
Setelah selesai mandi dan bersiap aku merangkul pundak istiku dan kami turun kebawah, rencana mau menemui ibu dan yang lain di taman balakang, pada saat kami turun ternyata semua bocil sudah tidak ada di ruang tengah berarti mereka sudah pergi ke belakang pasti, aku mengajak Dinda langsung bergegas ke taman belakang dan benar saja mereka semua sudah berkumpul disana.
Sebenarnya kalau di bilang keluarga besar memang kami keluarga besar, tapi hari ini tidak semua berkumpul disini karena masih ada keluarga dari ayah dan ibu diluar negeri jadi mereka datang setelah melakukan resepsi nanti karena itu acara besar jadi semua pada ngumpul, walapun baru beberapa keluarga saja sudah rame apalagi semua hadir.
Saat aku sama Dinda melangkah mendekati mereka semua ayah ibu dan yang lain menatap kami dengan senyum.
"Sayang sini duduk dekat ibu biar suami kamu duduk ngobrol sama ayah dan yang lain." ujar ibu mengajak Dinda duduk disampingnya.
Memang aku akui, ibu sangat menyayangi Dinda, ibu memperlakukan Dinda bukan seperti menantu pada umumnya tapi ibu justru memperlakukan Dinda sama parsis seperti putry kandungnya.
Dinda duduk disamping ibu dan ibu langsung merangkulnya, dengan penuh kasih sayang.
"Sayang besok, kamu ikut arisan ya, ibu sudah masukan kamu ke arisan wanita kolega jadi karena besok ibu tidak bisa, kamu ya sayang mengantikan ibu, tapi sebelum kamu menghadiri acara itu nanti ibu menyuruh dua pengawal untuk mengantarkan kamu ke toko mas langanan ibu, beli apa yang kamu suka. Nanti di antarkan oleh supir ke tempat pertemuan"
"Bu gimana kalau besok Dinda pergi sendiri saja tidak perlu pakai supir, Dinda bisa nyetir sendri kok bu kalau soal ketoko mas ibu iya nanti Dinda kesana"
"Boleh sayang kamu nyetir sendiri tapi minta ijin dulu sama suami kamu ya, takutnya di tidak mau karena kuawatir dengan keselamatan kamu, soalnya sekarang ini keluarga Winata mencarimu."
"Ibu tenang saja, aku bisa membelah diri" jawan Dinda penuh senyum.
Sekarang saatnya mereka semua bakar-bakar, tidak mau ketinggalan, pengawal semua juga disuruh gabung karena memang ini acara untuk semua penghuni di kediaman Adinata jadk siapapun yang tinggal disini baik pengawal maupun pelayan semua keluarga. Tidak ada perbedaan diantara kami apalagi ini acara keluarga kami berbaur jadi satu pak Erik yang selalu terdepan hahaha..
Setelah semua sudah selesai di bakar oleh chef, saatnya kami makan bersama untung malam ini cuaca sangat cerah tidak mendung di tambah lagi ada bulan dan bintang-bintang di langit menemani acara makan malam kami diluar. Sangat indah pemandanganya
Suasana makan malam menjadi sangat seru ternyata, jika kita hidup dalam keluarga yang harmonis sangat manis, cobak waktu di keluarga Winata hari-hari hidup seperti neraka tidak ada canda tawa didalam rumah itu yang ada hanya ketenganggan yang selalu diciptakan oleh ibu Anjani.
__ADS_1
Tapi kalau disini tidak ada hari tanpa canda tawa Ayah bercanda dengan para pengawal, bahkan ayah tidak sengan menanyakan kenapa banyak pengawal yang belum punya pasangan, hahaha ayah bisa aja deh.
Sekarang kami semua sudah duduk melingkar kami semua hampir eman puluh lebih hampir tujuh puluh orang cuman pengawal dengan pelayan aja sudah tiga puluh lebih hampir empat puluh lah mana lagi ditambah dengan keluarga yang besar kami benae-benar rame sekali.
Akhirnya kami semua menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh pelayan dan chefnya.
