Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
137


__ADS_3

Ibu yang mendengar perkataanku langsung mengambi hpnya dan membukanya entah apa yang di buka oleh ibu terlihat jelas wajahnya pucat pasih tangannya gemetaran sampai jatuh hp itu dari tangannya kelihatan sekali syok banget ibu melihat berita itu aku tidak peduli dengan kondisi ibu saat ini aku sudah muak dengan tingkah lakunya jadi aku melengang pergi.


Mas Tahir juga ikut aku dari belakang sedangkan aku tidak melihat Lexza dan suaminya dan juga paman dan bibik Lya bisa jadi mereka belum pulang, biarkan ibu disitu sendirian semoga ibu cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar jangan hanya mementingkan egoisnya, kadang aku berpikir ibu seperti kacang lupa kulit, ibu lupa dari mana asal-usulnya.


Aku masuk kedalam kamar disusul oleh mas Tahir karena aku sudah kesal langsung aku banting pintu sampai mas Tahir berjingkak karena terkejut, mas Tahir menatap aku dengan tatapan tajam tapi aku tidak peduli aku juga lelah bukan karena pekerjaan tapi karena memikirkan kehidupan di rumah ini. Kadang aku berpikir apa gunanya punya banya uang tapi tidak bahagia.


"Mas mau mandi duluan atau aku kalau mas mau duluan cepat gak pakek lama aku lelah pengen tidur" ujarku


"Kamu duluan saja sayang mas masih mau tenangkan diri dulu baru mandi soalnya mas juga sangat cape, padahal mas ingin berduaan ngobrol sama kamu di gazebo sayang tapi kalau kamu mau istirahat gapapa deh mas tahu kamu lelah"


Aku yang awalnya ingin gegas ke kamar mandi langsung berhenti saat mendengar penuturan suamiku. Ya ada baiknya juga kami duduk aja di gazebo untuk ngobrol berdua karena kalau di kamar ah malas kalau di gazebo sambil minum kopi enak juga merasakan angin malam yang sejuk dan melihat pemandangan di kota.


"Ya sudah mas kalau begitu aku mandi dulu setelah itu baru mas mandi aku gak jadi tidur aku temani mas ya di gazebo ok mas" ujarku


Aku melihat senyum di wajah mas Tahir, karena masalah akhir-akhir ini aku selalu mengabaikan mas Tahir walaupun kami sering bersama tapi tidak perna bicara yang serius, palingan kalau mas Tahir pulang dari kantor dan aku juga pulang dari restoran kami langsung istirahat.

__ADS_1


Aku langsung segerah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri aku merendamkan diri didalam bakhtub dengan sabun aroma terapi yang menyengarkan jiwa membuat pikiran ku tenang dan badanku juga rasanya sangat enak.


Aku merendam sambil menutup mata menikmati air yang sejuk menusuk di setiap kulit pori-piriku. Rasanya adem sekali hampir tiga puluh menit aku didalam kamar mandi sampai aku merasa agak sedikit kedinginan akhirnya aku keluar dari bakhtub dan memakai kimono dan keluar dari kamar mandi.


Aku mendapati mas Tahir main hp saat mas Tahir melihat ku ia langsung meletakan hp di atas meja dan gegas ke kamar mandi. Mungkin karena mas Tahir sudah bosan menunggu aku mandi makanya main hp.


Aku langsung duduk di meja rias dan mengolesi wajah ini dengan sedikit cream untuk membuat wajahku tetap cerah dan fress...walaupun gak pakek make up tetap cantik ciah.....muji diri sendiri.


Setelah selesai aku memakai cream aku langsung ganti baju sambil menunggu mas Tahir selesai mandi, mas Tahir kalau mandi itu gak lama palingan sepuluh menit sudah keluar dari kamar mandi awalnya aku melihat kelelahan diwajahnya namun setelah keluar dari kamar mandi wajah mas Tahir sangat segar.


"Biarin aja mas mau pulang apa gaknya itu aku tidak peduli sekarang aku hanya peduli diriku sendiri, untuk apa pedulikan orang lain sedangkan mereka saja tidak peduli pada kita. Mau pulang apa gak nya itu bodoh amat."


Aku yakin pasti ibu masih duduk diluar menunggu Lexza pulang itukan anak kesayangannya apalagi saat ini hubungan mereka mulai renggang, bahkan Lexza sendiri tidak sudi tegur sapa dengan ibu mungkin Lexza sudah sangat benci dengan ibu makanya dia bersikap seperti itu. Tapi baguslah kalau hubungan mereka berantakan biar mereka juga bisa merasakan bagaimana aku dan Dinda alami dulu.


Baru saja aku dan mas Tahir hendak keluar menuju ke gazebo bunyi benda jatuh sangat kuat di barengin dengan teriakan, aku tahu itu suara ibu, drama apalagi yang mau dia tunjukan biar orang simpati dengan tidak lama kemudian terdengar suara ribut di bawah bisa jadi Lexza dan Kenedy sudah pulang sehingga mereka kembali bertarung hahaha...

__ADS_1


Brakkkk...


"Kurang ajar kamu ya aku sudah membesarkan kamu dari kecil sampai besar begini dan aku berikan apa yang kamu mau tapi seperti pembalasan kamu terhadap aku dasar anak tidak tahu diri. Tahu aku sifat kamu seperti ini aku akan membunuhmu saat masih dalam kandunganku dari pada punya anak kurang ajar kayak kamu" bentak ibu.


Wah seru nih ada drakor di bawah sejak kapan tanyang kok aku gak tahu, aku dengan mas Tahir saling pandang sedangkan mas Tahir hanya angkat bahunya saja tandanya tidak tahu apa-apa.


Brakkkk.....aku juga tidak sudih punya ibu seorang pelacur, asal ibu tahu ya aku juga tidak mengiginkan ibu melahirkan aku kedunia ini, apalagi dengan tidak punya ayah yang jelas, kenapa waktu itu ibu tidak mengugurkan aku saja biar aku tidak dijadikan alat ibu" bentak Lexza


Ternyata memang Lexza sudah pulang makin seru drama dibawah aku tidak mau ketinggalan dong aku juga pengen mau tahu apa penyebabnya sehingga ibu dan anak kesayangannya berantam rame.


"Mas kita turun yuk sepertinya Lexza sudah pulang tapi karena ibu berkata kasar mungkin makanya mereka berdua bertengkar, mas mau turun gak kebawah kalau mas mau kita turun tapi kalau mas gak mau kita tidak perlu turun"


Aku melihat mas Tahir sempat berpikir akhirnya dia mengangguk kepala tanda setuju. Aku dan mas Tahir gegas turun ke bawah setelah sampai di tangga aku langsung tepuk tangan.


Tapppp...tappp...

__ADS_1


"Wah...ada perang dunia ketiga nih anak sama ibu hahaha...aku jadi penonton boleh gak? sekali-sekali dong jadi penonton cape juga kalau jadi pemain terus ya gak bu kakak Lexza? yang paling cantik dan paling baik sedunia. Yuk lanjutkan peran kalian aku pengen nonton siapa yang menang dan siapa yang kalah aku hanya mau memastikan kekuatan masing-masing saja."


__ADS_2