Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
119


__ADS_3

Aku melihat kakak Dea dan Dinda sudah mulai tenang aku yakin mereka berdua sudah bisa menerima apa yang sudah terjadi.


"Kakak aku bisa merasakan betapa menderitanya ayah saat ini pasti ayah meminta tolong tapi tidak ada seorangpun yang menolongnya kasian ayah kakak, perempuan itu ada dimana sekarang ada di rumah atau ada di perusahaan bukankah perusahaan sudah dalam masa krisis"?


"Iya dik sekarang perusahaan dalam masa krisis keuangan karena dua minggu yang lalu ada pengeluaran mendadak dana sebesar lima ratus miliyar, itu dari dana perusahaan yang di sayangkan mereka keluarkan pakek tabungan ayah kok bisa bank itu juga mau mengeluarkan uang sebanyak itu. Kakak curiga perempuan gila itu yang melakukannya tapi untuk apa uang sebanyak itu"


"Dan setelah perempuan gila itu tahu perusahaan lagi krisis dan video waktu pas kasus penembakan itu viral dia ngamuk di rumah kayak iblis, kakak dengar sih dia mau berusaha untuk mencari orang untuk menyuntik dana ke perusahaan salah satunya minta bantuan Tuan Adinata sedangkan Lexza dan Kenedy juga mau minta bantuan kesana. Semoga Tuan Adinata tidak mengabulkan permintaan mereka karena walaupun perusahaan dapat penyuntikan dana dari perusahaan Adinata grup juga parcuma karena pemimpin tidak bisa dipengang oleh perempuan sinting itu lagi palingan perusahaan Winata di akuisisi oleh perusahaan Adinata grup."


"Kasian ayah berjuang selama ini untuk kemajuan perusahaan itu dalam sekejap hancur berantakan setelah pindah tangan.


Kalau kakak Dea berangapan yang keluarkan uang sebanyak itu adalah bu Anjani padahal tanpa pengetahuan mereka memang ayah mertua yang melakukan itu hanya saja ayah mertua pintar dan kerja sama dengan bank makanya tidak ada bocoran.

__ADS_1


Namun berbeda lagi dengan tangapan istriku kalau yang mengeluarkan uang itu bukan bu Anjani karena tidak mungkin bu Anjani melakukan hal itu apalagi itu menyangkut perusahaan mana mungkin bu Anjani mau perusahaan bangkrut. Sekarang saja dia ngamuk, cerdas sekali pikiran istriku memang betul juga yang di bilang istriku, perempuan seperti bu Anjani dia tidak mau bangkrut dan jatuh miskin jadi tidak mungkin dia melakukan itu.


"Tapi kakak, aku kok gak yakin kalau yang melakukan itu adalah perempuan sinting itu kakak, apalagi dia tahu setelah keluarkan uang itu perusahaan akan krisis dan bangkrut manusia kayak dia itu mana mau dia bangkrut dan jatuh miskin kakak, kakak tahu sendiri penghasilan paling banyak itu dari perusahaan kalau restoran dan bisnis lainnya penghasilan tidak seberapa jadi mana mungkin kakak itu mustahil apalagi dia sampai ngamuk begitu berarti bukan dia kakak tapi siapa ya"?


"Atau jangan-jangan ayah memang masih hidup kakak tapi karena ayah sudah mengetahui rencana jahat perempuan itu makanya ayah diam-diam memiliki rencana untuk membalaskan semua kejahatan perempuan itu. Karena aku heran kakak waktu ayah di antar dari rumah sakit kenapa kita sama sekali tidak di ijinkan untuk melihat wajah ayah yang terakhir kalinya dan kasus ayah juga langsung ditutup begitu saja, kakak merasa ane gak sih kalau aku merasa ada kejangalan terhadap kecelakaan ayah."


