Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
314


__ADS_3

Mendengar perkataan aku dan Dinda, tiba-tiba Emelia makin emosi dengan gerakan cepat langsung mendorong Dinda, yang berdiri tidak jauh darinya karena mungkin perempuan gila itu merasa sangat tersakiti dengan perkataan Dinda, sedangkan aku tidak sempat menangkap Dinda jadi jatuh terduduk di lantai mengaduh sakit.


Emelia berteriak memaki dan ingin kembali menampar Dinda yang meringis kesakitan.


"Kurang ajar kalian ya mau main-main sama aku, biar aku membunuhmu dengan anak kamu aja mungkin dengan kamu dan anak iblis itu meninggal Dava akan menceraikan kamu, dan menikahi aku karena aku yakin Tuan Adinata mencari menantu yang berkualitas yang bisa menjaga cucunya bukannya justru kehilangan.


Kamu tidak tahu siapa aku perempuan gendut, aku juga orangnya nekat apa yang aku inginkan aku harus mendapatkannya termasuk berusaha untuk mendapatkan suami kamu, aku akan membunuh kamu dan anak kamu" Teriak Amelia.


"Dinda.....!"


Plakkkkkk!


Saking emosi aku langsung melayangkan tamparan keras ke pipi perempuan iblis itu dan tersungkur kelantai. Aku berteriak memanggil nama Dinda karena aku benar-benar terkejut dengan reaksi dari perempuan itu


"Sayang bagaimana kondisi kamu sayang kamu tidak apa-apa, asisten Arfan kita kerumah sakit" teriak ku panik.


"Kakak ipar!" Aku dan Ririn berteriak hampir bersamaan aku dan Ririn membantu Dinda untuk bangkit berdiri, baru saja Dinda bangun langsung memberikan Emelian satu kali tinju tepat di bibirnya sampai bibirnya langsung pecah dan Gigi atasnya patah membuat Emelia berteriak sambil memengang bibirnya.

__ADS_1


Aku yang tadi menyuruh asisten Arfan untuk bawah kerumah sakit justru Dinda masih santai padahal tadi aku lihat sendiri bagaimana ekspresi wajahnya yang kesakitan tapi secepatan mungkin dia memberikan reaksi yang tidak terdunga istriku memang luar biasa.


Belum sampai disitu, Dinda sudah tersulut emosi sekali lagi dia berikan satu pukulan dengan kencang lagi tepat di pipi Emelia membuat Emelian berteriak histeris.


"Kamu jangan berpikir dengan kamu menjatuhkan aku ke lantai jadi aku akan keguguran seperti yang kamu inginkan, tapi tapi jangan harap itu tidak akan terjadi sekarang persiapkanlah dirimu untuk menerima balasan dari padaku. Kali ini aku tidak akan berikan ampun untuk seorang manusia iblis seperti kamu, jangan kamu pikir kamu menang sekarang karena sampai kapanpun kamu tidak akan menang."


Amelia menatap tajam ke arah Dinda tapi Dinda dengan kuat menghajarnya lagi baru Dinda agak sedikit menjauh dari perempuan itu. Sekarang giliran Ririn yang sudah menahan emosinya dari tadi. Emelia juga berteriak mengeluarkan kata-kata kotor terhadap Dinda.


"Perempuan Sialan berani sekali kamu memukulku sampai gigiku patah kamu mau mati ya dasar bia**b, aku membunuh mu aku tidak iklas kamu menikah dengan Dava karena Dava itu milikku kamu yang merebutnya." teriak Emelia ingin kembali menyerang Dinda tapi aku langsung menarik tangannya dengan kasar, dan mendorong dengan kencang sampai kembali tersungkur di lantai Ririn yang melihat itu lansung mendekati Ririn dan menarik rambutnya baru mencekik leher Emelia.


Ririn mencekik lehenya dan sambil menampar bolak-balik sampai dengan kuat sampai, Emelia tidak berdaya karena badan Ririn agak sedikit berisi sedangkan Emelia agak sedikit kurus jadi Emelia kewalahan, membuat Emelia kesusahan melawan Ririn.


Kamu lupa siapa yang kamu hadapi sekerang, memang dasar kamu tidak punya malu ya sudah berulang kali di tolak tapi justru kamu makin nekat dan tidak tahu diri."


Plakkkkkk.....plakkklll.


Ririn kembali menghajar banyak sekali pengunjung sudah mulai ikut membully Emelia.

__ADS_1


"Astaga aku tidak menyangkah loh ternyata dia hanya cantik diluarnya saja tapi di hati busuk masa mau merebut suami orang dasar pelakor ya, sudah tidak punya urat malu sama sekali kalau aku kayak perempuan ini aku sudah tidak punya muka lagi."


"Ngeri ya perempuan cantik tapi pelakor aku kok malu jadi perempuan, melihat perempuan model begini, modal cantik saja tapi hati busuk"


"Oalah mana ada cantiknya, muka pas-pasan begini juga bilang cantik kalau di bandingkan dengan istri sah, jauh sekali level paling terendah tapi begitu juga mau jadu pelakor kasian ya."


"Tidak punya malu, di muka umum juga berani sekali mengodah suami orang, kalau lebih dari istri sah sih tidak maasalah tapi justru lebih jelek dari istri sah tapi masih mau menyodorkan diri ke suami orang tidak punya urat malu."


Banyak gunjingan yang di dengar oleh Emelia sampai matanya merah merona karena menahan amarah, ada juga yang tidak segan menvideokan dan viralkan mungkin karena sudah geram juga dengan tingkah laku Emelia, aku juga sudah geram sekali dengannya aku pengen hajar dia biar tahu rasa tapi ini di muka umum kalau aku hajar terus nanti bisa viral.


Karena Emelia menatap tajam ke arah mereka akhirnya salah satu dari beberapa wanita itu bicara.


"Lihat deh, sepertinya sih pelakor tidak terimah tadi kita mengatainya perempuan rendahan sehingga matanya melotot begitu tinggal biji matanya mau terlepas dari matanya, kalian tahu tidal siapa perempuan ini? Aku sangat mengenalnya dia ini adalah Ceo dari perusaha,an kecil yang sekarang baru sedikit berkembang. Dan aku juga sangat tahu kenapa dia ingin menjadi istrinya pria ini yang ada di hadapan kita karena pria ini adalah Tuan muda Dava putra tunggal dari Tuan Edy Adinata masa kalian tidak mengenalnya.


Dia sengaja ingin menikah dengan Tuan muda, agar itu membuat popularitasnya itu cepat berkembang dan bisa membuat perusahaan makin besar, perempuan ini lihat dari caranya saja aku sudah tahu karena perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan kami juga sehingga aku tahu siapa dia, perempuan ini sangat licik." ujar perempuan itu


Wah....ternyata ada juga yang kenal dengan Emelia bahkan perempuan itu bicara tidak takut-takut, justru dia bicara sesantai mungkin dan ada sedikit amarah di wajahnya.

__ADS_1


Sepertinya ada maksud terselubung terselib di balik kata-kata perempuan ini, sepertinya dia tahu sesuatu penting dengan kehidupan Emelia tapi biarkan saja itu urusan mereka aku tidak mau ikut campur dalam urusan mereka mau mereka buat apa itu tidak penting, yang penting sekarang adalah aku harus selesaikan masalah Emelia dengan istriku karena dia hampir sedikit mencelakai istriku .


__ADS_2