Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
450


__ADS_3

Sudah tiga hari kami di kanada dan malam ini adalah acara ulang tahun Grey dan Gretta di rayakan, kami semua sudah siap untuk berangkat ke acara, karena tempat acara agak sedikit jauh dari hotel dimana kami nginap, makanya sebagian sudah duluan yaitu anak-anak sudah pafa pergi, karena Grey dan Gretta mau acaranya di buat ala outdoor jadi aku dan Dinda mengikuti kemauan mereka, banyak teman-teman dari Grey dan Gretta juga datang walaupun mereka dari tanah air tapi mereka memenuhi undangan.


Padahal kami tidak berharap banyak kalau meraka datang bersyukur, tapi kalau tidak juga tidak masalah mengingat jaraknya sangat jauh. Dan salah satu dari antara mereka dia menyukai Grey ada juga seorang anak tanpan aku dengar dari Grey dia juga dekat sama Gretta, tapi dia takut sama Grey, soalnya Grey yang sangat posesif sama adik kembarnya itu.


Tapi mereka datang kesini semua ongkos di tanggung oleh Grey dan Gretta, aku dan Dinda tidak mengeluarkan uang kata Gretta dan Grey mereka sudah bisa cari uang walaupun baru tamat sekolah tapi sudah banyak tabungan hehehe. Baguslah biar mereka belajar menjadi anak mandiri tidak bergantung pada orang tua mereka.


Jadi Grey dan Gretta berikan ongkos dan juga semua keperluan dan fasilitas untuk teman-temannya disini sudah di siapkan, hal itu lantaran ada teman Grey dan Gretta tidak mampuh, jadi mereka bilang kalau mereka tidak bisa ikut karena tidak ada ongkos dan biaya hidup selama di kanada.


Mendengar itu kedua anak ku sedih dan mereka mengatakan jika, semua biaya di tanggung oleh aku dan Dinda, padahal mereka bohong tapi mereka pakek uang tabungan mereka sendiri karena Grey dan Gretta tidak mau temannya itu minder, karena hanya ketiga teman itu di ongkosi, sedangkan yang lain tidak nanti takutnya ketiga teman itu di bully, jadi Grey dan Gretta memutuskan untuk ongkosi mereka semua sepuluh orang.


Saat aku tanya untuk membayar ongkos mereka, Gretta dan Grey mengatakan jika mereka berdua punya tabungan banyak jadi tidak perlu bantu, hehehe luar biasa kedua anakku mereka sudah bisa mengumpulakan uang, sekarang teman-trmannya tadi sampai tadi pagi.


Kedua anak ku sudah tumbuh dewasa menjadi anak gadis yang cantik dan seorang anak lajang yang sangat tanpan, rasanya aku belum siap jika mereka menikah aku masih pengen memeluk dan menyayangi mereka, kenapa mereka begitu cepat besar. Kadang aku sedih semoga setelah mereka menikah mereka tidak tinggal di tempat lain tapi mereka tetap tinggal bersama kami, ayah dan ibu sudah tuan kalau terjadi apa-apa sama mereka berarti tinggal aku dan Dinda.


Aku yang termenung memikirkan semua itu tiba-tiba pundak ku di tepuk dengan lembut, sambul memanggil namaku, aku tahu ini suara istriku. Ya istriku yang menepuk pundakku karena tadi istriku ada make up di ruangan sebelah ada MUA di sewah oleh ibu, untuk make up semua wanita yang ada di sini.


Aku menoleh dan tertegun melihat betapa cantiknya istriku kayak bidadari sangat cantik, memandang ku dengan senyum manisnya, membuat hatiku seketika kembali bersemangat.


"Ya ampun sayang kamu cantik sekali, mas sampai pangli lihat kamu secantik ini, mas hampir saja tidak mengenal istri mas sendiri sangking cantiknya kayak bidadari. Kamu sudah selesai sayang" tanyaku.


"Hummm gombal deh....memangnya dari dulu Dinda jelek mas, makanya sekarang baru mas bilang kalau Dinda itu cantik" ujar Dinda cemberut makin membuatku gemas banget.


"Kata siapa dulu istri mas tidak cantik, justru cantik luar dalam tidak bisa di tandingi oleh siapa pun" ujarku membuat Dinda tersenyum dan mengecup bibirku hummm perlakuannya manis sekali membuat aku terbuai


"Mas, kamu kenapa? Akhir-akhir ini suka sekali termenung? semenjak kita datang kesini Dinda sering lihat mas termenung kayal banyak pikiran dan kayak ada kesedihan didalam hati mas. Apa ada yang ingin mas sampaikan kepada Dinda" Tanya Dinda.


"Ah, tidak ada sayang, mas baik-baik saja kenapa mas harus sedih kalian semua ada disini, itu hanya perasaan kamu saja sekarang mas sangat bahagia karena anak kita sudah tujuh belas tahun, itu artinya mereka sudah besar tidak terasa ya sayang padahal kayak kemarin baru kamu melahirkan begitu cepat waktu ini berputar.

__ADS_1


"Mas sudah bertahun-tahun Kita hidup bersama, jadi Dinda tahu seperti apa sikap kamu mas, dari tadi Dinda perhatikan mas kayak sedih banget begitu apa ada masalah dengan pekerjaan mas atau apa? Jangan sembunyikan sesuatu dari Dinda mas kita ini suami istri jadi harus saling jujur satu sama lain kalau ada apa-apa biar kita saling membantu." tanya Dinda.


