Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
448


__ADS_3

Selama perjalanan kami ke kanada, aku dan Dinda menghabiskan waktu untuk ngobrol karena perjalanan sangat jauh harus di tempuh dengan tujuh belas jam perjalanan, pada akhirnya Dinda ketiduran di sampingku, setengah satu malam aku melihat semua sudah pada tidur tinggal pramugari dan beberapa pengawal yang lagi asyik main hp. Dan mengabadikan momen selama di atas pesawat, aku lihat istriku juga sudah tertidur pules banget lihatnya.


Hummm selama ini jarang sekali kami foto berdua jadi lebih cantik foto kalau Dinda pas tidur aku meminta salah satu pengawal mengambil foto kami, berdua setelah itu aku sengaja selfi aku ambil banyak sekali koleksi foto di hp ku salah satunya aku pasang di wallpeper.


"Kenapa jam Segini kalian tidak istirahat, lebih baik kalian istirahat sekarang karena besok pasti hari yang sangat melelahkan, aku tidak akan tangung jawab jika terjadi sesuatu sama kalian " ujarku pada pengawal, aku menyuruh mereka istirahat karena nanti besok akan sibuk setelah sampai di kanada langsung mempersiapkan semuanya untuk acara ulang tahun si kembar bukan hanya itu kami akan cari kampus terbaik untuk si kembali nanti.


"Baik Tuan muda" jawab mereka, karena memang aku sudah sangat ngantuk akhirnya aku mengendong istriku dan aku masuk kedalam kamar meninggalkan pengawal yang masih duduk disitu, tempat duduk pengawal juga bisa di buat menjadi tempat tidur jika mereka mau tidur karena sudah di seting. Aku menidurkan Dinda di atas tempat tidur tapi saat mau tidur tiba-tiba datang Gama, mas Tahir, Rafa dan asisten Arfan.


Gama mengetik pintu dengan pelan, mungkin takut kalau kedengaran nanti ke yang lain.


"Kakak, kakak sudah mau tidur ya, masih jam segini nanti saja biar kita duduk ngobrol dulu," ujar Gama.


Aku berbalik dan keluar dari kamar, dan menatap mereka satu persatu, heran aja sudah jam segini bukannya tidur justru minta ngobrol memangnya tidak bisa tunggu besok, bukannya dari tadi ngobrol justru mereka tidur giliran aku mau tidur justru mereka menganggu enak aja aku mau tidur bodoh amat kalau mereka mau ngobrol ya suka-suka mereka.


"Gam....enak ya kalian sudah puas istirahat aku tidak menganggu kalian dan sekarang aku mau tidur justru kalian datang mengangguku, sekarang kalau kalian mau ngobrol silahkan tapi jangan nganggu aku, aku mau istirahat ngantuk banget ini sudah jam satu kalau ngobrol sama kalian terus aku tidurnya kapan, enak aja bilang baru jam segini terus apa bedahnya kalian yang baru selesai makan jam sembilan langsung tidur semua, dibandingkan dengan sekarang sudah jam satu kalau mau cari perkara dengan ayah jangan ganjak-ngajak aku karena aku tidak mau di coret dari kartu keluarga " ujarku


Tanpa aku menunggu jawaban dari mereka aku langsung masuk kedalam kamar dan tutup pintu meninggalkan mereka berempat disitu, aku tahu mereka mau minun walaupun tidak banyak hanya satu botol saja, tapi kalau ayah tahu bisa habis karena ayah paling tiduk suka melihat anak-anaknya minum, minuman keras aku sudah pengalaman dari dulu jadi aku tidak mau melakukan dosa lagi. Sekarang aku sudah punya anak yang sudah dewasa jadi aku harus jadi contoh yang baik.


Bukan hanya Grey dan Gretta yang sudah besar anak pertama Gama saja sudah SMK, anak mas Tahir dan juga Rafa sudah pada SMA semua nanti mereka meniruh gaya hidup orang tuanya. Makanya mereka tunggu ayah tidur, tapi mereka tidak takut besok ada laporan bisa mampus.


"Kakak Dava...kakak harus ikut kalau tidak paman marah, kakak Dava jangan tidur dulu" ujar Gama, aku berbaring di samping istriku tidak lama kemudian aku tertidur, saat aku membuka mata ternyata semua orang sudah bangun dan bahkan sudah mandi tapi aku tidak melihat ayah dan ibu bisa jadi mereka ada di kamar.

__ADS_1


Aku bangun dari tidurku dan gegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, aku biarkan Dinda istirahat saja karena jam satu baru sampai di kanada. Nanti sarapan pagi aku pengen makan steak aja. Aku masuk ke kamar mandi dan memulai membuka pakian ku aku masuk kedalam bathtub dan merendamkan diri di dalam bathtub.


Hampir tiga puluh menit aku keluar dari kamar mandi dan menganti pakian karen asisten Arfan sudah menyiapkan pakian untuk aku dan Dinda pakek ganti.


Aku langsung ganti pakian bersamaan Dinsa juga bangun karena memang sudah setengah delapan.


"Mas...sudah jam berapa jam berapa kenapa mas tidak membangunkan Dinda tadi, anak-anak sudah sarapan belum" Tanya Dinda.


