
Mata hari pagi mulai terbit di ufuk timur menandakan semua makluk hidup di muka bumi mulai beraktifitas, anak manusia mulai bersiap untuk berangkat ke tempat kerja, ada yang berangkat ke sekolah ada yang bersiap untuk melakukan pekerjaan lainnya.
Sedangkan aku baru mengeliat, aku membuka mata dengan pelan dan membuang pandangan ku ke sekeliling tempat tidur berharap istriku masih setia menemaniku, ternyata aku tidak mendapati Dinda di sampingku, aku langsung melihat jam tenyata sudah setengah tujuh sepertinya Dinda ada didalam kamar mandi pikirku, karena biasanya kalau Dinda tidak ada saat aku bangun tidur boasanya ada di kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"sayang....kamu dimana? Kamu didalam kamar mandi kah? Mas juga mau mandi sayang tunggu jangan kunci pintu ya biar mas mandi juga " Panggil ku tapi aku belum mendekati kamar mandi. Aku perhatikan kamar mandi tidak di tutup dengan rapat, apa bemar Dinda didalam.?
Walaupun aku sudah memanggil dari tadi tapi tidak ada respon sama sekali, kemana istriku kok tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi? lagian kalau benar Dinda ada didalam kamar mandi pasti sudah nyahutin aku tapi ini sama sekali tidak, bisa jadi Dinda tidak ada di kamar mandi, biar aku tidak penasaran aku gegas ke kamar mandi ternyata Dinda tidak ada, aduh...istriku ini masih pagi-pagi kemana lagi.
Kirain ada di kamar mandi ternyata tidak ada, aku berpikir mungkin bisa jadi dia mencari udara segar resort hotel, saat aku keluar dan berdiri di gasebo ya Tuhan aku melihat mereka beramai-remai senang-senang di resort hotel, astaga sejak kapan mereka semua disitu mereka semua pada mandi di kolam renang tak kalah seru kali ini ayah dan ibu juga ikut meramaikan, astaga bisa-bisanya istriku enak-enak disana sedangkan aku di tinggal sendirian disini.
Apa salahnya di bangunin ke biar aku tidak ketinggalan begini, himmm tidak ada yang datang bangunin aku berarti tidak ada yang ingat sama aku, jangankan yang lain istri sendiri aja tinggalkan aku sendirian disini.
Aku juga tidak mau ketinggalan dong, akhirnya aku juga ikut turun ke bawah memang hotel ini tidak ada penghuni lain selain keluarga besar dari Adinata sehingga di resort pun tidak ada tamu lain selain kami semua. Semgaja di kosongkan dari penghuni lain karena kami mengunajan semua kamar, memang masih balasan kamar yang kosong tapi memang sengaja.
Aku langsung mendatangi mereka yang sedang asyik berenang.
"Sayang enak ya tinggalin mas sendirian di kamar sedangkan semua pada mandi segar disini tega banget tidak ada yang bangunin aku" ujarku, bukannya mendapatkan simpati dari mereka justru aku mendapatkan ejekan dari mereka semua.
__ADS_1
"Makanya tidur itu sadar-sadar Tuan muda Dava....untung istri tidak di culik oleh orang jahat kalau di culik Tuan muda Dava pasti tidak tahu, orang cara tidur aja kayak kebo gitu masa tidak tahu kalau istrinya kabur dari kamar" ujar Ririn ngejek aku.
"Maaf mas, Dinda tidak tega bangunin mas makanya Dinda tinggalin mas tadi, yuk mas sini biar mandi kita. Jam sembilan kita harus ke kampus si kembar untuk mengecek semuanya fasilitas apa yang ada di kampus itu. Kata kakak Erik juga mau ikut tidak masalah kita datang aja kesana sekalian jalan-jalan sebentar sebelum mereka pulang" Ujar istriku.
