
Aku di papah oleh Maya turun kebawah, bukanya tidak bisa jadi tapi setelah aku tenang disitu aku baru kembali merasakan sakit disekujur tubuh dan pipi ku, dasar Lya biadab dia tidak punya perasaan sama sekali saat memukulku. Untung badannya agak sedikit berisi kalau tidak aku yang hajar dia sampai mati"
Aku akan balas lihat saja nanti. Setelah aku sampai di bawah aku menyuruh salah satu pengawal, memanggil semua orang yang tinggal dirumah ini karena aku mau tahu orang baru siapa yang masuk kesini tanpa pengetahuanku.
"Pengawal.. panggil semua orang yang tinggal di rumah ini untuk datang kesini, ada yang mau aku tanyakan kepada kalian semua"
"Baik nyonya"
Pengawal itu pergi tidak lama ia kembali dengan semua pengawal, begitu juga semua pelayan yang ada di rumah ini. Mereka sudah berbaris didepan ku tanpa ada suara.
"Sekarang aku mau tanya selama beberapa hari ini siapa di antara kalian yang masuk kedalam kamar saya, dan ada gak orang baru masuk kesini, jawab jujur jangan bohong karena jika di antara kalian ketahuan bohong kaliam tahukan akibatnya." tanyaku sekalian ngancam mereka biar tatuk agar mereka jujur, awalnya kepala mereka semua tertunduk seketika ada dua orang pelayan angkat kepala dan menatap ke arahku.
"Maaf nyonya, dalam berapa hari ini hanya kami berdua yang di jadwalkan untuk masuk kedalam kamar nyonya untuk membersihkan kamar selain itu tidak ada. Tapi bukankah setiap kali kami berdua membersihkan kamar nyonya kembali mengeceknya, kami berdua juga disini hanya mau kerja nyonya untuk dibayar bukan untuk mencari masalah jadi tidak mungkin kami berdua melakukan hal itu."
Aku menelisik mereka berdua dan aku tidak mendapati kebohongan di antara Mereka berdua, dan aku juga sangat yakin kalau bukan mereka berdua pelakunya. Tapi kalau bukan mereka berdua terus siapa aku juga binggung.
__ADS_1
Dari antara mereka semua hanya dua orang yang terlihat sangat santai tidak ada ketakutan sedikitpun di wajah mereka berdua, Maya dan satu pengawal yang aku tidak tahu siapa namanya karena dia jarang sekali bicara.
"pengawal apakah ada orang baru masuk kesini"?
"Maaf nyonya tidak ada" Jawab mereka kompak. Baru saja aku mau menyuruh mereka kembali ke tugas mereka masing-masing aku mendengar deruh mobil dari luar, sepertinya sih anak kurang ajar itu pulang masih berani juga dia pulang kerumah bukannya dia sudah enak nginap di hotel. Kami semua terdiam menunggu tuan putry masuk dan yang di tunggu akhirnya masuk juga dengan santai dia menatap kami semua.
"Wah... maaf menganggu ternyata ada pelaksanaan upacara dirumah dalam rangkah apa ya, oh, aku tahu pasti dalam rangkah usir roh jahat dari rumah ini. Biar tidak bersarang dan masuk kedalam tubuh semua orang yang ada dirumah ini tapi jangan sampai ada tumbal loh"
Kurang ajar nih si Dea baru pulang langsung nibrum bikin emosi. Maksudnya apa cobak usir roh jahat dan tumbal, tidak mengerti dengan jalan pikirannya.
"Anak...? hahaha lucu ya ada seorang perempuan jahat seperti ibu mengaku sebagai ibu kandung, sejak kapan ibu menganggap Dinda itu anak ibu? bukankan dia itu pembantu kok langsung berubah status dari pembantu menjadi anak, bu tidak ada sejarah pembantu jadi anak hanya ada anak bisa jadi pembantu itu yang tepat, lagian untuk apa aku harus beritahu ibu sedangkan keluarga Adinata saja tidak sudih ibu datang di acara itu nanti bikin malu, jadi tolong ya bu jangan berharap berbesan dengan keluarga baru Dinda karena sampai kapan pun mereka tidak sudih berbesan dengan ibu"
"Dea....keterlaluan kamu bicara begitu sama ibu ya, ingat ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan kalian berdua bisa-bisanya kamu bicara begitu ibu akan cari kediaman nyonya Adinata, dan akan mendatangi mereka, ibu mau tanya atas dasar apa mereka tidak mengundang ibu kandung Dinda."
