
Waktu begitu cepat berlalu dari malam hingga pagi hari kondisi Tuan Adinata tetap sama seperti semula, belum ada tanda-tanda Tuan Adinata siuman pada hal kata dokter kondisi Tuan Adinata sudah stabil, nyonya Ziya juga sudah sehat sehingga bisa menemani Tuan Adinata hanya saja Tuan muda Dava tidak ingin ibunya sakit lagi sehingga Tuan muda Dava mendesak nyonya Ziya untuk pulang istirahat, pagi ini nona muda datang ke rumah sakit untuk menjenguk ayah mertua nya sambil membawakan suami tercintanya makanan dari rumah.
Sedangkan Tuan muda Gama harus ke perusahaan dalu baru ke rumah sakit jadi sekarang yang tinggal di rumah sakit hanya Tuan muda Dava dan asisten Arfan karena semua sudah harus kembali bekerja untuk memantau perkembangan perusahaan, apalagi pak Erik tidak bisa pergi lama-lama karena pam Erik berperan penting di perusahaan selain Tuan muda Dava.
"Mas...bagaimana dengan kondisi ayah apakah ayah sudah siuman? Maaf mas Dinda baru sampai karena Dinda harus lihat anak-anak dulu" Tanya Nona muda setelah sampai dan duduk di samping Tuan muda.
"Belum ada perkembangan sayang semalam setelah ibu masuk kedalam ayah kembali kritis, tapi tadi kata dokter sudah kembali stabil padahal semalam ibu masuk mas mendengar semua ungkapan isi hati ibu jadi ibu tidak bicara yang ane-ane tapi entah kenapa kondisi ayah yang awalnya stabil tiba-tiba drop." Ujar Tuan muda.
"Loh kok bisa mas, tapi ya kita jangan menyalakan siapa pun mas, mungkin kondisi ayah saat ini belum betul-betul stabil jadi naik turun begitu, sekarang ya kita harus banyak berdoa mas semoga kondisi ayah cepat pulih dan ayah sadar, kasian ibu tadi pas Dinda mau kesini Dinda mendapati ibu duduk termenung di ruang tengah untung ada bibi dan yang lain di sana." Ujar nona muda.
"Sayang apakah semua ini adalah murni kesalahan mas karena mas mengakibatkan ayah kritis begini, kalau bukan ayah yang menolong mas mungki n mas yang ada di posisi ayah dan sekarang ayah masih sehat." Tanya Tuan muda.
"Hustttt....kata siapa ini kesalahan mas, dengar ya mas, semua sudah di atur oleh Tuhan ayah sebagai orang tua mampuh melakukan apa saja demi menyelamatkan anak-anaknya termasuk nyawahnya sendiri orang tua rela berkorban hanya untuk kita sebagai anak jadi mas jangan menyalakan diri sendiri, mana ada orang tua yang membiarkan anaknya di sakiti pada hal dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, jelas orang tua tersebut melakukan banyak cara agar anaknya selamat."
Tuan muda mulai menyalakan diri sendiri lagi karena Tuan muda berpikir jika dirinya lah penyebab ayah nya masuk rumah sakit, tapi untung nona muda wanita yang sangat bijak sehingga, nona muda memberikan penjelasan kepada Tuan muda tentang semua yang terjadi.
Nona muda meminta kepada Tuan muda untuk masuk kedalam ruang untuk menjenguk ayah mertua nya, karena dari kemarin nona muda belum sekali pun menjenguk Tuan Adinata.
"Mas boleh kah Dinda masuk untuk menjenguk ayah, dari kemarin Dinda belum menjenguk ayah" ujar nona muda.
__ADS_1
"Ya jelas boleh dong sayang siapa yang berani melarang istri mas yang cantik ini untuk tidak menjenguk ayah mertua nya, jelas dengan senang hati mas mengijinkam siapa tahu dengan adanya sayang datang menjenguk ayah, ayah cepat siuman sayang" ujar Tuan muda membuat nona muda tersenyum bahagia.
"Kalau begitu sebelum Dinda masuk kedalam bagaimana kalau mas sarapan pagi aja dulu, nanti makanan keburuh dingin tidak enak nanti, mas harus tahu ini Dinda yang masak sendiri bukan masakam Chef semoga mas suka masakan Dinda ya." ujar nona muda.
Wadidaw...nona muda istri idaman banget pada hal ada chef terbaik di rumah untuk menyiapkan makanan yang enak untuk keluargs besar Tuan muda, tapi nona Dinda sebagai istri yang baik, berusaha masak untuk suami tercintanya luar biasa, kalau kena perempuan lain dia lebih mementingkan penampilan ketimbang menyiapkan kebutuhan suami sendiri.