Aku juga ikut bersenang-senang dengan keluarga besarku, karena kakak Erik pulangnya agak sore dengan kesepuluh teman Grey dan Gretta, sehingga masih ada waktu untuk ikut ke kampus sih kembar juga, katanya di kampus semua fasilitas lengkap makanya uang registrasinya sangat mahal , tapi bukan itu yang aku persoalkan sekarang sebagus apapun kampus yang aku cari itu adalah kenyananan dan keselamatan anak-anak ku dan bahkan pendidikan yang paling penting.
"Memangnya siapa aja yang mau ikut nanti ke kampus? Biar pulang dari sana kita jalan-jalan sebentar baru pulang ke hotel"?tanyaku.
"Siapa aja boleh ikut mas, kalau memang sampai disana dilarang masuk tidak masakah nunggu diluar saja. Lagian pengurusan juga tidak lama karena sudah selesai daftar dan registrasi semua jadi tinggal datang cek kampus aja".
Semua bahagia menyambut pagi ini dengan baik, setelah kami selesai mandi kami langsung sarapan pagi bersama di restoran, di antara kami semua hanya dua menu yang di pesan karena itu permintaan dari setiap kami yang ingin memakan menu itu, sebagian pesan omelet sebagian pesan steak.
"Silahkan pesan menurut selerah masing-masing, kalau aku dan istriku pesan steak ya dua" ujarku.
"Aku dan Ririn juga steak ya" ujar Rafa.
"Kalau aku dan kedua anak ku omelet saja, katanya mereka mau olemet sama kayak paman mereka, jangan ada yang cemburu apalagi melirik kesini" ujar kakak Erik.
__ADS_1
Sial memang kakak Erik semenjak dia di perkenalkan di keluarga besar kalau kakak Erik adalah paman angkat sih kembar justru kedua anak ku lebih dekat denganya ketimbang sama aku, heran deh pakek pelet apa cobak.
"Siapa yang melirik, tidak ada tuh perasaan kakak aja kali" ujarku
Tidak lama kemudian pelayan datang mengantarkan semua makanan yang sudah kami pesan, tidak ada lagi obrolan di antara kami karena kalau ayah ada baik itu di rumah maupun di luar, setiap kali makan jangan perna ngobrol karena kata ayah makan sambil ngobrol itu, kita tidak bisa menikmati makanan dan tidak sopan ada makanan di depan mata ngobrol entah apa yang jatuh kedalam makanan itu, sehinga tidak higenis.
Alasan ayah memang tepat karena kalau kita makan sambil ngobrol seenak apapun makanan kita tidak bisa menikmati karen kita lebih fokus ngobrol.
Hampir tiga puluh menit kami sarapan pagi, setelah sarapan pagi ternyata sudah jam delapan, kami masih ngobrol dulu sebentar.
"Ternyata di kanada enak juga ya, salah satunya tempat rekreasi, yang kedua tidak begitu macet ya tapi setia negara memiliki keunikan tersendiri" ujar Gama, tumben serius dia ngomong.
" Ya Jelas dong, Gam!...di setiap negara itu punya keunikan masing-masing kalau kita terkenal dengan kemacetan dan juga makanan yang penuh dengsn rempah-rempah makanya makanan kita enaknya tidak ada tandingannya." cari di semua negara tapi hanya negara kita yang memiliki makanan yang paling enak.
Setelah kami selesai berdebat akhirnya kami kembali kedalam kamar hotel masing-masing dan bersiap untuk berangkat ke kampus. Setelah sampai didalam kamar hotel Dinda langsung mrnyiapkan pakian yang akan aku kenakan, begitu juga Dinda kembali ke kamar mandi untuk memberihkan wajahnya. Aku juga kembali mengikuto Dinda untuk mandi sekali lagi karena rasaku tidak bersih kalau mandi begitu saja, setelah selesai mandi kami keluar dari kamar mandi untuk ganti pakian.
Setelah aelesai ganti pakian dan Dinda juga sudah siap akhirnya kami turun kebawah menunggu yang lain, hari ini si kembar paling semamgat karena mau ke kampus mereka nanti mereka juga tidak sabar melihat langsung bagaimana bentuk kampus mereka.
__ADS_1
Setelah semua pada ngumpul akhirnya kami berangkat ke kampus si kembar.