
Sekarang kami sudah sampai di Tps. (Tempat pemungutan Suara) karena hari ini hanya dua calon saja jadi yang jelas kami sekeluarga memilih lawan dari Kenedy, tidak ada yang sudih memilih keluarga penuh arogan kasian rakyat kalau salah memilih presiden.
Setelah kartu pemilihan kami di periksa akhirnya kami satu persatu dapat giliran untuk memberikan suara kami kepada pemimpin yang kami inginkan, namun saat kami semua memberikan aku mendengar banyak relawan yang kasat kusut dan aku tidak sengaja mendengar nama Kenedy disebutkan. Senyumku langsung terukir di bibir ini karena aku tahu apa penyebabnya.
Oh ternyata, pak Erik dan sekretaris Criss dan ayah mertua sudah melancarkan aksi mereka, dalam sepuluh menit siaran itu langsung viral di semua statius tv besar apalagi ini menyangkut reputasi calon presiden.
Aku melihat relawan dari kenedy panik karena pasti dengen video Kenedy dan bu Anjani yang lagi viral ini akan mempengaruhi reputasi Kenedy, aku tahu ini relawan kenedy karena dari serangam mereka.
Mereka mulai panik dan sibuk cari berita sana-sini untuk memastikan apakah benar dengan berita itu.
Sekarang di Tps sudah mulai keluar perkataan dari masyakat tetang video itu dan banyak yang mengutuk Kenedy.
"Beruntung sekali aku belum memberikan pilihanku padahal aku sudah tekat tadi berikan suaraku kepadanya, tapi sekarang aku tidak sudih punya pemimpin yang kejam seperti itu cobak kalian lihat deh bukan hanya calon presiden yang menyiksa adik iparnya tapi mertuanya juga, ya Tuhan kasian sekalih gadis malang itu kesakitan seandainya aku kenal mungkin aku mau dia jadikan anakku. Kok bisa ya seorang ibu menyiksa anaknya sendiri tanpa ampun." tanya seorang ibu-ibu.
"Kalau ini ibuku dan iparku mungkin aku sudah lama menghabisi mereka lihat deh sepertinya gadis itu kesakitan tapi mereka masih menampar dan menarik rambutnya, Oh ya tunggu deh sepertinya aku kenal perempuam ini loh, inikan Jeng Anjani istri dari pemilik perusahaan Winata grup loh masa kalian tidak kenal sih."
"Eehhh....cobak lihat deh ini astaghfirullahaladzim...cobak buka berita terkini hari ini baru masuk ada video me**m di kamar hotel, ternyata dari keterangan yang di sampaikan kalau perempuannya adalah ibu mertua dari calon presiden kita Kenedy, nyonya Anjani dan seorang pria brondong adalah selingkuhannya."
"Ah masa sih Jeng mana aku lihat cobak, ya Tuhan sadis banget loh selain menjadi ibu jahat suka menyiksa putrynya ini juga video tidak senononya viral.'
Tps yang kami datangi sudah riu, namun yang membuat kami semua terkejut dalam kebisingan mereka itu salah satu ibu-ibu menyuarahkan bahwa perempuan yang di siksa didalam video itu adalah Dinda.
__ADS_1
"Ehhh....tunggu...bukankah gadis itu yang berdiri disamping nyonya Adinata adalah gadis yang ada didalan video ini berarti menatu kesayangan keluarga Adinata adalah putry bungsu dari Tuan Winata." Ujar salah satu ibu-ibu tajam sekali mata ibu itu.
" Iya betul ini gadis itu bisa kita tanya langsung apakah benar kejadiannya seperti dalam video ini kalau benar memang keterlaluan"
Kami tidak bisa mengelak lagi dari banyaknya wartawan yang sudah berkerumun sampai pengawal kewalahan. Tapi mungkin ini saatnya Dinda angkat suara mengenai skandal video itu lagian ayah dan semua ada juga disini jadi biar terlanjut basa jadi mandi sekali saja.