Aduh istriku ini memang pintar sekali dia berbicara tidak ada yang melenceng, memang aku harus secepatnya ketemu dengan ayah untuk jelaskan semua ini ke ayah siapa tahu ayah punya solusi untuk memecahkan masalah ini, karena aku yakin Dinda dan Dea tidak akan tinggal diam mereka akan melakukan segala cara untuk membalaskan dendam ayah kepada bu Anjani.


"Sayang..kamu benar sepertinya ayah sudah tahu kejahatan perempuan jahat itu makanya ayah sengaja melakukan ini seolah ayah sudah meninggal padahal ayah masih hidup dan masih bersembunyi di suatu tempat."


Aku tidak bisa banyangkan kalau nanti ayah mertua melihat rekaman video ini pasti ayah mertua bukan hanya sedih melihat kedua anaknya tapi juga marah aku tahu kakak Dea sudah pasti memiliki rencana, sepertinya hari ini juga aku harus ketemu dengan ayah mertua aku harus hubungi pak Reno untuk kabarin kalau sebentar aku datang menemuni ayah mertua untuk membahas semua masalah ini.

__ADS_1


Sekalian juga aku ingin bertanya tentang kelompok yang menyerang kami beberapa hari yang lalu. Memang bu Anjani wanita yang sangat licik berani-beraninya dia selingkuh di belakang ayah mertua, tapi apakah ayah mertua tahu soal perselingkuhan mereka kalau ayah mertua tahu kenapa hanya diam saja tidak melakukan apa-apa.


"Terus apa rencana kakak Dea untuk membalas perbuatan bu Anjani kakak, apapun yang kakak lakukan disana kakak harus hati-hati karena disana banyak cctv takutnya kakak lalai terus ketangkap kamera, nanti kakak bisa kena kemurkahan perempuan gila itu."


"Kamu tenang saja Dav aku sudah memiliki rencana selama aku masih tinggal di rumah itu aku akan menerornya sampai dia ketakutan dan soal cctv itu bisa di atasi karena aku disana ada teman aku bekerja sama dengan Maya, aku sangat percaya kalau Maya itu ada di pihak kita, karena aku yakin Dav tidak lama lagi semua Aset akan di sita oleh bank karena hutang di bank sangat besar" ujar kakak Dea


"Kakak yakin mau melakukan itu sendiri tanpa butuh bantuan kami atau bagaimana kalau kita habisin saja kakak kalau soal habisin kecoak kecil itu gampang aku bisa lakukan itu, tapi jangan sampai tanganku yang menghabisi nyawanya bagaimana pun dia sudah melahirkan kita jadi jangan sampai tangan kita yang mengambil nyawahnya." sambung Dinda.


Ya benar juga apa yang dibilang istriku apapun kejahatan bu Anjani jangan sampai Dinda dan kakak Dea yang menghabisinya, karena itu tidak baik biar alam yang menghukumnya nanti istriku ini sekali-sekali saja di bicara tapi sekali dia bicara semuanya tidak ada yang melenceng.


"Aku yakin dik aku akan butuh bantuan kalian jika aku sudah tidak sanggup lagi, yang penting kalian mau membantuku saat ini aku harus cepat pulang kerumah dik karena aku rencana mau mengambil semua setifikat yang ada di brangkas, nanti kita ketemu lagi aku mau nitip sertifikat sama kalian agar tidak ketahuan aku yang mengambil semua sertifikat itu."

__ADS_1


"Sekarang perempuan itu ada di perusahaan sedangkan Kenedy dan Lexza ada pergi kampanye bersama Istri dan relawan, jadi ini kesempatan emas untuk ambil semua apa yang ada di brangkas, makasih ya dik karena kalian berdua sudah mau membantu aku, nanti aku kabarin lagi jika semuanya sudah beres kalian berdua pulang hati-hati simpan baik-baik bukti itu ya jangan sampai hilang, karena perempuan itu rencana mau menghilangkan semua bukti".


Kasian kakak Dea kelihatan sekali dia tertekan.


__ADS_2