Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
86:86


__ADS_3

Aku sangat terharu dengan sikapnya karena sebenarnya Andy Adalah anak yang baik hanya saja dia juga salah langkah seperti aku dulu.


"Ndy jangan bicara begitu kamu juga orang baik aku juga bersyukur bisa bertemu kamu dan berteman sama kamu, kalau soal makanan itu ya memang aku yang kirim aku sengaja pesan dari restoran kami dan di antar oleh pengawal itu tidak seberapa Ndy, jadi kamu harus sehat terus kerja dan kita membantu mereka sekarang tempat kamu kosong jadi kamu harus sehat karena aku sudah rekonendasikan kamu jadi tidak perlu tes karena aku sudah tahu kualitas kamu bagus."


"Soal gaji tidak perlu takut karena di posisi kamu gaji lumayan besar jadi kamu bisa mempergunakan gaji kamu dengan baik. Yang penting jaga kesehatanmu biar kamu cepat sehat."


"Dav makasih banyak makasih kamu sudah baik sama aku tapi aku janji aku akan ganti kembali semua uang yang kamu keluarkan untuk pengobatanku. Aku akan kerja dengan baik agar aku bisa membalas kebaikan kamu"


"Hahah Ndy kamu tidak perlu ganti aku membantumu dengan tulus bukan minta di ganti , hanya satu yang aku minta kerjalah dengan baik jika kamu sudah masuk ke kantor ganti bantuanku dengan kerja kerasmu agar kamu sukses kedepan"


"Baiklah aku akan lakukan semua yang kamu minta sekali lagi makasih banyak" ujar Andy


Andy berali menatap Dinda yang berdiri di sampingku sambil tersenyum lalu berkata dengan lirih" nona suami nona adalah suami yang memiliki hati yang sangat tulus dan mulia begitu juga dengan Anda nona, terimah kasih sudah mau membantu dan menjenguk aku disini bukan hanya itu suami nona juga mengutus suster dan pengawal untuk menjanga aku padahal siapa aku ini nona. Aku cuman orang miskin yang kebetulan bertemu dengan Tuan Dava makasih nona atas kebesaran hati nona yang sudah datang menjenguk aku kesini"


"Andy tidak ada seorang manusia didunia ini yang miskin karena kekayaan itu tidak menjamin seseorang yang memiliki sikap hati yang baik, lebih baik miskin harta tapi mau menghargai orang lain dan tidak suka merendahkan, dari pada punya banyak harta kekayaan tapi tidak memiliki attitude yang baik dan tidak bisa menghargai orang yang menurutnya rendah"

__ADS_1


"Kamu itu sebenarnya orang kaya, kaya hati dan mau berbagi dan menolong buktinya kamu menolong suamiku pada saat dia tidak punya apa-apa, sekarang yang kamu dapatkan adalah buah dari perbuatan baik kamu selama ini aku harap jika suatu saat kamu sudah memiliki kerjaan yang bagus bantu lah orang yang menurut kamu sangat membutuhkan bantuanmu. Cepat sembuh ya biar kamu kembali bekerja tapi bukan di tenpat lama melainkan di tempat baru." ujar Dinda


Setelah aku dan dinda menjenguk Andy aku dan Dinda keluar dari ruangan Andy dan kembali turun ke Lantai untuk bawah untuk segera pulang, karena Andy katanya masih sakit perutnya mungkin karena jahitan operasinya jadi aku sudah bicara dengan dokter agar Andy dirawat saja selama satu minggu agar dia sembuh total barulah dia pulang.


Aku juga menyuruh pengawal antarkan makanan dan buah untuk Andy agar banyak makan, aku dan Dinda masuk kedalam Lift dan turun kebawah namun saat kami berdua keluar dari Lift kami tidak sengaja berpapasan dengan kakak Dea.


Kakak Dea langsung membuang senyum ke ara kami berdua dan berjalan mendekati kami.


