Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
206


__ADS_3

Setelah kami pulang sampai di hotel aku menyuruh mas Dava mandi tapi justru mas Dava maunya kami berdua mandi bersama mas Dava tidak mau mandi sendiri....hummm banyak banget modus suamiku alasanya hanya mandi tapi giliran sampai didalam kamar mandi justru sudah lain ceritanya.


"Mas...mandilah nanti setelah mas mandi baru Dinda mandi" aku sambil merebakan diri ini di atas ranjang dan sambil membuka media sosialku aku cek apakah ada yang komentar atau tidak dengan postiganku , ternyata saat aku buka ada beberapa komentar salah satunya kakak Dea tapi kakak Dea hanya bilang hati-hati dan menyuruh aku untuk jaga kesehatan.


Selain itu Lexza, bu Anjani dan juga adiknya juga ikut nimbrung komen tapi anenya kenapa pesan dari bu Anjani dan adiknya sudah di baca, apa mungkin mas Dava kali yang baca pikirku tidak masalah dia suamiku. Aku langsung balas pesan kakak Dea aku sengaja balas pesan di komentar biar mereka semua Lihat.


("Kakak Dea tunggu ya nanti Dinda pulang bawain kakak hadia mewah kakak mau hadia apa? nanti bilang ya dan makasih kakak sudah sayang dan perhatian sama Dinda, kakak juga jaga kesehatan")


Aku sengaja tinggalkan pesan itu. Biar tahu rasa. Namun tiba-tiba aku di kangetkan dengan suamiku datang dan duduk disampingku.


"Sayang ayuk mandi...mas nungguin dari tadi loh..." astaga aku kirain suamiku sudah mandi ternyata masih menungguku aku sibuk membuka hp jadi tidak memperhatikan sekitar ternyata suamiku tidak mandi.


"Loh mas, bukannya mas sudah mandi dari tadi kok ada disini," tanyaku.


"Kata siapa mas mandi sayang mas dari tadi menunggu kamu di sofa sayang untuk mandi bareng.", astaga suamiku benar-benar keterlaluan tanpa menunggu persetujuanku, mas Dava langsung mengendongku ala bridal style dan memabawah aku kedalam kamar mandi aku tidak tahu mau bicara apa lagi memang seperti inilah suamiku jadi mau bagaimana lagi selain nurut saja.

__ADS_1


Mas Dava juga dengan sigap melucuti semua pakaianku dan sudah menyiapkan air setelah tidak ada sehelai benang pun di tubuh ini dia menuntut ku masuk kedalam bathtub dan mas Dava juga ikut setelah itu kami langsung mandi, kali ini suamiku tidak berulah memang benar hanya di ajak mandi saja tidak melakukan hal lain, bagusnya biar setelah mandi langsung makan malam dan istirahat.


Karena tubuh ini sangat berat sekali padahal sudah mandi air hanyat dengan sabun wangi bunga mawar yang menyeruak di hidung ini.


Setelah selesai mandi aku kembali di gendong ala bridal style dan dibawah ke kamar terus di dudukin diatas kursi meja rias, punya suami kayak gini ok banget sangat mengerti kondisiku tapi tidak tahu nanti pas tidur jangan-jangan minta jatah lagi...aku tidak bisa menolak.


Saat kami lagi asyik ganti baju bel berbunyi tandanya ada orang diluar tapi mas Dava belum buka pintu, apalagi kami berdua masih asyik ganti. Setelah kami berdua selesai ganti mas Dava nenyuruh aku naik ke tempat tidur untuk menyelimuti tubuhku karena hanya pakek lingerie.


"Sayang naik keatas tempat tidur karena makanan sudah di antar jangan sampai mereka melihat kamu kayak gitu sayang." aku hanya nurut saja dan naik ke atas tempat tidur tidak lama mas Dava langsung membuka pintu dan seperti biasa makanan di antar dan langsung di hidangkan di atas meja mereka langsung berlalu pergi meninggalkan mas Dava sendirian. Dan kembali menutup pintunya .


Karena makanan yang dihidangkan sesuai dengan apa yang kita pesan jadi entah kenapa aku suka makan steak padahal semalam baru makan steak tapi sekarang pengen lagi, ah biar saja yang penting kenyang dan enak.


"Memangnya kenapa mas kalau Dinda makan steak terus yang penting tidak setiap hari makan steak kan mas, tidak tahu kenapa Dinda suka sekali makan steak...cepatlah makan mas biar kita istirahat...memang mas tidak cape jalan seharian. Ho, ya mas. Semalam mas buka sosial media Dinda ya" tanyaku pada mas Dava.


"Iya sayang, maaf ya. Mas cuma penasaran siapa saja yang komen di foto yang kamu posting sayang, sayang tidak marahkan sama mas" astaga kenapa aku harus marah lagian apa yang ada padaku itu pemberian mas Dava semua, dari ujung kaki sampai ujung rambut, karena aku lari dari keluarga Winata aku tidak membawah apapu hanya diriku.

__ADS_1


"Mas bicara apa, siapa yang marah....mas kan suami Dinda jadi silahkan saja mas bebas bahkan kalau mas mau balas pesan dari perempuan itu juga tidak masalah, justru Dinda senang karena mas peduli sama Dinda dan memperhatikan Dinda hanya sekedar membuka media sosial kenapa Dinda musti marah"?


Awalnya aku lihat suami ku tengang karena mungkin mas Dava pikir aku marah sekarang justru tersenyum dan mencium pipiku.


"Makasih ya sayang mas takut kamu marah sayang lagian kamu sih, sayang. Tidak mau keluarkan hp mas pasti ibu sudah buhungi nanyain kita"


"Iya maaf ya nanti mas ambil saja didalam tas Dinda yang ada dalam lemari, oh kemarin Dinda juga tidak sengaja lihat ada chat juga dari Gama dan Rafa katanya jangan lupa minum minuman yang mereka berikan karena itu akan menambah stamina, maksudnya apa mas....minuman yang mana"?


Aku melihai raut wajah mas Dava langsung berubah awalnya tersenyum, seketika langsung berubah kayak malu dan sedikit emosi....aku berpikir dalam hati minuman apa kok aku tidak melihatnya, aku memang tahu mereka berikan sesuatu waktu di bandara tapi bukannya itu air minum katanya, awalnya aku cuek aja sih tapi setelah itu aku berpikir memangnya didalam pesawat kekurangan air minum jadi mereka harus bele-bela,in bawah air minum dari dari.


Mas Dava langsung semburkan air minun yang ada dalam mulutnya keluar saat mendengar penuturanku.


"Eh...eh...tidak ada sayang, kamu kayak tidak tahu saja kedua boca itu bercandanya kelewatan namanya para jomblo jadi mereka sengaja bicara begitu sayang jangan percayan."


"Dasar...kalian berdua ya Rafa, Gama...kurang ajar kalian ternyata kalian kasih aku jamu kuat mana aku sudah minum pantas saja kekuatanku seperti bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya awas kalian kalau sampai aku pulang habis kalian berdua berani-beraninya kalian kerjain aku" gumam Dava dalam hati.

__ADS_1


Aku perhatikan mas Dava lucu wajahnya langsung memerah kira-kira-Gama dan Rafa kasih apa ya sampai suamiku agak marah atau jangan...jangan mereka berikan suamiku obat kuat astaga bayangin saja sudah mau ngakak..aku benar-benar tidak bisa menaha tawaku.


__ADS_2