"Sayang sudah siap kan? ayuk kita berangkat, nanti saja setelah selesai acara baru mas jelasin sudah jam enam sebentar lagi acara akan segerah di mulai, anak-anak sudah duluan berangkat kesana bersama teman-temannya jangan sampai kita terlambat, kasian mereka" ujarku aku tidak mau Dinda lanjut bertanya.


Aku sengaja mengajak Dinda pergi untuk tidak menuntut penjelasan, takutnya kami berdua terlambat pergi karena terlenah dalam suasana. Lebih baik aku mencengah hal itu akan terjadi aku ngajak Dinda pergi.


Aku tidak mau merusak hari kebahagiaan kedua anak ku, karena hatiku saat ini kurang baik, kayak ngidam aja aku, mengikuti suasana hati hehehe....aku kenapa jadi suami melow gini sih.?


Bersamaan dengan itu pintu kamar di ketuk dari luar. Ini pasti pengawal atau asisten Arfan.


Tok....tok....tok!


Krekkkk!


Aku gegas membuka pintu ternyata asisten Arfan. Humm kelamaan di kamar sehingga asistrn arfan yang datang memanggil pasti ibu, ayah dan yang lain sudah menunggu.


"Maaf Tuan muda, mobil sudah siap dan kita segerah berangkat ke tempat acara, takutnya nona Gretta dan Den Grey menunggu, Tuan besar dan nyonya sudah menunggu di bawah, beserta dengan yang lain, tinggal Tuan muda dan nona muda yang belum turun." ujar asisten Arfan.


"Baik asisten Arfan" ujatku, astaga sampai lupa waktu.


Aku langsung ngajak Dinda turun kebawah karena memang kami sudah selesai bersiap jadi tinggal berangkat saja, Dinda baru selesai make up makanya baru masuk tadi mendapati aku termenung.


"Sayang kita turun ayah dan ibu sudah menunggu di bawah" ujarku.


" Ayok mas" ujar Dinda


Aku dan Dinda keluar dari kamar dan langsung masuk kedalam lift, dan turun kebawah menuju ke loby utama hotel. Tenyata ayah dan ibu terus yang lain semua sudah menunggu berarti tinggal aku dan Dinda tadi di kamar pantas aja di panggil.

__ADS_1


Jadi merasa tidak enak sama ayah dan ibu karena membiarkan mereka menunggu.


"Yuk kita berangkat, anak-anak sudah duluan jadi pasti mereka sudah menuggu dari tadi, semoga tidak macet kalau macet bisa telat kita," ujar ayah.


Kami semua masuk kedalam mobil dan berangkat ke tempat acara.


Saat kami dalam perjalanan menujuh ke tempat acara tiba-tiba hp ku berbunyi, saat aku melihat siapa yang telpon ternyata yang hubungi adalah kakak Erik sepertinya kakak Erik baru sampai di kanada.


"Sayang tolong angkat telpon dulu dari kakak Erik kalau memang kakak Erik udah sampai suruh langsung ke acara aja, tadi pengawal sudah pergi jemput di bandara, bilang aja kita sudah di jalan menuju ke tempat acara. Dan kita menunggunya di acara." aku menyuruh Dinda angkat telpon.


"Hallo kakak, kakak sudah dimana? Sudah sampai belum"? Tanya Dinda.


"Hallo dik, kakak sudah dalam perjalanan menujuh ke tempat acara kalian sudah sampai belum disana soalnya sebentar lagi kakak sampai" ujar kakak Erik.


"Oh baguslah kakak ini kita juga sudah di jalan juga menujuh ke sana, ya sudah kalau kakak sampai duluan tunggu saja ya kakak di loby, tapi kalau kakak langsung masuk juga tidak masalah." ujar Dinda.


"Om dik kalau begitu hati-hati ya di jalan sampai jumpah nanti di acara" ujar kakak Erik.


Akhinya Dinda memutuskan panggilan dan kembali meletakkan hp di sampingku.


"Mas kata kakak Erik dia sudah di jalan menujuh ke tempat acara jadi nanti kita ketemu aja disana, palingan kita sampai duluan karena dari bandara ke sana agak sedikit jauh sedangkan kita sudah mau sampai, pasti si kembar bahagia karena kedatangan pamannya juga biarlah kali ini rayqin ulang tahun mereka agak specialdi negara orang, kalau tahun-tahun sebelumnya, kita rayanian biasa saja." ujar Dinda.


Tidak lama kemudia mobil rombongan kamu berbelok masuk ke parkiran gedung, ternyata sudah ada tamu undangan ya ini aja sudah setengah tujuh sebentar lagi acara akan segerah di mulai.


"Sayang yuk kita naik ke atas acara di lantai dua pasti si kembar sudah menunggu takut kita terlambat datang, tapi memang sih kita sudah terlambat seharusnya kita sudah dari tadi disini bersama anak-anak." ujar ku.


Aku mengandeng tangan Dinda dan masuk kedalam lift bersama yang lain, ternyata kedatangan kami di sambut baik oleh petugas-petugas yang ada disana.

__ADS_1


Kami masuk kedalam gedung dan tidak lama kemudia acara mulai, para tamu undangan sudah pada hadir semua kedua putra dan putry ku dengan angun dan tanpa duduk di depan.


__ADS_2