
Anjani yang sudah pusing karena didatangi oleh wartawan langsung lari masuk kedalam rumah dan menuju kekamar, sedangkan Tahir dan Dea terus paman Gibran dan bibi Lya menonton tv karena mereka juga penasaran dengan hasil akhir dari pemilihan hari ini. Namum mereka di kangetkan dengam klarifilasih dari Dinda dan keluarga Dava.
Dea hanya tersenyum melihat adiknya mengkalrifikasih dalam hati Dea senang karena pada akhirnya semua kebusukan Anjani terbongkar.
Sedangkan didalam kamar Anjani marah-marah tidak jelas karena bu Anjani tidak tahu siapa manusia yang tidak bertanggung jawab yang berani menyebarkan video Me***sum di media.
"Aku tidak boleh tinggal diam begini aku harus lakukan sesuatu aku harus hubungi Ogen aku kabarin kalau video kami sudah tersebar luas aduh,...semoga dia tidak marah karena video itu soalnya dia sudah perna ingatkan aku untuk tidak menyimpan video itu, dan harus menghapusnya tapi aku yang tidak mau mendengarkannya seperti ini jadinya aku tidak mau kasus ini sampai di polisi bisa jadi kami berdua salah satu masuk penjara. Aduh bagaimana ini perusahaan di ambang kehancuran, sementara lagi cari investor saja sampai sekarang belum dapat sekarang video justru tersebar tapi siapa ya, yang sudah berani melakukan ini."
Bu Anjani langsung mengambil hpnya dan menghubungi Ogen tapi sama sekali tidak di angkat, bu Anjani Anjani tidak putus asa justru kembali menghubungi sekitar empat kali baru Ogen angkat dengan suara yang masih serak sepertinya baru bangu. Tidur padahal sudah mau siang.
"Hallo..sayang ada apa menelpon mas, bukankah hari ini pemilihan presiden menantu kamu jadi kamu sibuk tumben nelpon." tanya Ogen
Bu Anjani hanya menahan emosi dengan tingkah calon suaminya itu, kok bisa jam segini baru bangun tidur padahal semua orang sudah pusing dan takut bahkan heboh dengan video mereka ini justru Ogen enak-enak tidur bagaimana bu Anjani tidak emosi.
"Astaga mas, kamu baru bangun dengan kondisi sudah darurat begini mas masih bisa tidur nyenyak begitu, gila kamu ya hidup kamu terasa sangat tenang disana sedangkan aku kamu biarkan syres disini "?
"Memangnya ada apa sayang kok kamu terlihat sangat panik ada apa sih, bicara itu yang jelas jangan setengah-setengah bikin orang bingung saja." pinta Ogen
__ADS_1
"Makanya mas jangan tidur terus biar bisa lihat tv apa yang terjadi, video kita disebarluaskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab jadi sekarang kita sudah viral dimana-mana aku saja sekarang kurung diri di kamar karena malu dan takut. Karena sudah banyak wartawan mendatangi rumah. Dan juga semua tetangga disini aku mau kabur sementara dari rumah tapi tidak bisa karena tidak tahu mau lari lewat mana mas, tolong aku napa mas."
Ogen yang awalnya msih terbaring di termpat tidur langsung bangun dan pindah ke sofa sangking terkejutnya Ogen langsung buka tv dan dan betapa terkejutnya Ogen, saat melihat video dengan tanpa sensor sedikitpun bahkan wajah mereka berdua sangat terlihat jelas.
"Apa....apa-an kurang ajar siapa yang berani melakukan ini tapi mereka dapat video ini dari mana, sayang mas tidak punya video ini berarti video ini berasal dari kamu sayang, kenapa sih kamu tidak hapus video itu beginikan jadinya sudah malu wajah kita tersebar dimana-mana astaga."
Teriakan Ogen menganggu perempuan yang masih enak tidur diatas tempat tidur, sehingga perempuan itu marah dan di dengar oleh bu Anjani.