Aku melihat istri makan dengan lahap membuat aku tersenyum bahagia ayah dan ibu juga senang melihat Dinda semangat makan. Membuat ibu mengambil danging dan menaru kedalam piring Dinda.
"Sayang kamu harus makan yang banyak jangan takut genduk, karena gendut itu hal biasa, biarpun kamu gendut Dava tetap mencintaimu hahaha"
"Ah ibu bisa aja deh"
"Iya bu, ibu juga banyak makan ya nanti setelah ibu makan harus minum obat dan istirahat, sekarang ibu jangan suka telat tidur" ujar istriku bicara dengan ibu.
Membuat ibu senang karena selalu diperhatikan oleh Dinda.
Tapi anenya wajah ayah mertu tidak bisa kami lihat alasannya adalah karena sudah hancur.
Tapi karena waktu itu kami semua sudah panik jadi kami tidak peduli lagi dengan semuannya. Apalagi waktu itu ibu mertu sendiri tidak sudih membuka dan ingin melihat wajah suaminya yang terakhir kali aku curiga ada sedikit permainan ayah mertua. Bisa jadi ayah mertu hanya sengaja membuat skenario tentang kematiannya.
Yang paling menjanggal dihati ini kenpa kedua pengawalnya tidak kembali dan seoalah hilang di telan bumi.
Ya Tuhan kenapa sekarang aku baru menyadari hal itu, sepertinya aku harus cari tahu.
Setelah selesai makan kami kembali ngobrol kali ini aku ayah paman dan juga Gama. entah apa yamg merasukinya tiba-tiba anak itu ikut gabung dengan kami. Sedangkan Dinda masuk kedalam rumah dan mengambilkan obat untuk ibu tadi ibu menyuruh seorang pelayan tapi Dinda tidak mau karena takut salah ambil obat.
__ADS_1
"Ka Dava boleh tidak Gama bertanya sesuatu"
Saat aku asyik ngobrol sama ayah dan paman tiba-tiba Gama datang dan ingin bertanya sesuatu heran aku dengan anak ini apa yang mau dia tanyakan. Aku menoleh dan menatapnya justru dia tersenyum ane.
"Apa yang mau kamu tanyakan Gama? Tanya saja nanti kak jawab asal pertanyaan kamu itu masuk akal" ujarku disambut anggukan dari ayah dan paman.
"Boleh tidak Gama tahu, gimana caranya, menaklukan hati cewek yang kita cintai terus masih ada stok gak kak wanita yang sama seperti kak Dinda."
Astaga jadi ini yang mau ditanyakan anak ini benar-benar diluar dugaan hahaha. Aku ayah dan paman saling pandang sedangkan yang lain sudah tertawa mendengar pertanyaan konyol dari Gama untung istriku belum keluar dari dalam.
"Kamu mau tahu aja atau mau tahu banget," biarku godain dulu nih si Gama bisa-bisanya dia tanya stok perempuan sama aku.
"Ya mau tahu banget dong kak, karena aku pengen punya istri satu nanti sama seperti kak Dinda baik lembut dan tidak matre, masih ada stok gak kak."
Pukkkk!
"Kamu ya benar-benar deh...kamu pikir istri kak itu barang jadi masih punya stok yang banyak Gama kamu ada-ada aja ya"
"Loh kok kak mala mukulin aku sih, kan hanya nanya biar bisa dapat kayak kak."
"Oh jadi benaran kamu mau cari wanita sama parsis seperti kak ipar kamu, baiklah aku akan kasih tahu trik untukmu."
"Apa itu kak" tanya Gama
"Kamu harus tinggalkan semua kekayaan yang kamu miliki saat ini dan kamu kerja jadi kuli bangunan disitu kamu akan mendapatkan seorang wanita yang sama seperti istriku, karena hanya wanita yang baik dan lembut yang mau terimah kamu apa adanya, apa kamu sanggup"
__ADS_1
"Ha....serius kak"? Tanya Gama.
"Iya serius, sanggup gak kamu."