Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
268


__ADS_3

Hari ini aku kedatangan tamu tak di undang berani sekali dia datang dan bikin keributan di kantor ku, saat aku di dalam ruang kerja aku tidak sengaja melihat cctv yang di lantai dasar mataku tidak sengaja melihat seorang perempuan yang sangat aku kenal sedang berdebat dengan resepsionis.


Bahkan dengan tidak punya sopannya wanita tidak beretika itu menampar resepsionis, kurang ajar benar dia ngapain wanita tua ini ke perusahaan, sampai membuat kekacauan padahal tidak ada yang mengudangnya aku tapi pak Erik juga pasti tidak tahu kalau wanita ini akan datang kesini, kalau pak Erik tahu tidak mungkin aku tidak di beritahukan kalau wanita sialan ini datang.


"Saya mau ketemu dengan menantu saya jadi tolong antarkan saya kesana" ujar bu Anjani kepada resepsionis.


"Maaf nyonya, kalau boleh tahu menantu nyonya siapa? dan sudah buat janji belum kalau belum tidak bisa ketemu nyonya disini harus buat Janji dulu nyonya." ujar resepsionis itu lembut.


Namun yang membuat aku terkejut kenapa bu Anjani tidak sabar ya, suka sekali berkata kasar kepada orang wataknya memang buruk sekali walaupun dia adalah mertuaku. Tapi aku tidak suka.


"He karyawan rendahan kamu tidak tahu siapa saya berani sekali karyawan rendahan seperti kamu bicara begitu dengan mertua bos, saya mertuanya pemilik perusahaan ini Dava dan saya mau ketemu dengannya, hak apa kamu melarang saya ketemu dengan menantu sendiri" ujar bu Anjani.


Karena aku penasaran jadi aku menghentikan pekerja ku dan melihat reaksi bu Anjani suaranya kencang sekali, aku lihat sudah banyak karyawan yang menonton pertengkaran itu apalagi ini juga sudah mau jam makan siang jadi karyawan pada bersiap untuk ke restoran.


Resepsionis juga dia gadis pemberani jadi bukanya takut justru ikut menantang. Aku suka itu aku mau lihat siapa yang menang diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Hahaha...saya baru tahu ternyata selain nyonya ganas di ranjang ternyata ganas di luar juga ya, nyonya biarpun saya ini seorang karyawan rendahan tapi saya bekerja baru bisa makan bukan jual diri, dan pada akhirnya video viral dimana-mana, apakah seperti ini attitude yang di miliki oleh seorang nyonya Winata,?


Saya sangat mengenal siapa nyonya jadi tidak perlu memperkenalkan nama, saya sudah bilang tadi jika belum ada janji dengan Tuan kami tidak bisa masuk nyonya paham tidak, dan kalau memang nyonya diijinkan masuk kenapa tidak hubungi Tuan kami langsung saja katanya mertua masa tidak di ijinkan." ujar resepsionis


Bu Anjani merasak terhina dengan perkataan resepsionis, akhirnya bu Anjani menampar gadis tersebut ringan banget tangan bu Anjani suka sekali menampar orang, aku heran tapi yang membuat aku kanget adalah reaksi dari gadis itu kalau dia satu tempat tinggal dengan Dinda mungkin mereka satu server. Gadis itu keluar dari tempatnya dan mendekati bu Anjani dan gadis itu tidak sengan memberikan satu tamparan mengenai tepat di pipi bu Anjani membuat pipinya merah.


Plakkkk!


"Nyonya maaf saya bukan tidak tahu sopan santun terhadap nyonya yang notabene adalah ibu mertua dari Tuan saya, tapi asal nyonya tahu saya mau menghargai seseorang yang mau menghargai orang kecil seperti kami yang kata nyonya karyawan rendaha.


"Silahkan nyonya kalau memang nyonya adalah mertua dari Tuan Dava laporkan saja saya agar saya di pecat, tapi kalau betul saya di pecat berarti perusahaan ini tidak memiliki kualitas attitude yang baik padah siapapun yang datang kesini, saya memang karyawan rendahan tapi saya punya harga diri dan saya juga memiliki attetude yang baik."


Wah....sepertinya gadis ini cocok jadi asisten Dinda deh bukan jadi resepsionisi siapa yang merekrut karyawan ini ya, jujur aku sangat salut dengan keberanian gadis ini, lagian yang membuat kekerasan duluan adalah bu Anjani makanya karyawan itu marah siapa yang tidak marah kalau harga dirinya di injak dan di katain karyawan rendahan.


"Berani sekali karyawan rendahan seperti kamu menampar saya ha...kurang ajar sekali kamu. Tunggu saja saya akan beritahu menantu saya dan kamu akan di pecat dari sini. Biar kamu jadi gembel di luar sana saya heran katanya perusahaan terbaik tapi punya karyawan berkelakuan buruk seperti ini."

__ADS_1


"Nyonya semua karyawan disini adalah karyawan terpilih dan terbaik, tapi kami menyesuaikan diri dengan siapa yang kami hadapi kalau tamu yang datang tidak memiliki attitude yang baik kami juga menyambutnya seperti itu, seharusnya anda bercermin diri terlebih dulu nyonya sebelum anda menilai orang nenurut nyonya sikap dan tingkah laku nyonya sudah betul belum"?


Saat resepsionis berbicara dengan bu Anjani betapa terkejutnya aku, saat melihat siapa yang baru turun dari mobil dan masuk kedalam perusahaan. Adu gawat nih bisa perang dunia ketiga terjadi tapi aku belum bergerak aku masih santai karena bu Anjani membelakangi ke loby jadi dia tidak tahu kedatangan Dinda tapi masalahnya bu Anjani dengan karyawan itu masih berdebat jadi pasti Dinda akan bertanya.


Dan benar saja Dinda datang menghampir mereka dan bertanya ada apa karena aku panik jadi aku menyuruh pak Erik turun.


"Ada apa ini, kenapa ribut disini, ini kantor jadi tolong jangan buat ribut disini" tanya Dinda.


Bu Anjani langsung menolek dan melihat Dinda langsung tersenyum, dan hendak mendekati Dinda tapi pengawal langsung mencengah bu Anjani.


"Sayang kamu disini, untung kamu datang tadi ibu datang mencari Dava tapi karyawan rendahan ini justru menahan ibu nak, dan tidak mengijinkan ibu masuk bahkan dia menampar ibu sangat kurang ajar sekali makanya ibu minta pecat saja dia, sayang ibu kangen ibu mau peluk kamu"


"Nyonya tolong sopan sama nyonya muda jangan sembarangan peluk, lebih baik anda pulang saja karena nona muda dan Tuan muda tidak ingin di nganggu" ujar pengawal


"He pengawal kurang ajar, nona muda kalian ini adalah putry kandung saya kenapa saya tidak bisa memeluknya, masa kalian berani melarang seorang ibu kandung memeluk putrynya sendiri" bentak bu Anjan.

__ADS_1


"nyonya Winata maaf apa yang di katakan pengawal barusan benar, bawah saat ini saya dan suami saya tidak bisa di nganggu jadi jika nyonya tidak ada keperluan penting silahkan pulang, dan satu lagi jangan nyonya merasa kalau nyonya orang kaya jadi semena-mena terhadap karyawan di tempat ini, karena nyonya tidak punya hak untuk kasar terhadap karyawan disini", ujar Dinda dan langsung masuk kedalam lift meninggalkan bu Anjani yang berusaha meminta ikut masuk kedalam Lift.


__ADS_2