"Mas bisa tidak jangan teriak-teriak begitu menanggangu tidur orang saja ada apa sih." Ujar perempuan itu
"Loh mas kamu sama siapa disitu kok aku dengar ada suara perempuan, mas ada dimana sih dan mas sama siapa disitu kenapa ada suara perempuan, mas selingkuh ya.? Ingat ya mas aku tidak mau diselingkuhi aku mau hanya aku satu-satunya wanita didalam hatimu mas"
"Cuihhh perempuan tua untung kamu punya uang kalau tidak aku juga tidak sudih denganmu, tapi sekarang kamu sudah mulai bangkrut jadi pelan-pelan aku tinggalkan kamu saja aku sudah punya calon istri begini ngapain aku harus bertahan sama kamu, tapi tunggu saja dulu karena walaupun perusahaan kamu bangkrut tapi masih ada banyak bisnis kamu." Gumam dalam hati.
"Mas, kamu masih disitukan kenapa diam? kamu sama siapa disitu aku mau kesana ya boleh tidak mas, aku stres dirumah di gruduk masa dirumah kamu ada dimana mas biar aku datang."
"Eh....sayang kamu disitu aja tidak perlu kesini soalnya aku lagi diluar kota, aku disini sendirian kok mungkin sayang salah dengar itu, tadi ada pelayan antar makanan kesini mas janji akan datang menjemputmu ya tapi kamu harus kasih mas uang dong mas benar-benar tidak punya uang"
__ADS_1
"Mas, kamu kan tahu sekarang perusahaanku lagi bermasalah jadi aku lagi memikirkam bagaimana caranya untuk mendapatkan modal, untuk bangun kembali perusahaan ini, kalau mas minta uang terus aku ambil dari mana, memangnya mas butuh berapa rupanya"
"Seratus juta saja sayang kakau begitu mas tidak minta banyak kok jadi hanya seratus juta saja masa tidak bisa sayang" ujar Ogen
"Oh kalau seratus juta bisa sayang nanti aku transfer ya tapi bagaimana ini mas dengan kasus video ini aku malu mas bertemu dengan orang apalagi nanti aku mau arisan dengan teman-teman".
"Ya itu sudah resiko sayang kalau hubungan gelap, apalagi video itu dari hp kamu sendiri dari awal mas sudah ingetkan tapi tidak mau ya sudah sekarang nikmati saja apa yang terjadi, tapi kalau seperti itu kebih baik kamu berhenti mengikuti arisan sayang agar kamu tidak di hujat."
Ternyata seorang perempuan sombong dan angkuh seperti bu Anjani tahu takut juga, rasain tuh harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan Anjani jamgan lari dari masalah.
Setelah bu Anjani menelpon Ogen langsung melempar hp ke sembarang tempat dan dengan kasar membuang bokongnya diatas sofa.
Sedangkan disebuah hotel mewah Ogen bersenang-senang dengan calon istrinya, calon istrinya Ogen tahu kalau selama ini Ogen ada hubungan dengan Anjani tapi perenpuan itu santai justru mengijinkan Ogen untuk menjalin hubungan dengan bu Anjani untuk memeras uangnya.
Ogen tidak peduli dengan video itu walaupun dia tahu akan resikonya seperti apa.
"Kamu sih bodoh banget sudah dibilang jangan cobak-cobak simpam video itu, karena nanti akan jadi masalah dasar wanita tua susa kali di bilangin, memang sangat keras kepala tapi kok bisa ya suaminya bertahan dengannya, justru dia menyuruh aku membunuhnya tapati aku tidak yakin kalau suaminya meninggal bisa jadi semua ini ulah suaminya tapi kalau benaran suaminya masih hidup, nyawa ku juga ikut terancam."
__ADS_1
Saat Ogen ngumpet didalam hati ada sebuah notifikasih masuk saat Ogen baca langsung terkejut begitu juga bu Anjani.