"Tenang....tenang..bapak ibu, jangan berdesakan bagaimana para wartawan dan nona muda berikan keterangan kalau suara bapak ibu tidak redah danberdesakan begini, harap semua tenang karena nona muda dari keluarga Tuan Adinata akan klarifikasi soal video itu. Terserah dari pihak Tuan Kenedy seperti apa tangapan mereka, tapi sekarang kita mendengar langsung dari nona muda." Ujar pak Erik untuk pak Erik gesik banget bisa menenangkan keriuhan terjadi.
" Maaf Tuan besar, Tuan muda apakah nona muda bisa menjawab pertanyaan wartawan?" Tanya pak Erik minta inji. Aku dan ayah setuju begitu juga Dinda.
Dinda menarik napasnya dalam-dalam aku tahu dia menahan gejolak didalam hatinya tapi dia kuat, aku menggenggam tangannya dengan kuat sedangkan ibu memeluknya.
Saya disiksa oleh ibu kandung saya sendiri yaitu nyonya Anjani Winata dan kakak ipar saya Kenedy dan kakak angkat saya Lexza. Saya di siksa sampai saya keguguran di rumah sakit"
"Nona muda boleh tahu apa penyebabnya kenapa nona sampai di siksa"?
"Nona muda kenapa nona tidak melawan"?
"Nona muda bukankah nyonya Anjani adalah ibu kandung anda kenapa dia berani melakukan hal keji itu"?
"Nona muda ada video skandal baru. Mengenai nyonya Winata dan seorang pria yang belum di ketahui identitasnya, apakah video itu benar kalau selama ini nyonya Winata selingkuh?"
__ADS_1
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para wartawan, tapi dengan tenang Dinda menjawab setiap pertanyaan itu satu persatu.
"Nyonya Anjani adalah Wanita yang gila harta, menurutnya harta segalanya soal keluarga itu nomor kesekian, jika bapak ibu para wartawan melihat kalau nyonya Winata selalu menunjukan Keharmonisan dan kepedulian dalam keluarga itu semua hanya omong kosong, jangan percaya karena itu hanya berkedok tapi tidak sesuai dengan kehidupan nyata dalam kehidupan keluarga nyonya Anjani.
Nyonya Anjani bisa melakukan apapun demi kebahagiaannya semata, salah satunya menyiksa putrynya karena ingin menjual ke pria yang menurutnya kaya raya untuk mendapatkan banyak uang, dan waktu itu saya sudah menikah dengan Tuan muda Dava tapi nyonya Anjani masih bersihkeras untuk memisahkan saya dari suami saya, karena apa pria lain yang ingin di nikahkan dengan saya dan waktu itu saya hamil karena saya tidak mau dan menolak akhirnya saya disiksa sampai saya masuk rumah sakit karena keguguran."
Semua orang termasuk wartawan tercengang mendengar penjelasan dari Dinda.
"Itu bukan manusia tapi itu bin***ng ibu kandung macam apa seperti itu." Ujar seorang ibu-ibu.
"Ya Tuhan sabar ya anak manis tapi sekarang kamu sudah bahagia, karena mempunyai keluarga baru yang sangat menyayangimu." Sambung yang lai.
Dinda menarik napas dalam-dalam baru melanjutkan jawabannya kepada wartawan, kasian mereka juga pengen dapat berita baru ini akhir dari kesombongan seorang Anjani dan Kenedy apalagi Lexza berakhir, karena aku yakin selepas ini ada perang dunia ketiga di kediaman keluarga Winata pasti banyak wartawan berkerumun kesana hanya untuk mendapatkan informasi terbaru.
Kasian istriku dia harus kembali mengingat masa sulit itu, sampai suaranyanya bergetar dan matanya berkaca-kaca tapi dia tetap tenang.
"Sayang kalau sayang merasa tidak nyaman tidak perlu lanjutkan cukup saja sudah biar pak Erik menyuruh wartawan pergi dari pada kamu kembali sedih sayang" tanyaku.
"Mas tenang saja Dinda kuat mungkin ini saatnya Dinda membongkar semua kedok perempuan itu karena selama ini hanya memakai topeng kalau diluar harus ditelanjani kesombongan itu."
Wah...mantap jawaban Dinda.
__ADS_1