"Wah...pasti enak banget masakan istri cantik mas, seharusnya tidak perlu repot-repot masak sayang karena sudah ada chef untuk makan. Tapi makasih ya sayang shdsh mau menyiapkan sarapan untuk suamimu saysng."
Nona muda langsung menyiapkan makanan yang di bawah untuk Tuan muda dan mereka sarapan bersama, Tuan muda makan sambil menyuapi nona muda karena kata nona muda tidak selerah kalau makan sendiri,jadi sengaja nona muda bawah banyak makanan untuk mereka makan bersama. Tuan muda dengan lahap menghabisi semua makanan yang di bawah oleh nona muda.
"Wah....enak sekali masakan kamu sayang, rasanya melebihi masakan chef dirumah luar biasa istri mas, sudah cantik, baik dan pintar masak" ujar Tuan muda.
"Ah...mas berlebihan Dinda juga belajar masak mas jadi masakan Dinda tidak seenak masakan chef tapi makasih ya mas sudah mau makan masakan Dinda." ujar nona muda.
Setelah selesai makan nona muda langsung masuk ke ruangan Tuan Adinata sekarang sekita jam sembilan pagi baru Tuan muda sarapan sebenarnya tadi Tuan muda sudah makan roti karena Tuan muda tahu bahwa nona muda akan datang bawain makanan.
Nona muda masuk kedalam ruangan dan langsung ganti baju sterilnya, nona muda berjelana dengan pelan mendekati Tuan Adinata sambil duduk di samping Tuan Adinata.
"Selamat pagi ayah bagaimana kabar ayah, maaf Dinda baru datang jenguk ayah karena kedua cucu ayah entah kenapa mereka tiba-tiba rewel mungkin mereka juga merasakan apa yang papi dan maminya rasakan bahkan kakek dan neneknya rasakan makanya mereka berdua sangat rewel, ayah tidak menyayangi Dinda dan kedua cucu ayah kah? Sehingga ayah masih setia dengan tidur ayah bangun dong ayah bangun"
__ADS_1
Nona muda dengan lembut mengelus jari jemari ayah mertua nya sambil berbicara air matanya tak terbendung lagi sampai nona muda menangis terseduh-sedih sangat pilu perasaannya, kenapa tidak saat Tuan Winata di nyatakan meninggal Tuan Adinata lah yang menyembukan luka yang ada di hati nona muda jadi nona muda sangat menyayangi Tuan Adinata.
"Ayah tahu betapa hancurnya hati Dinda saat tahu ayah dalam keadaan tidak sadar, cepatlah bangun ayah. Ayah perna berkata kalau ayah menjaga Dinda sebagai putri ayah yang sudah mengantikan mbah Hawari walaupun Dinda tahu posisi mbak Hawari tidak bisa di gantikan oleh siapa pun termasuk Dinda. Banyak orang menyayangi ayah sehingga mereka berbondong-bondong datang ke rumah sakit, asal ayah tahu tadi Dinda datang banyak wartawan berkerumun di depan loby rumah sakit.
Tapi untung Dinda sudah menyadari hal itu akan terjadi sehingga Dinda pake topi dan masker sehingga wartawan tidak mengenal Dinda. Mereka pasti ingin tahu bagaimana kondisi ayah, lihat ayah dari semalam mas Dava tidak istirahat karena menjaga ayah. Ayah tidak mau bukan kalau mas Dava jatuh sakit"
Jadi sebenarnya kasus yang menimpah Tuan Adinata sudah tersebar di kalangan masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang berbondong-bondong kerumah sakit untuk menjenguk langsung Tuan Adinata tapi di larang oleh para pengawal dan banyak sekali wartawan yang berdatangan tapi belum ada niatan sama sekali untuk Tuan muda datang menjumpai mereka.
Setelah bicara panjang lebar nona muda hendak keluar dari ruang namun sebelum keluar Dinda mencium punggung tangan Tuan Adinata, namun yang membuat nona muda panik adalah jari jemari Tuan Adinata tiba-tiba bergerak, hal itu membuat nona muda berteriak memanggil dokter.
"Ayah.....ayah sadar?...."
"Dokter....dokter tolong" teriak nona muda.
Seketika dokter datang dan menerobos masuk kedalam ruang dan meminta Nona muda keluar.
"Mohon maaf nona muda jika saya tidak sopan tapi tolong nona muda boleh keluar sebentar, sepertinya Tuan Adinata siuman nanti setdlah selesai pemeriksaan barulah nona muda dan Tuan muda boleh masuk lagi kedalam" ujar dokter.
Nona muda hanya menurut saja dan langsung keluar dari ruangan.
__ADS_1