, enak -enak dia biarkan kita menunggu disini, kirain dia sudah sampai jadi selesaikan urusan dan kita pulang justru belum nyampe juga."


Aku kesal sama Lexza dia janji katanya jam setegah enam sudah di lokasih tapi ini sudah jam enam dia belum datang, aku dan Ririn terus Dinda duduk satu meja sedangkan pak Erik, asisten Arfan dan pengawal duduk tidak jauh dari kami.


Dari pada kami duduk kosong akhirnya kami pesan minum, sambil menunggu Lexza.


"Sayang, Rin. Pesam minum yok kalian mau minum apa" tanyaku.


"Apa aja kakak yang penting segar" ujar Ririn. Aku langsung pesan minum untuk kami bertiga kalau pak Erik pesan untuk mereka.


Sudah setegah jam kami menunggu bahkan minum yang kami pesan sudah hampir habis tapi orangnya belum kunjung.


"Kakak mana sih orangnya kok belum datang?, sebenarnya niat tidak mau bertemu dengan kakak lebih baik kita pulang saja kakan ini sudah lama loh kita menunggu disini enak aja kita di kerjain." Ujar Ririn.


"Rin tunggu sebentar lagi kalau tidak datang orangnya kita langsung pulang." ujarku


"Tidak perlu mas kita pulang saja benar kata Ririn manusia itu sepertinya hanya kerjain Dinda aja, dia tidak mungkin datang jadi tidak perlu menunggu kayak menunggu orang penting aja" ujar Dinda.


Aku juga berpikir kalau Lexza hanya kerjain kami saja tapi tidak masalah yang penting kami sudah datang.

__ADS_1


Akhirnya aku juga memutuskan untuk pulang saja mengikuti apa kata Dinda dan Ririn.


"Yok lah kalau begitu kita pulang" aku langsung bangkit dari dudukku dan hendak mengajak Dinda dan Ririn pergi namun kami urun saat mendengar sebuah suara.


"Wah....buru-buru amat mau pulang, ada apa sih tidak sabaran banget menunggu orang aku baru datang loh, kalian mau kemana"? Tanyanya tidak merasa bersalah karena sudah terlambat.


Datang-datang ceramahi orang gila nih perempuan.


"Ya kami mau pulang kerumah lah memangnya kayak kamu tidak punya rumah lucu ya yang buat janji siapa yang datang terlambat siapa" ujar Dinda kesal.


"Tidak masalah jugakan menunggu sebentar, aku kan banyak kerjaan jadi sibuk " ujar Lexza ketus.


Jadi maksud dia kami tidak punya kerjaan begitu jadi disini hanya menunggu dia tidak jelas.


" Cepat katakan kenapa kamu minta ketemuan aku tidak punya banyak waktu untuk bicarakan hal yang tidak penting, jadi sekarang kamu sudah datang bicaralah aku mau pulang." Ujar Dinda.


"Wah...sabar dulu dong adik ku sayang! kita sudah lama loh tidak ketemu jadi jangan buru-buru pulang, kamu tidak kangen sama aku kah? ingat loh aku kakak kamu jadi kamu harus menghargai aku. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu."


"Katakan saja jangan berbelit-belit, tapi kalau kamu tidak mau ya sudah kami pulang aku malas disini, ingat ya Lexza aku kesini karena kamu menghubungiku minta ketemu kali ini aku masih berbaik hati untuk meluangkan waktu dan ingin ketemu dengan kamu, seharusnya kamu bersyukur kamu pikir kami tidak punya kerja,an jadi hanya duduk disini karena omong kosong kamu." ujar Dinda.


"He...Dinda biasa aja bicaranya masih beruntung aku mau bertemu denganmu ini juga karena terpaksa kalau tidak aku juga tidak sudih datang bertemu dengan orang munafik sepertimu, kamu tidak perlu sok kali jadi orang, aku kesini hanya mau minta sesuatu sama kamu aku harap kamu mengabulkannya kamu kan orang kaya masa hal sekecil itu kamu tidak bisa memberikan untuk kakak kamu sendiri."


Mau minta sesuatu saja berbelik-belit ngomong langsung saja kenapa sih.

__ADS_1


__ADS_2