"Dik, Dav. Kalian sudah mau pulang ya, hati-hati dijalan ya dan aku mohon jangan datang kesini lagi cukup saja hinaan itu terlontar untuk kalian berdua jangan sampai hal itu terulang kembali. Dan aku yakin jika ibu sudah sehat dia pasti akan mengusir aku dan mas Tahir dari rumah tapi tidak masalah, aku sudah sadar selama ini aku salah selalu mengikuti perkataan ibu tapi mulai sekarang aku sudah tidak mau lagi."


"Maafin aku ya dik, aku tahu kamu sudah membenci aku tapi tidak masalah aku menyadari semua itu, Dav titip adikku ya sayangi dia jangan perna menyakitinya lagi karena dia sudah banyak menderita. Dan kamu Dav maafkan semua perbuatanku kalau seandainya ayah masih hidup mungkin dia sangat kecewa dengan perbuatanku"


"Kakak harus tahu jika kita berdua adalah anak kandung dari ayah Evan bukan Lexza, tapi jujur kakak aku sangat benci terhadapi ibu jadi aku minta maaf jika aku belum bisa memaafkan semua perbuatan ibu"


"Tidak apa-apa dik kakak ngerti makanya kakak tidak mau kalian kesini lagi Karena Lexza dan Kenedy pasti makin membenci kalian berdua, pulanglah hati-hati dijalan soalnya kakak mau ke PMI untuk mengambil darah karena ibu masih membutuhkan Darah" ujar

__ADS_1


"Baiklah kakak juga hati-hati disini, jika Lexza masih mau macam-macam kakaka hajar saja jangan takut dia bukan siapa-siapa kita kok kakak ngapain takut. Kami pulang dulu ya kakak" ujar Dinda


Istriku ada-ada saja masa ngajarin kakak Dea untuk menghajar Lexza, aku dan Dinda pergi meninggalkan kakak Dea karena kakak Dea mau pergi ambil darah. Sedangkan dari tadi aku dan Dinda tidak ketemu dengan pembuat onar itu, siapa lagi kalau bukan Lexza bisa jadi sudah masuk ke ruangan suaminya.


Aku dan Dinda gegas keluar dari rumah sakit melalui koridor dan sampai di parkiran ternyata aku melihat pengawal masih menunggu disitu, aku berikan kode ke mereka kalau kami mau pulang tapi sebelum pulang aku mau ngajak Dinda makan dulu ke restoran kami saja.


Makanan disana tidak kalah enak, ini juga sudah siang sampai kelaparan tapi jadi tidak sadar karena meladeni manusia bar-bar itu, biarlah tadi aku sempat lihat siaran tv di ruangan Andy ternyata video waktu kejadian di bawah itu sudah viral kira-kira siapa ya yang viralkan itu apakah wartawan tadi, tapi tidak mungkin.


Atau ini kerjaan pak Erik bisa jadi karena pasti pengawal sudah melaporkan, atau jangan-jangan ayah...astaga ini pasti ulah ayah nih apalagi ayah kerja sama dengan beberapa stasiun tv terkenal di negara ini jadi gampanh sekali ayah melakukan itu.


Aku dan Dinda masuk kedalam mobil dan mobil keluar dari area rumah sakit dan kami sekarang menuju ke restoran.


"Sayang pasti kamu sudah laparkan? yuk sebelum pulang lebih baik kita makan dulu jangan sampai kamu sakit sayang aku tidak mau hal itu terjadi." ujarku


"Iya mas rasanya lapar banget padahal tadi dirumah sakit tidak merasa lapar sama sekali atau jangan-jangan karena lagi emosi kali ya makanya tidak merasakan lapar tapi pada saat tenang begini baru merasa lapar"

__ADS_1


Benar juga yang di katakan Dinda karena aku juga merasakan hal yang sama tadi aku tidak merasakan lapar tspi setelah selesai baru aku merasakan sangat lapar.


Lagian tadi sih Lexza dan Kenedy keterlaluan sih coba mereka tahu siapa pemilik rumah sakit itu bisa munta darah.


__ADS_2