"Mas tidak tega sayang bangunin kamu, soalnya mas lihat kamu sangat kecapean, bagunlah biar mandi dulu baru sarapan soalnya ini sudah jsm setegah delapan, nanti mas menyuruh pelayan antar makanan kesini karena semua pasti makan di kamar masing-masing. Jangan kuatir dengan si kembar mereka pasti sudah sarapan kamu mau sarapan apa sayang biar mas bilang ke pelayan".


"Dinda pengen steak aja mas, ya sudah Dinda mandi dulu mas, oh, ya mas. Masih lama ya kita sampai?" tanya Dinda


"Sepertinya kita sampai kurang lebih jam satu lah sayang, kenapa tidak sabar sampai disana? Tenang aja kalau kita sudah sampai nanti kita jalan-jalan silahkan pilih sayang mau jalan-jalan kemana. Dinda gegas ke kamar mandi, hampir setengan jam Dinda keluar langsung ganti pakian tiba-tiba ada yang ngetuk pintu.


Saat aku membuka pintu ternyata pelayan yang antar makanan.


"Maaf Tuan muda saya antar sarapan pagi" ujat prlayan.


Setelah aku persilahkan masuk pelayan menyiapkan makanam di atas meja. Dan gegas keluar akhirnya aku dan Dinda makan, namun saat sementara makan pintu kembali terbuka ternyata Gretta.


"Mami, papi sayang lagi sarapan ya? Gretta mau numpang di kamar papi dan mami aja deh pengen tidur disini, Gretta pengen kembali menjadi kecil lagi agar papi dan mami bisa gendong Gretta dan bisa tidur bareng Gretta soalnya setelah Gretta besar jarang tidur sama papi dan mami apalagi kalau Gretta dan kakak Grey tinggal nanti di kanada pasti jarang ketemu papi dan mami, oh ya pih masa paman tidak ikut acara ulang tahun Gretta dan kakak Grey sih si seharusnya jangan paman yang tinggal tapi orang lain biar paman bisa bersama kita disini." ujar Gretta.

__ADS_1


Anak ini sudah anak gadis tapi manjanya tidak ketulugan, mungkin Gretta belum tahu kalau nanti kakak Erik akan nyusul kesini demi mereka berdua, tapi sudah lah tidak perlu ku beritahu mereka biar sebagai kejutan.


" Paman sibuk sayang, paman gantikan papi untung mengurus perusahaan karena peeusahaan tidak ada yang urus, papi harus antar kamu dan kakak Grey kesini sayang, jadi kalau paman ikut terus yang ngurus perusahaan siapa"? Tanyaku.


"Oalah pih masih banyak tuh orang di perusahaan ada sekretaris Dani dan Sekretarisnya paman juga ada om Andy juga ada, bisa di titipkan sebentar paman datang kesini satu hari ikut acara ulang tahun nanti langsung pulang besoknya." ujar Gretta


Kalau berdebat dengan Gretta tidak akan habis jadi biarlah dia tidur, aku diam aja cape berdebat membuat Dinda tertawah karena aku tidak sanggup berdebat dengan Gretta, entah apa yang di lakukan anak ini semalam sampai tidak bisa tidur, masih jam segini sudah ngantuk.


Setelah selesi makan aku dan Dinda keluar menyapah yang lain dan membiarkan Gretta tidur di kamar sehingga di cari,in sama Aziza anak kedua Gama...


Tidak terasa akhirnya kami mendarat juga di bandara internasional Lester B. Pearson. Kami semua turun dari pesawat dan menujuh ke loby utama bandara karena sudah ada jemputan dari hotel, jadi kakak Erik sudaj menyediakan semua, kami tinggal nikmati saja, kami semua di jrmput oleh beberapa mobil.


"Selamat siang Tuan saya adalah utusan dari pihak hotel untuk menjemput rombong Tuan" ujar seorang pria dengan serangam lengkap dia bersama dengan beberapa orang.


Kami semua masuk kedalam mobil dan menuju ke hotel padahal hari ini rencanan kami langsung keliling kota kanada, tapi setelah aku lihat kondisi lebih baik langsung ke hotel aja biar yang lain bisa istirahat lagi, sudah pafa cape semua termasuk aku juga padahal tidak kerja apa-apa di dalam pesawat.


"Pak kita langsung ke hotel saja, karena semua sudah capek jadi nanti malam atau besok saja kita keluar" ujarku.


Kami langsung menuju ke hotel bintang lima, ini adalah hotel ayah juga jadi nanti Grey dan Gretta akan tinggal di hotel ini selama mereka kulia karrna hotel agak dekat dengan kampus terkenal di kota kanada.


Saat kami keluar dari mobil ayaj dan ibu duluan masuk ternyata ada sambutan dari pak wali kota kanada wah....luar biasa wali kota kanada tahu dari mana kalau ayah datang kesini...pak wali kota kanada mengalungkan buga di leher kami semua tidak terkecuwali, ayah juga mengucapkan banyak terimah kasih karena sudah menyambut kedatangan kami dengan baik. Walaupun penyambutan sederhana tapi suatu kebahagiaanbuat kami semua.

__ADS_1


Setelah penyambutan itu semua keluarga masuk ke kamar hotel masing-masing tapi aku ayah dan para pria lainnya, makan siang bareng pak wali kota karena yang lain sudah makan tadi di dalam pesawat sebenarnya kami semua sudah makan tapi biar ngobrol dengan pak wali kota untung pak wali kota mengerti bahasa ingris.


__ADS_2