"Ibu masih tanya atas dasar apa mereka tidak mengundang biar? Biar aku jelasin ke ibu, ya. Yang pertama, ibu tidak di anggap sebagai ibu kandung Dinda karena didalam daftar ibu kandung Dinda sudah meninggal. Yang kedua apakah ibu lupa seperti apa perlakuan ibu saat Dava dan Dinda masih disini apakah ibu memperlakukan mereka dengan layak sebagai menantu dan anak, tidak ada bu? Dan yang ketiga berita mengenai ibu menyiksa Dinda sudah sampai di teliga keluarga Adinata, jadi kalau ibu tidak punya urat malu silahkan pergi tapi takutnya ibu akan dipermalukan.
__ADS_1
Satu hal yang perlu ibu ingat perbuatan ibu selama ini terhadap Dinda dan Dava sudah terdengar sampai di teliga keluarga besar Dava, masih beruntung Tuan dan Nyonya Adinata tidak melaporkan ibu kepolisi jadi aku harap ibu berhenti mengangap diri ibu adalah ibu kandung Dinda dulu ibu mencapakan mereka menghina bahkan ibu menyiksa adikku sendir, kalau bukankan haram hukumnya dan bukan kamu ibu adalah ibu kandung aku sudah aku habisi ibu ."
Dea benar-benar sudah keterlaluan, aku belum selesai bicara justru dia berlalu pergi padahal aku ingin menanyakan perihal kotak yang ada di laci dan alamat rumah Dinda. Biarpun aku agak sedikit takut dengan perkataan Dea tadi tapi aku yakin Tuan dan nyonya Adinata tidak mungkin melakukam itu terhadap ibu kandung Dinda.
"Dea....jangan pergi dulu ibu masih mau bicara sesuatu, tolong kasih tahu alamat rumah Dinda ibu mau pergi lihat dia ibu kangen sama Dinda, Dea. Kamu kok semakin hari makin egois ibu lihat kamu sama sekali tidak menghargai ibu."
Astaga sangking sibuk berdebat dengan Dea aku sampai lupa kalau semua pengawal dan pelayan masih berdiri dari tadi menatap kami berdua bertengkar, mereka mendengar semua perkataan aku dan Dea sepertinya Dea sengaja mempermalukan aku didepan mereka buktinya dia hanya dian saja.
"Ngapain kalian masih berdiri disini pergi sana...bukannya pergi dari tadi untuk melanjutkan pekerjaan mala berdiri disini" sangking malunya ku bentak semua pengawal dan pelayan menyuruh mereka pergi, setelah mereka pergi aku kembali naik ke atas tujuanku untuk membuka rekaman cctv lewat leptop saja aku penasara siapa yang masuk kesini.
Setelah sampai di atas aku langsung mengambil leptop dan meletakan diatas meja dan langsung membuka, dari beberepa rekaman cctv tidak ada yang mencurigakan hanya dua pelayan itu masuk keluar tapi gak bawah apa-apa, namun pada saat aku buka video selanjut mataku menyipit gak percaya dengan apa yang aku lihat.
Hanya potongan video Lexza saat keluar dari kamar tapi tidak menunjukan pada saat Lexza masuk, kira-kira Lexza ngapain ya kedalam kamarku kok bisa. Aku buka video selanjutnya namun yang muncul adalah Dea tapi sudah di bawah tangga tidak menunjukan Dea muncul dari mana sehingga ada di bawah tangga.
Ah membingungkan karena emosi aku tutup kembali leptop dan menunggu sore nanti Lexza pulang, sekalian aku juga mau bicara dengan Tahir dan Dea mau minta alamat rumah Dinda semoga mereka berdua kasih, karena aku rencana mau silaturami kesana sekalian ketemu dengan besan.
__ADS_1