
Kalau berani silakan saja kalian pergi untuk menyerahkan nyawa kalian lagi ke Dinda, Dinda tidak perna menganggu kalian tapi kalian sendiri yang datang menganggunya makanya kalau kalian tidak mau mati jangan mengusik orang lain sedangkan yang kalian usik bukan orang sbarangan.
Sudah tuju orang teman kalian meninggal juga kalian tidak mau menyerah ya sudah jangan kalian menyalahkan Dinda karena kalian yang memulia duluan. Sekarang silahkan kuburkan teman kalian yang mati itu dan persiapkan diri kalian untuk menyusul mereka juga jika kalian tidak berhenti menganggu Dinda jelas Dinda juga tidak akan berhenti menganggu kalian.
Tok tok tok!
Glekkkk...!
"Maaf bos kedua kuburannya sudah selesai di gali saatnya kita kuburkan mayat itu bos takutnya jadi rusak"
Pria misterius itu bergeming menatap ke arah anak buahnya itu tanpa ada suara.
Setelah menerima laporan dari anak buahnya kalau kuburan kedua mayat itu sudah selesai di galing jadi tinggal di kuburkan saja pria misterius itu bang bangkit dari duduknya dan pergi keluar untuk menguburkan kedua orang itu.
Setelah selesai kedua rekan musu di kuburkan disitu pihak musu mulai waspada dan juga karena takut teman yang tadi melihat kedua mobil yang mengintai mereka tidak berani kasih tahu kalau tadi dia melihat kedua mobil itu dengan temannya.
Saat ini semua dari pihak musu berkumpul di suatu ruangan yang menurut penglihatan itu adalah ruangan meeting mereka untuk merencanakan hal apa yang akan mereka lakukan kedepannya lagi untuk membalaskan dendam mereka kepada Dinda.
"Kalian dengarkan baik-baik sepertinya markas kita ini sudah di ketahui oleh musu atau target kita...jadi kita selalu waspada dalam setiap waktu, karena kita tidak tahu kapan mereka datang menyerang kita bisa malam hari bisa juga siang hari karena tempat persembunyiam kita sudah tidak aman. Mereka itu hanya menjebak kalian saja mereka tahu pada saat kalian sudah melihat mayat itu kalian pasti panik dan tidak perhatikan bagian sekitar kalian sehingga kita lengah."
Semakin hari anggota kita disini semakin berkurang kalau saya meminta kepada bos besar pasti bos besar marah, karena selama ini bos besar kita tidak tahu siapa yang kita lawan kalau bos besar tahu kita yang kena amukan, tolong sembunyikan masalah ini dari bos besar jangan sampai ditelinganya."
__ADS_1
"Siap bos"
Setelah selesai akhirnya mereka bubar. sedangkan pengawal Dinda dalam perjalanan pulang ke rumah karena masih ada satu sandera didalam mobil padahal manajer Ferry memang dia tidak tahu sama sekali siapa bos dari kedua orang itu karena manajer Ferry hanya ingin uangnya untuk mengobati sang ibu di rumah sakit.
Kedua mobil pengawal untuk mengejar mobil Dinda karena takutnya mereka terlambat sampai di ruman nanti banyak pertanyaan.
"Eh...Cek...dulu orang yang ada di belakang masih hidup gak jangan sampai sudah mati kamu tidak menyumpat hidungnya kan hanya mulut dan menutup matanya kan?"
"Iya aku hanya menutup mata dan lakban mulut terus ikat kedua kaki tangannya agar dia tidak memberontak apalagi bersuara kita tadi mengikuti mobil musu kalau sampai dia teriak bisa kacau ketahuan."
Untung Ririn bawah mobilnya sangat pelan jadi keempat pengawal itu bisa mengejar mereka lagian keempat pengawal bawah mobil sudah seperti lombah balapan jadi tidak heran jika nanti mereka bisa mengejar mobil Ririn.
"Humm untung....untung kita bisa berhasil mengejar mereka kalau tidak bisa habis kita" ujar salah satu pengawal.
"Oalah benar juga yang kamu bilang, ya sudah tidak apa-apa lagian kita juga sudah sampai seharusnya kamu bilang kek dari tadi biar kita harus pantau lebih lagi siapa tahu setelah kedua mayat itu sampai bos mereka bisa keluar"
"Hmm benar juga tapi ya sudahlah mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur dan kita juga sudah mengetahui markas mereka."
"Aku belum yakin sepenuhnya kalau itu markas utama mereka soalnya tidak ada penjangaan yang ketat dan juga markasnya.sangat kecil. Jadi filingku markas yang kita maksud sekarang ini adalah tempat tinggal orang yang memakai jasa anak buah dari klan itu, makanya ia membawah mereka tinggal di kediamannya sehingga orangnya sedikit"
Akhirnya baik Dinda maupun pengawal sampai juga kediaman Adinata. Mereka keluar bersama dari mobil dan menyeret orang itu kedalam penjara bawah tanah untuk menunggu Tuan muda dan Tuan besar pulanh dari kantor.
__ADS_1
"Tolong bawa dia kedalam ruang bawah tanah dan masukan kedalam sel sampai ayah memberikan perintah dan kalian tidak boleh kemana-mana ya tetap disini sampai ada perinta lagi"
"Baik Nona."
Dinda dan Ririn masuk kedalam rumah karena mereka mau bersiap untuk melatih Dinda akan melatih Ririn.
Hampir tiga puluh menit akhirnya Ririn dan Dinda kembali keluar dari dalam dan gegas keluar namun tidak di sangka ketahuan oleh nyonya Adinata sehingga nyonya Adinata menanyakan kepada mereka mau kemana.
"Nak bukankah kalian baru pulang kenapa tidak istirahat, dan kalian berdua mau kemana lagi kenapa dengan penampilan seperti ini? Jangan capek-capek harus banyak istirahat"
"Maaf bu, tadi aku dan Ririn mau pergi ke belakang paviliun ibu, aku mau ajarin Ririn seni bela diri karena katanya Ririn mau belajar kami tidak kemana-mana kok bu kami masih didalam area perumahan, boleh gak bu?"
"Oh kirain anak ibu mau kemana ya Sudah kalau begitu pergilah tapi setelah selesai kalian latihan langsung pulang ya biar istirahat, seharusnya kalau mau belajar itu pagi atau sore jadi agak sejuk kalau siang begini panas"
"Hahaha tidak apa-apa bibik...bibik tidak perlu kuatir karena kami tidak kemana-mana kami tetap disini kok lagian banyak sekali pengawal didepan gerbang, musuh siapa yang berani masuk kesini mau jual nyawahnya, kalau ia mau ya silahkan saja kesini untuk menyerahkan nyawahnya ke lubang buaya."
"Ok ya bu, Dinda dan Ririn pergi dulu ibu istirahatlah ibu tidak boleh capek cape....ibu harus banyak istirahat."
Akhirnya Dinda dan Ririn berlalu pergi meninggalkan nyonya Adinata di ruang tengah sambil duduk tidak lama kemudian Gama datang mendekati nyonya Adinata.
"Bik...bibik sendirian bukannya tadi Gama dengar kakak ipar dan Ririn sudah pulang, kemana mereka bik kok gak kelihatan"? Tanya Gama kepo.
__ADS_1
"Mereka berdua pergi ke area pelatihan katanya Ririn mau belajar belah diri dari kakak iparnya makanya siang oanas begini mereka berdua pergj kesana mereka tidak bisa menanti sore lagi haahha."
Gama suka kepo dengan Ririn dan Dinda.